LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 151 GAME THE POWER OF JAVA ( PART 5 )


__ADS_3

Setelah melewati portal yang menuju ke tempat dimana pertandingan stage kedua akan dilakukan, Heilong akhirnya mendarat di sebuah pantai pasir putih yang sangat luas. Di depannya dia bisa melihat hamparan pantai pasir putih yang berbatasan langsung dengan laut berwarna biru yang sangat luas dan indah. Hembusan angin laut yang kencang menerpa tubuh Heilong membuat udara terasa sejuk meskipun sinar matahari bersinar sangat terik siang ini.


Saat Heilong membalikkan tubuhnya, dia sedikit terkejut karena dia melihat ribuan prajurit bersenjata lengkap yang sudah membentuk sebuah formasi yang mirip dengan labirin berdiri dibelakangnya. Di tengah-tengah labirin itu terdapat sebuah panggung yang besar dan seorang pria gagah dengan perawakan tinggi, besar dan berkumis melintang berdiri di tengah-tengah panggung. Dia mengenakan baju perang berlapis emas dan terdapat sebuah keris pusaka terselip di pinggangnya. Di tangan kanannya dia memegang sebuah senjata berbentuk tombak berlapis emas dan di tangan kirinya dia memegang sebuah perisai yang penuh dengan hiasan dari intan berlian.


“ Siapakah kamu dan dari mana asalmu... ? ” teriak Heilong dengan suara lantang. Dia ingin mengetahui siapa lawannya di stage kedua ini.


“ Namaku Gajah Mada. Aku adalah seorang mahapatih dari kerajaan Majapahit dan aku adalah lawanmu di babak kedua ini, ” jawab patih Gajah Mada pelan namun suaranya ini mampu sampai ke tempat Heilong berdiri meskipun jarak mereka berdua lebih dari seratus meter. Rupanya Gajah Mada menggunakan tenaga dalamnya saat berbicara sehingga suaranya mampu mencapai jarak yang jauh dan langsung masuk ke telinga Heilong.


Heilong langsung teringat sewaktu dia masih berada di bumi. Saat itu dia sedang berada di perpustakaan sekolah dan sedang membaca buku sejarah tentang kerajaan-kerajaan di pulau jawa. Dia pernah menemukan nama mahapatih gajah mada saat membaca buku yang membahas tentang sejarah kerajaan Majapahit. Menurut buku sejarah itu, berkat jasa-jasa dari mahapatih gajah mada inilah kerajaan Majapahit berhasil mencapai zaman keemasannya pada tahun 1350 sampai tahun 1389 di bawah pimpinan raja Hayam Wuruk. Selain itu patih gajah mada dikenal juga sebagai seorang yang sangat ahli dalam bidang persenjataan dan sangat cerdas.


Patih Gajah Mada ini sangat tertarik dengan ilmu yang berhubungan dengan teknologi. Di masa lalu pernah di ceritakan bahwa patih gajah mada pergi mengembara ke berbagai negeri untuk mempelajari ilmu teknologi dari berbagai kawasan sampai akhirnya dia berhasil membuat sebuah senjata bernama Cetbang. Senjata ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan meriam atau bazooka yang akan menembakkan proyektil jika di beri bubuk mesiu dan disulut dengan api. Dia akhirnya meletakkan Cetbang ini di setiap kapal perang armada laut kerajaan majapahit, keberadaan senjata itu membuat bangsa eropa sedikit ketakutan jika bertempur melawan kerajaan Majapahit. Di era itu satu-satunya senjata yang bisa menandingi kekuatan Cetbang adalah meriam yang berasal dari China.

__ADS_1


“ Waktu aku kecil aku sangat mengagumi anda, tidak pernah aku sangka bahwa aku akan bisa bertemu dengan anda walaupun bukan di suasana yang tepat. Bisakah anda mengatakan padaku, apa peraturan di babak kedua ini. ” seru Heilong dengan nada sopan.


“ Di babak ini kamu harus bertarung denganku satu lawan satu di atas panggung ini. Siapa yang keluar dari panggung ini maka dialah yang kalah dan orang terakhir yang berdiri di atas panggung ini adalah pemenangnya. Tapi sebelum kamu bisa bertarung denganku, kamu harus bisa menerobos formasi pertahanan dari prajurit Bhayangkara milikku ini agar bisa naik ke atas panggung. ” jawab patih Gajah Mada.


“ Apa hadiahku jika aku bisa mengalahkan anda, ” lanjut Heilong bertanya.


“ Selain peta yang merupakan hadiah dari game ini, aku juga akan memberimu salah satu jurus andalanku dan sebuah kitab formasi perang. Dengan kitab formasi perang ini kelak kamu bisa mengatur prajuritmu untuk membuat berbagai macam formasi perang di medan perang. Formasi-formasi perang ini akan mendukung kemenanganmu pada sebuah pertempuran. ” jawab patih Gajah Mada.


Tanpa banyak kata-kata lagi Heilong segera mengitari Formasi perang ini beberapakali dengan sangat cepat menggunakan jurus langkah angin pemecah badai untuk mencari celah yang ada di formasi ini. Dan Akhirnya dia bisa melihat sebuah pintu masuk yang ada di sebelah kiri formasi itu tapi Heilong tidak memasuki pintu itu karena pintu itu lebih mirip seperti sebuah jebakan yang sengaja disiapkan dari pada sebuah pintu masuk.


Heilong mengerutkan keningnya lalu berhenti sejenak untuk berpikir. “ Bentuk formasi perang labirin ini hampir mirip dengan formasi cakrabyuha, apa mungkin formasi ini adalah pengembangan dari formasi cakrabyuha. Jika itu benar maka satu-satu jalan masuk yang sudah di siapkan adalah sebuah jebakan dan aku harus membuat celah sendiri sebagai jalan. ”

__ADS_1


Dalam ingatan Heilong saat dia menonton film Mahabaratha, dia melihat arjuna berhasil melewati formasi ini dengan cara membuat celah di beberapa titik karena jika hanya membuat celah di satu titik maka celah itu akan segera menutup.


“ Aku akan memastikan dulu apakah cara kerja dari formasi ini mirip dengan formasi cakrabyuha atau tidak. Jika aku sampai salah langkah maka aku akan terjebak di dalam formasi itu. Sayang sekali aku tidak bisa memanggil Gremlin di sini, jika ada dia aku bisa meminta bantuan beast itu untuk mengacaukan formasi ini. ” gumam Heilong sambil terus mengamati fornasi didepannya.


Heilong mengeluarkan pedang taring putih di tangan kanannya lalu dia menggunakan jurus pedang membelah bumi untuk menyerang formasi perang di depannya.


“ Boom... ” suara ledakan terdengar saat jurus pedang Heilong menyerang formasi itu dan menyebabkan beberapa prajurit terpental.


Sabetan pedang Heilong berhasil membuat sebuah celah yang mampu menembus sampai tiga dari sepuluh lapis yang ada dalam formasi itu. Namun beberapa detik kemudian beberapa prajurit langsung bergerak dengan cepat untuk menutup celah formasi itu.


“ Ternyata memang benar dugaanku, prinsip dari formasi ini memang mirip dengan formasi cakrabyuha. ”

__ADS_1


Heilong segera mengeluarkan cambuk tali kolor pusaka pemberian dari warok Suromenggola dan mengikatkan cambuk tali kolor pusaka itu pada pedang taring putih miliknya.


__ADS_2