
Burung rajawali api itu terus terbang berputar-putar di udara pada ketinggian tiga ratus meter, sepertinya dia sedang mencari tempat untuk mendarat.
Akan tetapi, yang terjadi adalah hal diluar pikiran semua orang. Kaisar Feng Cheng yang sejak tadi berdiri dengan tenang di atas punggung burung rajawali api, tiba-tiba bergerak dan melompat dari atas punggung burung rajawali api.
Tubuh Kaisar Feng Cheng diselimuti oleh aura berwarna merah seperti api yang membara, langsung terjun ke bawah dengan sangat cepat seperti sebuah meteor.
"Boom ..."
Suara dentuman yang cukup keras terdengar dan di sertai hembusan angin yang sangat kuat menyebar di sekitar tempat itu saat tubuh Kaisar Feng Cheng mendarat di atas tanah.
Tanah pun ikut bergetar dan terdapat bekas cekungan sedalam satu meter dengan luas lima meter di tempat kaisar Feng Cheng mendarat.
Para prajurit yang mengawal Feng Tzuyu, matanya terbelalak karena kagum melihat kedatangan kaisar mereka.
Mereka semua bisa merasakan hembusan angin yang kuat menghantam tubuh mereka, saat Kaisar Feng Cheng mendarat. Padahal jarak tempat mereka berdiri dengan tempat Kaisar Feng Cheng mendarat sekitar dua puluh meter.
"Ini pertama kalinya aku bertemu dengan Kaisar. Tidak kusangka Kaisar Feng Cheng ternyata sangat kuat.”
"Aku juga sama sepertimu. Ini adalah pertama kalinya aku bertemu beliau. Pancaran auranya saja bisa membuatku bergetar seperti ada seekor binatang buas yang sedang mendekatiku."
"Kaisar Feng Cheng memang sangat kuat. Lihatlah, tubuhnya sama sekali tidak terluka sedikitpun padahal dia melompat dari jarak yang sangat tinggi."
"Kamu benar, bahkan hembusan angin yang muncul saat dia mendarat bisa mendorong tubuh kita mundur."
Para prajurit di belakang Feng Tzuyu tidak henti-hentinya memuji kekuatan Kaisar mereka yang selama ini tidak pernah mereka lihat.
Sebenarnya para prajurit yang mengawal Feng Tzuyu adalah pengawal pribadi perdana menteri Yang Zhu. Prajurit-prajurit pilihan ini didapatkan oleh perdana menteri dengan cara mengadakan sayembara saat dia berada di Benua Utara. Jadi semua prajurit ini belum pernah sekalipun pergi ke Benua Selatan.
Selama ini perdana menteri Yang Zhu dan Wong bersaudara selalu menceritakan kekuatan dan kehebatan dari Kaisar Feng Cheng. Tapi, mereka tidak pernah ada yang percaya dan baru sekarang mereka bisa percaya setelah melihat Kaisar Feng Cheng secara langsung.
__ADS_1
Kaisar Feng Cheng melihat ke arah Feng Tzuyu dan dia menemukan putrinya dalam keadaan sehat, bahkan kekuatannya telah kembali seperti semula seperti saat sebelum Divine Beast Suzaku menanamkan segel phoenix emas di tubuhnya. Seketika perasaan cemas dan khawatir akan keadaan putrinya yang selama ini menghantui dirinya, sirna dalam sekejap seperti butiran debu yang ditiup angin.
Dia lalu mengalihkan pandangannya pada pria yang berdiri di samping Feng Tzuyu dan menatapnya dengan tajam. Pria itu tidak lain adalah Heilong.
Kaisar Feng Cheng mengepalkan tangan kanannya dan mengalirkan kekuatan energi api miliknya ke kedua kakinya dan juga tangan kanannya.
"Whoost …."
Dalam sekejap api merah yang membara telah menyelimuti tangan kanan dan juga kaki Kaisar Feng Cheng. Dia lalu berlari dengan sangat cepat ke arah Heilong untuk menyerangnya.
Heilong yang melihat Kaisar Feng Cheng akan menyerangnya menggunakan tinju api di tangan kanannya menjadi bingung karena ini adalah pertama kalinya dia datang ke Benua Selatan dan juga bertemu dengan Kaisar Feng Cheng tapi kenapa Kaisar Feng Cheng tiba-tiba ingin menyerangnya.
"Jangan-jangan Kaisar Feng Cheng berpikir kalau aku telah menggoda putrinya?" pikir Heilong
Heilong tidak bisa berlama-lama diam dalam lamunannya karena dia harus segera mencari cara untuk menahan serangan Kaisar Feng Cheng ini. Sebab, jarak Kaisar Feng Cheng sudah semakin dekat.
"Perisai Es.”
“Boom …”
Suara dentuman terdengar saat tinju api kaisar Feng Cheng bertemu dengan perisai es Long Bai. Tapi perisai es itu tidak hancur, hanya menimbulkan banyak retakan-retakan memanjang di permukaan perisai es itu.
Sudah jelas bahwa Kaisar Feng Cheng tidak menggunakan semua kekuatannya karena dia hanya berniat menguji kekuatan yang dimiliki Heilong.
"Kuat sekali perisai es mu nak, tapi perisai seperti ini tidak akan mampu untuk menahan kakuatan tinju apiku," ucap Kaisar Feng Cheng.
Kaisar Feng Cheng menyalurkan energi apinya lebih besar lagi kedalam tinjunya dan " Whoosst " api di tinjunya menjadi semakin besar dan panas. Dia lalu menghentakkan tinjunya maju ke depan.
"Pyarr ..."
__ADS_1
Perisai es milik Heilong akhirnya pecah dan tinju Kaisar Feng Cheng mengenai dada Heilong.
Tubuh Heilong langsung terpental ke belakang dan terjatuh di atas tanah.
Feng Tzuyu segera berlari menuju ke tempat Heilongdan membantunya duduk. Dia lalu menatap Kaisar Feng Cheng.
"Ayah, apa telah yang kamu lakukan? Bai gege adalah orang yang telah menolongku, kenapa ayah malah menyerangnya?" ucap Feng Tzuyu.
Kaisar Feng Cheng menatap putrinya yang terlihat begitu khawatir dengan keadaan Heilong yang terkena serangan tinju api miliknya. Kaisar Feng Cheng bukannya kasihan tetapi justru tertawa. “Haha ... Kamu tidak perlu khawatir, anak itu tidak apa-apa karena aku tidak memukulnya dengan keras."
"Tapi kenapa ayah begitu tega menyerang Bai gege? Ayahkan baru pertama kali bertemu dengannya," tanya Feng Tzuyu mencoba mencari alasan kenapa ayahnya menyerang Heilong.
"Aku hanya ingin menguji kekuatan calon menantuku saja. Perdana menteri Yang Zhu telah menceritakan padaku bagaimana hubungan kalian dan asal usul dari pemuda itu. Dan aku telah mendapat kabar dari Kaisar Xuan Wu bahwa pemuda ini juga mendapat warisan dari Divine Beast Genbu. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan luka-lukanya karena kekuatan penyembuhan tubuhnya sekarang jauh di atas manusia normal setelah mendapat warisan dari Divine Beast Genbu," jawab Kaisar Feng Cheng.
"Ayah, apa yang kamu katakan?"
Wajah Feng Tzuyu memerah karena malu setelah mendengar jawaban ayahnya karena Kaisar Feng Chen dengan sangat jelas mengatakan bahwa Heilong adalah calon menantunya di depan umum.
Feng Tzuyu lalu menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya, dia melirik luka di dada Heilong yang secara perlahan mulai sembuh dengan cepat.
Setelah luka di dadanya sembuh, Heilong mencoba berdiri sambil dibantu Feng Tzuyu. Dia lalu mengucapkan salam sambil memberi hormat dan mengenalkan dirinya.
"Salam kepada Kaisar Feng Cheng. Namaku adalah Long Bai dan aku berasal dari Benua Timur. Beberapa minggu yang lalu aku secara tidak sengaja bertemu dengan Putri anda dan semakin lama hubungan kami menjadi semakin dekat," ucap Heilong.
"Aku sudah tahu itu dan aku juga mengetahui bahwa kamu adalah cucu dari penguasa Benua Timur yaitu Kaisar Long Jin. Kaisar dari Kerajaan Blue dragon," ucap Kaisar Feng Cheng.
Semua orang yang berada di sana kecuali perdana menteri Yang Tzuyu dan Feng Tzuyu menjadi kaget ketika mengetahui identitas Heilong.
"Apa kamu mencintai putriku?" tanya Kaisar Feng Cheng dengan nada serius dan tatapan yang tajam mengarah ke Heilong.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai Putri anda," jawab Heilong tegas.
"Lalu kapan kamu akan melamar putriku?" lanjut Kaisar Feng Cheng.