
“Tinju Badai Salju.”
Kakek Tua itu langsung mengarahkan tinjunya yang sudah dipenuhi dengan kekuatan energi es yang sangat dahsyat dan mengarah ke jantung Heilong.
“Boom …. ”
Heilong langsung menggunakan jurus Perisai es miliknya untuk menahan tinju es dari Kakek Tua. Kedua kekuatan es yang sangat besar itu akhirnya saling berbenturan dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras. Tapi tubuh Heilong perlahan-lahan mundur ke belakang sampai ke garis pantai yang ada di pulau itu karena tidak bisa menahan tekanan dari kekuatan tinju es yang dilakukan oleh kakek itu.
Xue Xian Hou menatap tajam ke arah kakek itu karena dia mengenali aura energi es yang memancar dari tubuh Kakek tua itu, lagipula wajah dari Kakek itu sangat tidak asing baginya. Dia lalu melepas cadar yang menutupi wajahnya dan mengeluarkan sebuah gelang giok berwarna biru laut dengan motif kura-kura hijau yang menghiasi seluruh permukaan gelang.
“Kakek, apa kau masih mengenali gelang ini dan mengingat wajahku,” ucap Xue Xian Hou yang sudah berdiri di samping Heilong dan Kakek Tua itu sambil menunjukkan gelang gioknya.
“Kau …?!”
Kakek Tua itu langsung menghentikan serangannya pada Heilong dan langsung menatap ke arah Xue Xian Hou. Dia terkejut sampai mengangkat kedua alisnya dan mulut menjadi bergetar karena menahan kata-kata yang sulit untuk di ucapkan saat memperhatikan wajah Xue Xian Hou karena wajah itu sangat mirip dengan wajah cucunya yang sangat dia sayangi.
Kakek Tua itu akhir bisa berbicara setelah keterkejutannya menghilang. “Hou'er benarkah itu kau?”
Xue Xian Hou menganggukkan kepalanya.
Kakek itu langsung meraih Xue Xian Hou kedalam pelukannya untuk melepaskan kerinduannya pada cucu yang sangat dia sayangi selama ini. “Cucuku akhirnya aku bisa melihatmu lagi. Kakek sangat merindukanmu selama ini tapi Kakek tidak bisa meninggalkan tempat ini karena jika naga itu sampai lepas ke luar maka akan timbul bencana yang sangat dahsyat.”
__ADS_1
“Aku mengerti Kakek karena aku juga baru saja menyaksikan kekuatan dan juga keganasan dari naga api itu. Dia bisa membakar apa saja ada di depannya tanpa rasa belas kasihan,” jawab Xue Xian Hou.
Kakek itu langsung menunjuk Heilong dan bertanya pada Xue Xian Hou. “Apa kau mengenal pria ini?”
Xue Xian Hou menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Dia adalah calon cucu menantu Kakek karena itu, aku minta Kakek jangan menyakiti dia.”
Kakek itu lalu menempuh bahu Heilong beberapa kali dan tertawa dengan keras. “Haha … Aku senang akhirnya Cucuku bisa menemukan calon suami yang sangat kuat. Sangat jarang sekali ada orang yang bisa menahan serangan tinju esku, apalagi usia orang itu masih sangat muda. Katakan siapa namamu dan dari mana asalmu? Aku ingin tahu asal usulmu lebih dulu sebelum memberimu ijin untuk melanjutkan hubunganmu dengan Cucuku.”
Heilong menangkupkan kedua tangannya ke depan untuk menunjukkan rasa hormatnya. “Namaku Long Bai. Aku adalah putra dari Long Bao, Patriarch dari Klan Naga Langit yang ada di wilayah Kerajaan Blue Dragon.”
Kakek Tua ini mengeryitkan keningnya lalu bertanya. “Apa hubunganmu dengan Kaisar Long Jin?”
“Benar. Aku adalah Xuan De, Kakek dari Xue Xian Hou. Kau jangan menyebutku Kaisar lagi karena aku sudah mewariskan tahtaku kepada anakku. Akhirnya aku bisa tenang karena Cucuku bisa menemukan orang yang sangat tepat untuk menjadi calon suaminya. Aku sangat menyetujui hubungan kalian berdua, jika aku berhasil keluar dari tempat ini maka aku sendiri yang akan mengatur pernikahan kalian berdua,” Kaisar Xuan De langsung menoleh pada temannya yang ada di belakangnya. “Apa kau lihat Kakek angin! Sebentar lagi aku akan memiliki hubungan keluar dengan Kakek petir.”
Kaisar Long Jin adalah Kaisar tertua sekaligus pemimpin dari keempat Kaisar yang lain karena memang usia Kaisar Long Jin ini lebih tua daripada keempat Kaisar yang lainnya, sebab Kaisar Long Jin sebenarnya berada di satu generasi yang sama dengan Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xuan De. Pada masa itu Kelima Kaisar ini memiliki julukan yang sama dengan elemen kultivasi mereka.
Kakek Tua yang ada di belakang Kaisar Xuan De ini menjadi sedikit kesal karena di ejek. Kakek Tua ini sebenarnya adalah Kaisar Xin Wu. “Diam Kau Kakek Es! Cucuku pasti akan menemukan calon suami yang sehebat calon suami Cucumu itu.
Heilong langsung menoleh ke Kakek yang ada di belakang. “Apakah anda adalah Kaisar Xin Wu?”
“Benar. Aku adalah Xin Wu mantan Kaisar dari Kerajaan White Tiger,” jawab Kaisar Xin Wu tegas.
__ADS_1
“Bagus sekali, akhirnya aku bisa menemukan anda. Sebenarnya aku datang kemari karena untuk mencari anda,” ucap Heilong.
“Mencariku?!” Kaisar Xin Feng sedikit terkejut dan lanjut bertanya. “Ada urusan apa kamu mencariku? bukankah selama ini kita tidak saling kenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya.”
“Ini tentang Tongkat Phoenix Angin. Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, tujuanku datang ke tempat ini adalah untuk mengambil tongkat pusaka itu karena aku membutuhkan tongkat pusaka itu untuk menolong nyawa seseorang,” jawab Heilong.
“Sebenarnya dulu aku juga membuat tongkat pusaka ini karena aku ingin menolong Cucuku, tapi setelah di buat menjadi senjata pusaka ternyata aku tidak bisa mengendalikan kekuatan dari Batu Permata Phoenix yang ada di dalam Tongkat Pusaka Phoenix Angin sehingga menyebabkan bencana yang sangat mengerikan seperti yang ada di depanmu saat ini. Jika kau menginginkan tongkat pusaka itu maka aku sama sekali tidak bisa membantumu karena aku saja sampai harus menyegel sebuah pulau hanya untuk mengurung tongkat pusaka itu,” jawab Kaisar Xin Wu sedikit gelisah.
Kaisar Xuan De langsung memperhatikan Xue Xian Hou untuk melihat apakah ada luka dalam di tubuhnya setelah dia mendengar Heilong mengatakan ingin mendapatkan tongkat pusaka itu untuk menolong seseorang.
Xue Xian Hou merasa risih karena di pandang Kakeknya sendiri seperti itu. “Kakek kenapa melihatku seperti itu?”
“Apa kau mengalami sebuah luka dalam yang menyebabkan energi Yin di dalam tubuhmu menjadi tak terkendali? Jika memang benar begitu maka sekarang juga Kakek akan menikahkanmu dengan pemuda itu di tempat ini agar energi Yang miliknya bisa mengendalikan energi Yin yang ada di dalam tubuhmu,” jawab Kaisar Xuan De.
“Kakek jangan khawatir. Aku sama sekali tidak mengalami luka dalam sedikit'pun. Kakek bisa melihat sendiri bahwa aura yang memancar dari tubuhku ini sangat normal,” jawab Xue Xian Hou.
“Lalu kenapa pemuda itu mengatakan ingin mendapatkan Tongkat Phoenix Angin untuk menolong seseorang? Setahu Kakek, tongkat pusaka itu hanya di gunakan untuk menolong seorang wanita yang mengalami luka dalam yang sangat parah hingga energi Yin yang ada di tubuh wanita itu menjadi tak terkendali,” ucap Kaisar Xuan De.
*****
Update minggu ini sedikit lambat karena Author lagi banyak kerjaan tapi akan aku usahakan update setiap hari dan seperti biasanya update akan ditambah saat mendekati akhir bulan karena Author juga mengejar target 60 ribu kata.
__ADS_1