LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 167 JURUS PEDANG API ( PART 2 )


__ADS_3

“ Jadikan apimu lebih cepat dari pada angin. Apa maksud kalimat ini... ? " ucap Long Bai mengerutkan kening sambil tetap mambaca kitab pedang bayangan api.


Li Ziqi kemudian memberikan sedikit petunjuk pada Long Bai.


“ Setiap bentuk energi di alam semesta ini memiliki kecepatannya masing-masing. Api, air, es, angin, petir, tanah, cahaya, dan kegelapan masing-masing memiliki kecepatan yang berbeda karena itu di setiap elemen terdapat jurus kecepatan gerakan dengan tingkat yang berbeda-beda tapi yang tercepat adalah gerakan dari cahaya dan kegelapan. Karena itu kedua jenis elemen ini sangat cocok untuk di gunakan dalam segala macam jurus apapun. ”


“ Sedangkan untuk api, angin dan petir mereka menempati urutan kedua dalam hal kecepatan dan kekuatannya juga tidak bisa diremehkan, itu sebabnya kenapa jurus-jurus menyerang lebih banyak menggunakan ketiga elemen ini karena kekuatannya yang stabil. ”


“ Di urutan terakhir adalah elemen air, es dan tanah karena ketiga elemen ini sejatinya lebih fokus dalam hal kekuatan karena itu ketiga elemen ini lebih sering dipakai dalam jurus bertahan. ”


Setelah mendengar penjelasan dari Li Ziqi, Long Bai akhirnya mengerti maksud dari kata-kata dalam kitab ini. Dia lalu mengeluarkan pedang tarian petir untuk mencoba mengeluarkan jurus pedang bayangan api menggunakan pedang tarian petir.


Long Bai mulai mengalirkan energi apinya kedalam pedang tarian petir dan dalam sekejap pedang itu telah diselimuti dengan kobaran api berwarna merah. Long Bai kemudian menebaskan pedang itu ke kanan dan ke kiri namun api itu langsung padam.


“ Kau harus mengatur kestabilan energi apimu, usahakan bentuk aura energi api yang menyelimuti pedangmu tidak berubah saat kau menggerakkan pedangmu. ” ucap Li Ziqi membimbing Long Bai.


Di sisi lain Heilong yang sedang berlatih jurus pedang racun api masih belum bisa membentuk bayangan pedangnya menjadi jarum-jarum kecil. Dia berdiri diam di tempatnya sambil kedua tangannya memegang pedang taring putih.


“ Kenapa susah sekali membentuk bayangan jarum-jarum api dari energi apiku, ” ucap Heilong mengerutkan kening, dia sudah mencoba lebih dari dua puluh kali hanya untuk membuat bayangan pedang sebesar jarum dari energi apinya tapi usahanya itu selalu gagal.


Li Ziqi berjalan menuju ke tempat Heilong dan mencabut sehelai rambutnya.

__ADS_1


“ Aduh, kenapa guru mencambut rambutku. Guru tidak akan menggunakan rambut itu untuk mengguna-gunaikukan. He... He... ” ucap Heilong yang tadinya sempat terkejut namun dia malah menggoda gurunya.


“ Apakah itu perlu untuk mengguna-gunai playboy sepertimu. Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu sering mencuri-curi pandang untuk melihat tubuhku saat aku sedang lengah. Pada gurumu saja kamu berani bersikap seperti itu, bagaimana dengan gadis-gadis lain. Aku jadi kasihan pada wanita yang akan menjadi istrimu nanti, mereka semua harus rela berbagi cinta dengan wanita lain. ” Li Ziqi membalas godaan Heilong dengan sebuah teguran.


“ Sial, mati aku. Rupanya selama ini guru mengetahui kalau aku suka memperhatikan tubuhnya diam-diam, ” pikir Heilong.


“ Sudah, lupakan dulu tentang itu. Sekarang kita kembali kelatihanmu. Kau lihat sehelai rambutmu ini, bayangkan jika bayangan pedang yang akan kamu buat nanti akan memiliki ukuran sebesar dan sehalus rambut ini. Jika kau bisa membuatnya lebih tipis lagi maka itu akan lebih bagus. Kegagalanmu untuk membentuk bayangan pedang itu aku rasa karena kamu tidak bisa membayangkan seperti apa bentuk dari bayangan pedang yang akan kamu buat. Sekarang kamu telah mengetahui seperti apa bentuk bayangan pedang yang akan kamu buat, jadi mulailah dengan membuat sebuah bayangan pedang dulu tanpa menggunakan pedang cukup gunakan saja energi apimu dengan tangan kosong. Jika kamu sudah bisa membuat lebih dari seratus bayangan pedang barulah kamu mencoba dengan menggunakan pedang. ” ucap Li Ziqi memberikan petunjuk pada Heilong.


Sesuai petunjuk dari Li Ziqi, Heilong menyimpan kembali pedangnya dan mengulurkan tangan kanannya untuk membentuk bayangan pedang dengan tangan kosong. Secara perlahan energi api mulai mengalir di tangan Heilong dan membuat tangan itu bersinar oleh kobaran api putih. Long Bai yang sedang berlatih tidak jauh dari tempat Heilong langsung menoleh ke arah Heilong.


“ Api seperti apa itu, baru kali ini aku melihat api berwarna putih yang mirip sekali dengan sinar matahari, ” ucap Long Bai terkesima melihat api yang ada di tangan kanan Heilong.


“ Long Bai kembalilah berkonsentrasi pada latihanmu sendiri. Jangan biarkan konsentrasimu terganggu. ” seru Li Ziqi yang melihat Long Bai sedang sibuk melihat Heilong sedang berlatih.


*


Heilong dengan susah payah mencoba untuk membuat agar apinya tetap stabil saat dia akan membentuk sebuah bayangan pedang. Sebuah bayangan pedang api sepanjang seratus centimeter akhirnya muncul di tangan Heilong. Sekarang Heilong mulai berusaha untuk memadatkan energi apinya agar ukuran bayangan pedang api itu bisa diperkecil dan dia akhirnya berhasil memperkecil ukuran pedang apinya sampai seukuran lima centimeter sebelum bayangan pedang itu hancur dan menghilang.


“ Itu sudah cukup bagus mengingat itu adalah percobaan pertamamu, terus pusatkan konsentrasimu pada waktu kamu akan membentuk sebuah bayangan pedang. Jangan biarkan ada hal apapun yang mengganggu konsentrasimu, ” seru Li Ziqi sambil menatap mata Heilong.


“ Baik guru, ” jawab Heilong.

__ADS_1


Li Ziqi lalu terbang sedikit lebih tinggi dari tempat Heilong dan Long Bai berlatih. Dia mengamati mereka berdua dari atas karena dari tempat ini dia merasa nyaman untuk mengamati dan tidak akan mengganggu konsentrasi mereka. Dia sadar selama dia bendiri di dekat mereka, Heilong tidak akan pernah bisa berkonsentrasi.


“ Kenapa keadaan seperti ini kembali terulang setelah aku bereinkarnasi..? Kenapa sang pencipta tidak membuatku bereinkarnasi menjadi seorang manusia agar kita bisa bersatu kembali...? Li Xuan apakah sang pencipta menginginkan aku kembali mengulangi kesalahanku di kehidupanku sebelumnya. Mendapat hukuman dari dewa karena hubungan cinta terlarang antara dewi dan manusia, ” gumam Li Ziqi dalam hati sambil melihat Heilong dan Long Bai dari atas.


Rupanya ingatan Li Ziqi tentang kehidupannya yang sebelumnya telah kembali saat dia sedang tak sadarkan diri beberapa hari ini. Dia ingat jika dirinya adalah reinkarnasi dari dewi Xi Shi.


**


Planet Bismut.


Planet Bismut adalah planet tempat tinggal bangsa unicorn. Dari kejauhan planet ini telihat seperti sebuah bola yang berwarna pelangi karena daratan di planet ini terbentuk dari bebatuan yang beraneka warna bahkan gunung-gunung disini juga memiliki warna yang berbeda-beda.


Setelah pertempuran di dunia game melawan Heilong, Bianca memutuskan kembali ke planet asalnya untuk melapor pada ayahnya bahwa dia telah menemukan orang yang dia cintai.


“ Ayah, aku ingin memberitahumu bahwa aku telah menemukan orang yang aku cintai. Dia berhasil mengalahkanku dalam sebuah pertarungan dan berhasil memegang tandukku. ” ucap Bianca pada ayahnya sambil menundukkan kepalanya karena merasa sedikit malu.


Raja unicorn langsung terlihat bahagia karena putri yang paling dia sayangi telah menemukan tambatan hatinya.


“ Benarkah apa yang kau katakan itu putriku...? Coba kau katakan pada ayah siapa pria yang kau cintai itu dan dari mana asalnya. ”


“ Dia adalah seorang manusia dari planet Dreamland dan namanya adalah Heilong. ” jawab Bianca dengan perasaan sedikit cemas takut ayahnya marah jika mengetahui orang yang dia cintai adalah seorang manusia.

__ADS_1


Dan benar saja, raut wajah raja unicorn langsung berubah menjadi merah padam karena marah setelah mendengar orang yang di cintai oleh putrinya adalah seorang manusia. Dia berdiri dan memarahi putrinya.


“ Apa yang kau katakan..!! Apa kau tidak tahu bahwa kita bangsa unicorn adalah makhluk suci yang dilarang oleh para dewa untuk mempunyai hubungan pernikahan dengan manusia. ”


__ADS_2