
“Auu …”
Suara lolongan seekor serigala langsung terdengar dari dalam kabut tebal itu.
Sesosok serigala besar berkepala tiga muncul setelah kabut tebal dari formasi pemanggil itu menghilang.
“Itu?! Apakah Beast yang sangat menakutkan itu adalah Beast kontrak milikmu?" tanya Xue Xianzi terkejut saat melihat tubuh Beast kontrak milik Heilong.
“Benar, Beast itu adalah Beast kontrak milikku. Dia adalah Raja Beast Serigala Bulan. Aku menangkapnya saat aku melewati hutan Northland,” jawab Heilong.
“Beast ini sangat mirip dengan lukisan salah satu Divine Beast dalam legenda,” ucap Xue Xianzi sambil melihat bentuk tubuh Beast itu dengan lebih teliti lagi.
“Divine beast yang mana?” tanya Heilong penasaran.
“Divine Beast itu adalah Dewa dari para Beast Serigala. Serigala berkepala tiga dan berekor sembilan Gremlin. Dikatakan bahwa kekuatan dari Divine Beast ini sangat kuat. Dia lebih kuat dari Divine Beast empat mata angin yaitu Genbu, Seiryu, Byako dan Suzaku,” jawab Xue Xianzi.
“Lalu apa yang terjadi dengan Divine Beast itu? Kenapa aku tidak pernah mendengar legenda yang menceritakan tentang Divine Beast Gremlin,” lanjut Heilong bertanya.
Xue Xianzi mulai menceritakan pada Heilong apa yang dia ketahui tentang Divine Beast Gremlin.
“Menjelang akhir hidupnya, Divine Beast Gremlin mengkhianati Alam Dewa dan mendukung para iblis. Dia berusaha untuk menghancurkan seluruh Bulan dan Matahari yang merupakan sumber kehidupan bagi dunia tengah. Hal ini membuat Dewa Tertinggi menjadi sangat marah dan memerintahkan Shen Long yang merupakan pemimpin dari para Divine Beast untuk menghentikan tindakan Gremlin dan menjatuhinya hukuman mati.”
Xue Xianzi berhenti sejenak untuk mengambil nafas, lalu kembali melanjutkan ceritanya.
“Shen Long kemudian mengirimkan Divine Beast empat mata angin untuk melawan Gremlin, sehingga terjadilah pertempuran besar antar divine beast. Jika satu lawan satu mereka berempat memang bukan lawan Gremlin, tetapi ketika mereka berempat menggabungkan kekuatan maka kekuatannya akan sangat dahsyat. Pada akhirnya Gremlin pun kalah dan berhasil dibunuh tapi keempat divine beast itu juga mengalami luka yang sangat parah.”
“Dari mana kamu mengetahui tentang semua ini?” tanya Heilong.
“Aku mengetahui ini dari buku yang aku baca di perpustakaan sekte, tapi rasanya Beastmu bukan Gremlin karena ekornya cuma satu mungkin dia salah satu keturunannya saja,” jawab Xue Xianzi.
Li Ziqi yang sejak tadi tertidur di dalam Dunia Jiwa Heilong , tiba-tiba membuka matanya. “Dari mana gadis ini mengetahui rahasia tentang Gremlin. Rahasia ini benar-benar dijaga di alam dewa jadi tidak mungkin sampai bocor ke dunia manusia, kecuali dia tahu dari rahasia ini dari kaum iblis.”
“Jadi begitu, kebetulan aku juga belum memberi nama pada Beastku ini. jadi aku beri saja dia nama Gremlin.” ucap Heilong.
Heilong lalu mengajak Xue Xianzi naik ke punggung Beastnya dan mereka pun melanjutkan perjalanan.
**
Kota Waerebo
__ADS_1
Beast serigala bulan milik Heilong ternyata sangat cepat, hanya dalam waktu dua jam mereka sudah sampai di kota itu.
Padahal jika jalan kaki, perjalanannya membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Tapi Heilong tidak berhenti dia kota itu. Untuk menghindari perhatian penduduk, dia memutuskan untuk berhenti pada jarak satu kilometer dari luar gerbang kota dan menyembunyikan Beastnya terlebih dahulu lalu setelah itu mereka berdua baru pergi masuk ke dalam kota.
“Beastmu ternyata sangat cepat, dalam waktu singkat kita sudah sampai di kota. ini membuat waktu perjalananku lebih singkat jadi aku bisa berlama-lama main di kota.”
“Aku juga tidak mengira kalau Beastku larinya akan sangat cepat, ini adalah pertama kalinya aku mencobanya.”
Sepanjang perjalanan memasuki kota mereka terus mengobrol dan terlihat lebih akrab satu sama lain.
Akhirnya mereka sampai pada salah satu toko penjual bahan pembuatan obat.
“Toko obat Alkemistar.” Heilong membaca papan nama di depan toko. “Toko ini sangat besar pasti bahan obat di sini sangat lengkap.”
“Kamu tidak tahu tentang toko ini?” tanya Xue Xianzi.
“Tidak,” jawab Heilong.
“Toko obat Alkemistar adalah toko obat terbesar di seluruh Benua. Toko obat ini mempunyai cabang dimana-mana dan aku dengar pemilik dari toko ini adalah seorang tabib terkenal dari Benua Selatan,” jelas Xue Xianzi.
“Orang yang aneh, biasanya seorang kultivator sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu alkimia. Tapi kami sama sekali tidak tertarik dengan hal itu,” ucap Xue Xianzi
Xue Xianzi lalu masuk dan menyerahkan selembar kertas pada penjaga toko.
“Apa saja yang kamu beli?” tanya Heilong.
“Aku hanya membeli beberapa Ginseng, Akar Teratai, Rumput Es, Daun Bidara Salju, dan Biji Bunga Matahari,” jawab Xue Xianzi.
“Ini adalah semua barang pesanan anda, Nona. Semuanya seharga seratus koin emas,” ucap penjaga toko sambil memberikan sebuah tas berisi barang belanjaan yang cukup besar.
Setelah membayar barang belanjaannya, Xue Xianzi segera menyimpannya di dalam cincin penyimpanan lalu pergi meninggalkan toko.
“Nona bagaimana kalo kita pergi mencari makan?" ajak Heilong.
“Boleh aku juga lapar. Panggil saja aku Zi'er mulai sekarang, panggilan nona rasanya terlalu canggung,” jawab Xue Xianzi.
“Baiklah, Zizi,” balas Heilong menggoda.
__ADS_1
Xue Xianzi melirik Heilong. “Zi'er bukan Zizi, apa kamu tidak mendengarnya.”
“Nama Zizi terdengar lebih bagus. Haha …” jawab Heilong tertawa renyah.
“Humph!!” Xue Xianzi mendengus kesal lalu membuang muka.
Mereka berdua berkeliling kota itu sampai menemukan sebuah restoran yang cukup besar.
"Restoran Bulan Merindu.”
Heilong membaca tulisan yang ada papan nama restoran itu.
“Bagaimana kalau kita makan di sini?” ajak Heilong.
“Aku setuju, tempatnya lumayan bagus dan juga bersih,” jawab Xue Xianzi.
Mereka berdua masuk kedalam restoran dan segera naik ke lantai dua lalu duduk di pojok kanan dimana mereka dapat melihat pemandangan seluruh kota dari sana.
Seorang pelayan mendekat sambil membawa menu makanan.
“Mau pesan apa tuan?” tanya pelayan restoran.
“Makanan apa yang paling enak di sini?” balas Heilong balik bertanya.
“Makanan yang paling enak di sini adalah capcay, mie goreng, sop iga sapi, cumi saos tiram dan ikan bakar,” jawab pelayan restoran.
“Semua makanan itu aku sudah bosan. Apa kamu bisa panggilkan aku pemilik restoran ini? Aku ingin memesan sesuatu yang spesial,” ucap Heilong.
“Baik tuan, tunggu sebentar. Saya akan memanggilkan pemilik restoran ini,“ jawab pelayan itu lalu pergi meninggalkan Heilong.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Xue Xianzi melirik Heilong.
"Aku akan membuat resep makanan yang sangat enak,” jawab Heilong.
Tidak lama kemudian seorang wanita cantik berbaju merah muncul mendatangi Heilong." Ada masalah apa tuan mencari saja, apakah pelayanan restoran kami kurang memuaskan? Saya adalah pemilik restoran ini, nama saya Yang Tzuyu.”
“Tidak.. Tidak, pelayanan restoran ini sangat baik cuma saya sudah bosan dengan menu makanannya, saya ingin memesan sebuah makanan khusus dan saya akan menuliskan resepnya,” jawab Heilong.
“Boleh,silahkan tuan menuliskan resepnya dan koki kami akan memasakkannya untuk anda. Bahan makanan di dapur restoran kami sangat lengkap. Pelayan tolong berikan selembar kertas dan alat tulis untuk tuan ini,” ucap Yang Tzuyu.
__ADS_1