LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 181 BAKAR


__ADS_3

Kini giliran Heilong yang mengambil inisiatif untuk menyerang setelah tadi hampir setengah jam dia cuma menghindari serangan-serangan yang dilakukan oleh sekelompok harimau salju itu untuk mempermainkan mereka sambil sesekali mengejek dengan kata-kata yang bisa memancing emosi mereka.


Heilong kemudian berlari dengan sangat cepat menggunakan jurus langkah angin pemecah badai miliknya dan di gabungkan dengan aji mundri yang dia dapatkan dari mahapatih Gajahmada. Seketika tubuhnya langsung menghilang tanpa jejak bahkan harimau salju yang sangat terkenal dengan insting dan penglihatannya yang sangat tajam tidak mampu untuk mendeteksi keberadaan Heilong dengan pasti, mereka hanya bisa merasakan bahwa Heilong masih berada di sekitar sana.


“ Kemana manusia itu pergi..? tidak mungkin dia bisa menghilang begitu saja seperti dewa. Dia pasti masih berada di sekitar sini karena aku masih dapat mencium bau tubuhnya meskipun itu hanya samar-samar. Tapi sayangnya bau ini selalu berpindah-pindah dengan sangat cepat dari satu titik ke titik yang lain sehingga aku tidak dapat menentukan dimana posisinya, ” gumam pemimpin kelompok harimau salju sambil terus menoleh ke kanan dan kiri mengamati daerah sekitar untuk mencari Heilong.


“ Grrrr... Grrr... Pemimpin bagaimana ini..? Apa yang harus kita lakukan.. ? Sepertinya kita telah menyinggung orang yang salah. Pemuda yang terlihat sangat lemah tadi ternyata memiliki kemampuan yang sangat kuat. ” tanya seorang anak buah harimau salju sedikit takut.


“ Tenang saja, meskipun dia sangat kuat tapi dia hanya sendirian. Kita masih menang jumlah jika kita harus bertarung melawannya. Mana mungkin seorang manusia bisa mengalahkan kita, tiga belas ekor beast harimau salju yang merupakan penguasa hutan ini. Sekarang cepat menyebarlah dan telusuri daerah di sekitar sini dengan teliti, cari dia sampai ketemu jagan biarkan dia kabur. ” ucap pemimpin beast harimau salju menenangkan anak buahnya sambil memerintahkan mereka menyebar untuk mencari Heilong.


“ Benar sekali. Aku hampir lupa kalo dia sendirian, dia pasti aku kabur lari terbirit-birit jika bertarung melawan kita, ” ucap Harimau salju yang tadi terlihat ketakutan dengan sombongnya.


“ Kabur... He... He... ” tiba-tiba suara tawa sinis Heilong terdengar lalu dia kembali mengejek sekelompok harimau salju itu. “ Bukan aku yang akan kabur tapi kalianlah yang akan aku buat berlarian seperti anjing gila. ”


Heilong tiba-tiba muncul di depan salah satu harimau salju yang berada di barisan paling kanan dan jauh dari harimau salju yang lain. Harimau salju ini yang tadi mengatakan bahwa Heilong akan lari terbirit-birit jika berhadapan dengan mereka.


“ Siapa bilang aku akan kalah jika aku bertarung melawan kalian. Aku memang sendirian tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mengalah sekelompok siput seperti kalian, ”


Dia kemudian menghunuskan jari telunjuknya yang di selimuti dengan api putih ke dahi harimau salju itu seperti sebuah pedang. Sama sekali tidak meninggalkan bekas luka sedikitmu di dahi harimau salju itu saat jari telunjuk Heilong menghunus ke dahinya tapi secara perlahan tubuh harimau salju itu mulai berubah warna menjadi merah dan akhirnya...


“ Whoosshh.. ”

__ADS_1


Harimau salju yang tubuhnya sudah berubah warna menjadi merah itu, Tubuhnya terus mengering tanpa sebab seperti ada sesuatu yang memakan tubuhnya dari dalam sampai akhirnya sebuah api yang sangat panas muncul dari dalam tubuhnya dan membakarnya sampai menjadi abu.


Ini adalah kekuatan dari jurus pedang racun api yang dikuasai Heilong beberapa waktu yang lalu, meskipun saat ini Heilong hanya menggunakab empat puluh persen dari kekuatan apinya tapi hasilnya masih sangat menakutkan.


Tadinya Heilong sempat bimbang untuk menggunakan jurus pedang racun api ini karena saat ini dia tidak memiliki pedang yang mampu untuk menahan kekuatan api putih yang sangat merusak ketika dia akan menggunakan jurus pedang racun api. Tapi kemudian dia teringat dengan perkataan Bianca saat dia akan bertarung satu lawan satu dengannya di dalam dunia game the power of java. Saat itu dia juga tidak bisa menggunakan pedangnya karena Bianca telah menahan pedang taring putihnya, kemudian Bianca berkata :


Kau jangan terlalu bergantung pada pedang yang hanya sebuah benda mati untuk mengeluarkan jurusmu, tapi jadikan dirimu seperti pedang sehingga tanpa memegang pedangpun kamu bisa tetap menggunakan jurus pedangmu.


Heilong akhirnya sadar bahwa dia bisa menggunakan bagian tubuhnya sendiri untuk menjadi pedangnya. Dia kemudian menyalurkan empat puluh persen kekuatan apinya ke jari telunjuknya dan membayangkan bahwa jari telunjuknya itu adalah sebuah pedang. Kemudian dia menggunakan jurus pedang racun api menggunakan jari telunjukknya dengan kekuatan sekitar empat puluh persen saja untuk menghindari kerusakan yang akan terjadi pada tubuhnya jika dia menggunakan jurus ini dengan kekuatan api diluar batas daya tahan tubuhnya sendiri.


Sekelompok harimau salju itu mulai berlarian dengan sangat ketakutan seperti anjing gila dan menjauhi Heilong saat melihat salah satu kawannya di bakar dengan mudah sampai menjadi abu oleh Heilong.


Heilong menarik kembali energi apinya kemudian dia menyalurkan energi esnya ke kedua tangannya dan menembakkannya sebanyak empat kali ke langit.


“ Dinding Es ”


Empat buah dinding-dinding es yang sangat tebal turun dari langit dan mengurung semua harimau salju yang tersisa dua belas ekor itu di dalam dinding es yang di buat oleh Heilong.


Semua harimau-harimau salju itu melihat Heilong dengan sangat ketakutan, tapi yang paling ketakutan adalah pemimpin mereka karena dia yang lebih banyak mengancam dan mengejek Heilong. Mereka mencakar-cakar dinding es itu dengan sekuat tenaga tapi tidak membuahkan hasil, malah cakar mereka yang jadi membeku saat berusaha menyerang dinding-dinding es itu. Mereka semua akhirnya menyerah.


“ Ampun tuan maafkan kami. Kami terpaksa memangsa manusia karena sungai yang menjadi tempat satu-satunya kami berburu ikan untuk dijadikan makanan kami telah tercemar oleh racun ular salju, " ucap pemimpin harimau salju.

__ADS_1


“ Apakah kau tidak borbohong..? jika kau berbohong maka aku akan langsung membakarmu menjadi abu seperti temanmu yang barusan, ” tanya Heilong sedikit mengancam.


“ Benar tuan, sungai yang menjadi sumber tempat mereka mencari makan memang telah tercemar oleh racun ular itu. ” Pria itu tiba-tiba menjawab dan membela harimau salju yang tadi ingin memangsanya. Dia lalu menunjuk ke arah putrinya. “ Lihatlah putriku, putriku keracunan karena dia tidak sengaja meminum air sungai itu. Sebenarnya para harimau salju ini tidak jahat awalnya mereka adalah pelindung hutan ini dan selalu menolong para penduduk yang tersesat di dalam hutan dan mengantarkan penduduk itu kembali ke rumahnya. ”


Heilong mengangkat alisnya. “ lalu kenapa mereka semua berubah menjadi jahat dan aku jelas-jelas melihat bahwa mereka semua berusaha untuk memangsamu...? ”


“ Sepertinya mereka sangat kelaparan karena sudah hampir setahun ini sungai itu tercemar oleh racun jadi selama itu pula mereka tidak mendapatkan ikan untuk mereka makan karena semua ikan-ikan di sungai itu juga mati karena keracunan. ” jawab pria itu.


Heilong kemudian menatap pemimpin harimau salju itu dengan tajam sampai membuat tubuh harimau salju itu gemetaran karena takut.


“ Jika aku memberimu daging untuk kamu makan, apakah kau akan berhenti untuk memangsa manusia...? ”


“ Saya berjanji... Saya berjanji tidak akan memangsa manusia jika tuan memberi kami makan karena sebenarnya kami memang tidak suka memakan daging manusia karena daging manusia itu mengandung kutukan. ” jawab harimau salju.


“ Apa maksudmu.. ? ” tanya Heilong dengan nada sedikit tersinggung.


“ Tunggu tuan, jangan marah dulu. akan saya jelaskan apa maksud perkataan saya tadi. Jika seekor beast memakan daging manusia maka dia akan berubah menjadi seekor beast yang haus darah dan tidak akan pernah bisa berhenti memakan daging manusia. Mereka seperti terkena sihir yang akan selalu menggoda mereka untuk terus memakan daging manusia, ” jawab harimau salju.


“ Baiklah karena kalian sebenarnya bukan beast yang jahat maka aku akan membantu kalian. ”


Heilong kemudian mengeluarkan dua buah sayap naga yang sangat besar dari dalam gelang galaxynya, ini adalah sayap naga dari sisa-sisa pertempuran di sekte giok salju.

__ADS_1


“ Makanlah daging sayap naga itu. Setelah kalian selesai makan, segera bawa aku ke sungai itu. Aku akan menangkap ular yang mencemari sungai itu. " ucap Heilong.


Harimau-harimau salju itu segera berkumpul di tempat sayap naga itu diletakkan dan memakannya dengan lahap.


__ADS_2