LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 284 RUMAH BARU


__ADS_3

“Aw …. I-iya lepaskan dulu tanganmu dari telingaku. Aku tadi hanya mengobrol santai dengan muridmu itu karena aku merasa bosan kamu tinggal sendirian di sini.”


Heilong memegang tangan Xue Xian Hou yang menjewer kupingnya dan memintanya untuk berhenti karena dia merasa malu di perlakukan seperti itu di depan salah satu murid sekte. Yue He yang ada di depan sana hanya tertawa kecil saat melihat Heilong sedang di jewer telinganya oleh Master Sektenya.


Xue Xian Hou akhirnya melepaskan jewerannya setelah melihat telinga Heilong sudah memerah. “Baiklah untuk kali ini aku maafkan tapi lain kali kamu tidak boleh lagi mengganggu murid-murid sekteku.”


“Hehe … Baik, tapi kalau cuma aku ajak mencicipi masakanku saja bolehkan?” tanya Heilong menggoda Xue Xian Hou.


“Tidak boleh. Biarkan murid-murid sekteku belajar dengan tenang. Kau sama sekali tidak boleh mendekati mereka satu'pun,” jawab Xue Xian Hou kemudian dia menarik tangan Heilong. “Ikut aku, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu.”


“Kemana?” tanya Heilong penasaran.


“Sudah, diam saja dan ikuti aku. Kamu pasti akan suka,” jawab Xue Xian Hou dingin.


Heilong melirik Yue He dan melambaikan tangannya untuk memberikan salam perpisahan tapi Yue He tidak menanggapinya dan malah menertawakannya.


“Haha … Ada-ada saja pria itu. Ternyata dia adalah orang yang selama ini ingin aku temui tapi sepertinya dia dan Master Sekte memang memiliki suatu hubungan yang khusus, lebih baik aku melupakan pria itu dan fokus untuk mencari ilmu di sekte ini,” ucap Yue He sambil melihat kepergian Heilong dan Xue Xian Hou.

__ADS_1


Heilong terus berjalan mengikuti Xue Xian Hou dari belakang tanpa banyak bertanya. Tapi selama perjalanan, dia selalu mengamati daerah di sekitarnya sehingga dia bisa menebak kemana Xue Xian Hou akan membawanya karena arah yang di tuju oleh Xue Xian Hou adalah sebuah bukit yang ada di belakang Sekte Giok Salju.


Heilong masih ingat dengan sangat jelas tentang bukit ini karena Xue Xian Hou pernah membawanya ke sini. Tepatnya saat para prajurit istana Kerajaan Green Tortoise sedang memasang bola cahaya di setiap bagian Istana Suci Giok Salju. Dan di tempat ini juga, dia mengambil ciuman pertama Xue Xian Hou.


“Hmm … Aku tahu kemana kau mengajakku. Kau pasti mengajakku pergi ke bukit yang ada di belakang sekte ini. Apakah kau ingin mengulang kembali kejadian malam itu?” ucap Heilong menggoda Xue Xian Hou.


“Tutup mulutmu. Bahaya jika tiba-tiba ada seorang murid yang mendengar yang kau ucapkan barusan. Mereka akan mengira Master Sektenya telah berbuat yang hal yang tidak-tidak dengan seorang Pria. Lain kali janganlah mulutmu saat berbicara di sekitar sini karena ini bisa merusak wibawaku di mata murid-murid sekte,” tegur Xue Xian Hou dingin.


Setelah di tegur Xue Xian Hou, Heilong tidak banyak berbicara lagi dan mengikuti dengan diam di bekangnya sampai akhir mereka sampai di atas puncak bukit itu.


“Kenapa kau repot-repot membangun rumah untukku? Aku bisa tidur di halaman istanamu saat aku berkunjung ke sana,” celetuk Heilong.


“Bukankah aku sudah sering mengatakan padamu tentang peraturan Sekte Giok Salju. Jika cuma berkunjung sebentar saja dan tidak menginap maka itu masih di perbolehkan tapi jika harus menginap maka itu sudah melanggar peraturan sekte. Meskipun aku seorang Master Sekte tapi aku tidak boleh melanggar peraturan itu dan memberi contoh yang buruk pada anggota sekteku. Kekekku sebentar lagi juga akan aku bawa ke tempat ini setelah dia selesai melihat-lihat bagian dalam Istana Suci Giok Salju,” jawab Xue Xian Hou.


“Tapi waktu itu'kan aku sudah pernah menginap di Istana Suci Giok Salju, bahkan sampai berminggu-minggu,” balas Heilong.


“Jangan kau samakan situasi waktu itu dengan sekarang. Waktu itu keadaan sekteku sedang dalam masa pemulihan akibat serangan para iblis dan juga sama sekali tidak ada anggota sekte di sana jadi aku membutuhkan bantuan untuk menjaga sekte. Tapi sekarang semua anggota sekteku sudah kembali dan keadaan sekte sudah aman jadi aku tidak memiliki alasan lagi untuk membiarkan seorang pria tinggal di dalam sekte meskipun pria itu adalah anggota keluargaku sendiri,” ucap Xue Xian Hou memberi penjelasan.

__ADS_1


Heilong tidak bertanya lagi karena dia tidak ingin memulai perdebatan yang tidak penting. Sehingga membuat Xue Xian Hou marah karena akhir-akhir ini sikap Xue Xian Hou sudah banyak berubah dan menjadi lebih perhatian tidak seperti dulu lagi yang sedingin es dan selalu mengatakan akan membunuhnya.


Heilong kemudian melihat semua tanaman yang ada di depannya karena tanaman ini adalah tanaman yang di tanam sendiri oleh Xue Xian Hou. Dia juga memperhatikan sedikit keanehan yang ada di sekiling bukit ini yaitu sebuah tembok-tembok es raksasa yang membatasi tempat ini dengan daerah liar.


“Aku merasa sedikit aneh saat melihat tembok-tembok dari Istana Suci Giok Salju mengelilingi bukit ini. Apakah bukit ini termasuk dalam wilayah Sekte Giok Salju?” tanya Heilong melirik Xue Xian Hou yang ada di sebelahnya.


“Benar. Bukit ini adalah halaman belakang dari Istana Suci Giok Salju,” jawab Xue Xian Hou.


Heilong kemudian menutup matanya sebentar sambil tetap berdiri dan menyerap energi alam yang ada di tempat ini untuk merasakan seberapa kuat energi alam yang ada di tempat ini karena dia yakin pasti ada alasan khusus kenapa bukit ini menjadi bagian dari wilayah Sekte Giok Salju.


“Aku baru sadar bahwa energi alam di atas puncak bukit ini sangat kuat, terutama energi esnya. Energi alam di sini tidak jauh berbeda dengan energi alam yang ada di dalam Istana Suci Giok Salju,” ucap Heilong saat dia mencoba menyerap energi alam yang ada di sekitar sini.


“Sebenarnya memang ada sebuah rahasia di bawah bukit ini dan itu juga yang menjadi alasan kenapa ada tembok-tembok besar dari Istana Suci Giok Salju mengelilingi bukit ini dan menjadikan bukit ini sebagai halaman belakang dari Sekte Giok Salju,” jawab Xue Xian Hou yang menyisakan teka-teki untuk Heilong.


*****


Terimakasih atas dukungan dengan memberikan tip, vote, like dan komentarnya yang membangun.

__ADS_1


__ADS_2