LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 325 PENYUSUP


__ADS_3

Divine Beast Lambda memeriksa setiap bagian Hutan ini dengan teliti tanpa ada yang terlewat, termasuk bagian bawah tanah dari hutan ini.


“Para Iblis itu menyusup ke tempat ini menggunakan dua jalur. Empat ekor Iblis lewat jalur setapak yang ada hutan ini sedangkan lima puluh ekor Iblis menggali terowongan di bawah tanah. Mereka pikir bisa mengelabuhi penglihatanku. Hehe …” ucap Divine Beast Lambda menyeringai.


“Ternyata mereka licik juga. Mereka sengaja menjadikan empat temannya sebagai umpan tanpa memikirkan nyawa mereka,” sahut Xin Ye.


“Itu memang sifat bangsa Iblis. Selain Licik, mereka juga pandai mempengaruhi pikiran lawannya karena itu kau harus hati-hati dengan tipu daya para iblis. Jika kau tidak waspada saat melawan para iblis, mereka bisa mengubah rasa belas kasihan yang kau miliki menjadi kelemahan terbesarmu,” ucap Divine Beast Lambda memberi memberi peringatan.


“Terimakasih Guru, aku akan mengingat nasihat dari Guru,” jawab Xin Ye sambil memberi hormat.


“Aku akan membawamu terbang ke atas agar kau bisa melihat dengan jelas saat aku mengalahkan semua iblis itu.”


Divine Beast Lambda membawa Xin Ye terbang ke atas dan membuat sebuah diagram sihir khusus di udara. Mereka menggunakan diagram sihir ini sebagai lantai pijakan kaki mereka. Di atas diagram sihir itu, mereka berdua menunggu dengan tenang kedatangan para iblis itu mendekat.


Dari atas sana, Divine Beast Lambda dan Xin Ye bisa melihat satu keluarga yang terdiri dari empat orang sedang berjalan dengan santai menuju ke pintu keluar dari hutan ini. Mereka berempat menggunakan pakaian yang sangat sederhana.


“Hehe … Kita akan segera keluar dari hutan ini dan menuju ke desa terdekat,” ucap seorang pria paruh baya dengan terkekeh.


“Benar Ayah. Tinggal dua puluh meter lagi kita akan sampai di pintu keluar hutan ini. Di sana kita akan menemukan sebuah desa dan bisa mendapatkan makanan yang sangat enak,” jawab seorang pemuda yang merupakan anak dari pria paruh baya tadi.


“Aku sudah tidak sabar untuk menikmati makan siang kita. Sepertinya rasa daging di desa itu sangat enak. Aku tidak mengira kita bisa dengan mudah melewati hutan ini,” jawab seorang wanita merupakan istri dari pemuda itu.


“Hati-hati jika bicara. Jaga perkataanmu itu, jika ada penduduk yang mendengarnya mereka semua pasti akan curiga,” tegur seorang nenek yang ada dalam rombongan itu.

__ADS_1


Divine Beast Lambda tersenyum sinis saat mendengar ucapan para iblis itu dan menatap Xin Ye. “Apakah kau sudah mendengar percakapan mereka berempat?”


“Aku sudah mendengar semua percakapan mereka dengan sangat jelas melalui cermin yang ada di depan Guru. Mereka berempat hanya ingin membeli daging lalu memakannya saat berada di desa terdekat,” jawab Xin Ye.


“Mereka bukan ingin membeli daging. Tapi mereka berempat ingin menjadikan para penduduk itu menjadi mangsanya. Ada hal yang tidak kamu ketahui, para penduduk yang tinggal di desa terdekat sama sekali tidak memakan daging karena mereka menganggap para Beast yang tinggal di hutan ini sebagai saudara mereka,” ucap Divine Beast Lambda menjelaskan.


Xin Ye menutup mulutnya karena terkejut. “Kejam sekali para iblis itu. Para penduduk yang ada di Desa terdekat sama sekali tidak bersalah atau'pun pernah mengusik mereka, tapi mereka berempat ingin membunuh semua penduduk yang ada di sana.”


“Jika tidak kejam maka bukan iblis namanya,” sahut Divine Beast Lambda. kemudian dia tersenyum. “Sekarang kau lihatlah baik-baik, aku akan menghancurkan perisai pelindung mereka yang mereka jadikan sebagai alat untuk menyamar.”


Divine Beast Lambda memusatkan kekuatan energi kegelapan yang dia miliki ke dalam jari telunjuknya dan menggambar sebuah simbol sihir di depannya.


“Formasi Penghapus Perisai.”


Keempat iblis itu sangat terkejut karena di atas kepala mereka tiba-tiba muncul sebuah diagram sihir yang memancar energi kegelapan yang sangat kuat. Mereka berempat saling melirik satu sama lain untuk mencari tau tentang diagram sihir yang ada di atas kepala mereka.


“Apakah kita sudah ketahuan?”


“Sepertinya belum karena aku tidak merasakan adanya pasukan penjaga yang mendekati tempat kita,”


“Lalu apa yang ada di atas kepala kita ini jika kita belum ketahuan?”


“Mungkin itu adalah diagram sihir yang ditinggalkan oleh para pendahulu kita untuk memperlancar perjalanan kita menyusup melewati hutan ini. Apakah kau sama sekali tidak merasa energi kegelapan yang memancar dengan kuat dari diagram sihir itu?”

__ADS_1


“Kakek benar. Para dewa tidak memiliki energi kegelapan. Sepertinya diagram sihir ini memang peninggalan dari para iblis yang menyusup ke tempat ini sebelum kita.”


Ketakutan keempat iblis itu langsung hilang saat mereka yakin bahwa diagram sihir yang ada di atas kepala mereka adalah peninggalan dari bangsa mereka.


“Siapa bilang para dewa tidak memiliki energi kegelapan!”


Suara Divine Beast Lambda langsung mengejutkan para iblis yang sedang menyamar itu. Tubuh mereka berempat menjadi bergetar saat melihat asal dari suara itu. Mereka berempat ingin kabur tapi diagram sihir yang ada di atas kepala mereka membuat mereka tidak bisa lari keluar.


Divine Beast Lambda tersenyum sini melihat para iblis yang ketakutan saat melihat dirinya. “Kalian berempat adalah bangsa Iblis tapi kalian tidak bisa membedakan antara hawa iblis dan energi kegelapan. Di alam dewa, ada dewa yang memiliki energi kegelapan karena energi kegelapan di butuhkan untuk menjaga keseimbangan energi yang ada di alam dewa. Tapi di para dewa itu sama sekali tidak memiliki hawa iblis.”


Divine Beast Lambda menggerakkan tangan kanannya untuk mengaktifkan diagram sihir formasi penghapus perisai.


Diagram sihir itu langsung bersinar dan menyerang keempat iblis itu dengan cahaya kegelapan yang membuat tubuh keempat iblis itu seperti terbakar.


“Apa yang sebenarnya terjadi? bukankah energi kegelapan akan menambah kekuatan para iblis, tapi kenapa cahaya kegelapan yang muncul dari diagram sihir ini malah membakar tubuh kita seperti kekuatan cahaya yang dimiliki oleh para dewa,” ucap iblis yang menyamar menggunakan wujud pria paruh baya.


“Energi kegelapan dari para dewa sama sekali tidak mengandung hawa iblis karena itu energi kegelapan yang aku miliki ini tidak akan membuat kalian bertambah kuat,” jawab Divine Beast Lambda menyipitkan matanya.


Energi kegelapan yang keluar dari diagram sihir itu terus membakar perisai pelindung yang ada di tubuh para iblis dan membuat perisai pelindung yang ada di tubuh mereka semakin menipis.


“Boom ….”


Saat perisai pelindung para iblis itu hanya tersisa dengan ketebalan 1 cm saja, Divine Beast Lambda langsung menembakkan energi kegelapan dari tangan kirinya dan menghancurkan perisai pelindung yang di pakai para iblis dan penyamaran mereka akhirnya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2