
“Pergi ke tempat berbahaya untuk membunuh para musuh yang mengancam keselamatan rakyat adalah tugas seorang Jenderal Perang. Kau tidak bisa menyalahkan seorang Kaisar jika Jenderal itu gugur saat menjalankan tugasnya. Tidak ada yang bisa menjamin ayahmu akan tetap hidup jika tidak pergi berperang karena kematian seseorang tidak berada di tangan seorang Kaisar, melainkan sudah di tentukan oleh sang pencipta,” seru Heilong membalas pernyataan Heilong.
“Tutup mulut! Kau belum pantas untuk mengguruiku karena kau tidak lebih dari anak kemarin sore di mataku. Usia dan pengalaman hidup yang kau miliki, masih jauh berada di bawahku,” balas Jenderal Long Yun geram sambil menunjuk Heilong.
“Tinju Hujan Petir.”
Jenderal Long Yun langsung melompat menyerang Heilong menggunakan jurus energi petir dan air miliknya. Jurus ini, sebelumnya pernah menumbangkan Gremlin dengan sangat mudah.
Heilong segera mengayunkan Pedang Bintang Api yang ada di tangan kanannya untuk menyerang ribuan serangan air hujan yang memiliki kecepatan seperti sambaran petir.
“Pedang Racun Api.”
“Boom … Boom … Boom … ”
Suara ledakan beruntun langsung terdengar saat kedua jurus ini saling bertebaran di udara. Tapi, api milik Heilong ternyata langsung padam ketika bertabrakan dengan air hujan yang berasal dari jurus Jenderal Long Yun.
Tubuh Heilong langsung tersungkur jauh ke belakang dan dipenuhi dengan luka seperti bekas tusukan jarum saat jurus Tinju Hujan Petir menghantam tubuhnya.
“Dari mana dia mendapatkan elemen air sekuat itu. Elemen air itu bahkan mampu memadamkan api surgawi milikku,” ucap Heilong lirih sambil menyembuhkan luka yang ada di tubuhnya dengan menggunakan jurus restorasi jiwa.
“Aku akui api milikmu memang sangat kuat. Api itu bahkan hampir sekuat api milik Jenderal Iblis yang pernah aku temui. Tapi tidak akan ada api yang mampu melawan jurus elemen air milikku ini karena elemen air yang aku dapat berasal dari Dewa Beast Naga Air Es,” teriak Jenderal Long Yun sombong sambil tertawa terbahak-bahak mengejek Heilong.
“Ternyata kau adalah orang yang menguras semua benda pusaka yang ada di Makam Naga Es, termasuk bola ini energi elemen air yang seharusnya digunakan untuk menjaga kestabilan dunia eksternal itu. Pantas saja kau bisa memiliki elemen air yang seharusnya sudah lama menghilang di Planet Dreamland ini, ternyata kau menyerap kekuatan dari bola inti energi elemen air itu,”ucap Heilong dingin.
“Itu bukan urusanmu. Jika Dunia Eksternal itu sampai hancur, maka itu akan membawa keuntungan buatku karena tidak akan ada orang yang bisa mendapatkan senjata pusaka yang bisa menandingi Pedang Taring Buaya milikku.”
__ADS_1
Jenderal Long Yun segera mengeluarkan Pedang pusaka miliknya yang memiliki bagian bilah pedang berbentuk bergerigi menyerupai seperti gigi seekor buaya.
“Jadi itu adalah pedang taring buaya yang hilang dari makam Naga Air Es,” gumam Heilong dalam hati saat merasakan tekanan energi air yang sangat kuat memancar dari pedang itu.
Jenderal Long Yun merasa sedikit aneh bagaimana bisa Heilong mengetahui bahwa semua benda pusaka yang ada di dalam makam Naga Air Es sudah terkuras habis.
“Bagaimana kau bisa tahu bahwa benda pusaka yang ada di dalam makam itu sudah terkuras habis. Jangan-jangan kau pernah masuk ke dalam makam Naga Air Es?”
Heilong kemudian menyimpan kembali Pedang Bintang Api dan Pedang Tarian Petir. Lalu mengeluarkan Pedang Paus Biru dan menunjukkan pedang pusaka itu pada Jenderal Long Yun.
“Ternyata pedang pusaka itu sekarang berada di tanganmu. Aku sudah kehabisan akal untuk bisa mengambil pedang pusaka itu dari tempatnya karena itu aku meninggalkan pedang itu di salam Makam Naga Air Es. Tapi ternyata kau malah mengantarkan pedang pusaka itu datang ke padaku. Sekarang aku segera membunuhmu agar aku bisa merebut pedang pusaka itu dari tanganmu.”
Jenderal Long Yun mengangkat Pedang Taring Buaya dengan kedua tangannya lalu menebaskan pedang itu ke arah Heilong.
“Tebasan Taring Buaya Penghancur ombak.”
Heilong dengan tenang menancapkan Pedang Paus Biru ke atas tanah.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...
Tubuh Heilong langsung berubah menjadi air dan menghilang dari hadapan Jenderal Long Yun.
“Boom …”
Buaya raksasa yang terbentuk dari jurus Jenderal Long Yun akhirnya menghantam tembok Istana Giok Biru dan merobohkan tembok itu sebelum akhirnya menghilang.
__ADS_1
Jenderal Long melihat daerah sekitar untuk mencari keberadaan Heilong. Tapi, Heilong seperti menghilang dari tempat ini. Sebab Jenderal Long Yun juga tidak bisa merasakan aura keberadaan Heilong.
“Di mana kau bersembunyi pangeran kecil. Apakah cucu dari Kaisar Long Jin yang sangat pemberian dan berhasil mengalahkan salah satu Jenderal Iblis, sekarang sudah berubah menjadi seorang pengecut,” ejek Jenderal Long Yun memancing Heilong keluar dari tempat persembunyiannya.
“Siapa yang pengecut Jenderal Pengkhianat. Apakah kau sedang membicarakan dirimu sendiri? Karena kau tidak sanggup melawan Kakekku, kau bersekongkol dengan bangsa Iblis dan menjual tanah kelahiranmu hanya untuk memuaskan dendam pribadimu. Manusia sepertimu tidak layak hidup di bagian manapun dari Dunia Tengah ini,” balas Heilong.
Jenderal Long Yun yang tadinya ingin memancing kemarahan Heilong agar keluar, ternyata dia sendiri yang terpancing emosinya setelah mendengar kata-kata pedas dari mulut Heilong.
“Cih, ternyata kau memiliki lidah yang sepedas cabai. Sepertinya kau lebih cocok menjadi seorang perdana menteri dari pada seorang pangeran,” ucap Jenderal Long Yun geram. Dia sudah tidak sabar untuk menunggu Heilong keluar.
“Tidak semua cabai itu rasanya pedas. Ada juga cabai yang rasanya manis dan membuat orang ketagihan,” balas Heilong dari dalam tanah.
Heilong berusaha mengulurkan waktu selama mungkin agar dia bisa memasukkan lebih banyak energi air miliknya ke dalam Pedang Paus Biru dan mengalah Jenderal Long Yun dengan sekali serang.
“Apa maksudmu? Apakah karena kau baru saja menyamar menjadi seorang Koki lalu lidahmu mulai menjadi gila. Mana ada Cabai yang rasanya manis. Jika ada, aku akan memborong semua cabai itu dan aku jadikan sebagai pengganti gula,” ucap Jenderal Long Yun tanpa mengurangi kewaspadaannya.
“Bod*h! Bukankah tiap malam kau selalu membawa cabai itu ke dalam kamar untuk menemani tidurmu. Aku sudah menyelidikimu selama beberapa hari ini. Kau tidak pernah menyetorkan pajak yang kau dapat dari wilayah perbatasan ke Kerajaan Blue Dragon. Tapi, kau menghabiskan uang itu untuk berenang-senang dengan para wanita,” jawab Heilong.
“Dasar bocah sialan! Kau membuat kesabaranku habis. Aku tidak akan menunggumu keluar lagi. Tapi aku akan menghancurkan semua lantai yang ada di Istana ini.”
Jenderal Long Yun mengangkat Pedang Taring Buaya yang sudah di penuhi energi air dan petir yang sangat dahsyat menghadap ke langit.
“Tebasan Buaya Menyambar Benua.”
*****
__ADS_1
Hari ini novel Petualangan Li Wen juga di up loh. Silahkan mampir, Terima kasih 🙏