LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 88 FENG TZUYU


__ADS_3

Setelah berhasil melewati bukit yang ada di depannya. Heilong dan Yang Tzuyu akhirnya sampai di tempat tujuan mereka.


Heilong sengaja turun lebih dulu dari punggung Gremlin agar dia bisa membantu Feng Tzuyu turun dari sana.


Setelah Feng Tzuyu turun dari punggung Gremlin, Heilong segera menyimpannya kembali Gremlin ke dalam Dunia Jiwa miliknya.


Heilong menjadi sangat terkejut karena di depan matanya saat ini terpampang sebuah pemandangan yang sangat luar biasa. Dia melihat sebuah bangunan yang sangat tinggi dan megah. Bangunan ini lebih mirip dengan sebuah kastil dari pada sebuah rumah.


“Tzuyu apakah kita tidak salah tempat? Bangunan ini bukanlah sebuah rumah tapi ini adalah sebuah kastil,” tanya Heilong.


“Tidak. Kita tidak salah tempat. Aku memang membuat rumah yang mirip dengan sebuah kastil. Coba Bai gege perhatikan di sekitar tempat ini, tempat ini begitu sepi dan jauh dari pemukiman penduduk. Pulau ini hampir sembilan puluh persen dihuni oleh para Beast karena itu jika kita membuat bangunan rumah seperti pada umumnya, kita tidak akan punya tempat berlindung jika para Beast itu tiba-tiba menyerang,” jawab Yang Tzuyu.


Begitu mendengar penjelasan dari Yang Tzuyu, Heilong segera memperhatikan daerah sekitarnya.


Di tempat ini dia hanya melihat hutan yang sangat lebat dan ditumbuhi dengan pepohonan yang tinggi. Tempat seperti ini memang sangat cocok untuk dijadikan sarang bagi para Beast.


Heilong sama sekali tidak melihat ada pemukiman penduduk di sekitar sini.


“Kamu benar. Tempat ini memang jauh dari pemukiman para penduduk. Mungkin karena tempat ini adalah pulau terpencil,” ucap Heilong lalu dia menunjuk gunung es yang ada di depannya. “Apakah gunung es itu adalah gunung taring putih?”


“Benar, tapi kita akan pergi ke sana besok. Sekarang kita istirahat dulu di kediamanku.”


Yang Tzuyu lalu menggandeng lengan kiri Heilong dan menariknya masuk ke dalam kastil.


Setelah melewati gerbang kastil, Heilong dapat melihat sebuah rumah yang sangat besar.


Mereka berdua segera berjalan menuju ke rumah itu.


Dua puluh orang pelayan sudah berbaris dengan rapi di belakang pintu untuk menyambut kedatangan Yang Tzuyu.

__ADS_1


“Selamat datang nona,” ucap pelayan itu serentak sambil membungkukkan badannya untuk memberi hormat saat Yang Tzuyu.


“Bibi Ning, tolong siapkan kamar untuk Bai gege. Beberapa hari ini dia akan menginap di sini,” ucap Yang Tzuyu pada seorang pelayan yang berusia sekitar empat puluh tahun.


“Baik nona,” jawab Bibi Ning.


“Bibi Lang, di dalam cincin penyimpan ini ada persediaan bahan makanan selama enam bulan ke depan,” ucap Yang Tzuyu pada seorang pelayan yang bernama Lang sambil menyerahkan sebuah cincin penyimpanan.


“Tolong bibi buatkan juga makan malam untuk kami berdua, lalu antar makanan itu ke teras. Kami akan bersantai sejenak di teras,” lanjut Yang Tzuyu.


“Baik nona, saya akan segera membuatkan makan malam dan segera mengantarkan makanan itu ke teras,” jawab Bibi Lang.


“Bai gege, mari kita ke teras ada sesuatu yang akan aku tunjukkan padamu,” ucap Yang Tzuyu sambil menarik tangan kanan Heilong.


**


Di Dapur.


Bahan makanan dengan jumlah yang sangat banyak langsung berjejer didepannya. Tapi, ada suatu benda yang menarik perhatiannya. Benda itu adalah sebuah buku resep makanan.


“Kenapa nona memberikan buku resep makanan ini? Apa selama ini kemampuan memasakku masih kurang baik.” ucap Bibi Lang sambil memegang buku resep makanan itu.


Dia segera meletakkan semua bahan makanan di tempatnya masing-masing lalu membaca buku resep makanan itu sebentar.


“Semua resep makanan yang tertulis di buku ini kelihatannya sangat enak,” ucap Bibi Lang.


Bibi Lang membaca buku itu selama kurang lebih lima belas menit dan akhirnya dia memutuskan untuk memasak salah satu makanan yang ada di buku resep itu.


**

__ADS_1


Di Teras.


Yang Tzuyu dan Heilong duduk berdampingan di sebuah kursi panjang yang ada di teras.


Dari tempat ini, mereka berdua bisa melihat Gunung Taring Putih dengan sangat jelas.


Jika dilihat lebih teliti lagi, bentuk dari gunung ini mirip seperti sebuah taring Harimau. Mungkin karena bentuk gunung ini menyerupai taring seekor harimau makanya disebut gunung taring putih. Bukan karena warna dari taring milik Kirain Es.


“Tzuyu, sebenarnya apa tujuanmu membangun sebuah kastil di tempat ini? Kamu seharusnya mempunyai suatu tujuan khusus untuk membangun sebuah kastil ditempat terpencil seperti ini. Saat ini, aku bukanlah orang lain. Tapi, aku adalah kekasihmu. Jadi kau tidak perlu lagi menutupi hal itu dariku,” ucap Heilong sambil menatap mata Yang Tzuyu.


Yang Tzuyu membalas tatapan Heilong dengan penuh perhatian dan mulai bercerita.


“Sebenarnya namaku bukan Yang Tzuyu tapi Feng Tzuyu. Aku adalah putri dari Kaisar Feng Cheng penguasa Kerajaan Red Phoenix di Benua Selatan. Dan Kaisar Xuan Wu adalah teman baik ayahku yang sudah aku anggap seperti pamanku sendiri.”


“Ternyata kau memiliki status yang sangat istimewa,” ucap Heilong memotong cerita Yang Tzuyu.


“Kita sama-sama memiliki status yang istimewa. Bukankah begitu pangeran dari Kerajaan Blue Dragon,” balas Feng Tzuyu.


Heilong terlihat sedikit terkejut karena Feng Tzuyu ternyata mengetahui identitas aslinya. Namun dia berusaha tenang agar Feng Tzuyu bisa melanjutkan kembali ceritanya.


Feng Tzuyu menarik nafas panjang lalu melanjutkan kembali ceritanya.


“Delapan tahun yang lalu, Divine Suzaku berniat untuk memberikan warisannya padaku. Beliau ingin mengajariku Jurus Tarian Api Langit. Tapi di tengah latihan itu, aku melakukan sebuah kesalahan yang membuat api dari Jurus Tarian Api Langit berbalik menyerang tubuhku dan berusaha menghancurkan seluruh titik-titik meridian yang di tubuhku. Divine Beast Suzaku yang mengetahui hal ini, segera bertindak cepat dengan menyegel delapan puluh persen kekuatanku agar api itu berhenti berkobar.”


“Apakah sampai sekarang segel itu masih ada di tubuhmu?” tanya Heilong.


“Segel itu masih ada di tubuhku sampai sekarang. Jika segel ini sampai rusak, maka api itu akan kembali muncul dan menyerang tubuhku.”


Feng Tzuyu lalu berdiri dan berbalik membelakangi Heilong. Dia kemudian memperlihatkan sebuah gambar burung phoenix berwarna emas yang ada di punggungnya.

__ADS_1


Long Bai melihat tato di punggung Feng Tzuyu dengan teliti. Tari yang ada di punggung Feng Tzuyu memancarkan energi api yang sangat kuat. “Aku sudah melihatnya. Sekarang pakailah kembali pakaianmu. Apakah ada cara untuk mengontrol energi api ini sehingga kamu tidak perlu lagi bergantung pada segel itu?”


Feng Tzuyu kembali memakai pakaiannya. Setelah itu dia berbalik menatap Long Heilong dan duduk di sampingnya. “Hanya ada satu cara yaitu aku harus mendapatkan mustika air buaya salju. Karena itu aku membangun sebuah kastil di tempat ini agar aku bisa mengamati pergerakan Buaya Salju itu. Lalu aku akan menangkap Buaya Salju itu saat dia sedang lengah.”


__ADS_2