
Long Yuyin langsung tersenyum saat mendengar ucapan Heilong.
“Kita tidak perlu menerobos hujan petir ini untuk masuk ke dalam Lembah Petir Abadi karena petir-petir ini akan memberi jalan kita masuk. Ada yang belum ibu ceritakan padamu. Darah dari anggota keluarga kerajaan Blue Dragon sudah diberkati oleh Divine Beast Seiryu dan petir-petir ini tidak akan menyakiti kita karena petir-petir ini tunduk pada perintah Divine Beast Seiryu.”
Long Yuyin mengulurkan tangan kanannya ke depan dan petir-petir yang ada di depannya langsung berhenti menyambar. Petir-petir itu langsung membukakan jalan masuk ke dalam Lembah Petir Abadi seperti sebuah tirai.
Gremlin segera terbang melewati penghalang yang terbuat dari hujan petir itu setelah Long Yuyin membukakan jalan untuk mereka.
Pada saat inilah Gremlin kembali mencium aroma tubuh manusia yang sedang mengikuti mereka dari belakang. Dia segera melaporkan semua ini pada Heilong.
“Ibu, masih ada beberapa prajurit pengintai Naga Petir yang mengikuti kita dari belakang. Aku akan membunuh mereka semua terlebih dahulu agar tidak terjadi pertarungan di dalam Lembah Petir Abadi.”
Long Yuyin segera menghentikan niat Heilong. “Tidak perlu. Minta saja Beast milikmu ini agar terbang lebih cepat lagi karena jalan ini akan kembali tertutup dengan hujan petir setelah kita berhasil melewatinya.”
Heilong langsung memerintah Gremlin agar menambah kecepatannya sesuai dengan petunjuk yang di berikan Long Yuyin.
Benar saja, jalan yang mereka lalui langsung tertutup kembali dengan hujan petir setelah Gremlin berhasil membawa mereka bertiga keluar melewati dinding penghalang petir ini.
“Duar … Duar …”
Ratusan petir yang sangat kuat langsung menyambar puluhan prajurit pengintai Naga Petir yang mengikuti perjalanan mereka dari belakang. Mereka semua terjebak di dalam hujan petir seperti apa yang sudah dikatakan Long Yuyin. Semua prajurit pengintai itu langsung mati seketika setelah sambaran petir itu menghancurkan tubuh mereka.
Mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah Lembah yang sangat luas. Luas Lembah ini bahkan tidak kalah dari luas wilayah Makam Es Seribu Pedang yang ada di Benua Utara.
Heilong bisa melihat ada sebuah danau yang sangat indah di tengah-tengah Lembah Petir Abadi. Danau ini memiliki air yang sebiru laut dan sangat jernih seperti sebuah kaca.
Namun yang menarik perhatian Heilong adalah sebuah Istana Kayu yang mengapung di atas Danau itu. Heilong lalu menunjuk istana itu dan bertanya pada Long Yuyin.
“Ibu, apakah itu adalah istana milik Divine Beast Seiryu?”
“Benar. Itu adalah istana milik Divine Beast Seiryu. Apakah kau merasa aneh dengan bentuk dari Istana itu?”
__ADS_1
“Ya. Istana ini terkesan sangat sederhana meskipun di bangun dengan sangat megah karena istana itu hanya terbuat dari kayu.”
“Kau jangan meremehkan kayu itu karena kayu untuk membuat istana Divine Beast Seiryu bukanlah kayu biasa, tapi kayu yang berasal dari Alam Dewa. Kayu itu bernama Kayu Jati Langit. Konon, hanya kayu inilah yang tidak hancur setelah menerima serangan petir dari Divine Beast Seiryu.”
“Ternyata kayu itu sangat kuat, tapi tetap saja aku merasa sedikit aneh jika kayu itu digunakan untuk membuat sebuah istana. Apalagi istana itu adalah istana milik seorang Dewa.”
“Ketahuilah bahwa Divine Beast Seiryu adalah Divine Beast dengan temperamen paling tinggi di antara keempat Divine Beast yang menjaga planet ini. Saat sedang marah biasanya kekuatan petir yang ada di dalam tubuhnya akan memancar dengan tak terkendali. Karena itu dia sengaja membuat istana dari kayu agar kekuatan petir yang memancar dari tubuhnya tidak bocor keluar dan merusak alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya.”
Long Yuyin menjawab semua pertanyaan Putranya dengan sabar dan jawaban yang sangat rinci karena dia memang jarang sekali mengobrol dengan Putranya. Long Yuyin benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk membagikan semua pengetahuan yang dia miliki pada putranya.
Heilong menganggukkan kepalanya. “Aku mengerti sekarang. Semua Divine Beast memang memiliki tugas untuk menjaga Planet ini. Mereka semua tidak akan rela jika alam ini mengalami kerusakan akibat kekuatan yang memancar dari tubuh mereka.”
Gremlin langsung membawa mereka bertiga mendarat di depan pintu gerbang istana kayu itu. Setelah menurunkan mereka bertiga, Gremlin segera kembali ke dunia jiwa Heilong. Tapi Long Bai belum ingin muncul kembali karena dia merasa bahwa hanya Heilong saja yang bisa menjawab semua pertanyaan dari Divine Beast Seiryu.
Tiba-tiba suara Divine Beast Seiryu muncul dari dalam Istana kayu saat Heilong akan mendekati pintu gerbang itu.
“Aku mendengar bahwa kau tadi meragukan kekuatan dari Istana kayuku milikku ini. Sekarang aku memberikan kau kesempatan untuk menguji kekuatan dari Istana kayuku ini. Kau boleh menggunakan cara apa'pun untuk menerobos pintu gerbang istanaku ini. Jika kau mampu, maka kau juga boleh menghancurkan pintu gerbang ini dengan kekuatan yang kau miliki. Anggap saja ini adalah ujian yang aku berikan padamu.”
“Karena ini adalah sebuah ujian yang aku berikan untukmu, maka aku akan membawa kedua orang ini masuk ke dalam Istanaku terlebih dahulu agar mereka berdua tidak membantumu.”
Heilong tersenyum menyeringai dan langsung mengeluarkan Pedang Bintang Api di tangan kanannya. Dia segera memasukkan energi api miliknya ke dalam pedang itu dan menghantamkannya pedang itu dengan sangat kuat ke pintu gerbang yang ada di depannya.
“Boom …. ”
Heilong tersungkur ke belakang sambil tetap memegang Pedang Bintang Api di tangannya saat diterpa hembusan angin yang sangat kuat yang muncul akibat benturan yang sangat kuat antara pedang miliknya dengan pintu gerbang kayu Istana Divine Beast Seiryu.
“Kekuatan apiku ternyata sama sekali tidak bisa menggores pintu gerbang yang terbuat dari kayu ini. Apakah kayu ini memang memiliki kekuatan yang sebesar apa? Jangan-jangan Divine Beast Seiryu menggunakan mantra khusus untuk melindungi pintu gerbang ini,” ucap Heilong lirik.
Ucapan ini bisa di dengar oleh Divine Beast Seiryu dengan sangat jelas karena Divine Beast Seiryu menaruh sebuah cermin khusus yang sengaja di letakkan di atas pintu gerbang itu untuk melihat segala sesuatu yang ada di depan pintu gerbang Istananya saat dia sedang tidak berada di sana.
“Jika kau merasa aku telah melakukan sesuatu untuk memperkuat pintu kayu itu, maka kau bisa menggunakan jurus mata dewa yang kau miliki untuk memeriksa pintu gerbang kayu itu. Bukankah kau juga menggunakan jurus itu untuk mencari keberadaan para prajurit pengintai yang bersembunyi di sebuah bukit.”
__ADS_1
Heilong segera menggunakan jurus mata dewanya untuk memeriksa pintu gerbang kayu itu dan memang benar tidak ada sesuatu yang ada di permukaan pintu gerbang kayu itu. Pintu itu tidak lebih dari sebuah pintu kayu biasa tapi memang bahan untuk membuat pintu kayu itu adalah bahan yang sangat istimewa.
Heilong kemudian mencoba mencari tahu tentang kelemahan dari kayu ini pada Li Ziqi.
“Guru, apakah kau bisa memberitahuku tentang kayu jati langit?”
Namun bukan jawaban yang di dapat Heilong, melainkan sebuah teguran yang sangat keras.
“Aku memang tahu kelemahan dari Kayu Jati Langit tapi aku tidak akan memberitahukan padamu untuk saat ini karena kau sedang menjalani ujian dari Divine Beast Seiryu. Belajarlah untuk menggunakan kemampuanmu sendiri, jangan terlalu bergantung padaku. Ingat! Kau sudah menguasai beberapa jurus tingkat tinggi yang ada di alam dewa. Bahkan keempat pedang pusaka yang ada di tanganmu itu adalah pedang dengan kualitas terbaik. Jika dengan semua itu kau masih belum bisa menghancurkan pintu gerbang kayu itu, maka kau tidak pantas untuk menjadi muridku. Lebih baik kau urungkan saja niatmu untuk menjadi pendekar pedang terkuat dan beralih profesi menjadi seorang juru masak.”
Heilong langsung merenung setelah mendapat teguran yang sangat keras dari Li Ziqi. Ini adalah kedua kalinya dia mendapat teguran yang sangat keras selama dia menjadi seorang kultivator.
Orang pertama yang menegurnya dengan sangat keras adalah Bianca karena waktu itu dia melihat Heilong terlalu bergantung pada pedang miliknya sehingga melupakan kekuatan tubuhnya.
Heilong menancapkan Pedang Bintang Api di depannya dan berpikir sejenak. Dia mengamati karakteristik dari setiap energi yang ada di tubuhnya sambil memilih energi mana yang paling tepat untuk menghancurkan pintu gerbang kayu ini.
Sementara itu, di dalam Dunia Jiwa Heilong. Dao Xue Lian menanyakan alasan Li Ziqi yang menegur Heilong segera itu.
“Kakak, Apakah teguranmu itu tidak terlalu keras? Ucapanmu itu bisa saja membuat semangat Heilong untuk menjadi seorang kultivator menjadi hilang.”
“Sekali-kali dia memang harus di ingatan dengan sangat keras. Jika dia terus menggantungkan dirinya pada kita maka perkembangan kultivasinya akan berjalan dengan sangat lambat.”
“Tapi tetap saja, teguran kakak itu masih terlalu keras menurutku.”
“Jika dia sampai berhenti menjadi seorang kultivator hanya karena teguran yang baru saja aku ucapkan. Itu artinya dia memang benar-benar tidak layak untuk menjadi seorang pendekar. Orang dengan mental lemah seperti itu sangat mustahil untuk bisa menjadi seorang Dewa meskipun dia adalah reinkarnasi seorang Dewa yang sangat kuat.”
“Apakah Kakak punya alasan khusus kenapa kakak ingin Heilong cepat menjadi kuat?Apakah Kakak lupa jika kita terlalu memaksakan perkembangan seseorang kultivator dengan terburu-buru, maka hasilnya akan seperti buah yang sudah matang sebelum waktunya. Buah itu tidak akan semanis buah yang matang secara alami.”
Li Ziqi lalu menceritakan pada Dao Xue Lian tentang pertarungan antara Heilong melawan Dark Etheroz yang sudah di atur oleh Dewa Tertinggi dan Raja Iblis Dunia Bawah dalam waktu dekat. Dao Xue Lian langsung menjadi sangat terkejut setelah mendengar cerita ini dan dia'pun tidak bisa berkata apa-apa.
Dao Xue Lian akhirnya bisa mengerti kenapa Li Ziqi melatih Heilong dengan sangat keras dan tidak bisa menyalahkannya karena dia juga menanggung beban yang sama.
__ADS_1