
“Lalu apa yang akan kau lakukan di dalam penjara es ini. Apakah kau hanya akan berdiam diri saja sambil menunggu hujan badai ini berhenti dengan sendirinya? Tapi aku rasa itu bukanlah sifatmu, kau pasti sudah memiliki sebuah rencana untuk mengalah Raja Kepiting itu. Tapi kau membutuhkan waktu untuk menjalankan rencanamu itu. Karena itu kau sengaja mengulur waktu dengan mengurung dirimu di dalam penjara es ini.”
Li Ziqi berusaha untuk mencari tahu apa sebenarnya yang sedang direncanakan Heilong. Li Ziqi sangat mengenal Heilong, meskipun Heilong sering bertindak ceroboh tapi dia tidak pernah mau melakukan sesuatu yang sia-sia.
“Ternyata Guru bisa menebak bahwa aku sudah memiliki rencana untuk mengalahkan Raja Kepiting itu. Aku memang sengaja mengulur waktu karena aku ingin mempelajari jurus elemen air dan elemen angin yang baru saja Guru berikan padaku,” jawab Heilong sambil menunjukkan kedua kitab yang baru saja di berikan oleh Li Ziqi.
“Kenapa kau tiba-tiba ingin mempelajari jurus yang ada di dalam kedua kitab itu? Apakah kau tidak sadar bahwa kau saat ini sedang berada dalam pertarungan hidup dan mati!” tegur Li Ziqi dingin.
“Semua jurus-jurus yang aku miliki, tidak akan berpengaruh untuk melawan jurus elemen air yang dimiliki oleh Raja Kepiting itu. Guru lihat sendirikan saat jurus perisai es milikku bisa di hancurkan dengan mudahnya oleh hujan badai ini. Jika aku menggunakan jurus elemen api, maka apiku itu juga akan langsung padam saat terkena energi elemen air dalam jumlah besar. Satu-satunya kesempatan yang aku miliki saat ini adalah dengan mempelajari jurus yang ada di dalam kedua kitab yang Guru berikan.”
Sebuah tekad yang sangat kuat bisa terlihat dari sorot mata Heilong yang tajam seperti sebuah nyala api, saat dia mengatakan ingin mempelajari jurus-jurus yang ada di dalam kedua kitab itu.
Li Ziqi tidak lagi bertanya sesuatu yang tidak penting karena semuanya sudah terlihat dengan sangat jelas dari mata Heilong. Sekarang dia berniat untuk membantu Heilong dengan menggunakan jurus hukum ruang dan waktu yang dia miliki.
“Aku bisa membantumu untuk mengulur waktu agar kau bisa mempelajari kedua kitab itu dengan tenang. Katakan padaku berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk mempelajari kedua kitab itu?”
Heilong langsung teringat dengan jurus Gerbang Waktu yang dimiliki oleh Gurunya. Matanya jadi berbinar-binar karena dia merasa senang sebab dia tidak perlu lagi mengeluarkan banyak energi hanya untuk mengulur-ngulur waktu.
Dia balik bertanya pada Gurunya untuk memastikan bahwa tebakannya itu benar. “Apakah Guru akan menggunakan jurus gerbang waktu untuk membantuku?”
“Tidak. Aku tidak bisa menggunakan jurus itu di dalam Dunia Eksternal buatan orang lain karena Dunia Eksternal dari Jurus Gerbang Waktu akan saling bertabrakan dengan dunia eksternal ini dan akhirnya akan sama-sama hancur.”
Li Ziqi kemudian membuat sebuah dunia eksternal yang berukuran sangat kecil di ujung jari telunjuknya untuk membuktikan pada Heilong bahwa dia tidak berbohong.
__ADS_1
Heilong melihat proses terbentuknya sebuah dunia eksternal yang dibuat oleh Li Ziqi tanpa berkedip sedikit'pun. Dunia eksternal berukuran kecil itu langsung meledak dan hancur berkeping-keping setelah beberapa detik kemunculannya.
“Kau sudah melihat sendiri bahwa sebuah dunia eksternal tidak akan bisa dibuat di dalam dunia eksternal yang lain. Atau dunia eksternal yang lebih lemah akan hancur berkeping-keping.”
Heilong hanya menganggukkan kepalanya saat mendengarkan penjelasan Gurunya, walaupun sebenarnya dia tidak paham seratus persen semua yang dikatakan oleh Gurunya.
“Lalu bagaimana Guru bisa memberiku waktu untuk mempelajari kedua kitab ini, jika Guru sendiri tidak bisa menggunakan Jurus Gerbang Waktu.”
Heilong merasa bahwa Gurunya pasti memiliki jurus lain yang berhubungan dengan hukum waktu karena itu dia menanyakan sebuah pertanyaan yang terdengar sangat bod*h karena dia menanyakan hal itu pada seorang Dewi.
“Haha … Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal seaneh itu pada Gurumu? Apakah Gurumu tidak pernah bercerita bahwa dulunya dia pernah menjadi murid dari Dewa Waktu?”
Dao Xue Lian yang sejak tadi hanya melihat dari dalam cermin yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong, tiba-tiba muncul sambil tertawa terbahak-bahak karena dia tidak tahan saat mendengar pertanyaan aneh yang diucapkan Heilong pada Gurunya.
“Aku memiliki sebuah jurus yang menggunakan prinsip yang sama dengan Jurus Gerbang Waktu. Tapi jurus ini memiliki batas waktu yang lebih pendek dari Jurus Gerbang Waktu karena jurus ini menumpang pada Dunia eksternal yang dibuat oleh orang lain,” jawab Li Ziqi.
“Berapa batas waktu maksimal yang bisa Guru berikan?” lanjut Heilong bertanya.
“Hanya enam jam,” jawab Li Ziqi singkat.
Wajah Heilong langsung tampak lesu tak bertenaga. “Enam jam itu hanya seperti enam bulan. Itu masih terlalu singkat untuk mempelajari sebuah kita ilmu beladiri. Apakah Guru tidak memiliki cara untuk menambah waktu jurus itu menjadi sedikit lebih lama?”
“Kau jangan khawatir. Jurus yang aku gunakan kali ini memang memiliki batas waktu yang lebih singkat. Namun jurus ini juga memiliki kelebihan, yaitu rentang waktu yang lebih cepat dari Jurus Gerbang Waktu.” jawab Li Ziqi.
__ADS_1
“Bagaimana bisa begitu? Aku masih belum paham dengan apa yang Guru katakan,” balas Heilong.
Li Ziqi menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan. “Karena aku tidak perlu menggunakan kekuatan hukum ruang untuk membuat sebuah Dunia eksternal, maka semua kekuatanku hanya akan terfokus pada penggunaan Hukum waktu saja. Sehingga membuat satu jam di dalam pengaruh jurus ini menjadi seperti satu tahun di dunia nyata.”
“Akhirnya Guru memiliki sebuah berita yang sangat bagus. Kalau begitu ayo cepat kita lakukan. Aku rasa, aku hanya membutuhkan waktu dua jam saja.”
Semangat Heilong langsung kembali saat dia tahu bahwa jurus ini memiliki rentang waktu yang jauh lebih cepat dari jurus sebelumnya. Itu artinya dia tidak akan terlalu lama membuang-buang waktu di tempat ini dan bisa segera pergi melanjutkan perjalanan menuju ke Istana Giok Biru.
“Apakah kau benar-benar yakin bahwa kau hanya membutuhkan waktu dua jam saja untuk mempelajari kedua kitab itu?” tanya Li Ziqi memastikan karena sekali menggunakan jurus ini, dia harus beristirahat cukup lama untuk memulihkan energi cahaya miliknya.
“Satu jam seperti satu tahun. Itu artinya dua jam sama seperti dua tahun. Untuk mempelajari sebuah kitab ilmu beladiri, waktu satu tahun harusnya lebih dari cukup,” jawab Heilong meyakinkan Gurunya.
“Kalau begitu cepat kau hilangkan penjara es ini terlebih dahulu karena penjara es ini hanya menjadi penghalang saja,” seru Li Ziqi memberi perintah.
Heilong segera menarik energi es yang membentuk dinding-dinding penjara es ini. Dalam sekejap penjara es itu langsung menghilang setelah semua energi es itu kembali ke dalam tubuh Heilong.
Li Ziqi segera menggambar sebuah simbol sihir berbentuk sebuah jam pasir yang berada di dalam sebuah lingkaran pentagram.
Energi cahaya yang sangat kuat langsung memancar dari tubuh Li Ziqi setelah dia selesai menggambar simbol sihir itu di atas tanah. Dia mulai menggunakan kedua tangannya untuk membuat gerakan-gerakan dari jurus ini.
“Teknik Pembeku Waktu.”
Seketika waktu di tempat ini menjadi terhenti saat Li Ziqi mengaktifkan jurus ini. Bahkan semua makhluk hidup yang berada di dalam Dunia Eternal ini juga ikut berhenti bergerak seperti membeku.
__ADS_1