LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 104 XUE XIANG


__ADS_3

Xue Xian Hou merasa lega setelah mendengar laporan dari guru Xue Yun, dia lalu kembali duduk di kursinya dan memfokuskan perhatiannya pada ujian babak kedua ini.


Guru Xue Yun juga kembali duduk di kursinya untuk menonton ujian ini karena murid kesayangannya juga masih ikut dalam ujian babak kedua ini.


Setelah melihat kecelakaan yang terjadi pada Xue Xianzi, para peserta menjadi semakin berhati-hati ketika melewati rintangan pohon berduri. Tetapi, dari kelima peserta yang mencoba setelah Xua Xianzi, tidak satupun dari mereka ada yang berhasil.


Semua peserta kebanyakan menyerah di papan kesepuluh karena mereka tidak berhasil menemukan pola gerakan dari rintangan pohon berduri yang gerakannya menjadi semakin cepat.


"Baiklah sekarang giliran peserta nomor tujuh, Xue Xiang silahkan maju," teriak guru Xue Yin.


Semua mata tertuju pada Xue Xiang karena dia adalah satu-satunya peserta yang dianggap mampu menyaingi kemampuan Xue Xianzi. Tetapi Xue Xianzi tidak mampu melewati rintangan ini, apakan Xue Xiang mampu melewati semua rintangan ini.


Xue Xiang berjalan perlahan menuju ke tepi kolam, dia tampak gugup dan tidak percaya diri. Melihat kondisi mental murid kesayangannya sedang goyah, guru Xue Yun berteriak memberi dukungan.


"Xiang'er yakinlah pada kemampuanmu. Tetap fokus untuk melewati rintangan di depan matamu, jangan biarkan keraguan dalam pikiranmu menghantui jalanmu untuk melangkah ke depan," ucap guru Xue Yun.


Xue Xiang menoleh ke guru Xue Yun dan menganggukkan kepalanya pertanda dia memahami perkataan gurunya dan secara perlahan keraguan dalam pikirannya mulai memudar. Dia melangkah dengan percaya diri menuju garis start yang ada di tepi kolam.


"Kata-kata yang bagus Xue Yun, perkataanmu berhasil membangkitkan rasa percaya diri dan semangat muridmu," ucap Xue Xian Hou memuji.


"Terimakasih Master Sekte," jawab guru Xue Yun.


Xue Xiang mengambil napas panjang untuk menjernihkan pikirannya, dia memfokuskan perhatiannya hanya pada rintangan pohon berduri yang terus bergerak.

__ADS_1


Setelah dia merasa timing waktunya sudah tepat, dia segera melompat ke papan pertama dan terus melompat ke papan berikutnya dengan mudah.


Dia mendapat sedikit keuntungan karena dia tidak maju pertamakali, sehingga dia dapat melihat bagaimana cara dan gerakan Xue Xianzi dalam melewati rintangan ini.


Hanya dalam waktu lima menit, Xue Xiang sudah sampai di papan kesepuluh dan menghentikan langkahnya sejenak untuk kembali memperhatikan gerakan pohon berduri karena di papan kesepuluh inilah kelima peserta sebelumnya menyerah dan tidak melanjutkan melompat ke papan kesebelas. Hanya Xue Xianzi yang berhasil melewatinya.


Setelah mengamati selama satu menit, dia akhirnya menemukan waktu yang pas dan melompat kembali sampai akhirnya dia berhenti untuk yang kedua kalinya di papan ke enam belas.


Xue Xiang menemukan bahwa pergerakan pohon berduri yang ada didepannya berbeda dengan pohon berduri yang sebelumnya telah dia lewati ketika dia melihat sebuah daun terjatuh dan mendekati pohon berduri itu. Pohon berduri itu langsung bergerak dengan cepat ketika daun itu mendekat.


"Jadi rupanya seperti itu, rintangan pohon di dua papan terakhir ini ternyata akan bergerak semakin cepat ketika ada benda lain yang mendekatinya," pikir Xue Xiang.


Xue Xiang melompat secara zig zag untuk melewati rintangan pohon berduri yang ke enam belas.


Ketika pohon yang sebelah kanan bergerak mendekatinya, dia akan melompat ke sebelah kiri untuk menjauhi pohon itu. Setelah berhasil melewatinya dia akan langsung merubah arah lompatannya di udara menjadi mengarah ke sebelah kanan untuk menjauhi pohon berduri yang ada di sebelah kiri.


Dengan menggunakan cara yang sama, dia juga berhasil melewati rintangan pohon berduri ketujuh belas dan akhirnya sampai di garis finish yaitu papan ke delapan belas.


Xue Xiang tersenyum lebar untuk mengekspresikan kegembiraannya karena berhasil lolos dalam ujian babak ke dua ini.


Para penonton yang sejak tadi melihat aksi Xue Xiang yang menakjubkan memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai tanda kekaguman mereka.


Para guru pembimbing yang duduk di bangku juri juga tidak lupa memberi tepuk tangan karena keberhasilan murid mereka.

__ADS_1


"Guru Xue Yun, muridmu ini sangat cerdas dan teliti. Dia telah berhasil melampaui Xue Xianzi di babak ini," ucap Xue Xian Hou.


"Master Sekte terlalu memuji, Xue Xianzi juga sangat hebat karena aksinya dipercobaan pertama ujian babak ke dua ini, Xue Xiang akhirnya bisa menemukan cara untuk melewati rintangan di babak kedua ini," ucap guru Xue Yun merendah.


"Kamu tidak usah merendah, keberhasilan Xue Xiang mencapai garis finish telah menunjukkan dia memiliki kemampuan yang lebih baik dari Xue Xianzi," ucap Xue Xian Hou.


Guru Xue Yun cuma tersenyum mendengar kata-kata Xue Xian Hou dan menunjukkan ekspresi gembira karena bangga atas keberhasilan muridnya.


"Selamat Xue Xiang. Kamu adalah peserta pertama yang lolos di ujian kompetisi babak kedua ini. Aku bangga akan konsentrasi dan kelincahan gerakanmu," ucap Guru Xue Yin yang menjadi pemimpin ujian babak kedua ini.


"Terimakasih guru Xue Yin atas pujiannya tetapi sebenarnya keberhasilan kali ini tidak terlepas dari perkataan guru Xue Yun yang telah membangkitkan semangatku dan menghilangkan keraguanku ketika aku akan memasuki ujian babak ke dua ini," ucap Xue Xiang.


"Gurumu pasti akan sangat bangga jika mendengar kata-katamu ini. Sekarang kamu silahkan duduk di sebelah sana sambil mengamati aksi dari peserta berikutnya," jawab guru Xue Yin tersenyum.


Xue Xiang langsung pergi ke kursi yang ada di sebelah kanan kursi para juri. Kursi ini adalah kursi yang disiapkan untuk peserta yang lolos di ujian babak kedua.


Sebelum dia duduk, dia menyempatkan untuk menghampiri guru Xue Yun. "Guru terimakasih atas dukungannya. Karena kata-kata yang telah guru ucapkan, aku bisa berhasil melewati semua rintangan yang ada di ujian ini.”


Guru Xue Yun tersenyum mendengar kata-kata Xue Xiang. "Ini adalah bukti dari latihan kerasmu selama ini, bukan hanya karena kata-kata guru saja. Kamu telah membuatku bangga."


"Terimakasih guru," ucap Xue Xiang sambil memberi hormat lalu duduk ke kursinya.


Guru-guru pembimbing yang lain juga ikut memberi senyuman ketika melihat kesopanan Xue Xiang.

__ADS_1


"Anak ini memang lebih baik dari Xianzi dalam segala hal. Andai saja Xianzi bisa sebaik dia, aku pasti tidak akan ragu menyerahkan kursi Master Sekte padanya," pikir Xue Xian Hou setelah melihat sifat Xue Xiang dari dekat.


"Baiklah, sudah ada peserta yang berhasil lolos dalam ujian babak kedua dalam kompetisi ini, aku harap peserta selanjutnya juga bisa berhasil lolos seperti Xue Xiang. Mari kita lanjutkan ke peserta berikutnya. Peserta nomor delapan Xue Wu silahkan maju," teriak guru Xue Yin.


__ADS_2