
“Ternyata selama beberapa tahun ini Kakek menghabiskan sisa hidupnya di perbatasan antara Benua Timur dan Benua Utara, pantas saja selama ini aku tidak bisa menemukan keberadaannya meskipun aku sudah mengirimkan orang untuk mencari informasinya di setiap Benua,” ucap Kaisar Xin Feng yang terlihat sedih saat teringat tentang Kakeknya karena Kakeknya adalah orang yang mengajari Kaisar Xin Feng tentang dasar-dasar ilmu beladiri.
Heilong teringat bahwa saat di dalam makam, dia menemukan sebuah gulungan surat dan Kaisar Xin Wu memintanya agar memberikan gulungan surat itu pada keturunannya. Heilong lalu mengeluarkan gulungan surat itu dari dalam Gelang Galaxynya dan menunjukkannya pada Kaisar Xin Feng.
“Di dalam makam Pendekar Xin Wu aku menemukan sebuah surat dan dia memintaku untuk memberikan surat ini pada keturunannya.”
Kaisar Xin Feng melihat surat yang ada di tangan Heilong itu dengan teliti untuk memastikan bahwa surat itu benar-benar di tulis oleh Kakeknya. Kaisar Xin Feng melihat beberapa huruf yang ada di bagian depan gulungan surat itu dan mengenali bahwa itu adalah benar-benar tulisan tangan Kakeknya.
“Buka gulungan surat itu dan dekatkanlah ke cermin agar aku bisa membacanya dengan jelas.”
Heilong langsung membuka gulungan surat itu dan menempelkannya ke permukaan cermin sehingga Kaisar Xin Feng bisa membaca isi surat itu dengan jelas. cukup lama Kaisar Xin Feng membaca surat itu karena ada beberapa huruf dalam surat itu yang sudah menghilang karena rusak dimakan oleh waktu jadi dia membaca sambil menebak-nembak huruf apa yang telah hilang dalam kata-kata itu.
“Jadi ternyata Kakek sudah memperkirakan bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi pada salah satu keturunannya. Karena itu dia membawa Batu Permata Phoenix itu pergi ke luar kerajaan dan mencari seorang penempa senjata yang sangat hebat,” ucap Kaisar Xin Feng setelah membaca semua isi dari surat itu.
“Apakah Kakek anda berniat untuk menjadikan Batu Permata Phoenix menjadi senjata?” tanya Heilong karena dia tidak tahu isi dari surat itu.
“Benar. Kakekku meminta seorang penempa senjata terhebat yang berasal dari Benua Selatan untuk menempa Batu Permata Phoenix menjadi sebuah tongkat yang dia beri nama Tongkat Phoenix Angin,” jawab Kaisar Xin Feng.
__ADS_1
“Lalu di mana tongkat itu sekarang?” lanjut Heilong.
“Hawa energi Yang yang ada di dalam Tongkat itu ternyata masih sangat besar meskipun saat menempa tongkat itu sang penempa sudah menambahkan Batu Angin Barat dengan tujuan agar kekuatan angin yang ada pada Batu Angin Barat bisa sedikit menekan sedikit energi Yang yang ada di dalam tongkat itu. Tapi ternyata keputusan sang penempa itu salah, kekuatan angin yang ada di dalam Batu Angin Barat justru membuat senjata itu menjadi semakin berbahaya,” ucap Kaisar Xin Feng dengan wajah sedikit gelisah.
“Apa maksud anda?” tanya Heilong sedikit bingung.
“Sang Penempa Senjata itu lupa jika angin yang lebih lemah justru akan semakin memperbesar api. Energi Yang yang ada di dalam Batu Permata Phoenix adalah percampuran dari energi api dan energi cahaya, bukan murni energi cahaya. Saat tongkat itu selesai dibuat energi api dalam tongkat itu langsung meledak tak terkendali dan membakar sebuah pulau kecil yang di jadikan bengkel penempaan senjata oleh sang menempa,” jawab Kaisar Xin Feng.
Heilong merasa cerita ini semakin menarik karena itu dia terus bertanya pada Kaisar Xin Feng untuk memperoleh informasi yang semakin banyak.
“Lalu apa yang terjadi dengan pulau itu, Kaisar Xin Feng dan sang penempa senjata?”
“Hehe … Karena aku belum menemukan jawaban dari pertanyaanku. Anda belum mengatakan dimana Kaisar Xin Wu menyimpan tongkat itu,” jawab Heilong terkekeh.
Kaisar Xin Feng'pun menyadari bahwa Heilong juga membutuhkan informasi ini agar dia bisa segera mengambil tongkat itu. Dengan senang hati Kaisar Xin Feng melanjutkan ceritanya karena ini semua demi keselamatan putrinya.
“Kakekku dan sang penempa senjata itu selamat karena Kakek langsung menarik sang penempa itu lari keluar dari pulau saat dia merasakan bahaya yang muncul dari Tongkat Phoenix Angin. Tapi pulau itu tidak bisa diselamatkan, seluruh isi dari pulau itu terbakar habis hingga menjadi abu sampai sekarang dan tidak ada siapapun yang bisa mengambil tongkat pusaka itu,” jawab Kaisar Xin Feng.
__ADS_1
“Dengan kata lain, Tongkat itu sampai sekarang masih berada di pulau yang terbakar itu?” tanya Heilong.
“Benar,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Dimana letak pulau itu? Aku akan mencoba untuk mengambilnya dengan tanganku sendiri. Kita sudah tidak memiliki waktu lagi untuk meminta bantuan pada orang lain karena waktu yang kita miliki sangat singkat,” seru Heilong menanyakan letak dari pulau tempat tingkat pusaka itu berada.
“Pulau itu ada di bawah Hutan Northland. Apakah kau tahu bahwa Hutan Northland itu dulunya sama sekali tidak memiliki salju?” tanya Kaisar Xin Feng.
“Tidak. Mana mungkin aku bisa tahu, aku saja belum lahir kedunia ini waktu itu,” jawab Heilong santai.
“Kau ini benar-benar memiliki selera humor yang tinggi kenapa tidak jadi pelawak saja dari pada seorang pendekar. Hehe…” sindir Kaisar Xin Feng. Kemudian dia lanjut menjelaskan. “Hutan Northland sebenarnya adalah pulau dua lapisan, dengan kata lain di bagian dalam pulau itu masih ada pulau lain. Dan pintu masuk untuk menuju ke pulau bagian dalam terletak di sebuah danau yang ada di dalam sebuah Goa yang terletak di bagian utara pulau bagian atas.”
“Apakah Goa pintu masuk menuju ke pulau bagian dalam itu adalah Makam Kaisar Xin Wu?” tanya Heilong semakin penasaran.
“Tepat sekali. Tapi Kakekku belum mati, dia tinggal di sebuah pulau kecil yang ada di pulau bagian dalam bersama dengan Kaisar Pertama Kerajaan Green Tortoise yaitu Kaisar Xuan De. Pulau kecil itu tidak jauh dari pulau utama tempat Tongkat pusaka itu berada dan hanya berjarak dua kilometer saja dari pintu masuk ke dalam pulau bagian bawah. Di sana mereka berdua selalu menggabungkan kekuatan angin dan es mereka untuk melawan hawa panas dari Tongkat Phoenix Angin agar tidak menyebar keluar. Hal Itu juga yang yang menyebabkan Hutan Northland bagian utara menjadi bersalju dan air danau tempat pintu masuk ke pulau bagian dalam menjadi sangat dingin,” ucap Kaisar Xin Feng mengakhiri penjelasannya.
“Lalu mayat siapa yang aku temukan di dalam Goa itu?” Heilong yang masih penasaran belum mau berhenti untuk bertanya.
__ADS_1
“Mungkin saja itu adalah mayat dari sang penempa senjata karena di surat ini ditulis jika Kakekku meminta sang penempa senjata untuk membawa surat ini keluar dari pulau bagian dalam karena Kakekku dan Kaisar Xuan De sama sekali tidak bisa meninggalkan pulau bagian dalam,” jawab Kaisar Xin Feng.