
Setelah mendengar instruksi dari Dao Xue Lian, Heilong segera melihat ke dalam dantiannya untuk mencari energi murni miliknya.
Saat melihat ke dalam dantiannya, dia merasa sedikit kesulitan karena di dalam dantiannya ternyata terdapat beberapa energi dengan warna yang berbeda-beda yaitu warna putih, biru, hijau, putih kebiru-biruan.
Putih adalah warna energi api yang dia dapatkan dari Bianca. Biru adalah warna energi air yang diberikan oleh Divine Beast Genbu. sedangkan hijau dan putih kebiru-biruan adalah warna energi angin dan es yang dia dapatkan sejak dia terbangun di Planet Dreamland, lalu di perkuat oleh Divine Beast Genbu dan Divine Beast Byako setelah dia menyelesaikan ujian dari mereka.
“Di mana letak energi murniku? Jika aku tidak dapat menemukannya maka aku tidak akan bisa menguasai Jurus Mata Dewa,” gumam Heilong sambil terus mengamati dantiannya lebih teliti lagi.
Setelah beberapa menit, akhirnya Heilong melihat sebuah energi yang memiliki warna yang sedikit berbeda dari yang lainnya. Energi itu berwarna transparan dan terdapat banyak sekali bintik-bintik berwarna emas di dalamnya.
“Apakah itu energi murniku?!” ucap Heilong lirih.
“Benar. Itu adalah energi murnimu dan bintik-bintik berwarna emas itu adalah energi kehidupan yang kau miliki. Bintik-bintik berwarna emas itu akan hilang jika kau mati,” sahut Dao Xue Lian yang sejak tadi melihat apa yang dilakukan Heilong.
Heilong langsung mengarahkan energi murni itu agar menuju ke kedua matanya. Tapi hal ini tidak semudah seperti yang dia kira karena saat dia menggerakkan energi murni itu, energi yang lain juga akan ikut bergerak mengikuti energi murninya.
“Energi murni ini seperti induk dari semua energi yang ada di tubuhku. Bagaimana caranya agar aku bisa menggerakkan energi murni ini tanpa membuat energi yang lain ikut bergerak,” gumam Heilong lirih.
Heilong terus berusaha menggerakkan energi murninya menuju ke kedua matanya, tapi dia langsung berhenti saat energi apinya mulai masuk ke dalam matanya.
“Ah … Panas sekali, mataku seperti terbakar dari dalam,” jerit Heilong lirik saat energi berwarna putih menyentuh bola matanya.
Dao Xue Lian langsung tertawa terbahak-bahak melihat Heilong. “Haha … Apa kau mau membakar matamu sendiri. Coba kau buat sebuah medan pelindung yang terbuat dari energi murnimu untuk menutupi pintu masuk dantianmu agar energi yang lain tidak ikut ke luar saat kau sedang menarik energi murnimu.”
__ADS_1
Dengan instruksi yang di berikan Dao Xue Lian, Heilong akhirnya tahu bagaimana cara untuk menggunakan energi murninya dengan bebas. Dia mengumpulkan semua energi murninya ke dalam pintu masuk dantiannya untuk membuat sebuah penghalang, setelah itu dia mulai menarik energi murninya sedikit demi sedikit dan mengarahkan energi itu ke matanya.
“Benar begitu, terus seperti itu sampai kedua matamu di penuhi dengan energi murnimu dan berubah warna menjadi seperti warna energi murnimu,” seru Dao Xue Lian sambil terus mengamati Heilong dengan mata dewa iblis miliknya.
Energi murni itu terus masuk ke dalam kedua matanya dan mulai memperkuat semua saraf-saraf matanya. Secara perlahan warna bola mata Heilong yang tadinya berwarna biru, kini berubah menjadi transparan dan dipenuhi dengan bintik-bintik berwarna keemasan sama seperti warna energi murninya.
“Apakah aku sudah berhasil menguasai Jurus Mata Dewa ini?” tanya Heilong menatap Dao Xue Lian.
Dao Xue Lian menganggukkan kepalanya. “Kau telah berhasil menguasai jurus itu. Selamat!”
“Tapi kenapa warna mataku berbeda dengan warna matamu. Apakah jurus mata dewa yang aku pelajari ini berbeda dengan milikmu?” lanjut Heilong bertanya setelah melihat warna mata Dao Xue Lian yang di penuhi dengan bintik-bintik berwarna hitam.
“Jurusnya sama tapi warna energi kehidupan yang terdapat di dalam energi murni kita berbeda. Aku adalah bangsa iblis jadi warna energi kehidupanku berwarna hitam, sedangkan kau adalah bangsa manusia jadi warna energi kehidupanmu berwarna emas. Dan warna kehidupan seorang Dewa ada putih bersinar seperti cahaya matahari yang terlihat dari Planet ini,” jelas Dao Xue Lian.
“Sekarang aku ingin menguji kekuatan dari Jurus Mata Dewa milikmu,” seru Dao Xue Lian menatap tajam ke arah Heilong.
“Baik, aku juga penasaran seperti apa kekuatan dari Jurus Mata Dewa ini. Apakah kita akan bertarung untuk mengetahui seberapa kuat kemampuan jurus ini?” tanya Heilong.
“Itu tidak perlu, kau cukup keluar dari jurus ilusi yang aku gunakan untuk menyerangmu. Jika kau berhasil keluar dari jurus ilusiku dengan mudah maka itu artinya kau telah menguasai Jurus Mata Dewa dengan sempurna,” jawab Dao Xue Lian.
Dao Xue Lian langsung mengulurkan telapak tangan kanannya yang sudah dipenuhi dengan energi kegelapan untuk menyerang Heilong.
“Jurus Ilusi Iblis Kegelapan.”
__ADS_1
Aura energi kegelapan yang sangat kuat langsung menyerang Heilong dan menelan tubuhnya masuk ke dalam kegelapan.
Daerah di sekitar Heilong langsung berubah menjadi gelap seperti jatuh ke dalam sebuah jurang yang sangat dalam. Di tempat ini semua kekuatan Heilong seperti terbelenggu oleh aura kegelapan yang sangat kuat, bahkan untuk bergerak saja di merasa sedikit kesulitan.
Tiba-tiba seekor Naga Hitam yang sangat besar muncul di depannya dan menatapnya dengan dingin. Naga hitam itu seperti akan menjadikan Heilong mangsanya.
“Ini hanyalah dunia ilusi yang di buat oleh Dao Xue Lian. Naga hitam itu tidak akan bisa melukaiku, apalagi sampai membunuhku,” ucap Heilong santai.
Heilong berjalan dengan santai menuju ke arah Naga Hitam itu karena dia merasa sangat yakin bahwa Naga itu hanyalah sebuah bayangan yang tercipta dari Dunia ilusi saja.
“Boom …. ”
Saat Heilong tepat berada di depan Naga hitam itu dengan jarak satu meter, tiba-tiba Naga hitam itu menggunakan tangan kanannya untuk memukul Heilong dengan sangat keras. Suara dentuman yang sangat keras terdengar dan tubuh Heilong langsung tenggelam ke dalam tanah tempat dia berdiri.
Suara Dao Xue Lian langsung bergema di dalam Dunia ilusi buatannya untuk memperingatkan Heilong.
“Kau terlalu meremehkanku! Dengan tingkat kultivasiku yang setinggi ini, mana mungkin setiap benda yang ada di dalam dunia ilusi buatanku hanya akan berupa bayangan saja. Setiap benda ataupun makhluk hidup yang ada di dalam dunia ilusiku itu adalah nyata. Jika kau tidak waspada maka kau akan benar-benar mati di dalam jurus ilusi milikku. Untung saja tanah di sekitar sini agak lunak, seandainya tanah di sini sekeras baja mungkin tubuhmu akan benar-benar hancur berkeping-keping.”
Heilong menahan tangan Naga Hitam itu sekuat tenaga menggunakan kedua tangannya agar dia tidak terperosok lebih dalam lagi ke tanah. “Bukankah tadi kau mengatakan hanya ingin melihat kemampuan dari jurus mata dewaku saja, tapi kenapa kau sampai sejauh ini.”
“Ingatlah … ! Aku tidak sebaik Gurumu karena aku berasal dari Bangsa Iblis. Jika aku mengatakan ingin melihat seberapa besar jurus yang kau miliki maka aku akan menempatkanmu ke dalam sebuah pertarungan hidup dan mati agar kau menggunakan semua kekuatan yang ada di dalam dirimu,” seru Dao Xue Lian dingin.
Suara Dao Xue Lian langsung menghilang setelah dia memberikan peringatan yang sangat keras pada Heilong agar dia tidak meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh orang lain, atau dia akan mati karena kecerobohannya itu.
__ADS_1