
Heilong sangat terkejut melihat tubuh Mahapatih Gajah Mada yang tadi tepat berdiri di depannya, secara tiba-tiba langsung menghilang setelah kabut itu muncul. Dia menoleh ke sana kemari untuk mencari jejak-jejak keberadaan Mahapatih Gajah Mada di sekitar tempat terakhirkali dia terlihat sebelum menghilang.
“ Apakah dia telah pergi meninggalkan panggung. ” pikir Heilong.
Heilong kembali mengamati daerah sekitar panggung untuk mencari keberadaan Mahapatih Gajah Mada. Tapi setelah dia mengamati daerah di sekitar panggung dalam waktu yang cukup lama, dia sama sekali tidak menemukan jejak kaki dari Mahapatih Gajah Mada yang pergi meninggalkan panggung. Itu berarti bahwa Mahapatih Gajah Mada belum meninggalkan panggung dan masih berada di sekitarnya.
“ Kemana sebenarnya dia pergi, mustahil dia menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Kecuali dia memiliki suatu ilmu yang bisa membuat tubuhnya berpindah tempat dalam sekejap. ” pikir Heilong dalam kebingungan, dia terus mengamati daerah di sekitar tempat Mahapatih gajah mada menghilang tapi dia belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Mahapatih Gajah Mada.
Heilong tidak mengetahui bahwa tubuh Mahapatih Gajah Mada sekarang tepat berdiri di sampingnya dengan jarak yang sangat dekat, itu hanya berjarak tidak lebih dari satu meter. Jurus aji Mundri ini membawa keuntungan besar bagi Mahapatih Gajah Mada karena dia bisa melihat Heilong tetapi Heilong tidak bisa melihat tubuh Mahapatih Gajah Mada. Setiap kali Heilong berjalan mendekat maka dia akan langsung menjauhi Heilong sambil menertawakannya seperti seorang yang sedang main petak umpet.
“ Sepertinya dia benar-benar memiliki ilmu untuk menghilang, tapi meskipun dia bisa menghilang dia pasti akan meninggalkan jejak di tanah saat bergerak kecuali dia bisa terbang. Aku akan menutupi seluruh lantai dipanggung ini dengan salju agar aku bisa melihat dengan jelas jejak kaki yang dia tinggalkan saat dia bergerak. ”
Heilong memusatkan energi es di kedua tangannya dan mengangkatnya ke atas menuju ke arah langit untuk membuat sebuah hujan salju yang dapat menutupi seluruh lantai yang ada di atas panggung.
“ Anak muda yang sangat pintar, andai saja dia hidup di zaman yang sama denganku aku pasti akan mengangkatnya menjadi muridku. Aku ingin lihat bagaimana caranya dia bisa menemukan keberadaanku, ” Gumam Mahapatih Gajah Mada sambil terus mengamati apa yang sedang di lakukan Heilong. “ Rupanya dia sengaja menutupi seluruh panggung dengan salju untuk bisa mengetahui jejak kaki yang aku tinggalkan saat aku mulai bergerak. Tapi tidak akan semudah itu, sekarang akan aku tunjukkan padamu kehebatan ilmu meringankan tubuh dari tanah jawa. ”
“ Ajian Seipi Angin. ”
Mahapatih Gajah Mada langsung terbang dan bergerak untuk menyerang bayangan tubuh Heilong satu-persatu. Berkat ilmu meringankan tubuhnya, Tubuh Mahapatih Gajah Mada menjadi seringan kapas. Dia dapat terbang bebas kesana-kemari dengan cepat secepat kilat tanpa meninggalkan jejak di atas tanah.
Salju yang dibuat oleh Heilong untuk bisa melacak keberadaan Mahapatih Gajah Mada menjadi sia-sia. Sebaliknya dia semakin dibuat terkejut ketika melihat satu-persatu bayangan ilusi buatannya hancur tapi dia tidak bisa melihat pelakunya.
“ Sepertinya selain memiliki ilmu untuk menghilang, dia juga memiliki ilmu untuk bisa terbang dan bergerak dengan sangat cepat. Melihat dari kecepatannya bergerak saat dia menghancurkan setiap bayangan ilusiku seharusnya kecepatan jurusnya ini lebih cepat dari jurus langkah angin pemecah badai milikku ataupun sambaran dewa petir milik Long Bai. Andai saja jurus langkah angin pemecah badaiku sudah sempurna aku pasti bisa menandingi kecepatannya. Tapi itu tidak menjadi masalah buatku karena dunia ini adalah dunia ilusi buatanku. Aku bisa membuat benda apapun yang aku inginkan untuk memperlambat dan menghentikan gerakannya karena aku yang memegang kendali penuh di dunia ini. ” ucap Heilong lalu dia membuat puluhan pohon-pohon es yang sangat besar dan tinggi di sekitar tubuhnya sebagai penghalang.
Tiba-tiba ranting dan daun-daun dari salah satu pohon es bergoyang dengan kencang seperti ada sesuatu yang berusaha untuk menghancurkan pohon itu, karena pohon itu sangat besar jadi pohon itu memiliki batang yang sangat keras dan tidak akan hancur hanya dengan sekali pukulan saja.
“ Sepertinya pohon-pohon es ini sangat efektif untuk melacak keberadaanya. Sekarang kamu tidak akan bisa bersembunyi lagi dariku, ” Heilong bergerak dengan sangat cepat ke arah pohon itu dan menyerang daerah di sekitar pohon itu berkali-kali dengan jurus pedang membelah bumi.
“ Boom...Boom... Boom... ”
Pohon itu pun akhirnya hancur tapi tubuh Mahapatih Gajah Mada belum juga terlihat. Heilong lalu melihat ke bawah dan menemukan jejak-jejak darah segar di atas tanah bersalju.
“ Sepertinya seranganku tadi berhasil mengenai tubuhnya dan membuatnya terluka. Sekarang aku hanya cukup mengikuti jejak darah ini untuk bisa menemukan keberadaanya. Baiklah aku akan... ”
“ Bang.... ”
Sebelum Heilong selesai berbicara, punggungnya telah dipukul dengan sangat keras oleh Mahapatih Gajah Mada menggunakan Gada sampai dia tersungkur sejauh dua meter dan ilusi yang dibuatnya pun menghilang. Mahapatih Gajah Mada pun akhirnya menampakkan wujudnya.
__ADS_1
“ Dengarkan aku anak muda. Di dalam sebuah pertarungan kamu boleh saja berpikir tapi kamu tetap harus menjaga kewaspadaanmu. Jangan pernah sekali-sekali kamu berpikiran untuk mengendurkan kewaspadaanmu saat berada di dalam sebuah pertarungan atau kamu bisa terbunuh dengan mudah oleh serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh lawanmu. Karena saat kamu mengendurkan kewaspadaanmu itu akan menjadi kelemahan terbesarmu. ” ujar Mahapatih Gajah Mada memberi nasihat.
Punggung Heilong rasanya remuk karena dia dipukul dengan telak tanpa perlindungan apapun, untuk saja tubuhnya telah dikuatkan jadi tidak ada satupun tulangnya yang patah. Dia tidak sedikitpun marah saat mendengar ucapan Mahapatih Gajah Mada setelah menyerangnya dari belakang karena dia menganggap serangan ini sebagai bentuk teguran atas kecerobohannya yang secara tidak sengaja mengendorkan kewaspadaannya dan dia pun juga menerima setiap kata-kata dari nasihat sang Mahapatih.
Heilongpun perlahan bangkit dan berdiri, sekarang dia bisa melihat dengan dengan jelas tubuh Mahapatih Gajah Mada. Semua rasa amarahnya akhirnya hilang karena dia melihat Mahapatih Gajah Mada sama sekali tidak berniat untuk membunuhnya karena saat menghilang tadi, Mahapatih Gajah Mada seharusnya memiliki banyak kesempatan untuk membunuh Heilong tapi dia tidak melakukannya.
“ Apa ancaman tadi sengaja anda uncapkan untuk memancing amarahku.. ? ” tanya Heilong menatap tajam ke arah Mahapatih Gajah Mada.
“ Benar sekali. Saat kamu berada di puncak amarahmu maka semua kekuatan yang tersembunyi di dalam dirimu akan muncul jadi aku bisa mengetahui seberapa kuat kekuatanmu yang sebenarnya. ” jawab Mahapatih Gajah Mada.
“ Apakah aku boleh tau ilmu apa yang anda gunakan untuk menyembunyikan diri anda,,? ” lanjut Heilong bertanya
“ Itu hanya ilmu menghilang dan ilmu meringankan tubuh. Jika kamu benar-benar ingin mengetahui tentang kedua ilmu itu maka kamu harus bisa mengalahkanku terlebih dahulu. ” seru Mahapatih Gajah Mada.
Heilong kembali mengalirkan kekuatan es yang sangat besar ke dalam pedang taring putih miliknya dan menyerang kearah Mahapatih Gajah Mada dengan bertubi-tubi, tapi kecepatan gerakan Mahapatih Gajah Mada lebih cepat dari kecepatan serangan pedang Heilong sehingga dia bisa menghindari setiap serangan pedang itu dengan sangat mudah. Semua serangan pedang Heilong seperti tidak ada artinya di hadapan Mahapatih Gajah Mada
“ Aku harus bisa mengimbangi kecepatannya untuk bisa menyerangnya. Jika tetap seperti ini maka setiap seranganku akan bisa dengan mudah dia hindari. Tidak ada cara lain aku harus segera menguasai jurus langkah angin pemecah badai tingkat menengah. ” gumam Heilong.
Di dalam buku kitab jurus langkah angin pemecah badai hanya ada tiga tahap dalam jurus ini yaitu tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat sempurna. Saat berada di makam pendekar Xin Wu, Heilong hanya membaca kitab ini sebentar dan mempelajari sampai tingkat dasar. Tadinya dia berniat untuk memperlajari kembali jurus ini lebih mendalam setelah dia bisa bertemu dengan keluarga dari pendekar Xin Wu yang ada di Kerajaan White Tiger dan menyampaikam semua pesannya. Tapi siapa yang mengira jika saat ini di berhadapan dengan musuh yang memiliki jurus gerakan yang sangat cepat sehingga dengan sangat terpaksa dia harus mempelajari jurus ini.
“ Ilusi es ”
Mahapatih Gajah Mada sebenarnya mengetahui dimana keberadaan tubuh Heilong yang asli tapi dia lebih memilih untuk mengabaikannya karena dia melihat Heilong sedang berkonsentrasi membaca kitab sebuah jurus. “ Akan aku tunggu bagaimana hasilnya setelah kamu mempelajari jurus yang ada di kitab itu. ”
Heilong dengan penuh konsentrasi mulai membaca setiap kata yang ada di bab kedua dari kitab jurus langkah angin pemacah badai.
Bayangkan angin sebagai kendaraanmu maka dia akan membawamu kemana saja secepat kilat.
Satukan angin dengan kedua kakimu maka angin itu akan tunduk padamu.
Angin bisa bergerak secepat kilat jika kau benar-benar menyatu dengannya.
Angin tak berbentuk tapi memiliki kecepatan yang lebih cepat dari benda yang terlihat.
Angin bisa menjadi sebuah badai yang memiliki kecepatan dan kekuatan yang dapat menghancurkan apapun.
Setiap kata itu merasuk kedalam pikiran Heilong dan memunculkan gerakan-gerakan dari jurus langkah angin pemecah badai tahap menengah di pikiran Heilong.
__ADS_1
“ Jadi rupanya seperti itu gerakan dari jurus langkah angin pemecah badai tahap menengah. Aku cukup menggabungkan kekuatan elemen angin yang sangat besar dengan kedua kakiku dan membayangkan angin itu adalah sebuah kendaraan yang bisa aku kendalikan dengan mudah. ” ucap Heilong lalu dia menghilangkan jurus ilusinya.
“ Sepertinya kamu telah mempelajari jurus baru. ” seru Mahapatih Gajah Mada melihat Heilong yang terlihat percaya diri.
“ Ini bukanlah jurus baru. Tapi jurus lama yang aku pelajari lagi ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. ” jawab Heilong.
“ Kalau begitu tunjukan hasilnya padaku, ” seru Mahapatih Gajah Mada.
Kali ini Mahapatih Gajah Mada yang berinisiatif untuk menyerang Heilong lebih dulu. Dia ingin melihat sejauh mana perkembangan Heilong setelah dia mempelajari jurus yang ada di kitab yang baru saja dia baca. Mahapatih Gajah Mada sedikit terkejut saat melihat Heilong bisa menghindari serangan Gadanya yang dikeluarkan bersama jurus seipi angin. Tapi Hal ini tidak berlangsung lama, bagaimanapun juga ajian seipi angin yang dimiliki oleh Mahapatih Gajah Mada memiliki tingkat yang sedikit lebih tinggi dari jurus langkah angin pemecah badai milik Heilong.
“ Bang, ” suara keras terdengar sekali lagi saat gada Mahapatih Gajah Mada mengenai tubuh Heilong.
Tubuh Heilong kembali tersungkur sejauh dua meter namun dia segera berdiri kembali dan segera berlari ke arah Mahapatih Gajah Mada berdiri sambil menyeret pedang taring putihnya. Banyak sekali jejak-jejak goresan pedang yang tertinggal di lantai panggung akibat gerakan Heilong yang berlari dengan menyeret pedangnya sehingga ujung pedangnya menggores lantai panggung sebelum dia mengeluarkan serangan jurus pedang membelah bumi ke tubuh Mahapatih Gajah Mada.
Berkali-kali tubuh Heilong tersungkur karena terkena serangan gada dari Mahapatih Gajah Mada saat dia mencoba menyerangnya, tapi dia selalu selalu bangkit dan melakukan gerakan yang sama yaitu berlari sambil menyeret pedangnya sebelum dia melakukan serangan.
“ Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan. Apa kau tidak sadar bahwa kecepatan jurusmu itu belum bisa menandingi kecepatanku, kenapa kamu tidak mencoba menggabungkannya dengan jurus ilusimu. ” seru Mahapatih Gajah Mada.
“ Jurus ilusi tidak akan terlalu berguna untuk melawan anda karena saat aku menggunakan jurus ilusi itu maka anda akan langsung menggunakan jurus menghilang. Akan sangat sulit untuk menemukan anda saat anda sedang menghilang meskipun itu berada di dalam dunia ilusi, ” jawab Heilong.
“ Apa kau berencana untuk menyerah di sini... ? ” tanya Mahapatih Gajah Mada.
“ Aku tidak akan pernah menyerah. Anda akan segera mengetahui apa yang sedang aku rencanakan, ” jawab Heilong menyeringai.
Heilong segera melompat kelangit, berkat jurus langkah angin pemecah badai yang dikuasainya sampai ke tingkat menengah sekarang dia bisa terbang walau cuma sebentar. Dia atas langit dia segera mengeluarkan serangan jurus pedang membelah bumi dengan sangat kuat ke bawah. Mahapatih Gajah Mada yang menyadari serangan itu segera bergerak kesamping untuk menghindari serangan pedang Heilong.
“ Boom... ”
Serangan jurus pedang membelah bumi menghantam panggung dengan sangat keras. Goresan-goresan pedang di atas panggung yang dibuat oleh Heilong sekarang menjadi retakan-retakan yang cukup dalam dan menghancurkan panggung. Mahapati Gajah mada yang berdiri di atas panggung segera menggunakan ajian seipi angin untuk terbang agar dia tidak jatuh ke tanah dan dinyatakan kalah.
Heilong meledakkan energi es yang sangat besat di kedua tangannya untuk mengeluarkan sebuah jurus yang belum lama ini dia kuasai.
“ Teknik perisai es ribuan tahun tingkat ke empat, ”
“ Dinding Es ”
Sebuah dinding es yang sangat besar dan tebal muncul di depan Heilong. Di dalam dinding es ini mengandung energi es murni yang dapat membekukan siapapun yang menyentuhnya. Dinding es ini terus jatuh ke bawah dan menghantam tubuh Mahapatih Gajah Mada. Tadinya Mahapatih Gajah Mada mencoba untuk menahan dinding es itu tapi kedua tangannya langsung membeku saat dia menyentuh dinding itu dan akhirnya tubuhnya pun terdorong sampai menyentuh ke tanah.
__ADS_1
Mahapatih Gajah Mada akhirnya dapat dikalahkan oleh Heilong.