
“Hiaah... Hancurlah kau dasar angin pengacau,” teriak Heilong sambil menebaskan pedangnya ke pusaran angin tornado.
“Boom ...”
“Sring .... Sring .... Sring .... ”
Kekuatan pedang badai petir mengguncang angkasa terus bergesekan dengan pusaran angin kematian. Gesekan ini sangat kuat sampai membuat angin tornado beserta tubuh Lin Chong Wei mulai terdorong sedikit kebelakang.
Lin Chong Wei menancapkan tombaknya ke tanah dan berteriak di dalam pusaran angin tornado. “Rupanya tuan tidak ingin menyerah. Baiklah aku akan mulai serius sekarang.”
“Pusaran angin kematian tingkat dua”
“Badai cakar harimau putih”
Lin Chong Wei meledakan semua energi elemen angin yang ada di dalam dirinya dan membalikkan putaran tombaknya menjadi searah jarum jam.
“Rawr...”
Bayangan harimau putih raksasa dengan cakarnya yang tajam muncul di atas pusaran angin tornado. Sekarang bentuk angin tornado itu telah berubah menjadi setengah angin tornado dibagian bawah sedangkan bagian atasnya mengambil bentuk harimau putih yang buas.
Bayangan harimau putih itu langsung mengarahkan cakarnya untuk menyerang serangan pedang Heilong sehingga membuat jurus pedang badai petir mengguncang angkasa itu hancur dan membuat Heilong terpental cukup jauh sampai akhirnya mendarat di tanah.
Li Ziqi menatap tajam ke arah angin tornado itu karena dia merasa jurus yang di gunakan Lin Chong Wei sangat tidak asing baginya karena jurus itu adalah jurus milik salah satu Divine Beast.
“Jadi rupanya jurus elemen angin yang dia gunakan adalah jurus warisan dari Divine Beast Byako. Pantas saja jurus-jurus pedang Heilong sama sekali tidak berguna melawan angin tornado itu.” gumam Li Ziqi.
__ADS_1
Li Ziqi kemudian terbang turun ke samping Heilong dan memberi sedikit peringatan. “Jurus yang dia gunakan bukanlah jurus biasa. Tapi itu adalah jurus-jurus warisan dari Divine Beast Byako yang terkenal dengan julukan anti sword. Semua jurus ilmu pedang tidak akan bisa menghancurkan angin tornado itu karena setiap jurus-jurus dari Divine Beast Byako dilengkapi dengan teknik untuk menyerap kekuatan dari jurus ilmu pedang lalu mengubah kekuatan itu menjadi kekuatannya sendiri. Kau harus memikirkan jurus dan senjata lain untuk melawan angin tornado itu. Bukankah kau memiliki banyak sekali jurus ilmu beladiri sekarang, pilihlah jurus mana yang paling tepat untuk menghancurkan angin tornado itu.”
“Baiklah, karena aku tidak bisa menggunakan jurus pedang maka aku menyimpan semua pedangku. Sepertinya aku hanya bisa menggunakan senjata itu,”
Heilong segera menyimpan kembali ketiga pedangnya kedalaman dunia jiwanya dan mengeluarkan cambuk tali kolor pusaka.
“Senjataku bukan hanya pedang saja tapi aku masih memiliki senjata lain yaitu cambuk pusaka ini.” teriak Heilong sambil menunjukkan cambuk pusakanya pada Lin Chong Wei.
Lin Chong Wei hanya melihat sambil tersenyum sedikit mengejek. “Bukankah lebih baik jika tuan menyerah saja. Dengan begitu kita dapat mengakhiri ini tanpa ada yang terluka karena biar bagaimana pun juga tuan tidak akan mampu untuk menghancurkan angin tornadoku ini karena jurus ini adalah warisan dari leluhurku yang langsung di berikan oleh dewa. Lagipula aku tidak akan membiarkan indentitasku yang asli terbuka begitu saja pada orang yang baru aku kenal.”
Heilong langsung membalas perkataan Lin Chong Wei dengan nada sedikit pedas. “Bukan hanya kau saja yang memiliki jurus-jurus warisan dewa tapi aku juga memiliki jurus-jurus seperti itu. Terlebih lagi aku sudah menyelamatkan nyawamu dan kita juga akan menjalankan suatu bisnis besar jadi sudah sewajarnya aku mengetahui identitas aslimu. Kau jangan berubah menjadi seperti kacang yang lupa akan kulitnya.”
Lin Chong Wei langsung terdiam dan hanya tersenyum karena sindiran Heilong yang mengumpakan dia seperti kacang yang lupa akan kulitnya.
“Teknik perisai es ribuan tahun tingkat ke empat”
“Dinding es ”
“Lihatlah baik-baik jurusku ini. Jurus dinding es ini adalah jurus warisan dewa sama seperti dengan jurus angin tornado yang kau miliki.”
“Sring .... Sring .... Sring .... ”
Cakar-cakar tajam dari angin tornado harimau putih terus menggores dinding-dinding es itu dengan kecepatan tinggi. Semakin lama lapisan dari dinding es Heilong menjadi semakin tipis, tapi Heilong tampak tetap tenang sambil memejamkan matanya. Sama sekali tidak terlihat kepanikan di wajah Heilong, malah Lin Chong Wei yang terlihat sedikit panik. Dia takut jika jurus ini akan membunuh Heilong yang merupakan dermawan bagi dirinya dan putrinya. Lin Chong Wei akhirnya memutuskan untuk sedikit menarik kekuatan energi anginnya yang ada di dalam angin tornado itu tanpa Heilong sadari. Tapi hal ini tidak bisa lepas dari pandangan mata dewa milik Li Ziqi yang mengamati pertarungan mereka dari atas.
“Pria ini ternyata masih memiliki sifat yang baik, dia masih mengerti apa itu balas budi. ”gumam Li Ziqi sambil tersenyum.
__ADS_1
Cambuk pusaka pemberian dari warok Suromenggolo yang saat ini ada di tangan kirinya, secara perlahan mulai diselimuti dengan api berwarna putih yang menyilaukan mata bak sunar matahari. Rupanya sejak tadi Heilong sengaja memejamkan matanya untuk memfokuskan konsentrasinya saat dia mengalirkan energi apinya kedalam cambuk pusaka.
Heilong terus berkonsentrasi untuk menyalurkan energi apinya kedalaman cambuk pusaka itu sampai akhir terbentuk ribuan bayangan api sebesar jarum yang mengitari cambuk itu.
Li Ziqi mengangkat alisnya karena terkejut dan tanpa sadar berucap. “Itu ... !!?? Bukankah itu adalah jurus pedang racun api. Bagaimana dia bisa memikirkan menggunakan jurus itu dengan menggunakan sebuah cambuk yang terbuat dari tali. Jika perhitungannya sampai salah maka itu hanya akan menjadi sebuah tindakan yang sia-sia belaka. Cambuk itu bisa saja terbakar sampai menjadi abu sebelum jurus nya terbentuk.”
Samar-samar Heilong dapat mendengar ucapan gurunya yang terbang di atasnya tapi dia sama sekali tidak mengendurkan niatnya untuk menggunakan jurus pedang racun api menggunakan senjata cambuk pusakanya. Heilong mulai mengangkat cambuknya di atas kepalanya lalu memutar-mutarkan cambuk itu. Kemudian dia melemparkan ujung cambuknya dengan keras ke arah angin tornado.
“ Cambukan seribu api,”
“Ceteerrrrrr ......”
Suara cambukan yang sangat keras terdengar saat cambuk itu berbenturan langsung dengan angin tornado yang berbentuk harimau putih. Saking kerasnya suara ini, suara ini hampir mirip dengan suara petir.
“ Boom .... Boom ..... Boom ....”
Ribuan bayangan api sebesar jarum mulai menembaki angin tornado itu dan merubah angin tornado itu menjadi angin tornado api yang sangat besar.
“ Rawr .... Rawr .... Rawr ... ”
Bayangan harimau putih yang ada diatas angin tornado mulai meraung-raung kesakitan akibat terpanggang kobaran api yang sangat panas ini.
“ Huaaahhhh .... ”
Jerita kesakitan Lin Chong Wei juga terdengar dari dalam angin tornado itu.”
__ADS_1