LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 34 UJIAN NERAKA ES ( PART 10 )


__ADS_3

"Jangan-jangan tujuan dari pemimpin roh pedang itu sebenarnya hanya untuk mengulur waktu dan menghabiskan semua energiku sebelum dia bertarung melawanku. Tidak kusangka meskipun dia memiliki tingkat kultivasi yang jauh lebih tinggi dariku, tapi dia tetap menggunakan siasat licik seperti ini."


Long Bai yang menyadari hal ini mulai sedikit berhati-hati, dia tidak bisa lagi mengeluarkan energinya secara berlebihan atau dia akan kehabisan energi sebelum ujian tahap ke 3 ini selesai.


Seperti perkiraannya sebelumnya, kali ini pasukan roh pedang yang maju menyerangnya berjumlah seratus enam puluh.


"Aku harus mencari sebuah senjata, jika terus bertarung dengan tangan kosong seperti ini maka energiku akan cepat habis karena aku terus menggunakan jurus-jurus pukulan yang sangat menguras energi es dan energi angin," Gumam Long Bai dalam hati.


Dia lalu melihat daerah sekitarnya untuk mencari sebuah senjata. Akhirnya dia melihat sebuah pedang tertancap di atas sebuah batu es. Tapi untuk mencapai ke tempat itu, dia harus melewati pasukan roh pedang yang ada di sebelah kiri.


"Aneh, kenapa ada sebuah pedang di sana dan pedang itu tidak berubah menjadi sebuah roh pedang." Long Bai sedikit heran ketika melihat pedang itu.


Karena sebelumnya di sudah memastikan bahwa di tempat ini hanya ada seribu pedang dan semua pedang itu telah berubah menjadi roh pedang saat ujian tahap 3 ini di mulai.


Long Bai segera mengunakan Jurus Langkah Angin Pemecahan Badai dan berlari sangat kencang melewati semua pasukan roh pedang yang ada di sebelah kiri.


Akhirnya dia sampai di batu es itu dan segera menariknya. Tapi, pedang itu tidak bergeming sedikit pun.


"Kenapa pedang ini tidak bisa dicabut?" Ucap Long Bai dalam kebingungan.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah suara bergema di telinganya, ini adalah suara Divine Beast Genbu. "Pedang pusaka itu bukanlah pedang biasa. Pedang pusaka ini merupakan pedang peninggalan Dewa dan hanya orang orang terpilih saja yang bisa memakainya."


"Lalu apa yang harus kulakukan agar pedang itu mau mengakuiku? Aku tidak punya banyak waktu lagi karena pasukan roh pedang itu sedang mengejarku," seru Long Bai.


"Kau harus mengalirkan darahmu ke pedang itu untuk membangunkan roh senjata yang ada di dalam pedang pusaka itu dan menerima ujian darinya. Jika kau lulus, maka dia akan mengakuimu sebagai tuannya," Jawab roh Divine Beast Genbu.


"Baik, akan aku lakukan sesuai dengan petunjuk anda."


Long Bai segera membuat luka di tangan kirinya dan mengalirkan darahnya ke pedang pusaka itu.


Seketika aliran waktu menjadi berhenti. Benda-benda di sekitarnya juga berhenti bergerak dan sesosok wanita berpakaian putih dan berambut emas muncul di depannya.


Kecantikan yang dimiliki wanita ini bagaikan dewi yang turun dari langit dan membuat Long Bai terpana karena dia belum pernah melihat wanita secantik ini seumur hidupnya.


“Roh pedang ini berbeda dari pasukan roh pedang yang lainnya, roh pedang ini hampir mirip seperti dewi,” pikir Long Bai.


"Anak muda apakah kau yang membangunkanku?" tanya roh senjata menatap Heilong.


"Be-Benar …" Long Bai yang Terpesona dengan kecantikannya menjawab dengan gugup.

__ADS_1


"Kenapa kau mengganggu tidur panjangku!! Apa sebenarnya yang kau inginkan?" Roh pedang bertanya dengan dingin dan sedikit marah.


"Pelukan darimu," jawab Long Bai tanpa sadar karena masih terpana dengan kecantikan wanita di depannya.


"Hmph..!! Dasar cabul, " dia mendengus kesal lalu menjentikkan jarinya di dahi Long Bai.


Long Bai langsung terpental terbang sejauh satu kilometer.


"Hei aku cuma bercanda, kenapa kau memukulku begitu keras," protes Long Bai.


"Memukul dengan keras!! Haha… Apa kau tidak lihat tadi aku hanya menjentikkan jariku saja."


Tiba-tiba hawa membunuh yang sangat kuat memancar dari tubuhnya roh pedang ini. "Jika kau berani menggodaku sekali lagi, maka aku tidak akan segan-segan lagi untuk meremukkan seluruh tulangmu meskipun kau adalah orang yang membangkitkanku. Cepat katakan apa tujuanmu yang sebenarnya?"


"Aku membutuhkan sebuah senjata yang sangat kuat untuk melawan semua pasukan roh pedang itu," jawab Long Bai.


"Senjata?! Apa maksudmu kau ingin aku menjadi senjatamu?" tanya roh pedang dengan serius dan tatapan yang tajam.


"Benar. Karena cuma kau satu-satunya pedang yang aku temui di sini," jawab Long Bai .

__ADS_1


"Sangat Bagus," seru roh pedang dengan senyum dingin.


__ADS_2