
Kata-kata dari Bianca seperti sebuah tamparan keras bagi Heilong karena akhir-akhir ini dia memang selalu bergantung pada pedangnya saat akan menggunakan jurus-jurusnya. Heilong sepertinya telah lupa bahwa inti dari ilmu pedang adalah ketrampilan penggunanya bukan senjata yang dia gunakan. Jika ketrampilannya memainkan pedang sangat bagus maka hanya dengan sebuah ranting pohon saja dia sudah bisa mengeluarkan jurus-jurus pedangnya bahkan jika dia bisa ketingkat yang lebih tinggi lagi dia bisa membuat tangannya bagaikan sebuah pedang.
“ Yang dia katakan memang benar, aku tidak boleh terlalu bergantung pada pedangku. Dalam sebuah pertarungan yang sesungguhnya, aku tidak akan selalu memiliki kesempatan untuk bisa menggunakan pedang. Aku harus bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitarku sebagai senjata. Hanya dengan cara itulah maka pemahamanku tentang ilmu pedang akan semakin berkembang, ” gumam Heilong dalam hati.
Heilong kemudian melihat daerah di sekitarnya dan menemukan sebuah ranting pohon kering tergeletak di tanah dekat sebuah pohon yang besar, bentuk ranting itu mirip sekali dengan sebuah pedang. Heilong lalu mengambil ranting itu dan menggunakannya sebagai senjata untuk menghadapi Bianca. Saat ini Heilong telah siap untuk menyerang Bianca yang sejak tadi selalu mengamati setiap gerakannya.
“ Apa kau yakin ingin bertarung melawanku hanya menggunakan senjata pedang kayu itu... ? ” tanya Bianca sambil menatap kayu yang dibawa oleh Heilong.
“ Aku sangat yakin. Pedang kayu ini akan menjadi senjataku untuk melawanmu kali ini. Apa sekarang kau yang takut untuk bertarung denganku setelah aku bisa menemukan senjata lain. ” jawab Heilong sambil mengarahkan ujung pedang kayunya ke arah Bianca.
“ Omong kosong..!!! Mana mungkin aku takut hanya dengan sebuah pedang kayu. ” seru Bianca dengan nada sedikit tinggi.
Heilong segera maju untuk menyerang Bianca dengan pedang kayu yang ada di tangannya. Di sisi lain Bianca mengalirkan energi apinya ke tanduk unicorn yang ada dikepalanya, tanduk itu pun bersinar dengan sangat terang seperti matahari saat api putih yang sangat kuat berkobar di atas tanduknya. Bianca lalu mengarahkan tanduknya untuk menyerang Heilong.
“ Api petir ”
“ Duarr.... Duar.... Duarrr.... ”
Api berwarna putih dan berbetuk seperti petir yang berasal dari kobaran api yang ada di atas tanduk Bianca terus menyambar-nyambar ke arah Heilong. Kekuatan Bianca sebagai salah satu anggota dari delapan raja api adalah dia dapat memanipulasi apinya menjadi petir dan dia juga bisa mengubah apinya menjadi sebuah cabuk api yang dikelilingi oleh petir.
Heilong terus bergerak secara zig-zag untuk menghindari sambaran api petir Bianca sambil berusaha untuk mendekati tubuh Bianca, dan benar saja ternyata strateginya ini sukses membawanya berada di belakang Bianca dengan jarak yang tidak lebih dari satu meter. Heilong kemudian mengangkat pedang kayunya tinggi-tinggi lalu menyalurkan energi esnya ke pedang kayunya untuk mengeluarkan teknik pedang membelah bumi dan menebaskan pedang kayu itu dengan kuat ke punggung Bianca.
“ Pedang membelah Bumi. ”
“ Swoooshhh... ”
Aura energi es berbentuk sabetan pedang, terbang mengarah ke punggung Bianca. Bianca yang menyadari serangan Heilong dari belakang segera berbalik dan bergerak kesamping untuk menghindari sabetan pedang Heilong, lalu dia berlari maju dan menabrak dada Heilong dengan tanduk unicornya.
__ADS_1
“ Serudukan maut. ”
“ Duuaaarrrrr.... ”
Api petir yang berasal dari tanduk unicorn Bianca mengenai tepat di dada Heilong sampai membuat tubuh Heilong terpetal sangat jauh. Dada Heilong rasanya remuk dan panas, beberapa tulang rusuknya patah karena terkena serudukan tanduk unicorn yang telah diselimuti dengan kekuatan api petir yang Dahsyat. Heilong kemudian mengeluarkan cambuk tali kolor pusakanya dan melemparkan ke salah satu dahan pohon yang sangat besar untuk membantunya berhenti dan mendarat di salah satu dahan pohon itu.
“ Ah... Sial dadaku rasanya sakit sekali, tidak kusangka dia mempunyai kekuatan sebesar itu di tanduknya. Untung saja tubuhku telah diperkuat menjadi tubuh emas saat aku berada di makam es seribu pedang. Jika tubuhku hanya tubuh manusia biasa sudah pasti aku akan hancur berkeping-keping saat dia menyerudukku dengan tanduknya. ” ucap Heilong lirih sambil memegangi dadanya.
Heilong kemudian mengalirkan energi airnya ke tangan kanannya yang sedang memegangi dadanya yang terluka dengan penuh konsentrasi.
“ Teknik penyembuhan elemen air - Berkah Laut ”
Aura berwarna biru memancar dari tangan kanan Heilong dan menyembuhkan luka-luka yang ada di dadanya, bahkan beberapa tulang rusuknya yang patah juga telah di sambung kembali. Proses penyembuhan ini tidak memakan waktu yang lama, kurang lebih hanya sepuluh menit saja karena di dalam tubuh Heilong sudah ada salah satu jurus dari teknik penyembuhan elemen air yang akan selalu aktiv saat Heilong mendapatkan luka di tubuhnya, jurus itu adalah restorasi jiwa.
Dari kejauhan Bianca terus mengamati Heilong yang sedang menyembuhkan luka-lukanya. “ Pemuda itu benar-benar tidak bisa diremehkan. Ternyata selain jurus menyerang dan bertahan, dia juga menguasai jurus penyembuhan. Sungguh potensi yang luar biasa, aku rasa dia benar-benar layak untuk menjadi pewaris dari kekuatan api kami. ”
“ Kau memang pemuda yang sangat cerdik. Apa kau pikir aku tidak tahu tujuanmu menyerangku sambil bergelantungan di atas pohon seperti seekor monyet. Kau pasti sangat takut jika aku akan menggunakan jurus serudukan mautku untuk menyerangmu.. He..He... ” ejek bianca sambil tersenyum sinis.
“ Diam kau kuda betina. Sekarang giliranku balas dendam. Jangan panggil aku Heilong kalo aku tidak bisa memukul pantat unicornmu dengan cambukku ini. ” balas Heilong mengejek sambil terus menyerang dari atas pohon.
“ Kurang ajar... !!! ” teriak Bianca geram.
“ Sambaran badai petir api. ”
Bianca yang sedang emosi karena ejekan Heilong langsung meledakkan energi api yang ada di tanduknya ke langit. Hujan petir api pun turun dari langit dan menghujani daerah di sekitar Bianca berdiri. Heilong sempat kesulitan untuk menghindari sambaran-sambaran petir api yang turun dari langit ini karena selain jumlahnya yang sangat banyak, gerakan dari sambaran-sambaran petir api ini juga tidak beraturan.
Heilong akhirnya teringat pada hadiah kejutan yang baru saja dia dapatkan yaitu jubah singa bulu abu-abu. Heilong segera mengeluarkan jubah itu dari gelang galaxynya dan segera memakainya. Ternyata benar, jubah ini memang memiliki kemampuan untuk menahan serangan petir dan api terbukti saat sambaran api petir Bianca mengenai tubuhnya, kekuatan dari api petir itu langsung di redam oleh jubah singa bulu abu-abu seperti sambaran petir yang langsung menyambar ke tanah.
__ADS_1
Heilong langsung melompat ke tubuh Bianca tanpa takut tersambar oleh api petir. Dia langsung mendarat di punggung kuda unicorn dan mencambuk pantat kuda itu dengan cambuk tali kolor pusaka.
“ Sudah aku katakan bahwa aku pasti akan memcambuk pantatmu. ” ucap Heilong menyeringai sambil mengayunkan cambuknya.
“ Ceeteeer.... ”
“ Ah... ” rintih Bianca lalu dia melirik tajam ke arah Heilong. “ Sialan kau, cepat turun dari punggungku, bagaimanapun juga aku adalah salah satu dari delapan raja api. Kau tidak bisa bisa menghinaku seperti ini. ”
“ Apa benar begitu, lalu apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau turun. Sekarang kau adalah kudaku jadi aku bebas untuk menghukummu jika kau nakal... He...He... ” ucap Heilong dengan senyum mengejek, kali ini Heilong ingin melampiaskan semua kekesalannya pada Bianca karena kejahilanya yang menyebabkan dirinya terjatuh ke dalam jurang seribu tombak.
“ Ceterrr...Ceterrr... Ceterrr... ”
Heilong masih memukulkan cambuknya sebanyak tiga kali ke tubuh Bianca karena dia terus memberontak. Berakali-kali Bianca yang tubuhnya telah berubah menjadi seekor kuda unicorn melompat-lompat agar Heilong terjatuh dari punggungnya tapi tidak berhasil.
Heilong lalu meraih tanduk Unicorn itu dengan tangan kanannya dan mencengkramya seperti ingin mematahkan tanduk itu. Saat Heilong mencengkram tanduk itu barulah Bianca berhenti dan menjadi penurut.
“ Kalo kamu masih memberontak lagi maka aku akan memantahkan tandukmu ini. ” ancam Heilong yang mencengkram tanduk itu tapi entah kenapa Bianca malah tetawa geli saat mendengar ancaman Heilong.
“ Kau tidak perlu mengancam seperti itu. Aku menyerah dan kau adalah pemenang di pertandingan ini. Aku akan mengantarmu ke garis finish tapi ada hal yang perlu kau ketahui. Tanduk unicorn adalah bagian suci kami, setelah kau memegangnya kau harus bertanggung jawab. Kau tidak akan bisa kabur begitu saja atau kau akan menjadi musuh seluruh bangsa unicorn. ” ucap Bianca lalu dia mulai berjalan untuk mengantar Heilong yang duduk di atasnya melewati portal dan menuju ke garis finish.
Heilong hanya merasa aneh saat mendengar peringatan dari Bianca karena dia memang tidak tahu apa itu tanduk unicorn yang sebenarnya, dia berencana mencari tahu tentang itu saat dia berhasil keluar dari game ini. Tidak berapa lama kemudian Heilong akhirnya sampai ke garis finish dan segera mengambil pedang taring putihnya.
“ Hei, apa kau bisa memberiku sesuatu untuk aku pakai menutupi tubuhku. Pakaianku telah terbakar saat aku berubah menjadi unicorn. ” ucap Bianca malu-malu.
Heilong akhirnya teringat saat api berwarna putih berkobar di tubuh Bianca sebelum dia merubah wujudnya menjadi seekor kuda unicorn. Heilong pun akhirnya memberikan jubah singa bulu abu-abu pada bianca karena memang dia sama tidak memyimpan pakaian wanita di gelang galaxinya.
Setelah Heilong meletakkan jubah singa bulu abu-abu di atas tanah yang dekat dengan tempat Bianca, dia segera membalikkan tubuhnya membelakangi Bianca untuk memberikan kesempatan berganti pakaian. “ Pakailah jubah itu karena aku tidak memiliki pakaian lain yang bisa aku berikan. Tenang saja aku tidak akan mengintip. ”
__ADS_1
Bianca segera berubah wujud menjadi manusia dan mengambil jubah itu lalu segera memakainya. “ Terima kasih. Aku akan menyimpan jubah ini baik-baik dan akan aku mengembalikannya saat kamu berhasil memasuki kediamanku yaitu lantai ketujuh pagoda raja api. ”