
“Tuan, apakah anda ingin saya mengantarkan anda pergi ke Hutan Northland?” ucap Raja Harimau Salju menawarkan diri.
“Tidak. Aku memiliki Beastku sendiri untuk mengantarkan aku pergi ke Hutan Northland,” jawab Heilong.
“Lalu kenapa anda masih berada di sini dan tidak segera pergi ke Hutan Northland. Jika anda menginginkan saya untuk mengantarkan anda maka saya bersedia, anggap saja saya sedang membalas budi karena waktu itu Tuan memberi saya makanan saat kami semua sedang kelaparan. Bukankah anda mengatakan bahwa anda tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan wanita itu,” ucap Raja Harimau Salju sambil menatap ke arah Putri Xin Ye.
“Tidak. Aku sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu untuk mengantarku ke Hutan Northland. Tapi aku sedang menunggu orang yang saat ini sedang mengawasiku dari balik pohon itu untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan menunjukkan dirinya padaku,” ucap Heilong sambil menunjuk sebuah Pohon Jati Salju yang ada di belakangnya.
“Apa benar ada mata-mata di sekitar sini. Aku sama sekali tidak merasakan ada orang yang sedang mengawasi kita,” ucap Raja Harimau Salju sambil mengamati pohon yang di tunjuk Heilong.
Heilong kemudian berteriak sambil menatap pohon itu. “Hou'er keluarlah, aku tahu bahwa kau sejak tadi tidak meninggalkan tempat ini dan terus mengawasiku dari kejauhan. Bahkan aku juga tahu jika kau selalu mengawasiku sejak aku meninggalkan Sekte Giok Salju. Apakah kau takut aku selingkuh dibelakangmu?”
“Bukankah kau memang sudah selingkuh di belakangku dengan wanita yang sedang pingsan itu. Kenapa kau masih perlu bertanya padaku, aku takut melihatmu selingkuh atau tidak.”
Xue Xian Hou langsung muncul dari balik pohon yang tunjuk oleh tangan Heilong dengan wajah yang masih di tutupi dengan cadar. Kehadiran Xue Xian Hou ini membuat Raja Harimau salju menjadi terkejut karena semua indranya tidak bisa merasakan keberadaan Xue Xian Hou saat dia sedang bersembunyi padahal indra pendengaran dan penciuman Harimau Salju ini sangat tajam karena mereka selalu melatihnya agar bisa digunakan dengan baik saat berburu.
Xue Xian Hou lalu berjalan ke arah Heilong dan berhenti di depannya. “Jadi rupanya kau sudah menyadari bahwa aku selalu mengikutimu. Pantas saja kau sama sekali tidak terkejut saat melihatku muncul ketika kau sedang bertarung dengan Kakakku.”
Heilong menganggukkan kepalanya. “Benar. Kau tidak akan pernah bisa bersembunyi dariku karena aku bisa merasakan kehadiranmu melalui kalung yang ada di lehermu.”
Xue Xian Hou langsung memegang kalung yang ada di lehernya itu. “Ini, bagaimana kau bisa tahu kalau aku memiliki kalung ini? Padahal aku tidak pernah menunjukkan pada siapapun dan selalu meletakkan kalung ini di balik bajuku.”
__ADS_1
“Memangnya apa yang belum pernah aku lihat dari tubuhmu. Apakah kau lupa alasanmu ingin membunuhku waktu itu?” jawab Heilong tersenyum.
Wajah Xue Xian Hou langsung memerah. Dia ingat bahwa Heilong telah melihatnya ketika dia berhasil menerobos ke lapis Grand Emperor tingkat satu saat itu memang semua pakaiannya telah hancur karena terkena hawa dingin dari energi es yang sangat kuat.
“Kau dasar mesum! ternyata cuma hal itu saja yang teringat di kepalamu saat melihatku.” ucap Xue Xian Hou mengolok.
Xue Xian Hou mangabaikan Heilong lalu berjalan menuju ke tubuh Putri Xin Ye yang tergeletak tak sadarkan diri di atas sebuah batu berukuran besar, Heilong sengaja meletakkan tubuh Putri Xin Ye di sana karena dia perlu menggunakan kedua tangannya untuk memanggil Gremlin.
“Aku akan membantumu membawa gadis ini ke Hutan Northland karena aku juga ingin bertemu dengan Kakek dan membuktikan secara langsung apa benar Kakekku masih hidup. Selama ini yang aku tahu hanyalah Kakekku tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak meninggalkan Kerajaan Green Tortoise setelah dia mewariskan tahtanya pada ayahku yaitu Kaisar Xuan Huan,” ucap Xue Xian Hou.
“Jadi kau mendengar semua yang telah aku bicarakan dengan Kaisar Xin Feng dan juga Divine Beast Byako melalui cermin komunikasi?” tanya Heilong sedikit terkejut. Dia memang tau bahwa Xue Xian Hou selalu mengikutinya tapi Xue Xian Hou selalu mengawasinya dari jarak yang lumayan jauh jadi Heilong tidak pernah berpikir jika Xue Xian Hou akan mendengar semua percakapannya.
“Benar. Sejak aku mendapatkan Mahkota Dewi Es di Makam Es, kemampuan semua indra yang ada di tubuhku telah ditingkatkan sampai hampir setara dengan kultivator yang ada di lapis God meskipun saat ini aku masih berada di lapis Grand Emperor. Aku bisa mendengar ataupun melihat sesuatu yang jaraknya hingga seratus meter,” jawab Xue Xian Hou.
Xue Xian Hou menjawab dengan anggukan kepala.
“Kau sama sekali tidak cemburu jika aku mencintai wanita lain?” tanya Heilong menatap Xue Xian Hou.
“Bohong jika aku mengatakan bahwa aku sama sekali tidak cemburu karena itu setelah kita menikah kelak aku tidak ingin tinggal satu atap dengan istri-istrimu yang lain. Aku tidak melarangmu untuk memiliki istri lain karena peraturan di sini memang tidak melarang seorang pria untuk memiliki istri lebih dari satu tapi kau harus bersikap adil pada semua istrimu nanti,” jawab Xue Xian Hou santai tanpa menatap Heilong.
Saat akan mengangkat tubuh Putri Xin Ye yang sedang pingsan, mata Xue Xian Hou tertuju pada kalung yang dipakai oleh Putri Xin Ye karena dia sempat mendengar penjelasan dari Divine Beast Byako bahwa kalung itu adalah sebuah senjata pusaka yang termasuk dalam harta langit sama seperti cangkang kura-kura emas yang dimiliki Kakaknya.
__ADS_1
Xue Xian Hou memegang kalung yang ada di leher Putri Xin Ye dan bertanya pada Heilong. “Kenapa kalung yang dimiliki Putri ini sama dengan kalung yang ada di leherku?”
“Kalung itu adalah tanda dari wanita yang akan menjadi istriku. Kau sudah dengar kan apa yang sudah diucapkan oleh Divine Beast Byako bahwa kalung itu memiliki kemampuan untuk membuat orang saling mencintai agar selalu bersama,” ucap Heilong melirik Xue Xian Hou untuk menggodanya.
“Jadi jika ada nenek yang memakai kalung ini. Kamu juga akan menikahi nenek-nenek itu!” ucap Xue Xian Hou mengejek.
“…” Heilong tidak bisa menjawab.
“Lupakan masalah kalung itu sejenak. Saat ini nyawa gadis ini sedang terancam, kita harus segera bergegas pergi ke Hutan Northland,” ajak Xue Xian Hou yang sudah mengangkat tubuh Putri Xin Ye dengan kedua tangannya.
Heilong'pun langsung memanggil Gremlin dan memberinya perintah. “Antarkan kami ke sarangmu yang ada di Hutan Northland secepat mungkin. Kami harus segera sampai di sana secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa putri Xin Ye.”
“Baik, naiklah kepunggungku Tuan,” jawab Gremlin.
Heilong segera naik ke punggung Gremlin tapi Xue Xian Hou malah membawa Putri Xin Ye berjalan ke arah Harimau salju.
“Raja Harimau Salju, maukah anda mengantarkan kami berdua ke Hutan Northland,” tanya Xue Xian Hou.
“Saya bersedia. Silahkan naik kepunggungku Tuan Putri,” jawab Raja Harimau Salju.
Heilong menoleh ke arah Xue Xian Hou dan bertanya dengan nada sedikit kesal. “Bukankah aku sudah memberimu tumpangan gratis, kenapa kau malah minta bantuan pada Raja Harimau salju untuk mengantarmu ke Hutan Northland?”
__ADS_1
“Aku merasa lebih nyaman jika diantar oleh Raja Harimau Salju karena kau suka mencuri-curi kesempatan. Sudah ayo kita jalan jangan buang-buang waktu lebih lama lagi,” jawab Xue Xian Hou.
Mereka semua bergegas pergi ke Hutan Northland dengan diantar Gremlin dan Raja Harimau salju.