LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 157 GAME THE POWER OF JAVA ( PART 11 ) masa lalu Heilong


__ADS_3

“ Crack... Crack... ”


Suara retakan dinding es terdengar saat telapak tangan raksasa prabu Angling Dharma menghantam kearah tempat Heilong berdiri. Ternyata Heilong menggunakan jurus dinding esnya untuk menahan serangan dari prabu Angling Dharma, tapi kekuatan dari serangan telapak tangan itu memang sangat besar sehingga membuat banyak sekali retakan-retakan memanjang di dinding es yang dibuat oleh Heilong. Prabu Angling Dharma tiba-tiba menarik tangannya dari dinding es yang dibuat Heilong saat telapak tangan kanannya mulai membeku karena energi es murni yang ada di atas permukaan dinding es itu.


Prabu Angling Dharma melihat telapak tangannya yang membeku lalu menatap Heilong. “ Jurus es yang sangat menarik anak muda, tapi apakah kamu yakin kalau dinding es itu bisa menahan kekuatan pukulanku yang berikutnya. ”


“ Kekuatan dari prabu Angling Dharma ini sudah berada di atas level manusia untuk bisa mengalahkannya aku harus menggunakan senjata dari dewa, ” gumam Heilong lalu dia teringat saat-saat terakhir waktu dia mengalahkan Last. “ Sepertinya aku harus menggunakan senjata dan jurus yang sama saat aku memotong salah satu lengan Last. ”


“ Keluarlah kalian wahai pedang-pedangku, ” teriak Heilong sambil merentangkan kedua tangannya.


Seketika pedang taring putih muncul di tangan kanan Heilong, diikuti dengan kemunculan pedang tarian petir di tangan kirinya lalu yang terakhir adalah pedang blue star heaven sword yang keluar dari dunia jiwanya melalui dadanya. Pedang taring putih dan pedang tarian petir kemudian bergabung ke dalam pedang blue star heaven sword membuat pedang blue star heaven sword memacarkan aura berwarna biru yang indah dan dikeliling dengan petir yang menembus ke langit.


Prabu Angling Dharma menatap kelangit yang secara tiba-tiba menjadi bergemuruh seperti akan terjadi badai saat ketiga pedang Heilong muncul dan bersatu bersatu. “ Pertanda apakah ini...?!! Apakah senjata yang dimiliki anak muda itu adalah senjata dewa sehingga kemunculan dari senjata itu mempengaruhi tatanan hukum alam yang ada di dunia buatan ini. ”


Dengan kedua tangannya, Heilong kemudian meraih dan memegang pedang blue star heaven sword yang sedang melayang di depan tubuhnya. “ Ayo kita lanjutkan pertarungan kita sang prabu. Sekarang aku sangat yakin jika aku bisa mengalahkanmu. ”


“ Pedang membelah bumi. ” teriak Heilong sambil menebaskan pedangnya ke arah prabu Angling Dharma secara vertikal.


Bayangan pedang raksasa segera muncul dan bergerak untuk memotong tubuh prabu Angling Dharma. Bayangan pedang yang terbentuk saat jurus pedang membelah bumi di gunakan bersamaan dengan pedang blue star heaven sword memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari pada saat Heilong mengeluarkan jurus pedang membelah bumi dengan menggunakan pedang taring putih. Perbedaan ukuran bayangan pedang ini bahkan sampai lima kali lipat.


“ Bang... ”


Prabu Angling Dharma memegang bayangan pedang dari jurus pedang membelah bumi dengan kedua tangannya saat bayangan pedang itu berada tepat di atas kepalanya. Dia lalu membelokkan arah serangan pedang itu sedikit kesamping.


“ Boom... ”


Bayangan pedang dari jurus pedang membelah bumi akhirnya jatuh ke dalam kolam dan membelah kolam itu menjadi dua bagian dengan sebuah goresan memanjang yang sangat dalam. Tsunami yang sangat besarpun terbentuk akibat dari hantaman jurus pedang membelah bumi yang sangat kuat dan membuat sepertiga dari air kolam meluber ke daratan. Sedangkan sisa air yang masih ada di dalam kolam langsung masuk ke dalam lubang yang membelah kolam itu menjadi dua bagian. Pada akhirnya air kolam itupun habis mengering.


“ Sekarang bagaimana cara kita menentukan pemenangnya sang prabu. Anda lihat sendirikan jika air di dalam kolam ini sudah habis mengering. ” tanya Heilong menatap prabu Angling Dharma tajam.


“ Baiklah. Aku akan mengganti peraturan di pertarungan ini. Siapa yang keluar lebih dulu dari kolam ini maka dialah yang kalah. ” seru prabu Anging Dharma.

__ADS_1


“ Itu peraturan yang sangat adil, ” ucap Heilong.


Heilong menyalurkan semua energinya yang masih tersisa ke dalam pedang blue star heaven sword, dia berniat meledakkan seluruh kekuatannya di serangan terakhir ini. Aura energi angin, petir dan es yang memancar dari pedang blue star heaven sword menjadi semakin kuat. Heilong mengangkat pedangnya ke atas dan menebaskan dengan kuat ke arah prabu Angling Dharma.


“ Teknik pedang badai petir mengguncang angkasa. ” teriak Heilong sambil melompat ke tempat prabu angling dharma berdiri untuk menebaskan pedangnya.


Prabu Angling Dharma merasakan tekanan kekuatan pedang yang sangat menakutkan muncul dari pedang dewa yang ada di tangan Heilong. Dia akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan senjata pusaka miliknya yang juga merupakan senjata pemberian dewa. Angling Dharma mengangkat tangannya ke langit, aura berwarna keemasan memancar dari tubuhnya disertai dengan hembusan angin yang kencang. Dia kemudian berseru. ” Panah Pasopati. ” Sebuah anak panah dan busur yang juga memancarkan aura keemasan langsung muncul di tangan prabu Angling Dharma seperti sebuah senjata yang turun dari langit. Prabu Angling Dharma segera meletakkan anak panah itu pada busurnya dan menarik tali busurnya dengan kuat lalu menembakkannya ke arah Heilong.


“ Swing... ”


“ Booommmm.... ”


Panah pasopati dan pedang blue star heaven sword saling berbenturan di udara. Benturan kedua senjata dewa ini menimbulkan sebuah ledakan yang sangat dahsyat. Ledakan ini menghancurkan seluruh kolam ikan yang seluas danau itu dan melemparkan tubuh Heilong dan prabu Angling Dharma keluar dari dalam kolam secara bersamaan.


Heilong mencoba berdiri dengan bertumpu pada pedang blue star heaven sword lalu dia melihat ke arah prabu Angling Dharma mendarat. Heilong melihat Prabu Angling Dharna juga mencoba berdiri dengan susah payah sama seperti yang sedang dia lakukan. Selain itu, Heilong juga melihat bahwa tubuh prabu Angling Dharma juga di penuhi dengan luka-luka akibat ledakan dari benturan kedua senjata dewa, sama seperti dengan dirinya.


Prabu Angling Dharma kemudian mengeluarkan sebuah bunga berwarna putih yang sangat indah lalu mengusapkan di tubuhnya dan secara menakjubkan semua luka yang ada di tubuh prabu Angling Dharma langsung sembuh. Prabu Angling Dharma pun kemudian terbang ke tempat Heilong dan mengusapkan bunga itu di tubuh Heilong untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh Heilong.


“ Terima kasih prabu Angling Dharma karena telah membantu mengobati luka yang ada di tubuhku. Aku rasa hasil dari pertarungan kita adalah seri. ” ucap Heilong ramah.


“ Lalu apakah kita harus mengadakan pertarungan ulang untuk menentukan siapa pemenangnya...? ” tanya Heilong dengan nada serius.


Prabu Angling Dharma menggelengkan kepalanya sambil tertawa. “ He... He... Bukan seperti itu anak muda. Di game ini jika hasilnya seri maka NPC akan dinyatakan kalah karena setiap NPC kemampuan bertarungnya sudah di setting agar berada di atas para pemain. Dengan kondisi yang seperti itu, aku pikir itu adalah hal yang sangat wajar jika npc dinyatakan kalah jika hasilnya seri. ”


Heilong menganggukkan kepalanya pertanda di sependapat dengan pemikiran prabu Angling Dharma. “ Aku pikir juga begitu. Untung saja kita tidak harus bertarung ulang karena aku ingin segera keluar dari game ini dan kembali ke dunia nyata. ”


“ He... He... Aku tidak yakin jika kamu masih akan tetap ingin cepat-cepat keluar dari game ini setelah kamu bertemu dengan lawanmu di stage ke empat. ” ucap prabu Angling Dharma dengan tawa menyindir.


“ Memangnya siapa lawanku di stage keempat... ? ” tanya Heilong penasaran.


“ Kau akan segera tau saat kau tiba di sana. Yang jelas saat kau bertemu dengannya kamu tidak akan bisa mengedipkan matamu... Ha.. Ha... ” jawab prabu Angling Dharma yang menertawakan wajah penasaran Heilong.

__ADS_1


Mata prabu Angling Dharma tiba-tiba tertuju pada tanda lahir yang ada di pundak Heilong. Di dalam dunia game, tubuh virtual yang di gunakan Heilong adalah tubuhnya yang asli berdasarkan rohnya bukan tubuh Long Bai karena yang di scan oleh mesin pemindai adalah roh dari para pemain.


Prabu Angling Dharma kemudian bertanya pada Heilong setelah dia benar-benar yakin bahwa tanda lahir yang ada di bahu Heilong adalah tanda lahir yang dimiliki oleh keturunannya karena tanda lahir itu tidak akan pernah hilang dan terus akan diturunkan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya. “ Anak muda, apakah orang tuamu berasal dari sebuah kota yang ada di sekitar gunung kendeng... ? ”


Heilong langsung teringat pada ibunya yang belum pernah dia temui selama hidupnya. Ayahnya pernah bercerita pada Heilong bahwa ibunya berasal dari sebuah kota yang bernama Bojonegoro. Kota itu berada di sekitar gunung kendeng yang ada di indonesia.


Ayah Heilong yang bernama Xiao Bailian adalah seorang arkeolog terkenal yang berasal dari China. Suatu ketika dia ditugaskan untuk meneliti reruntuhan sebuah candi yang ada di kota bojonegoro. Disanalah ayah Heilong bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Dyah Ayu Arum Kemangi. Mereka berdua lalu menikah, setelah menikah Xiao Bailian membawa istrinya untuk tinggal di China. Setelah dua tahun menikah, Dyah Ayu Arum Kemangi akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan dan di beri nama Xiao Heilong ( anak laki-laki inilah yang nantinya akan menjadi Heilong ). Namun sesaat setelah melahirkan, Dyah Ayu arum kemangi mengalami pendarahan yang hebat sampai akhirnya dia meninggal beberapa jam kemudian. Xiao Bailian merasa hatinya hancur saat itu, namun bagaimanapun juga dia masih mempunyai tugas penting yaitu membesarkan Heilong. Xiao Bailian membesarkan Heilong seorang diri karena dia memutuskan untuk tidak pernah menikah lagi. Setelah Heilong lulus kuliah, mereka berdua pindah ke Las Vegas karena Xiao Bailian harus meneliti sebuah situs bersejarah yang ada di sana sampai akhir hidupnya. Di Las Vegas Heilong memulai kehidupan barunya sebagai seorang koki sebuah restoran dan bertemu dengan Sherly.


Heilong menatap prabu Angling Dharma dan menjawab pertanyaan itu dengan nada agak sedih karena teringat ibunya. “ Ibuku memang berasal dari sebuah kota yang berada di ada sekitar gunung kendeng. Kota itu bernama Bojonegoro. ”


“ Siapa nama ibu... ? ” lanjut prabu Angling Dharma yang ingin menguak asal usul Heilong.


“ Dyah Ayu Arum Kemangi. ” jawab Heilong sedikit meneteskan air matanya saat mengucap nama ibunya karena dia merasa sangat rindu. Selama ini dia hanya melihat wajah ibunya dari foto-foto yang di tinggalkan ibunya saat dia masih hidup.


“ Jadi kau adalah Xiao Heilong, anak dari Dyah Ayu Arum Kemangi. ” ucap prabu Angling Dharma yang langsung memeluk Heilong saat tahu bahwa Heilong adalah keturunannya. “ Aku adalah leluhurmu. Ibumu sangat merindukanmu nak, tak pernah ada seharipun terlewat tanpa mengingat dirimu. ”


“ Jadi anda adalah leluhurku. Di mana ibuku berada aku ingin bertemu dengannya. ” pinta Heilong dengan gembira.


“ Saat ini kamu tidak bisa bertemu dengannya nak. ” jawab prabu Angling Dharma.


“ Kenapa bukankah kakek pernah bertemu dengan ibuku. ” tanya Heilong dengan nada sedikit protes.


“ Ceritanya panjang. Ikutlah denganku, aku akan ceritakan semuanya padamu, ” Prabu Angling Dharma mengajak Heilong duduk di dalam pavilliun untuk menceritakan sebuah rahasia yang sangat penting. setelah mereka berdua duduk prabu Angling Dharma akhirnya mulai bercerita.


“ Sepuluh tahun yang lalu sahabatku Nero mengundangku untuk turun ke benua Atlantis. Selain seorang raja api, Nero juga dikenal sebagai seorang ilmuwan gila. Suatu ketika dia berkeinginan untuk membuat sebuah game untuk menguji orang yang akan menjadi pewaris dari kekuatan api dari delapan raja api dan di dalam game itu dia ingin memasukkan beberapa jurus andalan dari beberapa orang sakti sebelum orang itu menjadi seorang dewa sebagai hadiah dari setiap stage. Pada akhirnya aku merasa tertarik dan membiarkan tubuhku untuk dipindai oleh Nero agar dia bisa membuat salah satu NPC di dalam game ini. Perlu kamu ketahui bahwa pikiran NPC di sini terhubung langsung dengan alam pikiran tubuh aslinya jadi saat aku berbicara denganmu di sini, tubuh asliku yang ada di alam dewa juga mengetahuinya. Ini sama seperti kamu sedang berbicara langsung denganku menggunakan bantuan sebuah alat komunikasi. ”


Prabu angling Dharna menghela nafas panjang sebentar sebelum dia melanjutkan ceritanya.


“ Sekarang aku akan mulai bercerita tentang ibumu. Setelah aku menyelesaikan projek game itu dengan Nero. Aku berkeliling terbang sebentar di benua Atlantis untuk bersantai, dan saat itulah aku melihat ibumu yang sedang duduk bersedih di bawah sebuah pohon. Aku lalu menghampirinya dan menanyakan asal-usulnya dan menayakan sebab kenapa dia bersedih. Setelah dia tenang dan menjawab semua pertanyaanku, barulah aku tahu bahwa dia adalah salah satu dari keturunanku. Dia selalu bersedih karena terus memikirkan bagaimana keadaan anaknya. Dia mati dengan penasaran karena itu rohnya tidak kembali ke sang pencipta atau pun naik ke alam dewa tapi malah tersesat ke benua Atlantis ini. ”


“ Kenapa ibuku bisa mati penasaran, bukankah dia meninggal setelah melahirkanku. ” tanya Heilong sedikit terkejut.

__ADS_1


“ Bukan. Sebenarnya ibumu bukan mati karena pendarahan biasa dan kecelakaan di situs bersejarah yang di teliti oleh ayahmu sampai menyebabkan ayahmu meninggal, bukanlah sebuah kecelakaan biasa tapi itu semua adalah ulah para iblis. Bahkan kematianmu bersama dengan kekasihmu juga bagian dari rencana iblis yang bernama Dark Etheroz. ” jawab prabu Angling Dharma sambil menatap mata Heilong.


“ Iblis..!! Ceritakan padaku kek, apa yang sebenarnya terjadi pada ayah dan ibuku. ” seru Heilong meminta prabu Angling Dharma untuk menjelaskan semuanya.


__ADS_2