LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
Ekstra Bab # TANGAN BAGAI PEDANG ( PART 1)


__ADS_3

Kisah ini terjadi ketika Heilong menjalankan latihan tertutup di dalam pesawat Max Lightning bersama dengan Lin Chong Wei dan Lin Meylin. Tepatnya setelah dia berduel dengan Li Ziqi dalam latih tanding antara guru dan murid. Di akhir pertarungan, Li Ziqi menggunakan Teknik Bintang Kejora tingkat keempat untuk memperkuat tubuh dan titik-titik meridian yang ada di tubuh Heilong.


* Kenapa aku memutuskan untuk membuat ekstra Part ini?


- Jawaban adalah karena jurus ini nantinya akan sering digunakan Heilong ketika dia melawan Raja-Raja yang menguasai Kerajaan Alam Gaib yang ada di Planet Bumi. Sebab, Heilong tidak bisa menggunakan kekuatan maksimal dari pedang pusaka miliknya karena Li Ziqi dan roh pedang lainnya tidak ikut pergi ke Bumi.


* Jangan lupa mampir juga ke novelku yg ada di si kuning ya.


Terimakasih 🙏


****


Sejak Li Ziqi menggunakan Formasi Bintang Kejora tingkat keempat, aura yang memancar dari tubuh Heilong terus meledak-ledak. Bahkan dia merasa bahwa dantiannya serasa mau pecah jika dia tidak segera menstabilkan energi murni yang ada di dalam tubuhnya. Dia akhirnya memutuskan untuk duduk dan mulai bermeditasi.


Selama satu bulan penuh, Heilong menghabiskan waktunya untuk bermeditasi. Dan usahanya ini ternyata tidak sia-sia.


Energi murni yang ada di dalam tubuhnya secara perlahan mulai stabil dan aura yang memancar dari tubuhnya mulai normal kembali.


Heilong akhirnya membuka matanya dan mengakhiri meditasi setelah dia berhasil menstabilkan auranya.


Akan tetapi, dia menjadi sangat terkejut ketika melihat Li Ziqi telah berdiri di depannya sambil membawa pedang di tangan kanannya.

__ADS_1


“Apakah Guru ingin berduel melawanku?” tanya Heilong menatap tajam ke arah Li Ziqi. Tapi, yang dilihat Heilong ternyata bukan wajah Li Ziqi, melainkan bagian tubuh Li Ziqi yang selama ini selalu membuatnya berakhir dengan sebuah tamparan.


Li Ziqi terlihat sangat merah ketika mengetahui Heilong sedang memperhatikan salah satu bagian tubuhnya dengan tatapan yang tidak sopan. Dia langsung mengarahkan pedangnya ke arah mata kanan Heilong.


“Ternyata kau masih belum berubah juga, padahal aku sudah menghajarmu berkali-kali. Apakah aku harus memaksa benda ini keluar dari tempatnya agar kau tidak bisa melihatku lagi!!” ancam Li Ziqi.


“Ti-tidak … Jangan lakukan itu, Guru. Jika aku tidak memiliki mata, lalu bagaimana caraku untuk mempelajari sebuah kitab,” jawab Heilong gugup.


“Sejak kapan kau menggunakan mata untuk membaca kitab! Selama ini, setiap jurus yang kau pelajari selalu di masukkan langsung ke dalam pikiranmu. Hanya jurus pedang elemen api saja yang kau pelajari dengan membaca sebuah kitab. Tapi kau jangan khawatir karena aku bisa memasukkan jurus itu langsung ke dalam pikiranmu.”


Heilong tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Li Ziqi. Mau tidak mau, dia terpaksa harus mencari sebuah alasan lain dan alasan itu harus terdengar masuk akal agar Li Ziqi percaya dan tidak jadi menyerangnya karena Li Ziqi terlihat benar-benar marah sekarang.


“Perjalananku masih panjang. Aku masih harus mengembara ke berbagai tempat agar kemampuan ilmu beladiriku semakin meningkat. Jika aku tidak bisa melihat, bagaimana caraku untuk membaca sebuah peta. Lagipula aku harus mengamati daerah sekitar sebelum aku memutuskan untuk masuk ke wilayah itu,” jawab Heilong tanpa ragu agar Li Ziqi percaya.


Li Ziqi lalu menjauhkan pedangnya dari tubuh Heilong. Namun, dia tidak menyimpan kembali pedang pusaka itu dan tetap memegang pedang pusaka itu di tangan kanannya.


“Apa guru mau melatihku bertarung lagi?” tanya Heilong sambil melihat pedang yang ada di tangan Li Ziqi.


“Tidak ada gunanya melatihmu bertarung saat ini. Karena perbedaan pengalaman bertarung kita sangat jauh. Dan kau juga terlalu bergantung pada pedang dan jurus-jurus pedang yang kau miliki. Jika aku berhasil merebut atau menghancurkan pedang yang kau gunakan, maka aku bisa pastikan bahwa kau akan kalah,” jawab Li Ziqi.


Heilong terdiam dan merenungkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Li Ziqi. Semua yang dikatakan Li Ziqi memang benar, dia terlalu bergantung dengan jurus pedang miliknya dan sudah jarang menggunakan jurus pukulan es yang telah di ajarkan Long Bao.

__ADS_1


Heilong merasa bahwa jurus pedang yang di ajarkan oleh Dewa memiliki kekuatan yang lebih besar. Jadi dia fokus untuk mempelajari jurus-jurus pedang itu dan hampir melupakan jurus yang pelajari ketika dia datang ke Planet Dreamland ini.


Padahal jika dalam keadaan terdesak Jurus Telapak Es Membelah Laut dan Jurus Tapak Es Pembeku Angin memiliki keunggulan tersendiri jika digunakan dalam pertarungan jarak dekat.


“Guru memang benar. Aku sudah lupa bahwa aku memiliki jurus pukulan elemen es dan aku juga terkesan meremehkan kekuatan dari kedua jurus itu sehingga aku jarang menggunakan kedua jurus itu dalam pertarungan.”


“Akhirnya kau sadar juga. Tujuanku berdiri di depanmu saat ini adalah untuk mengingatkanmu tentang hal itu. Jika kau terlalu bergantung pada kekuatan senjata atau jurus pedang yang kau kuasai, kau tidak akan pernah bisa menjadi seorang pendekar pedang yang hebat. Lebih baik kau buang impianmu untuk menjadi seorang Dewa Pedang karena kau tidak akan pernah bisa memahami inti dari jurus pedang yang sesungguhnya,” tegur Li Ziqi dengan tegas.


“Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa guru akan memberiku jurus baru lagi, seperti jurus pukulan atau tendangan?” ucap Heilong penasaran dengan mata berbinar-binar seperti seorang anak kecil yang melihat permen.


“Aku akan memberimu pemahaman tentang inti dari dasar ilmu pedang atau biasanya disebut dengan hukum pedang.”


Li Ziqi kemudian memindahkan pedang yang ada di tangan kanannya ke tangan kirinya. Dan seketika pedang itu langsung menghilang ketika berada di tangan kiri Li Ziqi.


“Lihat baik-baik tangan kiriku ini!! Apa yang bisa kau lihat dari tangan kiriku ini?”


Heilong memperhatikan tangan kiri Li Ziqi yang seputih mutiara salju dan sehalus giok. Pandangan tidak bisa beralih ke lain tempat.


“Lengan guru sangat putih dan halus. Aku belum pernah melihat lengan seindah itu.”


Li Ziqi langsung menatap Heilong tajam. “Berhenti bermain-main! Saat ini aku sedang serius. Jika kau tetap begitu, sepertinya aku tidak akan mengajarimu jurus tendangan. Tapi, aku akan langsung menendangmu keluar dari pesawat ini.”

__ADS_1


Heilong kembali fokus setelah mendapat teguran dari Li Ziqi. Dia memusatkan perhatian pada tangan kiri Li Ziqi.


Samar-samar dia melihat aura yang ada di tangan kiri Li Ziqi berubah menjadi sebuah pedang yang sangat tajam.


__ADS_2