
"Sebenarnya hari ini aku akan mengajarkan Jurus Pedang Sambaran Kilat padamu. Tapi, setelah aku amati ternyata jurus ini tidak cocok untukmu," ucap Li Ziqi.
"Apa maksud Guru?! Bukankah Guru sendiri yang memberikan ketiga kitab ilmu bela diri itu padaku. Dan saat memberikannya, Guru mengatakan bahwa itu adalah ilmu bela diri yang paling cocok untuk aku pelajari saat ini," ucap Heilong heran.
"Benar. Semua kitab itu memang cocok untuk kamu pelajari saat ini. Tapi, aku juga mengatakan hal itu untuk Long Bai.”
Jawaban dari Li Ziqi membuat Heilong menjadi semakin bingung. Tapi, Heilong tidak tahu harus bertanya seperti apa.
Li Ziqi akhirnya mengambil inisiatif untuk menjelaskan.
“Aku akan menjelaskan sedikit tentang jurus yang ada di dalam ketiga kitab itu.”
“Kitab yang pertama berisi tentang Jurus Pedang Membelah Tanah. Jurus ini adalah jurus yang terfokus pada kekuatan. Dan untuk menggunakan jurus ini dibutuhkan kekuatan dari energi angin dan energi es.”
“Kitab yang kedua berisi tentang Jurus Pedang Sambaran Kilat. Jurus ini adalah jurus yang terfokus pada kecepatan gerakan pedang dan membutuhkan kekuatan energi petir untuk menggunakannya.”
“Dan kitab yang terakhir berisi tentang Jurus Membelah Raga. Jurus ini membutuhkan kekuatan energi air dan energi angin untuk membagi tubuhmu secara sempurna.”
“Apakah sekarang kamu sudah mengerti apa yang aku maksud?" tanya Li Ziqi mengakhiri penjelasannya.
Heilong mengerutkan keningnya sambil berpikir keras.
"Tubuhku sekarang memiliki lima buah elemen energi. Tapi, elemen ini terbagi dalam dua jiwa. Sebab, antara aku dan Long Bai memiliki dantian yang berbeda.”
"Sepertinya kamu sudah mengerti apa yang aku maksud," ucap Li Ziqi menatap Heilong.
"Jurus itu sangat cocok dengan Long Bai karena dialah yang memiliki kekuatan elemen petir di antara kami," jawab Heilong.
"Lalu apa lagi yang kamu tunggu? Cepat bertukar tempatlah dengan Long Bai karena yang aku butuhkan saat ini adalah dia," seru Li Ziqi dingin.
"Baiklah, Guru," jawab Heilong sambil menganggukan kepalanya.
Heilong terdiam sejenak dan kedua matanya tiba-tiba berubah menjadi coklat.
"Mohon bimbingannya, Guru," ucap Long Bai memberi hormat ketika dia muncul.
"Bagus, sepertinya kamu murid yang lebih penurut dari jiwamu yang satunya," ucap Li Ziqi tersenyum. "Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padaku.”
"Silahkan, Guru." jawab Long Bai.
__ADS_1
"Saat kamu bertarung melawan Emperor White Bear. Aku melihat gerakannu sangat cepat. Apakah kamu menguasai Jurus Sambaran Dewa Petir milik Divine Beast Seiryu?" tanya Li Ziqi menatap Long Bai tajam.
Tatapan Li Ziqi membuat tubuh Long Bai bergetar. "Benar. Aku berhasil mempelajari jurus itu dari Kakekku, Kaisar Long Jin. Kakekku adalah murid dari Divine Beast Seiryu.”
“Jadi tebakanku tidak salah. Jurus Sambaran Dewa Petir sebenarnya adalah jurus kecepatan gerakan tingkat tinggi elemen petir. Dan Jurus Pedang Kilat adalah jurus pedang elemen petir yang memfokuskan pada kecepatan gerakan pedang. Jika kedua jurus itu digabungkan, maka akan menjadi sebuah jurus pedang dengan gerakan yang sangat cepat. Nama jurus itu adalah Jurus Pedang Sambaran Dewa Petir Tanpa Bayangan."
"Sambaran Dewa Petir Tanpa Bayangan?!" ucap Long Bai terkejut.
"Jurus ini mempunyai gerakan secepat petir dan sambaran pedangnya akan secepat kilat yang tak meninggalkan bayangan saat menyerang," jelas Li Ziqi.
"Bukankah kilat dan petir itu adalah sebuah fenomena alam yang sama." balas Long Bai menggaruk kepalanya.
"Sekilas terlihat sama. Tapi, sebenarnya itu adalah dua hal yang berbeda. Kilat hanya berupa cahaya, sedangkan Petir adalah cahaya yang disertai suara gemuruh yang menggelegar setelah terjadinya kilat. Jadi bisa disimpulkan bahwa kilat lebih cepat dari pada petir," jawab Li Ziqi menjelaskan.
"Jadi begitu. Aku paham sekarang. Terimakasih karena telah memberiku sedikit wawasan," ucap Long Bai.
"Sekarang tunjukkan padaku seberapa kuat aura petir milikmu. Keluarkan semua energi petir yang ada di dalam dirimu," seru Li Ziqi.
Long Bai mengepalkan kedua tangannya dan mengeluarkan aura petirnya.
“Hiah …”
“Drrtt … Drrtt … Drrtt …”
Aura energi petir yang sangat kuat langsung memancar dan mengelilingi tubuhnya.
"Masih kurang! Aku tahu bahwa kau bisa mengeluarkan energi petir yang lebih besar lagi," teriak Li Ziqi.
"Jika aku mengeluarkan kekuatan energi petir lebih dari ini. Maka tubuhku tidak akan sanggup menerima tekanan dari energi ini dan akan hancur," bantah Long Bai.
"Apa yang kau takutkan! Ada aku di sini, aku tidak akan membahayakan muridku sendiri. Jika kamu tidak menuruti perintahku, maka aku akan menyambarmu dengan petir milikku karena aku tidak ingin memiliki murid yang penakut," seru Li Ziqi sambil mengangkat tangan kirinya. Dan petir yang sangat kuat langsung muncul di telapak tangannya.
"Baik guru. Aku akan mematuhimu," jawab Long Bai.
Aura di tubuh Long Bai langsung melonjak tinggi seperti aura seseorang yang diledakkan secara paksa.
" Duar ... Duar ... Duar ... !!"
Aura Energi petir milik Long Bai langsung meledak-ledak tak terkendali dan menyambar-nyambar semua benda yang ada di radius dua meter.
__ADS_1
"Bagus! Sepertinya kamu harus ditakut-takuti terlebih dahulu baru semua kekuatan yang ada di dalam tubuhmu akan keluar.”
Li Ziqi tersenyum dan menarik semua kekuatan petir yang ada di tangan kirinya dan petir itu langsung menghilang.
"Sudah cukup!! Kamu harus mengaplikasikan aura energi petirmu yang kuat itu saat menggunakan Jurus Sambaran Dewa Petir agar kekuatan kecepatan gerakanmu mampu mencapai batas kecepatan untuk mengaktifkan Jurus Sambaran Dewa Petir Tanpa Bayangan," seru Li Ziqi.
"Mari kita coba Jurus Sambaran Dewa Petir milikmu dulu," lanjut Li Ziqi menatap Long Bai.
Mata Li Ziqi terfokus pada tubuh Long Bai. Dia memperhatikan setiap gerakan Long Bai dengan hati-hati.
Tatapan Li Ziqi yang tajam dan sedingin es membuat wajah Long Bai yang tadinya santai berubah menjadi serius.
Tubuh Long Bai tiba-tiba menghilang dari pandangan Li Ziqi. Tapi Li Ziqi masih bisa merasakan aura tubuh Long Bai.
Li Ziqi langsung menggerakkan tangan kanannya dan menampar pipa kanan Long Bai ketika dia merasakan bahwa Long Bai sudah berada di sebelah kanannya.
Long Bai yang sudah yakin bahwa Li Ziqi tidak akan bisa melihat gerakannya, tidak mempersiapkan pertahanan saat menerima tamparan itu dan tubuhnya langsung terpental sejauh sepuluh meter.
"Aduh ... " jerit Long Bai kesakitan sambil memegang pipi kanannya.
"Jangan mengeluh!! Kamu harus ingat bahwa kamu adalah seorang laki-laki. Kelak tubuhmu akan dipenuhi dengan luka-luka yang seratus kali lebih menyakitkan dari ini saat kamu berada di medan perang."
Selain ingin mengajari jurus ilmu beladiri, ternyata Li Ziqi ingin melatih mental Long Bai yang lemah sehingga dia bisa menjadi pria sejati. Hal ini sangat berbeda dengan mental Heilong yang kuat dan pantang menyerah.
"Baik, Guru." jawab Long Bai menurunkan tangan kanannya dari pipinya dan mulai berdiri.
"Bagus. Sekarang ulangi gerakan Jurus Sambaran Dewa Petir milikmu sambil meningkatkan jumlah energi petir yang kau gunakan," seru Li Ziqi memberi perintah.
Tubuh Long Bai lagi-lagi menghilang dari pandangan Li Ziqi. Tapi, Li Ziqi dapat mendeteksi gerakannya dan kembali menamparnya.
Entah sudah berapa kali Li Ziqi berhasil menampar Long Bai saat tubuhnya akan mendekatinya. Tapi, dia akan selalu memberikan petunjuk saat tubuh Long Bai terpental.
"Kita akhiri dulu latihanmu untuk hari ini. Sepertinya energi di tubuhmu sudah mulai habis. Kemarilah … " ucap Li Ziqi memanggil Long Bai untuk mendekat.
"Baik."
Long Bai berjalan mendekat ke tempat Li Ziqi berdiri tanpa rasa curiga sedikitpun.
Tanpa dia sadari, Li Ziqi memegang pipi kanan Long Bai dengan lembut.
__ADS_1