
Kamar Shen Ai Zhi.
Long Yuyin dan Shen Ai Zhi sedang asyik mengobrol di dalam kamar. Mereka berdua sedang membahas rencana untuk bisa keluar dari Istana ini dengan cepat, saat Heilong sudah tiba-tiba di tempat ini. Karena pasukan milik Jenderal Long Yun sudah menjaga setiap bagian dari Istana ini dengan sangat ketat.
“Yuyin, kapan Putramu akan datang ke Istana ini?”
“Seharusnya dia sudah ada di tempat ini sekarang karena hari ini adalah hari yang dia tentukan sendiri untuk membebaskanmu dari tempat ini,” jawab Long Yuyin sambil mengeluarkan sebuah kertas yang berisi tentang rencana yang sudah disusun Heilong.
Long Yuyin lalu mengambil kertas itu dan membacanya. “Putramu ini cukup cerdik juga ternyata. Dia sudah memikirkan segala, termasuk meminta bantuan Kaisar Long Jin untuk mengirim pasukan Kerajaan agar bisa melawan pasukan milik Jenderal Long Yun yang sudah menguasai Istana Giok Biru milikku.”
“Tentu saja, bakat yang dimiliki anak tidak akan jauh dari bakat yang dimiliki oleh ibunya. Hehe …” ucap Long Yuyin tertawa.
Shen Ai Zhi'pun ikut tertawa saat mendengar ucapan Long Yuyin, sudah lama sekali dia tidak tertawa lepas seperti ini semenjak Putrinya menghilang.
Shen Ai Zhi langsung mengeluarkan Peta dari Istana Giok Biru. Dia lalu memperlihatkan peta itu pada Long Yuyin sambil menunjuk salah satu gambar jalan rahasia yang ada di dalam peta itu.
“Ketika anakmu sudah sampai di tempat ini. Kita akan menyusuri jalan bawah tanah ini untuk keluar dari Istana Giok Biru.”
“Apakah jalan rahasia itu aman?” balas Long Yuyin.
“Sangat aman karena hanya aku dan Shen Yu saja yang mengetahui keberadaan jalan rahasia ini sebab peta ini hanya memiliki satu salinan dan salinan itu berada di tangan Shen Yu,” jawab Shen Ai Zhi.
“Itu berarti Putraku sudah mengetahui keberadaan tentang jalan rahasia ini karena Shen Yu pasti akan memberikan peta itu pada Putraku agar dia lebih mudah menemukan jalan masuk ke dalam Istana ini,” tebak Long Yuyin.
“Tok … Tok …”
__ADS_1
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Shen Ai Zhi saat mereka berdua sedang mengobrol dengan serius.
“Siapa di luar? Ada perlu apa anda malam-malam datang ke kamarku,” seru Shen Ai Zhi dari dalam kamar sambil menggendurkan kekuatan medan pelindung yang mengelilingi kamarnya.
“Ini aku Kakak, Shen Wei. Aku datang untuk membawa makanan pesananmu.”
Shen Wei adalah adik dari Shen Ai Zhi yang telah menjadi salah satu anggota dari Prajurit Pengintai Naga Biru yang berada di bawah pimpinan Long Yuyin. Selain Long Yuyin, dia'lah orang yang dipercaya oleh Shen Ai Zhi saat ini.
“Kenapa adikmu kembali begitu cepat? Bukankah kau mengatakan semua makanan itu akan siap setelah dua jam. Dan ini baru tiga puluh menit berlalu,” tanya Long Yuyin sedikit curiga.
“Aku juga tidak tahu. Biasanya, kepala koki memang membutuhkan waktu dua jam untuk membuat sepuluh macam menu masakan. Mungkin dia meminta bantuan semua anak buahnya untuk menyiapkan semua hidangan ini karena ini hidangan ini bisa selesai lebih cepat,” jawab Shen Ai Zhi.
Shen Ai Zhi segera berjalan menuju ke pintu kamarnya dan langsung membuka pintu itu.
“Masukkan, ikutlah makan bersama kami. Sudah lama kita tidak makan bersama.”
“Hormat Tuan Putri, ternyata tuan putri masih berada di sini,” ucap Shen Wei sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan.
“Tidak perlu bersikap formal seperti itu karena saat ini aku sedang dalam penyamaran. Aku akan selalu berada di sini setiap hari karena aku ingin melindungi Kakakmu dari tangan jahil Long Shui,” seru Long Yuyin membantu Shen Wei berdiri.
“Terima kasih Tuan Putri,” Balas Shen Wei.
“Ayo mari kita makan. Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini. Mungkin saat-saat seperti ini tidak akan muncul lagi karena setelah kejadian ini, kita pasti akan kembali disibukkan dengan tugas masing-masing. Terutama kau Yuyin, sebagai seorang Putri Kerajaan tugasmu yang paling berat karena kau harus membantu Kaisar untuk membereskan masalah yang dibuat oleh Jenderal Long Yun,” ucap Shen Ai Zhi mengajak mereka segera menikmati makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.
Shen Ai Zhi mulai mencicipi masakan yang ada di depannya dan wajahnya langsung berubah menjadi terlihat sangat bahagia saat makanan itu masuk ke dalam mulutnya. Dia langsung berhenti mencicipi makanan itu dan langsung bertanya pada adiknya.
__ADS_1
“Siapa yang memasak semua makanan ini?”
“Apakah rasa makanan ini tidak enak Kakak? Baiklah aku akan kembali ke dapur dan memberi pelajaran pada koki baru itu,” seru Shen Wei berdiri dari tempat duduknya.
“Tidak … Tidak … Semua makanan ini sangat enak. Bahkan ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan. Aku tidak percaya bahwa kepala koki Istana ini bisa membuat makanan seenak ini karena itu aku bertanya padamu siapa yang memasak semua makanan ini,” jelas Shen Ai Zhi.
Long Yuyin juga curiga dengan aroma dan tampilan dari semua masakan ini karena dia seperti pernah melihat masakan seperti itu sebelumnya. Yaitu saat Putranya kembali ke Mansion Keluarga Long beberapa hari yang lalu.
Long Yuyin segera mencicipi masakan itu untuk memastikan bahwa dugaannya adalah benar. Dan ternyata rasa dari masakan ini, sama persis dengan rasa masakan buatan Putranya.
Shen Ai Zhi sedikit curiga saat melihat gerak-gerik Long Yuyin. “Yuyin apakah ada yang aneh dengan masakan ini?”
“Tidak ada. Masakan ini hanya terlalu enak saja jika yang membuatnya adalah seorang koki baru. Seharusnya yang bisa membuat makanan seenak ini adalah seorang koki sekelas kepala koki Kerajaan,” jawab Long Yuyin yang masih terus mencicipi makanan itu sampai dia akhirnya berhenti setelah melihat ada sebuah surat yang terselip di bagian bawah salah satu piring.
“Shen Wei, coba kau panggil koki baru itu ke sini. Aku ingin memberinya hadiah karena dia telah membuat makanan seenak ini. Pastikan dia aman sampai di tempat ini,” ucap Shen Ai Zhi memberi perintah pada adiknya.
“Baik Kakak,”
Shen Wei segera pergi dari kamar Kakaknya dan berjalan ke dapur untuk menjemput Heilong.
“Yuyin, kenapa kau tersenyum-senyum sendiri saat menikmati makanan itu. Jangan-jangan koki baru itu telah memberikan mantra khusus pada makanannya,” ucap Shen Ai Zhi yang melihat Long Yuyin menjadi semakin aneh.
“Orang yang kita tunggu-tunggu sudah ada di sini. Koki baru itu adalah Putraku yang sedang menyamar,” ucap Long Yuyin sambil memberikan sepucuk surat yang dia temukan pada Shen Ai Zhi.
Shen Ai Zhi langsung membaca surat itu dan menjadi ikut senang. Namun dia juga merasa sedikit aneh.
__ADS_1
“Sejak kapan Putramu pandai memasak. Bukankah kau mengatakan padaku bahwa bakat yang dimiliki anak tidak akan jauh dari bakat yang dimiliki oleh ibunya. Tapi kau sendiri tidak memiliki bakat untuk memasak,” sindir Shen Ai Zhi.
“Hehe … Mungkin itu adalah bakat yang diberikan oleh langit setelah putraku tersadar dari masa kritisnya,” jawab Long Yuyin tersenyum malu.