LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 150 GAME THE POWER OF JAVA ( PART 4 )


__ADS_3

Pedang taring putih Heilong terlepas dari tangannya dan terlempar cukup jauh karena tidak kuat menahan tekanan tenaga dalam yang muncul dari cambuk milik warok Suromenggolo.


Heilong mulai kehilangan ide untuk mengalahkan warok Suromenggolo. Dia telah mengeluarkan jurus-jurus andalannya tapi kesaktian warok Suromenggolo memang jauh berada di atasnya, dia bisa dengan mudah mematahkan setiap jurus yang dikeluarkan Heilong.


“ Apa kau sudah mau menyerah anak muda...!!! Jika memang begitu maka kau tidak layak menjadi lawanku, orang yang mudah putus asa tidak lebih dari sekedar pengecut. Ingatlah, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki kelemahan dan kamu hanya akan kalah jika kamu sudah merasa kalah. ” ucap warok Suromenggolo yang melihat Heilong sudah hampir putus asa.


Nasihat dari warok Suromenggolo terus melekat dalam pikiran Heilong. Nasihat itu bagaikan sebuah palu besar yang memukul kepalanya dengan sangat keras hingga menghancurkan tembok-tembok keraguan yang selama ini ada di dalam otaknya.


“ Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki kelemahan. ”


“ kamu hanya akan kalah jika kamu sudah merasa kalah. ”


“ Akhirnya aku tahu apa yang harus aku lakukan, ” ucap Heilong penuh semangat dengan sedikit tersenyum.


Heilong bergerak ke arah pedang taring putih terjatuh untuk mengambilnya tapi warok Suromenggolo tidak membiarkan Heilong dengan mudah mendekati pedangnya. Dia terus mencambukkan cambuk kolor sakti pusaka di sekitar pedang taring putih tergeletak, ini membuat Heilong menjadi semakin sulit untuk meraihnya.


“ Tidak... Aku tidak boleh menyerah, aku pasti bisa mengambil pedangku itu, ” pikir Heilong.


“ Apakah kau lupa jika kau dan aku sudah membuat kontrak senjata. Kau cukup memanggilku maka aku akan segera muncul di tanganmu dan kau juga bisa menggerakkanku sesuai dengan keinginanmu hanya dengan menggunakan pikiranmu, ”

__ADS_1


Suara kirin es yang saat ini menjadi roh senjata dari pedang taring putih tiba-tiba muncul di pikiran Heilong. Heilong memang sudah melupakan kemampuan khusus dari segel kontrak senjata, seseorang yang mampu membuat kontrak dengan roh senjata yang berada di dalam sebuah senjata maka dia bisa mengendalikan senjata itu dengan mudah hanya dengan menggunakan pikirannya saja.


Heilong membuka telapak tangan kanannya dan meneriakkan nama. “ White, ” pedang taring putih dengan cepat segera terbang ke arah telapak tangan kanan Heilong dan Heilong pun memegang pedangnya dengan erat lalu dia bergerak melesat dengan sangat cepat mendekati tubuh warok Suromenggolo.


Warok Suromenggolo tersenyum melihat Heilong yang kembali bersemangat, dia pun menjadi lebih semangat untuk melawan Heilong. Pertarungan yang sengit antara Heilong dan warok Suromenggolo akhirnya di mulai lagi. Warok Suromenggolo terus menyabetkan cambuknya untuk menghalangi Heilong mendekati tubuhnya tapi Heilong selalu dapat menghalangi sabetan cambuk itu.


Rasa percaya diri yang bangkit dari dalam diri Heilong membuat gerakannya menjadi semakin cepat dan terarah, tidak ada satupun gerakannya yang sia-sia saat dia berusaha menghindari sabetan cambuk warok Suromenggolo sehingga energinya tidak cepat habis. Begitu jaraknya semakin dekat dia segera meleparkan pedang taring putihnya yang telah di selimuti energi es yang tebal untuk menusuk jantung warok Suromenggolo.


Warok Suromenggolo sedikit menggeser tubuhnya ke kanan untuk menghindari lemparan pedang Heilong dan pedang taring putih itu pun jatuh lalu menancap di tanah yang ada di sebelah kiri tempat warok Suromenggolo berdiri. Tanpa basa-basi lagi Heilong segera melompat dan memukulkan jurus telapak es membelah laut yang sudah siap di tangannya ke dada warok Suromenggolo. Warok Suromenggolo sebenarnya sudah membaca pergerakan Heilong dari tadi dan bisa menebak bahwa lemparan pedang tadi sebenarnya hanya tipuan dan serangan yang sebenarnya adalah pukulan ini. Warok Suromenggolo lalu menggunakan tangan kirinya untuk menahan pukulan Heilong.


“ Gerakan yang bagus anak muda tapi aku tidak akan semudah itu terkecoh. Aku sudah tau sejak awal bahwa serangan pedangmu itu cuma untuk mengecoh perhatianku agar kau bisa menggunakan pukulanmu ini untuk menyerangku, ” ucap warok Suromenggolo yang sudah mecengkram tangan kanan Heilong menggunakan tangan kirinya.


Heilong segera menggunakan tangan kirinya untuk meraih cambuk yang ada di tangan kanan warok Suromenggolo, tapi siapa sangka tangan kanan Heilong langsung terbakar saat memegang cambuk itu.


“ Ah... ” rintih Heilong saat cambuk tali kolor pusaka mulai membakar tangan kirinya tapi Heilong tetap mencengkram cambuk itu dengan kuat, tidak ada tanda-tanda dia akan melepaskan cambuk itu meskipun tangan kirinya sedang terbakar.


“ Cambuk pusakaku ini akan membakar siapa saja yang berusaha menyentuhnya selain tuannya. Lebih baik sekarang kau lepaskan tangan kirimu dari cambukku sebelum tanganmu berubah menjadi abu, ” ucap warok Suromenggolo menatap Heilong tajam. Dia mencoba memperingatkan Heilong agar melepaskan tangan kirinya dari cambuk pusakanya.


“ Tidak akan, ” jawab Heilong Singkat.

__ADS_1


Heilong memusatkan pikirannya untuk untuk menggerakkan pedang taring putih yang menancap di tanah. Pedang itu pun segera terbang, dalam sekejap pedang itu sudah berada di samping Heilong dan bergerak menyerang tangan kanan warok Suromenggolo. Warok Suronggolo yang menyadari serangan pedang taring putih secara reflek melepaskan pegangan tangan kanannya pada cambuknya untuk menghindari serangan pedang itu.


Cambuk tali kolor pusaka itupun akhirnya jatuh ke tangan Heilong namun Heilong harus membayar mahal dengan tangan kirinya yang mengalami luka bakar yang cukup parah. Heilong sudah menggunakan jurus restotasi jiwa miliknya tapi karena luka bakar ini bukan luka bakar biasa maka proses penyembuhannya berjalan lambat.


“ Sangat bagus anak muda, kamu akhirnya dapat merebut cambuk pusaka itu dari tanganku. Sesuai dengan pertaturan maka aku akan mengaku kalah dan aku juga memberikan cambuk tali kolor pusaka itu padamu sebagai hadiah khusus selain pecahan peta ini. Cambuk itu pasti akan sangat berguna saat kamu sedang melakukan pengembaraan karena cambuk itu sangat kuat dan tidak mudah putus, selain itu cambuk tali kolor pusaka ini bisa merubah ukurannya sesuai dengan perintahmu. Sekarang aku akan membantumu menyembuhkan luka di tangan kirimu. ”


Warok Suromenggolo segera memberikan sobekan dari sebuah peta pada Heilong. Setelah itu dia memanggil sebuah pusaka dan menempelkannya di tangan kiri Heilong. Luka bakar di tangan kiri Heilong mulai sembuh dengan cepat sampai tidak meninggalkan bekas sama sekali.


“ Terima kasih tuan atas bantuannya. Boleh aku tahu apa nama pusaka itu. ” tanya Heilong sambil melihat benda di tangan kanan warok Suromenggolo.


“ Pusaka ini bernama Ruyung Bang, ini adalah pusaka pemberian guruku raden batara katong. Pusaka ini dapat menyembuhkan luka apapun kecuali dia mati karena takdirnya. ” jawab warok Suromenggolo.


Sebuah portal yang menuju ke tempat berikutnya muncul di depan Heilong. “ Sudah saatnya aku meninggalkan tempat ini. Terimakasih atas ajaran yang telah kau berikan serta hadiah cambuk pusaka ini. Aku akan menggunakan cambuk pusaka ini dengan baik. ”


Setelah selesai berbicara Heilong segera melompat ke dalam portal itu.


*****


Clue untuk pertandingan ke dua adalah seorang patih yang sangat terkenal. Siapa yang bisa menebak nama patih ini ?

__ADS_1


__ADS_2