LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 153 GAME THE POWER OF JAVA ( PART 7 )


__ADS_3

Kedua senjata itu berbenturan dengan sangat keras sehingga membuat lantai panggung di bawah tempat Mahapatih Gajah Mada berdiri mengalami sedikit retakan.


“ Hebat juga kau anak muda, tidak kusangka ternyata kau memiliki kekuatan yang begitu besar. Pantas saja saat kau mengayunkan pedangmu, hanya dalam sekali tebasan saja bisa menembus banyak sekali lapisan pada formasi labirin yang di buat oleh prajuritku, ” ucap Mahapatih Gajah Mada menatap Heilong tajam.


“ Terima kasih atas pujiannya. Tapi aku belum mengeluarkan semua kemampuanku saat aku menerobos ke dalam formasi labirin karena aku sengaja menyimpan kekuatanku yang sebenarnya dan akan menggunakan semua kekuatanku saat aku melawanmu, ” ucap Heilong sambil mengalirkan energinya lebih besar lagi ke dalam pedang.


“ Jadi begitu rupanya, sekarang tunjukkanlah kekuatanmu yang sebenarnya padaku atau gada ku ini akan meremukkan semua tulang-tulangmu, ”


Mahapatih Gajah Mada juga mengalirkan tenaga dalamnya ke gada yang ada ditangannya. Gada itu semakin berkilau dengan cahaya keemasan saat tenaga dalam yang di alirkan Mahapatih Gajah Mada terus masuk tanpa henti seperti aliran air.


“ Pukulan Gada penggocang lautan ”


Mahapatih Gajah Mada memukulkan gada dengan keras ke tubuh Heilong, Tubuh Heilong pun terlempar dengan saat keras menuju ke luar panggung tapi untung saja di berhasil menancapkan pedangnya di sisi panggung sebelum tubuhnya mencapai batas dari panggung dan langsung berhenti.


“ Tadi itu hampir saja membuatku kalah. untuk saja aku sempat menancapkan pedangku untuk membantuku mendarat sehingga aku bisa berhenti. ” pikir Heilong, dia lalu mengarahkan pandangannya ke arah Mahapatih Gajah Mada dan berbicara sambil tersenyum. “ Sekarang aku tau apa alasannya anda mengganti senjata dari tombak ke gada. Anda ingin memanfaatkan kekuatan dari gada untuk melempar tubuhku keluar dari panggung. ”

__ADS_1


“ Kamu benar, ternyata kamu cukup pintar juga tapi itu bukan satu-satunya tujuanku. Tujuanku yang sebenarnya adalah meremukkan semua tulang-tulangmu dengan gadaku ini, itu akan lebih menarik dari pada aku mencabik-cabik tubuhmu dengan tombak, ” ucap Mahapatih Gajah Mada dengan nada mengancam.


Mahapatih Gajah Mada sengaja berbohong untuk memancing amarah Heilong karena dia berpikir jika dia ingin menggetahui seberapa besar kekuatan Heilong saat dia mencapai puncaknya, maka dia harus memancing amarah Heilong untuk dapat mengetahui semua hal itu dan sepertinya rencana ini berhasil menyulut amarah Heilong.


Mendengar ancaman dari Mahapatih Gajah Mada yang ingin meremukkan tulang-tulangnya, amarah Heilong menjadi tersulut. Rasa kekaguman dan Hormat saat dia melihat Mahapatih Gajah Mada secara perlahan mulai memudar dan diganti dengan niat membunuh. “ Jadi kau ingin menyiksaku terlebih dahulu dengan cara meremukkan semua tulang-tulangku sebelum membunuhku. Tidak kusangka orang yang aku kagumi selama ini ternyata dia tidak lebih dari seorang pembunuh yang sangat sadis. Sebelum kau bisa melakukan hal itu aku pastikan bahwa aku akan memotong-motong tubuhmu lebih dulu. ”


Heilong meledakkan semua energi yang ada di dalam tubuhnya dengan penuh amarah. Hembusan angin kencang muncul dari tubuhnya dan menerpa setiap orang di sekitarnya, hembusan angin ini sangat kuat hingga bisa membuat prajurit yang memiliki tingkat kultivasi yang rendah akan langsung terjatuh saat angin ini menerpa tubuhnya. Suhu udara di sana kembali turun dengan sangat cepat karena ledakan energi es yang muncul dari tubuh Heilong dan akhirnya terjadilah sebuah badai salju yang sangat besar yang menyelimuti seluruh area di stage kedua ini.


“ Ternyata kekuatan yang tersimpan dalam tubuh anak muda ini sangat besar, apakah secara tidak sengaja aku telah membangunkan seorang monster yang sedang tertidur, ” pikir Mahapatih Gajah Mada saat melihat tubuh Heilong sedang berendam dalam lautan energi air, es dan angin.


“ Tenangkan amarahmu anak muda. Seranganmu tidak akan pernah berhasil mengenai tubuhku jika kau terus menyerang secara membabi buta seperti ini. Apakah kau tidak sadar jika gerakanmu menjadi semakin lambat. Jika kau tidak dapat mengendalikan amarahmu, maka kau tidak lebih dari seorang yang lemah yang akan terus terjerumus dalan hawa nafsu iblis. ” ucap Mahapatih Gajah Mada berusaha menenangkan Heilong.


Ucapan dari Mahapatih Gajah Mada seperti sebuah tamparan yang sangat keras di wajah Heilong sehingga membuat Heilong langsung tersadar.


“ Aku bukan orang lemah. Akan aku buktikan bahwa aku bisa mengendalikan emosiku dan tidak akan mrnjadi seorang iblis. ” gumam Heilong.

__ADS_1


Heilong terus berusaha untuk menengendalikan emosinya dan aura yang muncul dari tubuhnya secara perlahan mulai stabil tidak meledak-ledak seperti sebelumnya. Beberapa menit kemudian badai salju yang menyelimuti area stage ke dua akhirnya menghilang.


Melihat Heilong bisa mengendalikan emosinya, Mahapatih Gajah Mada menjadi tersenyum dan berkata dalam hatinya. “ Pemuda ini kelak akan menjadi seorang pendekar yang sangat tangguh atau bahkan dia bisa menjadi seorang raja yang sangat hebat jika dibimbing dengan benar. Sayang sekali jika pemuda seperti ini terjebak dalam hawa nafsu iblis dan menjadi seorang pembunuh yang akan membahayakan kehidupan setiap makhluk hidup. Aku harap orang yang ada di babak ketiga itu bisa membimbing pemuda ini agar selalu terhindar dari jebakan hawa nafsu iblis dan menjadikan dia seorang raja yang sehebat dirinya. ”


Saat emosinya sudah stabil, Heilong kembali bangkit dan menyerang kembali tubuh Mahapatih Gajah Mada. Kali ini serangannya menjadi lebih teratur dan sangat cepat sehingga berhasil mengenai lengan kiri Mahapatih Gajah Mada. Sang Mahapatih pun membalas serangan Heilong dengan memukulkan gadanya dengan kuat ke lengan kanan Heilong sampai membuat tubuh Heilong tersungkur dan pedang taring putih terlepas dari tangannya.


“ Rasanya aku tidak bisa mengalahkan dia hanya dengan menggunakan kekuatan, aku harus menggunakan taktik. ” gumam Heilong.


“ Ilusi es ”


Heilong menggunakan jurus ilusi andalannya dan menjebak Mahapatih Gajah Mada dalam dunia ilusi. Dia dalam dunia ilusi tubuh Mahapatih Gajah Mada langsung di kelilingi oleh puluhan bayangan tubuh Heilong.


“ Ini adalah ilusi, menarik sekali. ” ucap Mahapatih Gajam Mada menyeringai.


“ Aji Mundri. ” Teriak Mahapatih Gajah Mada.

__ADS_1


Kabut Tebal segera muncul di sekitar tubuh Mahapatih Gajah Mada dan membuat tubuhnya menghilang dari pandangan Heilong.


__ADS_2