LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 308 EVOLUSI SENJATA


__ADS_3

Seluruh racun yang ada di tubuh Heilong juga langsung menghilang saat dunia ilusi itu hancur. Tapi Heilong masih tetap berbaring di tanah karena sebagian besar energi yang ada di dalam tubuhnya telah habis saat dia mengeluarkan jurus Pedang Racun Api untuk menghancurkan inti dari dunia ilusi itu.


Dao Xue Lian berjalan menghampiri lalu berkata dengan dingin. “Mau sampai kapan kau berbaring di sana! Tadi itu hanya sebuah ujian kecil dariku, apakah semua energimu sudah habis hanya karena menghancurkan dunia ilusi sekecil itu?”


Heilong langsung berdiri karena tak terima diejek seperti itu. “Siapa bilang aku sudah kehabisan energi!? Lihatlah, aku masih bisa berdiri dengan tegap di depanmu. Apakah aku terlihat seperti orang yang kehabisan energi?”


“Bagus, kalau begitu kita bisa mulai latihanmu yang selanjutnya,” jawab Dao Xue Lian.


“Latihan yang selanjutnya!?” ucap Heilong terkejut.“Tunggu, sejak kapan kau menjadi Guruku?”


“Aku bukan Gurumu tapi aku hanya asisten Gurumu saja. Sebelum Gurumu pergi, dia telah memintaku untuk mengajarimu beberapa jurus dasar,” jawab Dao Xue Lian menatap tajam ke arah Heilong.


“Mana bisa begitu!? Aku tidak mau mendapat ajaran dari orang luar,” bantah Heilong.


“Sudah terlambat untuk berkata seperti itu. Apakah kau sama sekali tidak ingat darimana kau mempelajari jurus mata dewa itu? Jika kau memang tidak mau mendapatkan ajaran diriku, maka kau bisa menghancurkan kedua matamu,” ucap Dao Xue Lian dingin.


“…” Heilong hanya bisa terdiam mendengar ucapan Dao Xue Lian karena dia tidak mungkin menghancurkan kedua matanya.


“Kau pasti tidak berani menghancurkan kedua matamu sendiri. Kalau begitu, mulai hari ini kau harus menganggapku sebagai Gurumu juga,” ucap Dao Xue Lian dingin.


“Baiklah, aku bersedia. Tapi aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan Guru karena di antara kita belum terjadi upacara pengangkatan Guru dan Murid,” jawab Heilong.

__ADS_1


“Itu saja sudah cukup karena aku memang tidak pernah ingin memiliki murid. Aku sengaja mengajarimu jurus-jurus yang aku miliki agar kau memiliki cukup kekuatan untuk melawan Dark Etheroz,” ucap Dao Xue Lian.


Dao Xue Lian kemudian mengajak Heilong turun ke danau yang ada di belakang Istana Suci Giok Salju.


“Apa yang akan kita lakukan di sini? aku baru saja bermeditasi di tempat ini,” tanya Heilong.


“Keluarkan Pedang Taring Putih dan Pedang Naga Eternal lalu tancapkan kedua pedang itu di tepi danau ini,” perintah Dao Xue Lian.


“Untuk apa? bukankah mereka hanya sebuah senjata. Energi yang ada di dalam dunia jiwaku masih sangat cukup untuk mereka serap,” tanya Heilong penasaran.


“Kualitas energi es yang keluar langsung dari inti energi es planet ini jauh lebih murni daripada energi es yang ada di dalam tubuhmu karena energi yang ada di dalam tubuhmu sudah bercampur dengan energi yang lain. Jika kedua pedang itu menyerap energi es yang memancar dari danau ini maka pedang itu akan menjadi semakin kuat dan tidak akan mudah hancur,” jelas Dao Xue Lian.


“Kalau begitu, aku juga akan mengeluarkan Pedang Bintang Api dan Pedang Blue Star Heaven Sword agar kedua pedang itu bisa menjadi semakin kuat,” jawab Heilong tersenyum senang.


“Kenapa?” tanya Heilong penasaran.


“Pedang Bintang Api adalah pedang yang memiliki elemen api yang sangat kuat. Energi es yang memancar dari danau ini malah akan membuat kekuatan dari Pedang Bintang Apimu semakin meredup dan menjadi semakin tumpul,” jawab Dao Xue Lian.


“Lalu bagaimana dengan Pedang Blue Star Heaven Sword?! Pedang ini juga memiliki elemen es di dalamnya jadi aku rasa tidak akan terjadi apa-apa jika pedang itu menyerap energi es yang ada di danau ini, tapi kenapa kau juga melarangnya,” lanjut Heilong bertanya.


“Pedang Blue Star Heaven Sword terikat dengan roh dari Gurumu. Jika kau mengeluarkan pedang itu maka roh dari Gurumu akan langsung terseret ke tempat ini meskipun urusannya belum selesai. Apakah kau sanggup menahan amarah dari Gurumu?” jawab Dao Xue Lian balik bertanya.

__ADS_1


“Tidak, aku akan menuruti perintahmu. Aku akan tidak akan mengeluarkan kedua pedang itu,” jawab Heilong sedikit gugup.


Heilong langsung mengeluarkan Pedang Taring Putih dan Pedang Naga Eternal lalu menancapkan kedua pedang itu di tepi danau es. Kedua pedang itu langsung menyerap semua energi yang memancar dari danau itu dan membuat aura yang memancar dari kedua pedang itu menjadi semakin kuat.


Sosok kirim es yang merupakan roh senjata dari Pedang Taring Putih langsung muncul di atas Pedang Taring Putih. Dao Xue Lian juga langsung terbang dan berhenti di atas Pedang Naga Eternal.


Heilong bisa melihat wujud dari kirin es mulai berubah. Sekarang di atas kepala kirin es muncul dua buah tanduk yang terbuat dari kristal. Bentuk Pedang Taring Putih'pun juga ikut mengalami perubahan. Bagian pembatas antara bilah pedang dan gagang pedang yang tadinya hanya berbetuk lurus, kini berubah menjadi seperti dua buah tanduk yang ada di atas kepala kirin es. Dan ukuran pedang itu menjadi sedikit lebih besar dari sebelumnya.


“Ternyata sebuah senjata juga bisa berevolusi. Aku kira hanya Beast saja yang memiliki kemampuan untuk berevolusi,” ucap Heilong sambil mengangkat alisnya karena terkejut.


“Jika hanya pedang biasa maka pedang itu tidak akan pernah bisa berevolusi tapi sebuah pedang yang memiliki roh senjata di dalamnya maka akan memiliki takdir yang lain. Senjata seperti itu memiliki kemampuan untuk berevolusi jika seluruh bagian pedangnya sudah di penuhi dengan energi yang sangat kuat,” sahut Dao Xue Lian menjelaskan.


“Lalu kenapa Pedang Naga Eternal ini tidak berevolusi?” tanya Heilong pada Dao Xue Lian sambil menunjuk pedang yang berwarna hitam itu.


“Pedang Naga Eternal hanya akan berevolusi jika mendapatkan energi kegelapan dalam jumlah yang sangat besar dan energi kegelapan itu haruslah semurni energi es yang keluar dari danau ini,” jawab Dao Xue Lian.


“Hmm … Jadi begitulah rupanya,” ucap Heilong sambil menganggukkan kepalanya.


“Daripada kamu hanya berdiri di situ, apakah tidak lebih baik kalau kamu juga ikut bermeditasi sambil memakai Baju Perang Naga Eternal. Dengan begitu selain memperkuat kultivasimu, kau juga akan memperkuat baju perang milikmu. Kau harus sering-sering bermeditasi dan menyerap energi dari alam agar tingkat kultivasimu lebih cepat meningkat,” ucap Dao Xue Lian memberi peringatan.


Heilong langsung mengeluarkan baju perangnya, lalu bermeditasi di samping kedua pedangnya.

__ADS_1


Baju Perang Naga Eternal langsung menyerap energi es itu dengan sangat cepat. Dalam sekejap, tubuh Heilong sudah membeku dan tertutup dengan lapisan es yang sangat tebal.


“Apa yang terjadi!? Mustahil baju Perang itu juga akan ikut berevolusi karena rohku hanya menjadi roh senjata dari Pedang Naga Eternal saja.” ucap Dao Xue Lian terkejut.


__ADS_2