
Nox menjadi sangat marah saat melihat Jendral Zed Bai Lian mencoba untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Vanes. Meskipun sekarang dia tidak lagi memiliki hubungan yang istimewa dengan Vanes tapi di dalam hatinya dia masih mengharapkan Vanes untuk kembali padanya.
Dengan penuh amarah, Nox mengeluarkan senjata pusakanya berbentuk Gada Raksasa dengan panjang dua meter dan berat senjata itu kurang lebih dua ratus ton. Senjata pusaka milik Nox memang lebih besar dari keempat jendral lainnya karena tubuh Nox juga memang sangat besar. Nox adalah seorang raksasa yang berasal dari Ras Iblis Raksasa Mata Satu dan dia memiliki tinggi badan setinggi dua puluh meter.
“Kurang ajar kau Jendral Zed …!! Jangan berani-beraninya kau mendekatkan wajah kotormu itu ke wajah cantik Vanes.”
Nox langsung melompat ke arah Jendral Zed Bai Lian dan mengarahkan Gadanya untuk meremukkan tubuh Jendral Zed Bai Lian.
Jendral Zed Bai Lian hanya melirik sebentar ke arah Nox yang sedang melompat ke tempatnya, kemudian dia kembali menatap Vanes.
“Bodoh!”
“Tinju Naga Emas Kegelapan ,”
Jendral Zed Bai Lian langsung meninju muka Nox yang sedang ada di udara dengan tangan kirinya tanpa melihat kearahnya.
“Boom …!”
Pukulan dari jendral Zed Bai Lian mengenai muka Nox dengan telak tanpa ada perlawanan karena tinju itu dilakukan secara tiba-tiba. Tubuh raksasa Nox langsung terpental kebelakang sampai menabrak dinding pembatas istana hanya dengan sekali pukulan saja.
“Tinju dari Jendral Zed Bai Lian ini mengandung kekuatan kegelapan dan kekuatan cahaya yang sangat mengerikan. Kekuatan dari Jendral baru ini sangat mengerikan karena di dalam tubuhnya ada dua macam elemen tingkat tinggi yaitu elemen cahaya dan elemen kegelapan. Untung saja dia berada di pihakku,” gumam Ignis dalam hati saat menyaksikan pertempuran para jendral iblisnya.
Ras Naga Emas adalah Ras Immortal Devil yang menguasai kekuatan elemen cahaya tapi karena mereka tinggal di Dunia Bawah yang mayoritas berelemen kegelapan, maka warna dari aura energi cahaya mereka sedikit demi sedikit mulai menjadi keruh dan berubah warna menjadi emas.
Tanpa menunggu waktu lagi Jendral Zed Bai Lian langsung mencium bibir indah Vanes di depan banyak orang tanpa rasa malu sedikitpun. Keempat jendral iblis yang lainnya dan juga Patriarch Klan Iblis menjadi sangat terkejut saat melihat apa yang dilakukan Jendral Zed Bai Lian, bahkan Vanes pun juga menjadi sangat terkejut sampai kedua matanya melotot menahan rasa malu dan marah.
“Plak!”
“Tidak tau malu!”
Vanes langsung menampar Jendral Zed Bai Lian dan mendorong tubuh Jendral Zed Bai Lian dengan sekuat tenaga agar menjauh dari tubuhnya. Lalu dia langsung pergi meninggalkan Aula Istana tanpa sepatah katapun dengan menggunakan sebuah portal terleportasi yang dia ciptakan dengan kekuatan ekornya.
“Brak … Brak ...”
Nox melemparkan batu-batuan dinding pembatas Aula Istana yang menutupi tubuhnya, dia mencoba berdiri dengan sedikit kesakitan dan menatap Jendral Zed Bai Lian dengan tatapan yang ganas.
“Kau Jendral sialan! Aku tidak akan memaafkanmu. Akan aku remukan semua tulang-tulangmu hingga menjadi seperti tepung,” umpat Nox dengan hawa membunuh yang meluap-luap.
“Banyak bicara! Jika kau mampu maka majulah! Seranglah aku dengan kekuatan penuhmu,” tantang Jendral Zed Bai Lian.
__ADS_1
Nox langsung berlari ke arah Jendral Zed Bai Lian berdiri dan memukulkan Gadanya dengan kekuatan penuh.
“Boom ...!”
Suara berturan yang sangat keras terdengar, disertai dengan lantai Aula istana yang retak. Tubuh Jendral Zed Bai Lian dan Nox di tutupi dengan kabut debu tebal hasil dari benturan yang sangat keras itu.
Para jendral yang lain menjadi penasaran untuk melihat hasil dari benturan kekuatan mereka berdua karena serangan Gada dari Nox dikenal memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
“Menurutmu siapa yang akan menang?” tanya Minmei pada Last.
“Aku rasa Nox yang akan menang. Pukulan gada itu sanggup untuk menghancurkan dua buah gunung sekaligus. Apalagi cuma menghadapi seorang Jendral, aku rasa tubuh Jendral yang bernama Zed itu pasti sudah hancur seperti tepung,” jawab Last yakin karena dia juga menginginkan kekalahan dari Jendral Zed Bai Lian.
“Apa mata kelelawarmu itu sudah mulai rabun? Apa kau tidak melihat berapa gunung yang telah dihancurkan oleh Jendral Zed saat dia menyerangmu dengan jurusnya,” sahut Jiro.
“Diam kau serigala bau. Siapa yang meminta pendapatmu,” umpat Last kesal karena dia tidak bisa membalas pertanyaan Jiro.
Semua yang dikatakan Jiro memang benar. Semua orang yang menyaksikan latih tanding antar para Jendral iblis ini pasti akan memberikan jawaban yang sama yaitu kekuatan dari Jendral Zed Bai Lian jauh lebih besar dari kekuatan kelima Jendral iblis.
Kabut pasir yang menutupi tubuh Jendral Zed Bai Lian dan Nox akhir menghilang. Semua orang kembali di buat terkejut saat melihat Jendral Zed Bai Lian menahan serangan Gada yang dilakukan Nox hanya dengan satu tangan saja.
“Jadi ini kekuatan yang kau bangga-banggakan itu. Kau bilang kau akan meremukkan tubuhmu, tapi menghancurkan satu tanganku saja kau tidak mampu,” ejek Jendral Zed Bai Lian.
Nox lalu menaruh tangan kiri ke Gada yang ada di tangan kanannya, kini dia memegang Gada itu dengan kedua tangannya dan menekan Gada itu ke bawah untuk menggilas tubuh Jendral Zed Bai Lian.
Jendral Zed Bai Lian tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya, dia tetap menahan Gada itu dengan santai hanya menggunakan satu tangannya meskipun kekuatan tekanan dari Gada itu sudah bertambah. Namun lantai di bawah kaki Jendral Zed Bai Lian menunjukkan hal yang berbeda, retakan-retakan yang ada di lantai tempat kaki Jendral Zed Bai Lian berpijak menjadi semakin banyak.
“Sepertinya kau baru akan sadar tentang kekuatanku setelah aku menghancurkan Gadamu itu,” ucap Jendral Zed Bai Lian dingin dengan tatapan tajam ke arah Nox seperti seekor hewan buas yang siap menerkam mangsanya.
“Coba saja jika kau mampu. Gadaku ini bukanlah senjata biasa. Tapi Gadaku ini di buat dari Gading Gajah Neraka,” jawab Nox sombong.
“Heh ... Cuma dengan menggunakan senjata yang dibuat dari Gading Gajah Neraka saja kau sudah sombong seperti ini. Aku beri tahu kau, Gadis Gajah Neraka itu lebih cocok jika di jadikan sebagai perhiasan karena Gading itu tidak terlalu kuat.”
Jendral Zed Bai Lian mengepalkan tangan kirinya yang sudah memancarkan aura berwarna emas, ungu dan hitam yang sangat kuat.
“Tinju Naga Emas Penakluk Benua”
“Boom,”
Gada milik Nox langsung hancur berkeping-keping menjadi butiran debu saat dihantam oleh tinju Jendral Zed Bai Lian.
__ADS_1
“Kau lihat sekarang kekuatanku yang sebenarnya? Gadamu itu tidak ada artinya buatku. Apa kau mau merasakan jugu bagaimana rasanya jika tinjuku ini mengenai tubuhmu?” tanya Jendral Zed Bai Lian menyeringai.
“Kau kurang ajar! Beraninya kau menghancurkan Gada kesanganku. Rasakanlah ini.”
“Mata Iblis Penghancur Langit,”
Mata Nox langsung memancarkan kekuatan api dan kegelapan yang sangat pekat lalu menembak sebuah sinar berwarna ungu kehitaman ke arah Jendral Zed Bai Lian.
Jendral Zed Bai Lian mengaliri tangan kanannya dengan kekuatan cahaya berwarna emas dan mengarahkan ke sinar yang keluar dari mata Nox lalu dia membelah sinar itu menjadi dua saat melewati tubuhnya.
“Sudah kukatakan bahwa kekuatanmu terlalu lemah untuk melawanku. Jika kau sakit hati karena aku telah mencium gadis itu maka bertambahlah menjadi kuat dan tantanglah aku jika kau sudah mampu untuk mengalahkanku.”
“Boom ...”
Jendral Zed Bai Lian kembali memukul tubuh Nox dengan kuat setelah dia mengejeknya. Tubuh Nox langsung terpental sangat jauh sampai menghancurkan tiga lapis dari dinding pembatas Aula Istana. Kali ini Pukulan Jendral Zed Bai Lian lebih kuat dari sebelumnya hingga membuat beberapa tulang rusuh Nox patah.
Jendral Zed Bai Lian Kemudian menatap kearah Last, Jiro dan Minmei. “Kalian bertiga mau mengakui kekalahan kalian atau aku harus terpaksa menghancurkan beberapa tulang kalian seperti raksasa itu.”
“Kami tidak akan mengaku kalah. Jika kau mau bertarung lagi maka kami juga akan melawan dengan sekuat tenaga. Meskipun beberapa tulang kami hancur, jangan harap kami akan mengaku kalah.”
Jiro dan Last menjawab secara bersamaan dan meledakan semua kekuatan yang ada di tubuh mereka.
“Sudah cukup!! Pertarungan ini sudah berakhir dan Jendral Zed Bai Lian adalah pemenang dari pertarungan ini,” teriak Ignis melerai perdebatan mereka.
“Tapi Patriarch? Kami belum mengaku kalah, bagaimana dia bisa menjadi pemenang,” bantah Jiro.
Ignis menjadi Geram lalu mengeluarkan aura kegelapan dan hawa membunuh yang sangat menakutkan, aura ini hampir setara dengan aura yang di pancarkan oleh raja iblis. “Apa kau pikir mataku telah buta sehingga aku tidak bisa melihat perbedaan kekuatan kalian. Jika Jendral Zed ingin membunuh kalian berdua saat ini maka itu akan sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangan.”
Jiro, Last dan Minmei langsung menjadi sedikit takut dan pikiran mereka menjadi terbuka. Mereka bertiga akhirnya menyadari selama latihan pertarungan Jendral Zed Bai Lian dapat dengan mudah mengalahkan jurus-jurus yang mereka keluarkan bahkan sangat terlihat sekali jika Jendral Zed Bai Lian tidak menggunakan semua kekuatannya.
“Kami bertiga mengaku kalah Patriarch. Kami akan tunduk pada perintah Patriarch untuk berlatih agar kultivasi kami meningkat sesuai dengan keinginan Patriarch,” ucap Jiro, Last dan Minmei bersamaan.
“Bagus. Mulai saat ini kalian semua harus melakukan latihan tertutup dan jangan keluar sebelum kultivasi kalian meningkat. Sekarang kalian pergilah dari sini dan jangan lupa bawa juga tubuh Nox itu pergi,” Seru Patriarch Klan Iblis.
Last, Jiro dan Minmei langsung membawa tubuh Nox pergi dari Aula istana untuk ikut menjalani latihan tertutup.
Setelah mereka semua pergi Ignis langsung berbicara dengan Jendral Zed Bai Lian.
“Terimakasih Jendral. Berkat bantuanmu, sekarang anak buahku yang keras kepala itu menjadi sadar dan mau kembali berkultivasi.” ucap Ignis.
__ADS_1
“Itu memang sudah seharusnya aku lakukan. Anda tidak perlu sungkan.” jawab Jendral Zed Bai Lian.