LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 206 CAHAYA SURGA PENYEMBUH


__ADS_3

Tubuh Lin Chong Wei seperti terpanggang dalam angin tornado buatannya sendiri yang telah terkena serangan cambukan api Heilong. Serangan api Heilong ini ternyata sangat kuat, hanya dalam beberapa detik saja Lin Chong Wei merasakan seluruh tubuhnya telah mengalami luka bakar sebanyak empat puluh persen.


Li Ziqi mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Lin Chong Wei berada. “Gawat ... !! Aku harus segera menolong pria itu dan mengeluarkannya dari dalam angin tornado api itu. Jika dia lebih lama lagi berada di dalam tornado api itu maka dia bisa mati karena terpanggang dalam kobaran api ini.”


Sementara itu Lin Meylin yang melihat pertarungan mereka berdua dari kejauhan merasa sangat cemas. Dia sangat takut jika harus kehilangan mereka berdua, dia tidak ingin diantara kedua orang itu ada yang mati karena dia sangat menyayangi kedua orang itu. Yang satu adalah ayahnya sementara yang satu lagi adalah orang yang telah menyelamatkan nyawanya.


Li Ziqi merentangkan kedua tangannya kearah Lin Chong Wei berada dan mengeluarkan kekuatan hukum ruangnya.


“Teknik gerbang pemindah”


Sebuah portal terleportasi langsung muncul di bawah kaki Lin Chong Wei dan memindahkan tubuhnya keluar dari angin tornado itu. Dan angin tornado itu pun langsung menghilang setelah Lin Chong Wei keluar dari dalam angin tornado itu.


Lin Meylin langsung berlari menuju ke tempat ayahnya dengan perasan cemas karena dia melihat tubuh ayahnya banyak sekali mengalami luka bakar, luka bakar itu hampir empat puluh persen.


“Ayah,bagaimana keadaanmu? apakah kau baik-baik saja?” tanya Lin Meylin.


“Aku baik-baik saja putriku. Jangan terlalu cemas, ayah hanya mengalami sedikit luka bakar saja.” jawab Lin Chong Wei.

__ADS_1


Lin Meylin kemudian mengangkat tongkat sihirnya secara horizontal di depan ayahnya dan menyalurkan energi cahaya dengan sangat kuat.


“Teknik cahaya surga penyembuh,”


Bola-bola kecil sebesar kelereng terbentuk disekitar tongkat sihir Lin Meylin dan menembaki semua luka bakar yang ada di tubuh Lin Chong Wei. Luka-luka itu secara perlahan mulai disembuhkan sampai akhirnya menghilang tanpa meninggalkan bekas apapun di kulit.


Heilong menoleh kearah Li Ziqi yang sedang terbang di atasnya. “Terimakasih guru karena telah menyelamatkan nyawa Lin Chong Wei.”


“Aku hanya melakukan tugasku saja untuk melindungimu. Jika pria itu sampai mati di tanganmu maka gadis kecil itu akan menjadi musuhmu untuk selamanya. Lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi saat kau akan menggunakan kekuatan apimu karena kekuatan apimu itu sangat kuat.” ucap Li Ziqi.


“Aku mengerti,” jawab Heilong sambil menganggukkan kepalanya


“Meylin apakah kamu yang telah menyembuhkan luka bakar yang ada di tubuh ayahmu?” tanya Heilong penasaran.


“En...” jawab Lin Meylin sambil menganggukkan kepalanya kemudian dia melanjutkan kata-katanya. “Sebenarnya aku sudah menguasai jurus cahaya surga penyembuh ini sebelum aku mempelajari jurus perisai cahaya. Aku sengaja mempelajari jurus penyembuhan ini lebih dulu sebelum aku mempelajari jurus perisai cahaya karena aku merasa jurus penyembuhan ini lebih dibutuhkan dalam sebuah pertempuran daripada jurus perisai cahaya. Dengan jurus penyembuhan ini kita bisa menyembuhkan luka kita di tengah pertempuran dengan begitu kita masih memiliki kesempatan untuk menyerang saat musuh sudah mulai kehabisan tenaganya sehingga kesempatan kita untuk bertahan hidup jauh lebih besar.”


“Bagus sekali, mulai sekarang kau tidak perlu khawatir lagi saat kau akan melakukan perjalanan jauh karena sekarang kau sudah penguasai jurus pelindung dan jurus penyembuhan yang sangat kuat dari elemen cahaya.” ucap Heilong memuji Lin Meylin.

__ADS_1


“Benar sekali yang kakak katakan, tapi aku tetap harus mempelajari dua jurus yang lain agak aku juga bisa ikut masuk ke dalam medan pertempuran di saat-saat terdesak ataupun ketika aku harus melakukan perjalanan seorang diri.” sahut Lin Meylin.


“Benar sekali, kau tidak mungkin selamanya akan terus bergantung pada orang lain karena itu kau juga harus mempelajari jurus-jurus tipe menyerang untuk melindungi dirimu sendiri ketika kau terpaksa harus bertarung satu lawan satu,” ucap Heilong sambil meletakkan tangan kanannya di atas kepala Lin Meylin.


Heilong kemudian sedikit duduk di dekat Lin Chong Wei untuk mengobrol.


“Maafkan aku karena tadi aku sedikit kehilangan kontrol kekuatanku yang hampir saja membunuhmu,” ucap Heilong meminta maaf.


“Tuan tidak perlu meminta maaf. Dalam pertarungan duel, kita memang diharuskan untuk mengerahkan semua kekuatan kita untuk menghormati lawan kita. Jika tuan sengaja mengalah dan mengurangi kekuatan tuan maka itu sama saja dengan tuan sedang meremehkan kekuatan dari lawan, ” jawab Lin Chong Wei.


“Tapi yang baru saja itu, aku benar-benar akan membunuhmu jika saja kau tidak berhasil keluarga dari angin tornado api itu,”lanjut Heilong yang tetap ingin minta maaf.


Lin Chong Wei menatap Heilong sambil tertawa. “Ha... Ha... Ha... Sebenarnya aku tadi juga hampir membunuh tuan dengan angin tornadoku itu, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa jurusku sendiri malah akan berbalik menyerangku dan hampir saja membunuku. Untung saja di saat yang tepat, tuan menggunakan jurus ruang dan mengirim sebuah portal terleportasi di bawah kakiku sehingga aku bisa keluar dari angin tornado yang telah aku buat sendiri dan berhasil selamat. Seharusnya aku yang berterima kasih pada tuan, bukan tuan yang minta maaf padaku. Terima kasih tuan.”


Lin Chong Wei menangkupkan kedua tangannya di depan Heilong sambil sedikit membukukkan badannya untuk berterima kasih. Tapi Heilong buru-buru menggunakan kedua tangannya untuk menghentikan Lin Chong Wei.“Tidak perlu berterima kasih karena itu memang suda seharusnya aku lakukan.”


Lin Chong Wei tidak mengetahui bahwa yang menolong dirinya sebenarnya adalah Li Ziqi bukan Heilong. Dia mengira yang menolongnya adalah Heilong karena dia tidak bisa melihat keberadaan Li Ziqi karena Li Ziqi hanya menunjukkan keberadaannya pada Heilong saja. Dan saat kejadian itu terjadi, hanya Heilonglah yang dilihat oleh Lin Chong Wei jadi wajar saja jika dia mengira bahwa Heilonglah yang telah menolongnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Lin Meylin berbicara. “Ayah sepertinya sekarang kau harus mengatakan identitas kita yang sebenarnya pada kakak. Ingatlah apa yang telah ayah katakan sebelum ayah bertarung melawan kakak.”


Lin Chong Wei mendekati putrinya dan memegang hidung putrinya sambil berkata. “Ayah sudah tau tentang hal itu. Ayah sama sekali belum lupa akan janji ayah.”


__ADS_2