LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 183 LIN MEYLIN


__ADS_3

Aura berwarna biru memancar dari tubuh Lin Chong Wei dan Lin Meylin setelah menghabiskan semangkok bakso hati naga kuah ginseng es seribu tahun. Aura berwarna biru ini berasal dari jurus penyembuh elemen air Heilong yang sengaja dia masukkan ke dalam kuah bakso hati naga tadi.


Ginseng es seribu tahun yang terdapat pada kuah bakso hati naga mulai bereaksi pada tubuh Lin Meylin. Warna biru karena racun ular yang ada di tubuh Lin Meylin secara perlahan mulai memudar dan akhirnya menghilang. Organ-organ tubuhnya yang telah terinfeksi racun ular secara perlahan juga mulai dipulihkan kembali, hal ini terlihat dari warna kulit Lin Meylin yang tadinya pucat kini berangsur-angsur menjadi cerah seperti orang yang sehat.


Di sisi lain Lin Chong Wei yang sedang duduk bersila dan menutup kedua matanya juga merasakan hal yang sama dengan putrinya. Dia merasakan organ-organ di tubuhnya yang terluka selama bertahun-tahun akibat dari serangan orang tak dikenal secara perlahan juga mulai dipulihkan bahkan warna hitam yang ada di dantiannya juga perlahan mulai menghilang karena warna hitam itu sebenarnya adalah racun yang dapat merusak dantian seseorang sehingga membuat kultivasi orang itu menjadi lumpuh. Dantian yang ada di tubuhnya kini terasa hangat akibat aura berwarna biru yang menyelimuti dantiannya. Lin Chong Wei dapat merasakan bahwa aura berwarna biru itu mulai menutup setiap lubang-lubang yang ada di dantiannya secara perlahan.


Setelah lima belas menit Lin Chong Wei akhirnya membuka matanya. Dia sangat terkejut karena dantiannya yang selama tiga puluh tahun rusak dan tak ada seorang tabibpun yang bisa menyembuhkannya, ternyata bisa dengan mudah di sembuhkan oleh Heilong yang bukan seorang tabib tapi lebih mirip seperti seorang koki karena dia mengobati dengan masakan bukan dengan ramuan obat ataupun pil.


Lin Chong Wei segera berdiri lalu berjalan menghampiri Heilong dan bersujud di kakinya untuk berterima kasih. “ Terima kasih tuan, anda telah menyembuhkan penyakit yang telah aku derita selama bertahun-tahun. Mulai hari ini aku bersumpah akan mengabdi pada tuan, kapanpun tuan membutuhkan bantuanku aku akan segeta datang. ”


“ Berdirilah tidak perlu sungkan seperti itu. Sudah menjadi kewajibanku jika aku menggunakan pengetahuan yang aku miliki untuk menolong seseorang karena itu adalah makna sebenarnya dari sebuah ilmu. Ilmu yang terus di simpan dan tidak pernah di gunakan untuk menolong sesama ibarat sebuah apel yang di tanam di dalam tanah, apel itu akan membusuk dan hilang di makan tanah tanpa memberikan manfaat apapun. Itu sama seperti ilmu yang telah kita pelajari selama ini ternyata sia-sia belaka karena keegoisan kita yang tidak mau berbagi ilmu dan menolong sesama. ” ucap Heilong sambil membantu Lin Chong Wei berdiri dengan kedua tanganya.


Tidak lama kemudian Lin Meylin juga siuman setelah semua racun yang ada di dalam tubuhnya telah dihilangkan.


“ Ayah... ” panggil Lin Meylin yang tidak melihat ayahnya ada di sampingnya karena Lin Chong Wei sedang mengobrol agak jauh dari tempat Lin Meylin pingsan.

__ADS_1


Mendengar suara panggilan putrinya, Lin Chong Wei segera berlari dengan perasaan bahagia menuju ke tempat putrinya tertidur.


“ Meylin kau sudar sadar nak..? Apakah sekarang tubuhmu baik-baik saja, jika kamu merasa ada bagian tubuhmu yang sakit cepat beritahu ayah. ” tanya Lin Chong wei cemas karena mengkhawatirkan keadaan putrinya.


Lin Meylin tersenyum dan berkata pada ayahnya. “ Aku baik-baik saja ayah, bahkan aku belum pernah merasa sesehat ini sebelumnya. Selain racun ular yang ada di dalam tubuhku telah disembuhkan sepertinya aku juga mengalami terobosan dalam kultivasiku. Lihatlah ayah.. ”


Lin Meylin mengulurkan tangan kanannya dan dua buah bola cahaya yang sangat terang muncul dari tanganya seperti dua buah matahari. Ini adalah tanda bagi kultivator elemen cahaya yang telah menerobos ke lapis general.


“ Kau akhirnya berhasil menerobos ke lapis general putriku. Selamat. ” ucap Lin Chong Wei memberi selamat pada putrinya.


“ Benar tuan. Putriku menguasai kultivasi elemen cahaya yang merupakan elemen asli dari penduduk di benua tengah. Mungkin karena inilah putriku masih bisa bertahan dari racun ular itu meskipun dia sudah terkena racun ular selama delapan jam. ” jawab Lin Chong Wei.


Lin Meylin melihat Heilong dengan tatapan sedikit aneh karena dia belum pernah melihat Heilong sebelumnya. “ Ayah siapa pria itu.. ? apakah dia memiliki niat jahat pada kita. ”


“ Bukan putriku, dia adalah orang yang telah menolong kita. Dia telah menghilangkan racun ular yang ada di dalam tubuhmu dan mengobati dantian ayah yang selama ini telah rusak. ” jawab Lin Chong Wei

__ADS_1


“ Benarkah..!!?? ” tanya Lin Meylin sedikit terkejut karena selama ini tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan dantian ayahnya yang telah rusak parah. Bahkan ayahnya pernah mengunjungi seorang tabib terhebat yang ada di benua selatan dan hasilnya juga sama, tabib itu mengatakan kerusakan pada dantian ayahnya sudah sangat parah dan tidak bisa di sembuhkan.


“ Benar. jika kau tidak percaya kau boleh memeriksanya. ” jawab Lin Chong Wei.


Lin Meylin segera menyelimuti tangannya dengan energi cahaya dan mendekatkan di sekitar ulu hati ayahnya untuk memeriksa dantian ayahnya dan senyum bahagia langsung terpancar dari wajah Lin Meylin


“ Benar-benar ajaib, dantian ayah memang benar-benar telah sembuh. Aku tidak akan percaya jika aku tidak meriksanya sendiri. ” ucap Lin Meylin tanpa sadar karena kagum.


“ He.. He... Ini semua berkat dewa penolong yang ada di belakang ayah. Sepertinya kamu juga belum mengucapkan terimakasih padanya karena telah menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhmu. ” ucap Lin Chong Wei sambil menunjuk Heilong yang ada di belakangnya.


“ Oh iya, aku hampir lupa mengucapkan terima kasih, ” Lin Meylin segera buru-buru menghampiri Heilong dan membungkukkan badannya sambil menangkupkan kedua tangannya untuk berterima kasih. “ Terima kasih tuan karena telah menyelamatkan nyawaku dan menyembuhkan penyakit ayahku yang selama ini telah membuat ayahku sangat menderita. Mulai hari ini aku akan mengabdikan diriku untuk melayani tuan dan jika tuan ingin menikahiku, maka aku bersedia melakukannya jika aku telah dewasa. ”


Heilong menaruh tangannya di atas kepala Lin Meylin. “ Apa yang kau katakan anak kecil. Umurmu baru sepuluh tahun, masih terlalu jauh untuk mengucapkan pernikahan. Jika kau ingin berterima kasih padaku maka rawatlah ayahmu dengan baik. Ketika kau sedang koma karena terkena racun ular itu, ayahmu sudah mati-matian untuk melindungimu dari serangan para harimau salju yang kelaparan padahal dia sendiri tidak memiliki kultivasi untuk melindungi dirinya sendiri. ”


Lin Meylin menjawab dengan mengaggukan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2