LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 127 KEHANCURAN SEKTE SNOW MOON ( PART 5 )


__ADS_3

"Frank Awas..!! !Cepatnya lari menghindar,itu bukan jurus yang bisa kamu tahan," teriak Nash.


"Cuma jurus pedang biasa, aku bisa menghancurkannya dengan sekali tembak. Kenapa kamu begitu Khawatir ketua?" ucap Frankover percaya diri.


Frankover tidak mendengarkan peringatan Nash. Dia merubah bentuk kedua tangannya menjadi dua buah bazoka yang bisa menembakkan dua buah rudal dan ratusan peluru secara bersamaan.


Frankover menembakkan bazokanya ke arah bayangan pedang milik Heilong.


" Dor...dor...dor...dor...,"


" Tring...Tring...Tring..."


Peluru-peluru yang dikeluarkan oleh Frankover terus menembaki bayangan pedang milik Heilong. Tapi, bayangan pedang milik Heilong tidak berubah sedikitpun dan terus mengarah untuk menyerangnnya.


Frankover mulai terdesak, dia menyalurkan energi kegelapannya ke dalam bazoka miliknya.


"Tembakan Iblis Pembantai," teriak Frankover sambil menembakkan bazokanya ke udara.


Kedua rudal yang telah diselimuti dengan energi kegelapan langsung berubah menjadi seekor iblis berwarna hitam pekat yang memegang sebuah sabit saat sampai di udara.


Iblis itu mengayunkan sabitnya ke arah bayangan pedang Heilong.


"Boom..."


Dua buah kekuatan senjata yang sangat kuat saling beradu di udara. Bayangan pedang Heilong berhasil ditahan oleh sabit milik iblis hitam dan berhenti di udara.


"Kau lihat bocah, jurus pedangmu tidak ada apa-apanya di hadapan iblis pembantai milikku," ejek frankover.


"Apa benar begitu?" ucap Heilong menyeringai.

__ADS_1


Heilong lalu menggerakkan tangan kirinya untuk memegang pedang. Kali ini dia memegang pedang blue star heaven sword dengan kedua tangan dan menekannya dengan kuat ke arah bawah.


Sabit milik iblis pembantai itupun hancur karena tidak dapat menahan tekanan kekuatan dari jurus pedang membelah bumi. Namun, bayangan pedang milik Heilong tidak berhenti sampai di sini. Bayangan pedang itu terus bergerak dan membelah iblis pembantai menjadi dua bagian dan akhirnya iblis pembantai pun menghilang.


"Apa..!!" Frankover terkejut ketakutan dengan kedua matanya melotot.


Bayangan pedang dari jurus pedang membelah bumi semakin dekat dengan tubuh Frankover dan sekarang sudah tidak ada lagi benda yang bisa menghalangi serangan pedang yang dilancarkan oleh Heilong.


Bayangan pedang itu menebas tubuh Frankover tanpa ampun hingga terpotong menjadi dua bagian yang sama dan memperlihatkan tubuh asli Frankover yang ternyata telah menjadi setengah robot atau biasa di sebut cyborg.


"Boom ...."


Tubuh Frankover kemudian meledak setelah terbelah menjadi dua karena terdapat konsleting disetiap bagian tubuhnya.


Jendral Lian Zhou, pendekar Shi Tian, Nash dan Karzan menjadi terkejut melihat frankover telah dikalahkan oleh Heilong hanya dengan satu serangan.


"Senior kelihatannya anak muda di depan kita ini bukanlah orang bisa. Beberapa tahun lagi mungkin namanya akan menggeser namamu di dunia persilatan." Jendral Lian Zhou bercanda dengan Shi Tian.


"Sudah saatnya yang tua untuk pensiun dan di gantikan oleh yang lebih muda, yang memiliki pikiran yang lebih jernih dan memiliki tubuh yang masih segar. Jika saat itu tiba, maka aku tidak akan membiarkan dia menggeser namaku dengan mudah. Hehe …" jawab Shi Tian terkekeh.


"Kurang ajar, apakah Minmei telah menipuku? Dia mengatakan bahwa Pria yang bernama Long Bai itu masih berada di Lapis Emperor. Tapi pria di depanku ini sudah mencapai Lapis Grand Emperor dan ilmu pedangnya juga sangat tinggi. Dia bisa membunuh Frankover hanya dalam sekali tebasan," gumam Nash.


Tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Long Bai.


**


2 jam sebelumnya.


"Baru saja aku menggunakan kekuatanku untuk mendeteksi daerah di sekitar sekte snow moon dan aku menemukan ada 5 orang yang memiliki hawa iblis yang sangat kuat dan mereka semua miliki kultivasi di Lapis Grand Emperor," ucap Li Ziqi.

__ADS_1


"Aku akan tetap melawan mereka guru meskipun tingkat kultivasi mereka berada dua lapis di atasku karena ini adalah perintah dari Divine Beast Genbu yang merupakan guruku juga. Sebab, dia telah mewariskan ilmunya padaku," jawab Heilong.


"katakan apa rencanamu untuk melawan mereka?" seru Li Ziqi.


"Aku tidak punya rencana. Aku akan menghadapi mereka dengan kekuatan yang aku miliki dan aku juga tidak bisa meminta bantuan pada diriku yang satu lagi karena saat ini rohnya masih tertidur di dunia pikiranku, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membangunkannya," jawab Heilong seperti tak ada beban sedikitpun di pundaknya.


"Bodoh," ucap Li Ziqi sambil menjitak kepala Heilong, dia lalu menatap Heilong tajam sambil berkata. "Kamu hanya akan mengantar nyawamu jika melawan mereka tanpa rencana. Ingat perbedaan kekuatan kalian tidak sedikit, itu berbeda dua lapis tingkat kultivasi. Jika kau berhadapan dengan mereka satu lawan satu kau bagaikan seekor semut dimata mereka."


"Apa guru punya rencana untuk menaikan kekuatanku dengan cepat?" tanya Heilong menatap Li Ziqi.


"Jika cuma satu jam saja, aku rasa aku bisa melakukannya," ucap Li Ziqi.


"Benarkah guru? Bagaimana caranya?" tanya Heilong penasaran.


Li Ziqi berubah wujud menjadi pedang Blue Star Heaven Sword dan berkata. "Saat kau menggunakan pedang ini, aku akan menyalurkan sedikit kekuatanku yang akan menaikkan tingkat kultivasimu sampai ke Lapis Grand Emperor. Cara ini hanya akan bertahan selama satu jam dan hanya bisa digunakan sekali saja karena setelah menggunakan teknik ini seluruh energi di tubuhku akan habis dan aku tidak tahu kapan bisa pulih karena energi di planet ini sangat lemah. Jadi kamu harus mengalahkan mereka semua dengan cepat sebelum waktumu habis. Dan ada satu hal lagi yang harus kamu ingat, setelah ini aku tidak akan bisa membantumu lagi karena mungkin aku akan tertidur panjang sama seperti dirimu yang satu lagi."


"Baik, aku mengerti guru. Aku akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya," ucap Heilong.


**


"Frank!! Dasar bocah sialan berani sekali kamu membunuh sahabatku. Aku bersumpah bahwa aku juga akan memotong tubuhmu menjadi dua, sama seperti apa yang sudah kau lakukan pada sahabatku," teriak Karzan geram dan bergerak menuju ke tempat Heilong.


Shi Tian segera bergerak dengan cepat untuk menghalangi Karzan. "Lawanmu adalah aku."


"Minggir kau. Aku tidak mau membunuh kakek-kakek," ancam karzan.


"Bagaimana jika kakek-kakek inilah yang ingin membunuhmu, Apakah kau bisa menahannya?" ucap Shi Tian acuh tak acuh.


Shi Tian langsung melemparkan pisau peraknya untuk menyerang karzan. Karzan pun membalas dengan melemparkan beberapa buah pisaunya yang terbuat dari besi hitam untuk menghalau pisau Shi Tian.

__ADS_1


__ADS_2