LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 304 RENCANA MENCARI KITAB


__ADS_3

Setelah selesai makan, Xue Xian Hou membawa semua piring itu kembali ke dapur dan mencuci semua piring-piring kotor itu bersama Heilong.


“Apakah setelah ini kau akan kembali ke Istana Giok Salju?” tanya Heilong sambil menata piring yang sudah di cuci Xue Xian Hou ke rak tempat alat-alat makan.


“Ya. Tapi tidak akan lama karena setelah pertemuan besar itu selesai, aku akan segera kembali ke tempat ini,” jawab Xue Xian Hou.


“Apakah kau sudah mancari jurus elemen angin yang cocok untuk kau gunakan dengan Tongkat Phoenix Emas?” lanjut Heilong bertanya.


“Belum. Kitab ilmu beladiri elemen angin yang ada di dalam perpustakaan milik Sekte Giok Salju jumlahnya sangat sedikit. Dan jika'pun ada kitab jurus elemen angin, kemungkinan itu hanya jurus yang ada di tingkat dasar dan tingkat menengah. Tidak ada gunanya aku mempelajari jurus itu di tingkat kultivasiku saat ini,” jawab Xue Xian Hou.


“Lalu apa rencanamu selanjutnya agar kau bisa mendapatkan jurus elemen angin yang cocok untukmu?” tanya Heilong sambil menatap Xue Xian Hou.


“Aku akan pergi ke Benua Barat dalam waktu dekat karena di sanalah pusat dari ilmu beladiri elemen angin. Tapi aku masih ragu untuk membicarakan hal ini pada para guru pembimbing karena saat ini Sekteku sedang dalam masa pemulihan. Jika aku pergi terlalu lama, aku takut hal itu akan menambah beban bagi para guru pembimbing karena masih banyak para tamu dari luar yang mengunjungi sekte ini untuk menunjukkan dukungan mereka atau'pun menitipkan anak-anak mereka untuk belajar di sini,“ jawab Xue Xian Hou.


“Lalu kapan anak kita akan belajar di sini?” tanya Heilong menggoda karena suasana serius ini membuatnya merasa canggung.


“Tentu saja setelah kau menikahiku baru kita bisa memiliki anak. Jika kau ingin cepat memiliki anak maka kau harus cepat menjadi kuat dan segera menikahiku, masa seorang istri lebih kuat daripada suaminya. Hehe …,” jawab Xue Xian Hou melirik Heilong sambil tersenyum.


“Saat ini aku sudah cukup kuat, apakah aku perlu membuktikannya sekarang? Kebetulan di samping kita ada tempat yang cocok untuk melakukannya?” lanjut Heilong bertanya sambil menunjuk ke sebuah kamar yang ada di sebelah dapur.

__ADS_1


“Bukan kuat dalam hal seperti itu, tapi kamu harus memastikan bahwa kamu sudah cukup untuk melindungiku dan anak kita nanti dengan kemampuanmu sendiri, bukan bergantung lagi dengan instruksi yang di berikan gurumu saat kau bertarung,” jawab Xue Xian Hou dengan wajah memerah.


Heilong kembali bertanya serius setelah melihat wajah Xue Xian Hou yang semakin merah karena malu. “Bukankan beberapa waktu yang lalu kau pernah meninggalkan sektemu secara sembunyi-sembunyi melalui lorong rahasia yang ada di kamarmu, kenapa kau tidak menggunakan cara seperti itu untuk pergi ke Benua Barat?”


“Untuk dapat meminjam sebuah kitab ilmu beladiri tingkat tinggi, aku harus menggunakan identitasku sebagai Master Sekte karena kitab seperti itu biasanya akan di jaga dengan sangat ketat oleh sekte yang memilikinya, dan hanya murid dari sekte itu saja yang diizinkan untuk mempelajari kitab dengan tingkat seperti itu. Jadi aku tidak dapat meminjamnya dengan sembunyi-sembunyi atau'pun menggunakan identitas orang biasa. Jika aku melakukan hal itu maka aku akan di tuduh telah mencuri ilmu beladiri sekte lain,” jawab Xue Xian Hou.


“Lalu bagaimana cara meminjam kitab seperti itu dari sekte lain? Jika penjagaannya saja sangat ketat, tidak mungkin mereka akan bersedia meminjamkan kitab itu secara cuma-cuma meskipun mereka mengetahui identitasmu sebagai seorang Master Sekte,” balas Heilong.


“Tentu saja dengan cara barter. Aku bisa menukar sebuah senjata pusaka tingkat tinggi atau'pun dengan kitab ilmu beladiri dengan tingkat yang sama untuk mendapatkan kitab itu,” jawab Xue Xian Hou.


“Cukup masuk akal, aku kira kitab seperti itu bisa di beli dengan beberapa coin emas. Ternyata uang tidak bisa digunakan untuk membeli semua yang kita inginkan di tempat ini,” ucap Heilong menganggukkan kepala.


“Sepertinya kita harus segera kembali ke halaman. Semua piring-piring kotor ini sekarang sudah bersih dan bukankah kamu juga harus segera kembali ke istanamu,” ajak Heilong.


Heilong dan Xue Xian Hou segera berjalan kembali ke halaman untuk menemui Kaisar Xuan De dan Divine Beast Genbu.


“Kakek, aku harus kembali Istanaku sekarang. Nanti malam aku akan datang ke sini lagi sambil mengenalkan murid yang akan menjadi penerusku pada Divine Beast Genbu,” ucap Xue Xian Hou meminta izin.


“Xian Hou, apakah murid yang akan menjadi penerusmu itu adalah seorang gadis kecil yang memiliki aura energi es yang sangat menakutkan itu?” sahut Divine Beast Lambda.

__ADS_1


“Benar, gadis itu bernama Xue Xiang. Aura energi yang sangat menakutkan itu berasal dari tubuh istimewa yang dia miliki,” jawab Xue Xian Hou.


“Apa nama tubuh istimewa yang dimiliki muridmu itu?” tanya Kaisar Xuan De ingin tahu.


“Tubuh Es Naga Biru,” jawab Xue Xian Hou tenang.


“Haha … Sepertinya Sektemu memang di berkati oleh Dewa. Tubuh istimewa yang di miliki muridmu itu bahkan memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada tubuh istimewa yang kau miliki,” jawab Kaisar Xuan De tertawa.


“Xian Hou, untuk muridmu itu aku memiliki rencana yang sedikit berbeda karena aura es yang memancar dari tubuhnya itu sangat kuat,” ucap Divine Beast Genbu menatap Xue Xian Hou.


“Apakah Divine Beast Genbu bisa memberitahuku rencana itu?” tanya Xue Xian Hou penasaran.


“Kau memang harus tahu karena dia adalah muridmu. Aku ingin kau melatih gadis itu di Danau Es Seribu Pedang karena jika kau mengajarinya di dalam Istana Suci Giok Salju, aku takut Istanamu itu akan hancur jika aura energi es yang ada di dalam tubuh gadis itu kembali mengamuk. Kau sudah melihat sendiri betapa mengerikannya aura energi es yang dimiliki oleh gadis itu saat aura es itu sedang mengamuk. Andai saja kemarin aku tidak datang untuk membantumu, mungkin saja kamu akan mengalami luka dalam yang cukup serius,” jawab Divine Beast Genbu yang membuat Heilong dan Kaisar Xuan De terkejut.


“Aku sangat setuju dengan rencana anda. Aku ucapkan Terimakasih banyak karena Divine Beast Genbu mau membantuku untuk mendidik calon penerusku. Aku akan mengumumkan rencana ini dalam pertemuan besar. Sekarang saja mohon izin untuk kembali ke Istanaku,” ucap Xue Xian Hou sambil menangkupkan tangannya ke depan.


“Baik, pergilah,” jawab Divine Beast Genbu.


Xue Xian Hou langsung pergi meninggalkan mereka dan berjalan untuk menuju ke istananya.

__ADS_1


__ADS_2