
“ Kau masih seorang laki-lakikan..??!! Jadi kau seharusnya bisa bangun sendiri tanpa bantuanku. Jangan manja..!! ” ucap Bianca dingin melirik Heilong yang masih duduk di tempatnya terjatuh.
Putri Bianca sama sekali tidak memperdulikan Heilong yang terjatuh di dekatnya karena dia memang masih sedikit kesal pada Heilong. Bianca kemudian berlari secepat kilat melewati garis start dan terus berlari menuju ke arah gunung tempat garis finish. Ketika berlari Bianca meninggalkan jejak api berwarna putih di atas tanah, rupanya dia menggunakan kekuatan apinya untuk menambah kecepatan larinya. Dalam sekejap dia sudah meninggalkan Heilong sejauh sepuluh kilometer.
“ Gadis yang sangat licik. Pantas saja dia mengatur pertarungan di stage terakhir ini menjadi lomba lari, ternyata wujud aslinya adalah seekor kuda Unicorn. Kuda Unicorn memang salah satu hewan suci yang memiliki kecepatan berlari paling cepat diantara hewan suci lainnya. Tapi kau salah jika mengira aku sudah menyerah setelah melihat wujud aslimu karena aku bukanlah seorang pria yang mudah menyerah. ”
Heilong langsung berdiri dan mengumpulkan energi angin di kedua kakinya, dia lalu menggunakan jurus langkah angin pemecah badai untuk berlari menyusul Bianca yang sudah jauh di depan. Namun kecepatan lari Heilong masih belum bisa menandingin kecepatan lari seekor kuda unicorn meskipun dia sudah menggunakan jurusnya.
Setelah berlari sejauh lima puluh kilometer, Heilong melihat Bianca berhenti di sebuah jembatan kayu yang sangat panjang, panjang jembatan itu mencapai sepuluh kilometer. Di bawah jembatan itu terdapat sebuah jurang yang sangat luas dan dalam yang terdapat banyak sekali batuan tajam di dalamnya. Bentuk batuan tajam itu seperti sebuah tombak yang ujung runcingnya mengarah ke langit.
Heilong melihat sebuah papan nama yang tergantung di atas jembatan. “ Jurang seribu tombak. ”
Bianca menoleh ke belakang sambil menyeringai saat melihat Heilong sudah berhasil menyusul dirinya. “ Sepertinya pemuda itu berusaha keras untuk berlari menyusulku. Akan aku beri sedikit pelajaran supaya dia tidak terlalu meremehkan pertandingan di stage ini. ”
Bianca lalu berlari melewati jembatan dengan kakinya yang berkobar dengan nyala api berwarna putih. Setiap kali dia selesai melewati kayu yang menjadi tempat pijakan kaki saat berjalan diatas jembatan maka kayu itu akan langsung terbakar dan menjadi abu. Saat Bianca sampai di ujung jembatan sama sekali tidak ada satupun kayu tempat berpijak yang tersisa, semuanya telah habis terbakar menjadi abu. Dia lalu menatap Heilong dari kejauhan dan tertawa mengejek.
“ Sepertinya dia memang sengaja membakar jembatan ini agar aku tidak bisa lewat dan menaklukkan rintangan pertama ini. He... He... Akan aku tunjukkan padanya jika aku masih punya seribu satu macam cara untuk melewati jurang ini meskipun jembatan untuk melewati jurang ini sudah dia hancurkan, ” ucap Heilong lirih sambil tersenyum.
Dari kejauhan Bianca merasa sedikit aneh saat melihat Heilong yang tersenyum, padahal dia sudah menghancurkan satu-satunya jalan untuk melewati jurang ini. Dalam pikirannya seharusnya Heilong akan merasa panik dan putus asa bukannya malah tersenyum. “ Sangat menarik..! Aku akan menunggu di sini sebentar. Aku ingin tahu apa yang membuatnya begitu sangat percaya diri hingga dia masih bisa tersenyum padahal aku sudah menghancurkan satu-satunya jembatan yang ada di atas jurang ini. ”
Heilong ingat saat warok Suromenggolo memberikan cambuk tali kolor pusaka, dia mengatakan bahwa cambuk tali kolor pusaka bisa mengubah ukurannya sesuai dengan perintah tuannya. Heilong akhirnya terpikir sebuah ide untuk menggunakan cambuk tali kolor pusaka itu sebagai pengganti jembatan yang rusak saat dia melihat empat buah kayu tiang penyangga jembatan yang ada di kedua sisi jurang masih utuh, tidak ada kerusakan sedikitpun.
“ Aku akan menggunakan cambuk tali kolor pusaka sebagai tali penghubung pengganti jembatan yang sudah dibakar oleh Bianca. ”
Heilong kemudian mengeluarkan cambuk tali kolor pusaka dan memerintahkannya untuk memanjang sepanjang sepuluh kilometer lebih lima puluh meter, dia sengaja melibihi lima puluh meter agak bisa mengikat tali itu dengan kuat di tiang penyangga. Heilong lalu melemparkan salah satu ujung cambuknya ke tiang penyangga jembatan yang ada di seberang jurang seperti seorang koboi. Sebelum dia melempar ujung cambuk itu, dia sudah terlebih dahulu membentuk ujung cambuknya itu menjadi lingkaran agar bisa langsung terikat dengan kuat saat ujung cambuk itu berhasil terkait dengan tiang penyangga. Setelah itu dia mengikatkan ujung yang satunya pada tiang penyangga jembatan yang ada di dekatnya. Sebelum dia berjalan dia atas tali cambuk pusakanya, Heilong terlebih dahulu mengecek kekuatan dari ikatan ujung cambuknya pada tiang penyangga. Saat dia sudah memastikan bahwa ikatannya sudah benar-benar kuat dan tidak akan putus saat dia berjalan dia atasnya barulah Heilong berlari di atas tali cambuk pusakanya dengan menggunakan jurus langkah angin pemecah badai.
__ADS_1
“ Swooshhh... ”
Kecepatan Heilong berlari di atas tali ini menjadi lebih cepat karena bantuan dari hembusan angin yang sangat kencang yang ada di atas jurang. Putri Bianca menyipitkan matanya saat melelihat Heilong melintasi jembatan itu menggunakan tali dari cambuknya.
“ Ternyata pemuda ini memang sangat cerdik seperti apa yang sudah di katakan oleh Lilla. Dia masih bisa memikirkan cara seperti itu untuk menggantikan jembatan yang sudah aku rusak. Bagaimana jika aku membuatnya jatuh dari atas tali itu, kira-kira apa yang akan dia lakukan untuk bisa kembali keatas dan menyebrangi jurang ini." ucap Bianca lalu dia menendang salah satu tiang penyangga jembatan dan membuat tiang itu bergetar.
Tali yang dipakai Heilong untuk berlari menyebrangi jurang ikut bergetar dan Heilong akhirnya jatuh ke dalam jurang karena tidak dapat mempertahankan keseimbangannya. Bianca tersenyum licik saat melihat Heilong jatuh kedalam jurang sambil berkata. “ Aku rasa sudah cukup untuk mengujinya di jurang seribu tombak ini, aku akan menunggunya di hutan malam gelap. ”
Bianca pergi meninggalkan jurang itu setelah berhasil menguji Heilong, dia yakin Heilong tidak akan mati hanya karena jatuh ke dalam jurang. Dia terus berlari menuju ke hutan yang ada tiga ratus kilometer di depannya dan menunggu kedatangan Heilong di tengah-tengah hutan. Hutan ini bernama hutan malam gelap karena sinar matahari tidak dapat masuk kedalam hutan.
“ Gadis itu rupanya tidak ingin membiarkan aku lewat dengan mudah. Tapi hanya jurang seperti ini tidak akan dapat menghentikanku apalagi membunuhku. ”
“ Teknik perisai es ribuan tahun tingkat ke empat - Dinding Es ”
Saat terjatuh, Heilong langsung membalikkan tubuhnya ke arah bawah sambil merentangkan kedua tangannya dan menyemburkan energi es yang sanggat kuat sampai membentuk sebuah dinding es yang sangat tebal. Heilong kemudian berpijak di dinding es yang dibuatnya dia atas bebatuan tajam yang ada dalam tebing lalu dia melompat kembali ke atas tali.
Heilong kembali melanjutkan perjalanannya untuk melintasi jurang seribu tombak dengan berlari menggunakan jurus anginnya sampai akhirnya dia berhasil menyeberangi jurang itu dan berdiri di tepi jurang, dia kemudian menyimpan kembali cambuk pusakanya ke dalam gelang galaxy.
Setelah dia menyimpan cambuk pusakanya, dia kembali berlari untuk menyusul Bianca dengan mengikuti jejak api yang ditinggalkan oleh Bianca dan sampailah dia di sebuah hutan yang sangat luas dengan pepohonan yang menjulang tinggi kelangit seperti gedung-gedung pencakar langit. Pohon itu memiliki daun yang sangat lebar sehingga menghalangi sinar matahari masuk kedalam hutan. Meskipun cuaca di stage keempat ini di setting siang hari tapi keadaan di dalam hutan itu sangat gelap. Heilong melihat sebuah papan nama tertancap di atas tanah di depan jalan setapak yang mengarah masuk ke dalam hutan.
“ Jadi hutan ini bernama Hutan Malam Gelap, sangat cocok dengan namanya sepertinya hutan ini bukanlah hutan biasa. Aku bisa merasakan aura membunuh muncul dari dalam hutan, kemungkinan aura membunuh ini berasal dari beast atau siluman yang menghuni hutan ini. ”
Heilong berjalan dengan hati-hati masuk ke dalam hutan, sambil mencari dari mana asal hawa membunuh ini. Semakin dalam dia masuk ke dalam hutan, suasananya menjadi semakin gelap dan mencekam karena dia merasakan hawa membunuh yang semakin kuat. Akhrinya Heilong menemukan due ekor beast saling bertarung dengan ganas, mereka adalah Beast singa bulu abu-abu dan ular king kobra tanduk rusa.
“ Aku belum pernah melihat beast seperti ini sebelumnya dan tingkat dari kedua beast ini sepertinya lebih tinggi dari beast-beast yang penah kulihat di Dreamland, ” gumam Heilong.
__ADS_1
Beast itu bertarung dengan dengan sangat sengit di hadapan Heilong yang sedang mengamati pertarungan mereka dari balik semak-semak. Ular king cobra tanduk rusa menyabetkan ekornya dengan ke tubuh singa bulu abu-abu yang sedang melompat untuk mencakar tubuhnya dengan menggunakan cakar tajamnya yang sangat panjang. Tubuh singa bulu abu-abupun terpental sampai membentur sebuah pohon besar yang ada di dekat mereka. Ular king cobra tanduk rusa tidak memberikan kesempatan pada singa bulu abu-abu untuk bergerak, ular itu langsung bergerak ke tempat singa bulu abu-abu terjatuh dan langsung melilit tubuh singa bulu abu-abu dengan tubuhnya lalu menggigit tubuh singa bulu abu-abu dan menyuntikkan bisanya. Tubuh singa bulu abu-abu mulai berubah menjadi ungu karena bisa ular telah menjalar ke seluruh tubuhnya, singa bulu abu-abu tidak menyia-nyiakan kesempatan terakhirnya. Dengan taringnya yang panjangnya mencapai satu meter dia menggigit tubuh ular king cobra tanduk rusa dan mencabik-cabiknya. Kedua beast itu akhirnya sama-sama mati di hadapan Heilong.
Heilong berdiri dan mendekati kedua mayat beast itu. “ Sayang sekali ini di dunia game, jika di dunia nyata aku pasti sudah untung besar. Aku bisa menyerap bola inti beast mereka dan menjual mayat mereka ke toko barang antik. ”
Saat Heilong sedang bergumam, npc Lilla tiba-tiba muncul. “ Selamat..!! kamu mendapatkan hadiah kejutan dalam permainam ini. ”
Lilla mengarahkan tangannya ke mayat ke dua beast itu dan kedua tubuh mayat beast itu langsung berubah. Mayat singa bulu-abu berubah menjadi sebuah jubah bulu singa abu-abu dan sebuah kotak yang berisi satu set pisau dapur yang terbuat dari taring singa. Sedangkan tubuh ular king cobra tanduk rusa berubah menjadi sebuah sabuk kulit ular dan sebuah mahkota dengan hiasan tanduk rusa. Npc Lilla laku memberikan empat barang itu pada Heilong.
“ Apa kegunaan dari masing-masing benda ini, ” tanya Heilong saat menerima keempat benda itu.
Npc Lilla kemudian menjelaskan pada Heilong kegunaan dari masing-masing benda itu satu per satu. “ Jubah singa bulu abu-abu itu bisa tahan terhadap serangan api dan petir tapi dia lemah terhadap serangan air. Kemudian satu set pisau dapur itu, di dalam kotak itu berisi dua belas pisau dapur terdari dari 4 pisau berelemen es, 4 pisau berelemen api dan 4 pisau berelemen angin. Masing-masing pisau mempunyai kegunannya masing-masing dan tentu saja pisau-pisau itu sangat tajam. Kau bisa mencobanya nanti saat kau berhasil keluar dari permainan ini. ” kemudian Lilla memindahkan tangannya ke arah barang-barang yang terbuat dari mayat ular king cobra tanduk rusa. “ Sabuk kulit ular dapat menetralisir semua jenis bisa ular saat orang itu memakai sabuk ini di pinggangnya. Sedangkan untuk mahkota tanduk rusa, mahkota itu bisa menambah stamina pada orang yang memakainya. Aku rasa kamu nanti akan sangat membutuhkan mahkota itu karena mahkota itu dapat membuatmu menjadi tahan lama saat kamu memakainya di atas kepalamu. ”
Npc Lilla langsung menghilang setelah memberitahukan kegunaan dari masing-masing benda itu sambil tersenyum seperti menahan malu saat selesai menjelaskan keistimewaan dari mahkota tanduk rusa. Heilong merasa sedikit aneh saat mendengar penjelasan npc Lilla tapi dia tidak berkomentar sedikitpun. Heilong lalu menyimpan keempat benda itu dan melanjutkan perjalanannya memasuki hutan lebih dalam lagi.
“ Aku sangat beruntung, selain dapat hadiah tambahan saat menyelesaikan setiap stage ternyata masih ada juga hadiah kejutan dalam permainan ini. ”
Akhirnya Heilong sampai di tengah-tengah hutan dan melihat Bianca berdiri di tengah-tengah hutan sambil menatap tajam ke arah dirinya.
“ Akhirnya kau sampai juga di tempat ini. Tadinya aku hanya berniat lomba lari saja denganmu tapi aku rasa kamu tidak akan pernah bisa menandingi kecepatanku karena itu aku memutuskan untuk merubah sedikit peraturan di pertandingan ini. ” Bianca lalu membuat sebuah portal khusus di belakangnya. “ Kau lihat portal ini, ini adalah portal khusus yang langsung menuju ke garis finish. Dan untuk bisa memasuki portal ini kau harus bisa mengalahkanku dalam sebuah pertarungan duel satu lawan satu. ”
“ Aku setuju. Tapi bisakah aku meminta pedang taring putihku dikembalikan terlebih dulu sebelum kita bertarung. Aku membutuhkan pedang itu untuk bisa menggunakan jurus-jurus pedangku. ” seru Heilong.
“ Tidak bisa. Kau harus mengalahkanku dengan apa yang kau punya saat ini. Kau jangan terlalu bergantung pada pedang yang hanya sebuah benda mati untuk mengeluarkan jurusmu, tapi jadikan dirimu seperti pedang sehingga tanpa memegang pedangpun kamu bisa tetap menggunakan jurus pedangmu. ” jawab Bianca dingin menatap Heilong.
*****
__ADS_1
Chapter berikutnya adalah chapter akhir dari game the power of java