LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 232 BERPISAH


__ADS_3

Sesaat kemudian seorang wanita bercadar dengan menggunakan pakaian seputih salju terbang dari atas bukit dan menghampiri Kaisar Xuan Wu dan Heilong. Wanita bercadar itu langsung mendarat dan berdiri di tengah-tengah antara Kaisar Xuan Wu dan Heilong seperti seorang dewi yang turun dari langit.


Wanita bercadar itu adalah Xue Xian Hou. Untuk menyembunyikan identitas aslinya maka dia memutuskan untuk memakai cadar untuk menutupi wajahnya dan sengaja tidak memakai jubah Master Sekte Giok Salju.


“Adik,” ucap Kaisar Xuan Wu.


“Hou'er,” ucap Heilong.


Meskipun Xue Xian Hou saat ini sedang memakai cadar untuk menutupi wajahnya, tapi Kaisar Xuan Wu dan Heilong masih bisa mengenali bahwa dia adalah Xue Xian Hou setelah melihat aura yang memancar dari tubuhnya.


Aura yang memancar dari tubuh Xue Xian Hou memiliki warna yang berbeda dari para kultivator es lainnya. Biasanya warna aura dari kultivator yang memiliki elemen es berwarna putih seputih salju tapi aura yang dimiliki Xue Xian Hou berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mirip dengan warna aura yang dimiliki oleh Heilong saat dia menggunakan energi esnya.


“Kalian berdua telah membuatku sangat kecewa. Di tengah kondisi yang sangat genting seperti ini, dimana Kerajaan Klan Iblis tidak henti-hentinya untuk menekan kekuatan dan menyerang setiap Kerajaan besar yang ada di setiap Benua. Kalian berdua malah bertarung sendiri untuk sesuatu hal yang tidak jelas.” ucap Xue Xian Hou dingin memarahi mereka berdua.


“Tapi aku hanya ...” ucap Kaisar Xuan Wu berusaha membantah tapi langsung dipotong oleh Xue Xian Hou.


“Hanya apa? Aku sudah mendengar percakapan antara Kakak dan Heilong dengan sangat jelas saat aku mengamati pertarungan kalian berdua dari atas bukit itu. Ingatlah Kakak di sini adalah seorang Kaisar yang harus melindungi dan membuat rakyatnya merasa nyaman. Tapi kegaduhan yang Kakak lakukan barusan telah membuat penduduk yang berada di sekitar sini menjadi panik dan ketakutan,” sahut Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou lalu menunjuk ke arah perkampungan yang ada di dekat sana.


“Kakak lihatlah perkampungan penduduk yang ada di sebelah barat Hutan Jati Bersalju ini. Ini masih sore hari, tapi penduduk disana sudah bersembunyi di dalam rumah mereka masing-masing dan menutup pintu rumah mereka rapat-rapat. Ini karena mereka merasa ketakutan saat mendengar ledakan akibat benturan dari kekuatan kalian berdua sama kalian berdua sedang bertarung. Mereka takut jika pasukan dari Kerajaan Klan Iblis datang kembali ketempat ini. Apa Kakak sama sekali tidak ingat bahwa beberapa minggu yang lalu pasukan dari Kerajaan Klan Iblis telah menyerang kemari?” tegur Xue Xian Hou.


Kaisar Xuan Wu merenung dan menundukkan kepalanya. “Maafkan aku. Aku tidak sadar telah melakukan suatu kebodohan yang telah membuat rakyatku menjadi panik.”


Xue Xian Hou kemudian menatap Heilong.


“Aku tahu jika kau masih muda. Tapi kau adalah seorang putra mahkota yang kelak akan menjadi seorang Kaisar. Jadi kau seharusnya bisa menahan sedikit emosimu dan tidak sembarangan memamerkan kekuatanmu. Seharusnya kau bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Untuk mendapatkan cintaku kau tidak perlu menunjukkan kekuatan atau hartamu karena aku tidak membutuhkan semua itu, tapi tunjukkanlah padaku kebijaksanaan dan keadilanmu.”

__ADS_1


Xue Xian Hou terus menegur Kaisar Xuan Wu dan Heilong di dalam Dunia Es Abadi untuk menyadarkan mereka agar mereka tidak melakukan lagi sebuah pertarungan yang sia-sia yang hanya akan menguntungkan Kerajaan Klan Iblis jika salah satu dari mereka ada yang mati.


Kaisar Fu Hao, Lin Chong Wei dan Lin Meylin yang berada di luar dari Dunia Es Abadi, sama sekali tidak bisa mendengar percakapan mereka bertiga karena Dunia Es Abadi ini seperti Dunia tersendiri yang memisahkan diri dari Dunia Luar dan semua yang ada di dalam sini dikendalikan oleh Xue Xian Hou.


Mereka bertiga hanya bisa melihat Kaisar Xuan Wu dan Heilong yang sedang diikat oleh sepasang selendang yang berbentuk seperti naga es dan sedang dimarahi oleh wanita bercadar berbaju putih.


“Kakek siapa wanita bercadar itu? Kenapa dia berani sekali memarahi Kaisar Xuan Wu?” tanya Lin Meylin penasaran.


“Melihat dari sikap Kaisar Xuan Wu yang terlihat sangat pasrah dan tidak berani membantah saat dimarahi oleh wanita bercadar itu dan keberanian wanita itu untuk memarahi seorang Kaisar. Aku bisa menarik kesimpulan bahwa wanita bercadar itu adalah adik dari Kaisar Xuan Wu, yaitu Putri Xue Xian Hou,” jawab Kaisar Fu Hao.


“Aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan. Aku harap kalian berdua tidak akan mengulangi hal ini lagi karena aku tidak ingin melihat dua orang yang aku sayangi terluka.” ucap Xue Xian Hou pada Heilong dan Kaisar Xuan Wu.


Kemudian Xue Xian Hou menoleh ke arah Kaisar Xuan Wu. “Kakak setelah ini kau harus segera kembali ke Kerajaanmu karena kau harus memperkuat pertahanan di sekitar daerah perbatasan, aku rasa Kakak sudah mendengar berita bahwa Kerajaan Klan Iblis telah menambah seorang Jenderal iblis yang baru lagi.”


“Benar yang kau katakan. Setelah ini aku akan kembali ke Kerajaan Green Tortoise dan memperkuat para prajurit yang menjaga daerah perbatasan,” jawab Kaisar Xuan Wu.


Setelah selesai mengucapkan apa yang dia inginkan pada Kaisar Xuan Wu dan Heilong. Xue Xian Hou langsung mengerakkan kedua tangannya untuk menghancurkan Dunia Es Abadi yang dia buat dan Naga Es yang membelenggu kedua tangan Kaisar Xuan Wu dan Heilong.


Setelah itu dia langsung terbang menghilang meninggalkan tempat mereka berdua dengan sangat cepat. Tidak ada seorangpun yang bisa melihat jejaknya saat dia meninggalkan tempat itu.


“Sepertinya tingkat kultivasi dari adik Kaisar Xuan Wu lebih tinggi dari Kaisar Xuan Wu sendiri,” ucap Kaisar Fu Hao lirih.


Lin Meylin yang berada di dekat Kakeknya bisa mendengar ucapan Kakeknya dengan jelas meskipun diucapkan dengan suara yang sangat pelan. “Kakek, benar. Suatu hari nanti aku ingin menjadi sekuat Kakak wanita bercadar itu,”


Heilong dan Kaisar Xuan Wu langsung menyimpan senjata mereka masing-masing dan saling meminta maaf satu sama lain setelah mendapat teguran yang sangat keras dari Xue Xian Hou.


“Kau memang sangat hebat. Sekarang aku percaya bahwa kau memang layak untuk menjadi calon suami adikku,” ucap Kaisar Xuan Wu sambil menjabat tangan Heilong.

__ADS_1


“Anda juga sangat kuat. Aku percaya bahwa rakyat akan selalu aman dibawa perlindungan Kaisar seperti anda,” jawab Heilong.


“Saudara Xuan Wu, Maafkan aku jika aku telah menyela percakapan kalian berdua. Tapi aku harus segera membawa Meylin kembali ke Kerajaan Sky Empire karena ibunya sangat merindukannya,” ucap Kaisar Fu Hao yang tiba-tiba mendekat.


“Baiklah saudara Fu Hao, sebenarnya aku ingin anda tinggal lebih lama lagi di sini tapi sepertinya urusan anda jauh lebih penting. Jadi aku tidak akan menahan anda lagi untuk tinggal di sini. Aku hanya berpesan agar anda lebih berhati-hatilah saat berada di perjalanan kerana mata-mata dari Kerajaan Klan Iblis masih terus mengawasi setiap gerakan kita,” ucap Kaisar Xuan Wu.


“Aku mengerti. Terimakasih atas peringatannya,” jawab Kaisar Fu Hao.


Lin Meylin lalu berjalan mendekat ke arah Heilong dan berpamitan. “Kak, aku pergi dulu. Jangan lupa kau harus pergi ke benua tengah setelah kau kembali dari benua Atlantis.”


“Aku berjanji. Aku akan segera pergi ke Benua Tengah saat aku kembali,” jawab Heilong.


Lin Meylin lalu berjalan menuju ke tempat ayahnya. “Ayah aku pergi dulu. Selama tidak ada aku di dekat ayah, ayah harus menjaga kesehatan ayah dan jangan sampai lupa makan.”


“Aku mengerti. Kau rawatlah ibumu dengan baik. Ayah akan segera menyusulmu setelah urusan ayah di sini selesai.” jawab Lin Chong Wei.


Lin Meylin langsung pergi ke tempat Kakeknya yang telah siap mengendarai Beastnya.


“Kami pergi dulu. jangan diri kalian Baik-baik,” ucap Kaisar Fu Hao sambil melambaikan tangannya.


“Ayah, kakak, Paman Kaisar. Aku pergi dulu jaga diri kalian semua baik-baik,” ucap Lin Meylin saat Beast yang dinaikinya mulai terbang meninggalkan Benua Utara.


Tidak lama kemudian Beast Elang Putih yang mengantar Lin Meylin dan Kaisar Fu Hao sudah hilang tak terlihat lagi.


Kaisar Xuan Wu juga ikut berpamitan pada Heilong dan Lin Chong Wei. “Aku juga harus kembali ke istanaku. Ada banyak sekali urusan yang harus aku selesaikan. Jika Kalian berdua ada waktu maka mampirlah ke istanaku.”


Setelah berpamitan Kaisar Xuan Wu juga pergi meninggalkan mereka berdua dengan mengendarai Beastnya.

__ADS_1


__ADS_2