LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 326 SEKALI SERANGAN


__ADS_3

“Hwarrr ….”


Keempat iblis itu langsung menunjukkan wujud asli mereka saat Divine Beast Lambda berhasil menghancurkan perisai pelindung yang sekaligus menjadi alat penyamaran mereka.


Wujud asli keempat iblis ini adalah raksasa bertubuh tinggi besar dan berwarna hitam legam. Mereka semua juga hanya memiliki satu mata yang terletak di tengah-tengah dahi mereka.


“Boom …. Boom …. ”


Kelima puluh iblis raksasa yang lain, yang sejak tadi berada di bawah tanah juga langsung muncul ke permukaan saat penyamaran teman mereka berhasil di hancurkan Divine Beast Lambda.


“Kalian rupanya bangsa Iblis dari Ras Iblis Raksasa Mata Satu. Berani sekali kalian menginjakkan kaki kalian di tanah Benua Atlantis yang suci ini!” seru Divine Beast Lambda dingin dengan tatapan yang tajam.


Raksasa yang paling besar yang merupakan pimpinan dari pasukan iblis itu langsung membalas ucapan Divine Beast Lambda dengan ejekan.


“Kenapa kami harus takut! Kami adalah iblis yang sangat berkuasa, tidak ada tempat di dunia ini yang tidak bisa kami datangi. Termasuk Benua Atlantis ini. Benua ini tidak lebih dari sebuah piring makanan bagi Kami. Haha ….”


Kemarahan Divine Beast Lambda semakin memunculkan. Energi kegelapan yang memancar dari tubuhnya menjadi semakin kuat dan mulai muncul hawa membunuh di dalam auranya.


“Sepertinya kalian sama sekali tidak takut melawanku? Kebetulan sekali, aku saat ini memang ingin menghajar beberapa iblis untuk mengajari muridku bagaimana cara memperlakukan bangsa Iblis yang benar,” ucap Divine Beast Lambda menyeringai.


“Meskipun kamu adalah seorang Dewi yang sangat kuat, tapi kamu hanya sendirian di hutan ini. Sementara kami berjumlah lima puluh empat, apakah kamu mampu melawan kekuatan kami semua? Dasar Dewi sombong! Haha ….” tantang pemimpin rombongan pasukan iblis.


“Meskipun kalian berjumlah ribuan. Aku bisa membunuh kalian semua dalam sekali serangan!” Seru Divine Beast Lambda marah.


Divine Beast Lambda langsung menembakkan energi kegelapan yang sangat kuat dari tangan kanannya dan mengarah tepat di tanah tempat kaki para iblis itu berpijak.

__ADS_1


Energi kegelapan yang di tembakan oleh Divine Beast Lambda langsung berubah menjadi sebuah diagram sihir yang sangat besar dan mengunci gerakan para iblis itu sehingga mereka tidak bisa lari kemanapun.


Pasukan iblis itu tampak kebingungan. Mereka semua mencoba menggerakkan kedua kaki mereka sekuat tenaga agar bisa lepas dari diagram sihir itu tapi kedua kaki mereka malah semakin menempel dan semakin susah untuk di gerakkan.


Divine Beast Lambda tersenyum mengejek. “Jadi cuma sebatas itu kekuatan yang kalian miliki. Dengan hanya kekuatan serendah itu kalian semua berani menantangku kalau begitu bersiaplah untuk menerima hukuman kalian.”


“Diagram Jebakan Kegelapan — Akar Pohon Penghisap Iblis.”


Akar pohon yang sangat banyak langsung keluar dari diagram sihir yang di letakkan oleh Divine Beast Lambda di bawah kaki para pasukan iblis.


Akar-akar pohon itu menjerat tubuh para iblis itu satu-persatu dan menghisap semua energi kegelapan yang ada di tubuh mereka.


“Ahh …. ! Akar pohon kurang ajar. Menjauhlah kalian semua dari tubuhku.”


“Dewi, ampunilah kami. Kami berjanji bahwa kami tidak akan menyusup kembali ke Benua Atlantis ini.”


“Ampuni Kami Dewi. Perintahkan akar-akar pohon ini agar menjauh dari tubuh kami.”


“Dewi dengarkan permohonan kami.”


Para iblis itu berteriak kesakitan saat akar pohon ini menyerap energi kegelapan yang ada di tubuh mereka dengan sangat cepat. Tidak sedikit dari mereka yang memohon ampunan pada Divine Beast Lambda dan meminta dia untuk menghilangkan akar pohon ini. Tapi Divine Beast Lambda hanya merespon permohonan para iblis dengan tatapan tajam sedingin es.


Divine Beast Lambda mulai menggerakkan tangan kirinya dan memperkuat kekuatan dari diagram sihir itu.


“Kalian pikir aku akan percaya dengan semua perkataan yang keluar dari mulut para iblis. Semua tipu daya yang kalian lakukan, tidak akan berpengaruh pada diriku. Tidak ada maaf untuk bangsa Iblis! Sekarang musnahlah kalian semua,” ucap Divine Beast Lambda geram.

__ADS_1


“Ahhh ….” jerit kesakitan para iblis bergema di tengah-tengah Hutan Hijau Atlantis.


Daya hisap akar-akar pohon itu menjadi semakin cepat. Dalam hitungan detik saja, semua energi kegelapan yang ada di tubuh para iblis itu sudah berhasil di serap sampai habis dan membuat tubuh para iblis itu hancur berkeping-keping. Hanya tersisa hawa iblis yang sangat banyak di tempat para iblis dimusnahkan oleh Divine Beast Lambda.


“Tidak akan aku biarkan hutan ini tercemar dengan hawa iblis kalian semua.”


Divine Beast Lambda mengibaskan tangan kanannya ke tempat hawa iblis itu berada. Hembusan angin yang sangat kuat langsung muncul dan membawa hawa iblis itu masuk kembali ke dalam portal yang menuju ke Dunia Bawah.


Xin Ye melihat portal itu dengan tatapan yang aneh. “Guru kemana sebenarnya arah portal itu? Kenapa aku bisa merasa hawa iblis yang sangat kuat berasal dari dalam portal itu, tapi hawa iblis itu seperti tertahan dan tidak bisa melewati portal itu.”


“Itu adalah portal yang menuju ke Dunia Bawah, tempat para bangsa Iblis itu tinggal. Tugasku di Benua Atlantis adalah untuk menjaga portal itu dan membunuh para iblis yang menyusup ke tempat ini dengan niat jahat, seperti para iblis tadi yang datang ke Benua Atlantis dengan niat untuk menjadikan penduduk di sekitar sini sebagai mangsanya,” jawab Divine Beast Lambda.


“Kenapa Guru tidak menutup atau menghancurkan saja portal itu sehingga guru tidak perlu capek-capek untuk menjaga tempat ini,” balas Xin Ye.


“Tidak semudah itu. Portal ini adalah sebuah portal yang di buat oleh Sang Pencipta, bahkan dewa tertinggi yang merupakan pemimpin para Dewa saja tidak berani untuk menghancurkan portal ini karena dia takut membuat Sang Pencipta marah dan menghukumnya,” jawab Divine Beast Lambda.


Xin Ye terdengar sedikit bingung dengan jawaban dari Divine Beast Lambda tapi dia tidak berani untuk bertanya. Dia hanya terdiam dan berpikir sendiri untuk mencari jawaban dari pertanyaannya.


Divine Beast Lambda melirik Xin Ye dan tersenyum. “Kau pasti penasaran kenapa sang pencipta menciptakan portal transportasi ini?”


“Benar. Aku pikir Sang Pencipta pasti memiliki alasan khusus untuk menciptakan portal ini tapi aku tidak bisa menemukan alasan itu,” jawab Xin Ye.


“Sang Pencipta menciptakan portal ini demi menjaga keseimbangan alam semesta. Seperti cahaya yang membutuhkan kegelapan agar cahayanya bisa terlihat, kegelapan juga membutuhkan cahaya agar kegelapannya bisa dirasakan oleh makhluk hidup. Mungkin Sang Pencipta juga berharap agar para iblis bisa terbebas dari hawa iblis mereka sehingga bisa naik menjadi Dewa karena itu aku tidak pernah membunuh para iblis yang tidak memiliki niat jahat terhadap penduduk yang ada di Benua ini. Namun jarang sekali ada Iblis yang bisa menjadi Dewa. Biasanya mereka akan kembali menjadi iblis saat berada di Benua Atlantis karena tidak bisa menahan rayuan para iblis.” jelas Divine Beast Lambda.


“Godaan para iblis memang sangat menakutkan. Aku juga pernah mendengar cerita dari Nero tentang adiknya yang bernama Zero. Dia dari Dewa menjadi seorang Iblis karena terpengaruh dengan rayuan para iblis agar dia meracuni seorang Dewa demi mendapatkan cinta seorang Dewi yang bahkan tidak pernah meliriknya,” ucap Xin Ye yang tiba-tiba merasa marah saat mengucapkan ini.

__ADS_1


__ADS_2