
Saat sampai dilantai empat Heilong melihat pintu kamar Xue Xian Hou masih tertutup rapat. Seharusnya Xue Xian Hou sudah mengetahui kedatangan Heilong karena dia bisa merasakan aura kedatangannya kecuali dia sedang bermeditasi.
“ Apa wanita itu masih marah ya. Lebih baik aku ketuk pintu kamarnya saja untuk memastikan, ” gumam Heilong.
Heilong jadi penasaran kenapa pintu kamar Xue Xian Hou masih tertutup rapat padahal dia tadi sudah mengatakan bahwa hari ini dia telah mengakhiri kultivasi tertutupnya karena besok dia akan menyanbut kedatangan para anggota sektenya yang kembali dari pengungsuan. Pada akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Xue Xian Hou karena dia harus segera meminta ijin pada Xue Xian Hou untuk bisa memasang semua bola-bola cahaya yang sudah dipesannya di istana ini sebelum malam tiba. Dia ingin menunjukkan pada semua orang keindahan istana suci giok salju yang disinari oleh cahaya berwarna-warni di malam hari.
“ Tok...Tok...Boleh aku masuk, ” ucap Heilong sambil mengetuk pintu.
“ Ada apa,,? bukankah tadi aku sudah melarangmu untuk masuk ke kamarku lagi, ” jawab Xue Xian Hou dingin dari dalam kamarnya.
“ Aku membawakan hadiah untukmu. Hadiah ini sangat bagus, aku yakin kamu pasti akan suka dengan hadiah pemberianku ini, ” jawab Heilong dari depan pintu kamar karena Xue Xian Hou masih belum membukakan pintu kamarnya.
“ Tunggu sebentar, aku sedang ganti pakaian, ” ucap Xue Xian Hou.
Lima menit kemudian Xue Xian Hou membuka pintu kamarnya. Heilong terlihat terkejut sekaligus terpana saat melihat Xue Xian Hou yang begitu cantik mengenakan pakaian berwarna merah sedang berdiri di depannya.
“ Apa yang sedang kamu lihat sampai bengong begitu, ” ucap Xue Xian Hou tersenyum, sebenarnya dia tahu bahwa saat ini Heilong sedang melihatnya.
“ Kamu terlihat sangat cantik memakai baju itu, tapi bukankah itu adalah baju yang biasanya dipakai oleh pengantin wanita. Apakah kamu ingin merubah kesepakatan kita dan memintaku untuk menikahimu saat ini juga, ” ucap Heilong menggoda sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Xue Xian Hou.
__ADS_1
Xue Xian Hou menjadi malu, dia memalingkan wajahnya sambil berkata. “ Aku cuma sedang mencoba pakaian ini saja. Sebelum ibuku meninggal, dia memberiku sepasang pakaian pengantin ini dan memintaku untuk memakainya saat aku menikah. Kerena sudah terlalu lama, aku pikir baju ini sudah tidak muat lagi jika aku pakai tapi ternyata ukurannya masih sangat pas dengan tubuhku. Sebenarnya dulu aku ingin memberikan pakaian ini pada Xianzi tapi untung saja dia telah membuka penyamarannya sebelum aku memberikan baju ini. ”
“ Kalau begitu baju merah yang ada di atas meja itu seharusnya untuk pengantin pria. Apa aku boleh mencobanya,,,? ” tanya Heilong sambil menunjuk pakaian berwarna merah yang tergeletak di atas meja, pakaian ini mempunyai warna dan corak yang mirip dengan pakaian yang di kenakan Xue Xian Hou.
“ Ka,,kamu bisa mencoba pakaian itu jika kamu sudah melamarku karena aku akan memberikan pakaian itu saat kamu melamarku, ” jawab Xue Xian Hou sedikit gugup karena malu, dia lalu melirik benda yang ada di tangan Heilong. “ Apakah hadiah yang kamu bicarakan tadi adalah bola kaca yang ada di tanganmu itu,,? ”
“ Benar, tapi bukan cuma bola kaca saja tapi masih ada kotak ungu juga, ” jawab Heilong sambil menunjukkan kedua benda yang dibawanya.
“ Kedua benda itu pasti bukan benda biasa karena kamu tadi bilang hadiah itu sangat bagus seharusnya kedua benda itu memiliki suatu kelebihan dari benda yang lain. Apa kamu bisa menunjukkan apa kelebihan dari kedua benda itu, ” seru Xue Xian Hou.
“ Baik, akan aku tunjukan padamu apa yang bisa dilakukan kedua benda ini, ”
Heilong berjalan menuju ke meja yang dipakai mereka berdua untuk makan tadi dan segera menyusun kedua benda itu di atas meja. Saat bola kaca ini di letakkan di atas kotak ungu dan menyala, mata Xue Xian Hou menunjukkan bahwa dia sedikit terkejut.
“ Benar sekali, kita bisa mulai meninggalkan lilin atau lampu minyak mulai sekarang, ” jawab Heilong menganggukkan kepalanya.
“ Apa nama dari kedua benda ini,,? Benda seperti ini harusnya memiliki sebuah nama khusus, ” tanya Xue Xian Hou ingin tau.
“ Bola kaca itu namanya bocah dan kotak hitam itu namanya kolis, ” jawab Heilong.
__ADS_1
“ Bocah,,,??? bukankah itu sebutan untuk anak kecil, ” Xue Xian Hou terkejut karena merasa nama bola kaca itu sedikit aneh
“ Sebenarnya Bocah adalah singkatan dari bola cahaya tapi jika kamu berpikir itu adalah sebutan seorang anak kecil aku rasa itu juga tidak salah karena kehadiran seorang anak kecil seperti sebuah cahaya yang menerangi kehidupan orang tuanya, ” ucap Heilong.
Xue Xian Hou jadi teringat pada Xianzi saat mendengar perkataan Heilong, dia teringat dengan anak yang dia besarkan selama lima belas tahu tapi siapa yang mengira bahwa semua itu hanyalah ilusi belaka. Muncul kesedihan di hati Xue Xian Hou setiap kali dia teringat akan hal ini tapi dia berusaha menutupinya di depan Heilong.
“ Apakah kedua benda ini benar-benar kamu berikan kepadaku sebagai hadiah,,? ” tanya Xue Xian Hou saat suasana hatinya bisa kembali tenang.
“ Kedua benda ini memang sengaja aku pesan untukmu, anggap saja ini sebagai hadiahku untuk istana barumu, ” jawab Heilong tersenyum.
“ Kalo begitu aku menerimanya dengan senang hati. Tapi apakah benda ini bisa di letakkan agar menempel di atas atap, aku pikir cahaya dari bola kaca ini tidak akan bisa menembus dinding-dinding yang membagi ruangan dalam kamarku, ” ucap Xue Xian Hou sambil menunjuk ke atap dengan jarinya.
“ Aku belum merancang benda ini agar bisa di letakkan menempel di atas atap, tapi kamu tidak usah khawatir sebab aku tidak hanya memesan satu bola cahaya saja tapi aku sudah menyiapkan seribu buah bola cahaya, ” seru Heilong.
“ Seribu,,, ” ucap Xue Xian Hou terkejut.
“ Ya. Aku sudah memesan seribu buah bola cahaya dan semuanya sudah ada di lantai satu. Sebenarnya tujuanku datang ke kamarmu untuk meminta ijin agar aku bisa meletakkan semua bola cahaya ini di setiap sudut istanamu. ” ucap Heilong.
“ Aku ijinkan, kamu boleh meletakkan semua bola cahaya itu setiap sudut istanaku. Tapi untuk bola cahaya yang ada di kamarku, aku ingin memasangnya sendiri karena aku tidak bisa membiarkan sembarangan orang masuk ke dalam kamarku. Di dalam kamarku banyak sekali benda penting yang berhubungan dengan sekte, ” ucap Xue Xian Hou sambil menatap Heilong.
__ADS_1
“ Baiklah. Kalo begitu aku akan meminta bantuan dari prajurit kapten Feng Yan untuk memasang semua bola cahaya ini dan memberitahukan pada mereka agar tidak ada seorangpun yang memasuki kamar master sekte, ” seru Heilong lalu dia berbalik pergi untuk meninggalkan kamar Xue Xian Hou.
Saat melihat Heilong pergi meninggalkan kamarnya, Xue Xian Hou segera mengambil mantel berwarna putih untuk menutupi pakaiannya dan segera berjalan menyusul Heilong.