LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 420 MENYELINAP


__ADS_3

Jangan lupa Like dan tinggalkan Komentar.


Terima kasih 🙏


******


Heilong terus menangkis serangan Golok dari Ignis sambil mencari celah agar dia bisa mendekati bola kegelapan raksasa yang ada di belakang Ignis karena perhatian Ignis sekarang hanya terfokus untuk menyerang Heilong.


“Clang …”


Pedang milik Heilong dan Golok milik Ignis kembali berbenturan dengan sangat keras.


Mereka berdua sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Masing-masing dari mereka terus menekankan senjata pusaka yang ada di tangan mereka ke arah lawannya sambil memasukkan energi yang lebih besar lagi ke dalam senjata mereka.


“Lebih baik kau menyerah saja anak muda. Jika kau mau mengaku kalah dan bergabung dengan Bangsa Iblis, maka aku pasti akan membiarkanmu hidup. Usiamu masih sangat muda dan kemampuan bertarungmu juga sangat bagus. Sayang sekali jika kau harus mati di tanganku.”


Ignis terus merayu Heilong agar mau bergabung dengan Bangsa Iblis setelah melihat kekuatan dan kemampuan Heilong yang sangat luar biasa. Kemampuan bertarung yang dimiliki Heilong bisa disejajarkan dengan para Jenderal Iblis.


Tapi, pendirian Heilong sama sekali tidak bergeming meskipun Ignis sudah beberapa kali menawarkan hal sangat menarik seperti kekuasaan dan kekayaan.


Sebab, Heilong ingat dengan sebuah tugas penting yang diberikan padanya saat dia mendapatkan kembali kehidupannya yaitu menghancurkan Bangsa Iblis.


Heilong langsung menolak tawaran dari Ignis itu tanpa berpikir panjang. “Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bergabung dengan Bangsa Iblis karena aku adalah orang yang akan memusnahkan semua Iblis yang ada di Dunia Tengah ini. Siapa'pun yang memiliki hawa Iblis di dalam tubuhnya, maka bersiap-siaplah untuk aku binasakan. Meskipun dulunya dia adalah seorang Dewa seperti Raja kalian Dark Etheroz.”


Ignis akhirnya berhenti merayu Heilong untuk bergabung dengan Bangsa Iblis setelah melihat pendiriannya yang sangat kuat.


Ignis memusatkan konsentrasi dan memperbesar energi api yang ada di dalam tubuhnya dan Golok Elang Neraka.


“Whoost …”


Api berwarna hitam pekat yang berkobar di tubuh Ignis menjadi semakin besar dan membuat suhu udara di sekitar Istana Giok Biru menjadi semakin panas.


Heilong menyeringai. “Jadi kau ingin membakarku dengan api hitammu itu. Jangan bermimpi!”


Heilong membalas dengan cara meningkat energi air yang memancar dari tubuhnya.


Roh Pedang Penguasa Laut ternyata bisa membaca niat Heilong. Roh pedang ini segera menarik sebagian energi air yang berada dari laut yang ada sekitarnya dan memasukkan ke dalam dantian Heilong.


“Whoost …”

__ADS_1


Seketika, aura energi air yang memancar dari tubuh Heilong langsung meningkat hingga berkali-kali lipat bahkan melebihi aura energi api yang memancar dari tubuh Ignis.


Ignis menyipitkan matanya dan berkata dengan dingin. “Bagaimana kau bisa melakukan hal itu? Energi air dari tubuhmu tiba-tiba naik berlipat-lipat ganda. Apakah kau menggunakan suara benda pusaka yang bisa meningkatkan kekuatanmu dengan sekejap.”


“Jika kau ingin tahu. Maka bersujudlah tiga kali di hadapanku dan panggil aku Guru. Hehe …” jawab Heilong dengan senyum mengejek.


“Kurang ajar kau bocah! Aku akan membunumu sebelum kau benar-benar menjadi ancaman bagi Bangsa Iblis,” teriak Ignis penuh emosi.


“Lakukanlah jika kau mampu. Apa kau pikir aku akan dia saja saat kau mencoba untuk membunuhku. Kita lihat siapa yang akan lebih dulu mati,” jawab Heilong santai.


Ignis yang sangat marah langsung menggerakkan tangan kirinya yang sedang bebas untuk meninju wajah Heilong.


Heilong dengan santai juga ikut menggerakkan tangan kirinya untuk menahan serangan dari Ignis.


“Bam …”


Kedua tinju mereka saling berbenturan dengan sangat keras di udara dan membuat tubuh mereka sama-sama mundur ke belakang.


“Hebat juga kau anak muda. Pantas saja kau bisa mengalahkan Last saat dia menyerang Benua Utara,” ucap Ignis saat teringat dengan ucapan Last tentang seorang pemuda yang telah menggagalkan rencananya di Benua Utara.


“Akhirnya kau mau mengakui jika aku ini hebat. Apakah sekarang kau sudah mau menyerah dan menyerahkan bola kegelapan raksasa itu padaku?” balas Heilong.


Ignis menggerakkan Golok Elang Neraka ke depan sejajar dengan badannya. Lalu memegang Golok pusaka itu dengan kedua tangannya.


“Aku sudah cukup bersabar untuk tidak segera membunuhmu karena aku tertarik dengan kemampuan yang kau miliki. Namun, sepertinya kita tidak akan pernah bisa berada di pihak yang sama. Jadi aku terpaksa harus membunuhmu sebelum kau menjadi penghalang dari rencana kami.”


“Kwak … Kwak …”


Aura energi api dan kegelapan yang berada di sekitar Golok Elang Neraka segera membentuk sebuah bayangan energi api berbentuk Beast Elang Api Hitam dengan cakar dan ujung paruhnya yang sangat tajam.


Ignis lalu mengayunkan Golok Elang Neraka ke arah Heilong.


“Tebasan Elang Neraka Penghancur Langit.”


Api berbentuk Beast Elang Api Hitam langsung mengarah lurus ke arah Heilong seperti seekor burung elang yang akan menerkam seekor ikan.


Heilong mengernyitkan dahinya saat merasakan tekanan energi api yang berasal dari jurus milik Ignis.


Padahal jarak antara dia dan api hitam berbentuk Beast Elang itu masih lebih dari sepuluh meter. Tapi, hawa panah dari api itu bisa membuat kulitnya terasa terbakar.

__ADS_1


“Sepertinya aku harus menggunakan Jurus elemen air terkuatku untuk melawan jurus api hitam ini.”


Heilong langsung mengangkat Pedang Penguasa Laut ke atas dengan kedua tangannya sambil memasukkan sebagian besar energi air yang ada di dalam tubuhnya.


Energi air yang sangat dahsyat langsung menyelimuti bilah pedang pusaka ini dan membentuk sebuah pusaran air yang sangat besar di depan Heilong.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Pusaran Air Pemakan Bintang.”...


Putaran dari pusaran air yang sangat besar itu langsung menjadi semakin cepat saat Heilong mengayunkan pedang pusakanya menghadap ke depan.


“Kwak … Kwak … ”


“Boom …”


Api berbentuk Beast Elang itu akhir menabrak pusaran air milik Heilong dan menimbulkan suara ledakan dan semburan api yang sangat dahsyat.


Namun, semburan api berwarna hitam itu langsung menghilang karena diserap oleh ruang hampa yang berada di tengah-tengah pusaran air itu.


Heilong melihat ini adalah kesempatan yang paling bagus untuk mendekati bola kegelapan raksasa yang berada di belakang Ignis karena Ignis sama sekali tidak bisa melihat keberadaan Heilong sekarang. Sebab, pusaran air yang sangat besar ini telah menutupi seluruh tubuh Heilong.


Heilong lalu menggerakkan Pedang Penguasa Laut untuk menghadap ke arah bawah.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...


Tubuh Heilong langsung berubah menjadi air dan menyelinap menuju ke arah bola kegelapan raksasa yang mengurung tubuh Long Bai.


Ignis sama sekali tidak menyadarinya karena saat ini di tempat pertarungan mereka berdua masih terjadi hujan yang sangat lebat akibat benturan dari kekuatan energi air dan energi api.


Tubuh Heilong yang sudah seperti air hujan, mengarah ke tempat Long Bai di kurung tanpa halangan sedikit'pun.


Hanya dalam hitungan detik saja, Heilong sudah tepat berada di depan Bola Kegelapan Raksasa.


Heilong lalu terdiam sejenak di depan bola kegelapan itu karena dia tidak tahu bagaimana caranya menghancurkan benda itu.


Pada saat inilah Li Ziqi kembali memberi petunjuk pada Heilong.


“Gunakan kekuatan api milikmu untuk menghancurkan bola kegelapan itu karena energi api berwarna putih milikmu mengandung sedikit kekuatan cahaya.”


Heilong lalu menyimpan Pedang Penguasa Laut di dalam Dunia Jiwanya dan mengeluarkan Pedang Bintang Api.

__ADS_1


Heilong lalu mengangkat Pedang Bintang Api menghadap ke langit sambil memasukkan energi apinya ke dalam pedang itu.


__ADS_2