LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 108 XUE XIANG VS LUO YI


__ADS_3

Xue Xiang dan Luo Yi maju ke atas panggung setelah mendengar nama mereka di panggil oleh guru Zhi Hui.


Mereka berdua berdiri dengan tenang di masing-masing sudut arena. Xue Xiang berdiri di sudut kiri, sedangkan Luo yi berdiri di sudut kanan.


"Xue Xiang, Luo Yi. Kalian berdua sudah mengertikan peraturan di pertandingan ini?" tanya guru Zhi Hui tegas.


"Mengeri guru," jawab Xue Xiang dan Luo Yi.


"Baik, kalau begitu aku umumkan pertandingan pertama di babak ketiga di mulai," teriak guru Zhi Hui.


"Saudari mohon bimbingannya," ucap Xue Xiang sambil mengepalkan kedua tangannya ke depan dan Luo Yi juga mengucapkan hal yang sama.


Luo Yi mengambil inisiatif untuk menyerang lebih dulu. Dia segera bergerak menuju ke arah Xue Xiang, sementara Xue Xiang berdiri dengan tenang di tempatnya tapi dia tetap waspada mengamati gerakan Luo Yi.


"Langkah Bayangan Es," ucap Luo Yi.


Luo Yi dikenal memiliki gerakan tercepat di antara murid yang seumuran dengannya di Sekte Snow Moon dan jurus andalannya adalah langkah bayangan es.


Seketika tubuhnya menghilang dari pandangan Xue Xiang dan meninggalkan bayangan berupa es yang mirip dengannya di mana dia melangkah.


Bayangan-bayangan es yang muncul begitu banyak dan sangat cepat,sempat membuat konsentrasi Xue Xiang terganggu dan membuat pukulan Luo Yi berhasil mengenai lengan kirinya.


"Buk,"'


Tubuh Xue Xiang terpental dan terjatuh ke tanah, untungnya tidak ada luka yang serius sehingga dia dapat langsung berdiri.


"Saudari, gerakanmu ternyata sangat cepat. Tidak salah jika kamu dijuluki murid tercepat di sekte Snow Moon. Tapi, gerakan itu belum cukup untuk mengalahkanku," ucap Xue Xiang sambil menatap Luo Yi tajam, sementara Luo Yi hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Xue Xiang.

__ADS_1


Luo Yi segera menyerang kembali Xue Xiang dengan jurus langkah bayangan es miliknya setelah melihat Xue Xiang tidak mendapat luka yang serius dan bisa berdiri kembali dengan normal.


Sekali lagi tubuh Luo Yi dengan cepat menghilang dari pandangan Xue Xiang.


Xue Xiang hanya bisa mengamati setiap bayangan es yang di tinggalkan oleh Luo Yi setiap kali dia melangkahkan kakinya.


Xue Xiang lalu mengangkat kedua tangannya ke wajahnya dan mengusap kedua matanya dengan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya sambil berteriak.


"Jurus Mata Bulan Purnama."


Seketika kedua mata Xue Xiang di selimuti oleh sinar cahaya putih yang mirip dengan sebuah kaca mata.


Jurus Mata Bulan Purnama ini biasanya digunakan oleh murid medis untuk mendeteksi luka dalam yang di derita oleh pasiennya karena jurus ini mempunyai kelebihan bisa tembus pandang sehingga dia bisa melihat aliran energi di tubuh makhluk hidup dan juga aliran darahnya.


"Jurus ini?!" ucap Xue Xian Hou terkejut dan bertanya pada guru Xue Yun. "Xue Yun, apakah kamu telah mengajari jurus mata bulan purnama pada Xue Xiang?"


"Kenapa kamu begitu ceroboh megajarinya jurus ini. Apakah kamu tahu resikonya jika jurus ini dipelajari oleh anak yang masih di bawah umur?" tanya Xue Xian Hou terlihat sedikit marah tapi dia tahu guru Xue Yun pasti memiliki alasan sendiri.


"Saya tahu Master Sekte. Jika jurus mata bulan purnama ini di pelajari oleh anak di bawah umur maka pertumbuhan saraf di matanya akan berhenti berkembang," jawab Xue Yun.


"Lalu kenapa kamu masih mengajarinya jurus ini. Jurus ini belum waktunya untuk di pelajari oleh Xue Xiang," tanya Xue Xian Hou dengan menatap tajam ke arah guru Xue Yun.


"Setahun yang lalu ketika saya melakukan perjalanan untuk mencari bahan obat di hutan Northland. Secara tidak sengaja saya mendapatkan mustika mata elang. Seperti yang master sekte ketahui, mustika mata elang ini mempunyai kemampuan untuk memperkuat dan melindungi saraf mata seseorang. Karena itu saya telah menanamkan mustika mata elang itu pada kedua mata Xue Xiang sebelum saya mulai mengajarkan jurus mata bulan purnama padanya." jelas guru Xue Yun.


"Jadi begitu kejadiannya. Mungkin ini adalah keberuntungannya. Sekarang Xue Xiang adalah murid termuda dalam sejarah Sekte Snow Moon yang menguasai jurus mata bulan purnama," ucap Xue Xian Hou tersenyum.


Dengan jurus mata bulan purnama Xue Xiang bisa dengan mudah membedakan mana tubuh Luo Yi yang asli dan mana yang bayangan Sehingga dia bisa dengan mudah menemukan keberadaan Luo Yi dan Menyerangnya.

__ADS_1


"Saudari Kali ini kamu tidak akan bisa sembunyi dari pandanganku," ucap Xue Xiang sambil tersenyum dan melihat daerah di sekitar panggung dengan jurus matanya.


"Jangan senang dulu. Meskipun kamu bisa menemukanku dan menyerangku, tapi kamu tidak akan bisa mengalahkanku," balas Luo Yi yang masih sembunyi di balik bayangannya.


Luo Yi mengeluarkan sebuah kipas dan mengalirinya dengan energi es. Setiap kali kipas es itu dikibaskan, maka akan muncul sepuluh buah pisau es yang akan melesat menyerang Xue Xiang.


Lagi-lagi Xue Xian Hou dibuat terkejut oleh murid sektenya. Dia lalu menoleh ke arah guru Xue Yin yang merupakan guru pembimbing Luo Yi.


"Xue Yin, apakah itu jurus pisau kipas es yang sangat terkenal itu?" tanya Xue Xian Hou.


"Benar Master Sekte," jawab guru Xue Yin.


"Dari mana dia mendapatkan jurus itu? seingatku di sekte kita tidak ada kitab tentang jurus itu," tanya Xue Xian Hou heran.


"Lapor master sekte, sebenarnya ibu Luo Yi berasal dari keluarga Shi. Nama ibunya adalah Shi Yan. Keluarga Shi adalah keluarga yang menciptakan jurus pisau kipas es. Setelah ibu Luo Yi menikah dengan Luo Yang, dia harus tinggal di rumah keluarga Luo. Dan di keluarga Luo sama sekali tidak ada yang mempelajari ilmu beladiri elemen es." jawab Xue Yin.


"Aku mengerti. Keluarga Luo adalah Keluarga pembuat obat yang paling terkenal di Benua Utara dan mereka semua mempelajari jurus elemen api yang sangat berguna dalam proses pembuatan obat. Sudah pasti di sana tidak ada yang mempelajari elemen es," tebak Xue Xian Hou.


"Benar sekali Master Sekte, itulah alasan nyonya Shi Yan mengirim putrinya ke Sekte Snow Moon untuk belajar. Putrinya sama sekali tidak bisa berlatih di sana bahkan dia sempat dikucilkan karena energi es nya dapat mengganggu proses pembakaran pil. Selain itu guru Shi Hui adalah adik dari nyonya Shi Yan, jadi dia merasa aman menitipkan putrinya disini," jawab guru Xue Yin.


Luo Yi terus mengibaskan kipas esnya berkali-kali ke arah Xue Xiang sambil menggunakan jurus langkah bayangan es.


Xue Xiang sedikit mengerutkan alisnya ketika melihat tempat dirinya berdiri akan dihujani ratusan pisau es dari segala arah.


*****


catatan :

__ADS_1


Xue Xiang dan Luo Yi berada di kelas yang sama dan umur yang sama yaitu lima belas tahun karena itu aku memilih kata-kata saudari bukan senior atau junior.


__ADS_2