
Emperor white bear segera berdiri dan menatap Minmei dengan tajam. "Masalah kita belum selesai, aku belum membuat perhitungan denganmu atas apa yang telah kau lakukan pada sahabatku Xue Xian Hou."
"Aku juga belum membuat perhitungan denganmu karena telah mempermalukan anak buahku yang paling setia. Lagipula apa yang bisa kau lakukan padaku dengan tingkat kultivasimu yang rendah itu,hanya di lapis king emperor tingkat 8 saja kamu sudah berani menantangku," ucap Minmei dengan senyum sinis.
"Apakah kamu pikir aku akan takut jika aku harus berhadapan dengan musuh pada tingkat grand emperor. Aku adalah emperor white bear pelayan setia dari Divine Beast Genbu. Aku tidak akan pernah mundur jika berhadapan dengan iblis karena tuan Dewa Genbu pasti akan selalu melindungiku," ucap emperor white bear dengan mata berapi-api.
"Bod*h" ucap Minmei mencibir.
Emperor white bear menjadi geram karena cibiran Minmei, dia segera melompat ke arah minmei dan menyerangnya dengan tinjunya. Tapi tanpa diduga olehnya, ternyata Minmei hanya menggunakan satu jarinya saja untuk menahan tinjunya yang dia kerahkan dengan sekuat tenaga.
Minmei lalu menghentakkan jarinya yang sedang beradu dengan tinju emperor white bear ke depan. Seketika tubuh emperor white bear pun tersungkur ke belakang sejauh dua puluh langkah dan baru berhenti ketika menabrak sebuah batu yang sangat besar.
"Apa sekarang kau sudah mengerti perbedaan kekuatan kita. Di hadapanku kau tidak lebih dari seekor semut," ejek Minmei.
Emperor white bear tidak bisa bicara apa-apa lagi karena semua yang dikatakan Minmei memang benar, Minmei bisa dengan mudah membalikkan tinjunya yang dilancarkan dengan kekuatan penuh tapi bukan emperor white bear namanya jika dia mudah menyerah.
" Grrrrr...."
Emperor white bear menggertakkan giginya dan meledakkan seluruh kekuatan yang tersisa dari dalam dirinya. Dia lalu merentangkan kedua tangannya ke atas untuk mengeluarkan jurus terkuatnya yaitu snow storm.
Langit menjadi bergemuruh dan terciptalah sebuah badai es yang sangat kuat sehingga membentuk sebuah pusaran angin tornado es yang sangat besar.
"Ternyata kamu masih mempenyai kekuatan sebesar itu tapi itu belum cukup untuk melawanku," ucap Minmei dingin.
Minmei dengan santainya menggerakkan tangan kanannya dan hanya dalam waktu sepersekian detik kuku di jari kanannya sudah memanjang sekitar 20 cm membentuk sebuah cakar.
"Cakar Serigala Es," teriak minmei.
"Boom... Boom..."
Kedua kekuatan besar itu saling bertabrakan dan snow storm emperor white bear hancur di terjang oleh cakar serigala es Minmei. Tubuh emperor white bear ikut terpental sejauh lima puluh meter dan terluka di bagian dadanya karena terkena oleh serangan cakar Minmei.
Emperor white bear mencoba berdiri dengan sisa-sisa tenaga yang ada di dalam dirinya dengan luka di dadanya yang masih mengeluarkan darah tapi dia tidak menghiraukan luka itu karena pikirannya sedang dipenuhi dengan amarah.
__ADS_1
"Rupanya kau masih sanggup untuk berdiri. Kita lihat bagaimana jika aku melumpuhkan kedua kakimu itu, apakah kamu nanti masih akan tetap berdiri melawanku?" ucap Minmei menyeringai.
Minmei terbang mendekati emperor white bear yang berdiri dengan sempoyongan lalu dengan cepat menyerang kedua kaki emperor white dengan cakar serigala esnya sampai tulang lututnya hancur dan emperor white bear kembali terjatuh ke tanah.
"Roar..." emperor white bear meraung kesakitan.
"Bagaimana rasanya? apakah itu sakit? Dengan kedua kakimu yang sudah tidak bisa di gerakkan lagi. Apakah kamu masih mau melawanku?" tanya Minmei dengan tersenyum.
"Tuan emperor white bear!!!" teriak guru Shi Hui karena tidak tahan melihat emperor white bear disiksa dan dia berlari ketempat emperor white bear berusaha untuk menolongnya.
"Berhenti..!! Tetaplah diam di tempatmu. Jika terjadi sesuatu kalian, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada Xue Xian Hou nanti," ucap emperor white bear mencoba menghentikan langkah guru Shi Hui.
"Jika aku tidak bisa menggunakan kedua kakiku lagi, maka aku masih bisa menggunakan kedua tanganku untuk melawanmu," ucap emperor white bear menatap Minmei tajam.
Emperor white bear yang sudah tidak bisa menggunakan kedua kakinya lagi, melompat ke arah minmei dengan menggunakan kedua tangannya. Dia lalu mengarahkan kedua tinjunya yang sudah dipenuhi dengan energi es yang sangat besar ke arah Minmei.
Sementara Minmei hanya berdiri diam di tempatnya dan mengamati apa yang dilakukan emperor white bear sambil sesekali tersenyum mengejek.
"Dor...Dor...Dor...," suara tembakan tiba-tiba terdengar.
Emperor white bear akhirnya jatuh ke tanah dan mati sebelum sempat menyerang Minmei.
"Tidak...!!! Tuan emperor white bear," teriak keempat guru bersamaan dan mereka berlari mendekati tubuh emperor white bear yang sudah tak bernyawa.
Rupanya Frankover,Karzan dan Nash sudah tiba di sekte snow moon saat Minmei melumpuhkan ke dua kaki emperor white bear. Dan Frankover segera menembak mati emperor white bear ketika dia sedang melompat untuk menyerang Minmei.
"Kau lagi, kenapa kau selalu menggangu kesenanganku? Aku belum selesai bermain-main dengan beruang ini dan kau sudah membunuhnya," ucap Minmei sedikit kesal.
"Minmei jangan lupakan tugasmu..!! Jika kamu sudah mendapatkan benda itu, segeralah kembali ke Klan Iblis karena Patriarch sudah lama menunggumu. Masalah di sini biar kami bertiga yang menyelesaikannya," ucap Nash.
"Baiklah, padahal aku masih mau bermain-main di sini. Tapi karena kalian datang mengganggu. Aku jadi kehilangan seleraku, aku akan kembali ke Klan iblis," ucap Minmei lalu dia membuat sebuah portal teleportasi menggunakan kedua tangannya dan melompat ke dalam portal itu sambil membawa tubuh Lily.
Dan portal ini langsung menghilang setelah Minmei masuk ke dalamnya.
__ADS_1
"Ketua apa yang akan kita lakukan dengan sekte ini?" tanya Karzan.
"Tentu saja kita akan meratakannya." ucap Nash tersenyum.
Nash lalu melemparkan lima buah bola berwarna merah ke udara, bola-bola itu meledak secara bersamaan ketika sampai ke tanah dan berubah menjadi kabut berwarna merah.
"Keluarlah kalian pasukan setan merah dan hancurkan sekte itu," teriak Nash.
Kabut merah itu berkumpul dan berubah menjadi pasukan iblis dengan wujud yang menyeramkan dan memiliki warna kulit yang merah seperti darah. Mereka semua mempunyai kuku dan taring yang panjang dan tajam.
Pasukan setan merah bergerak menuju ke Snow Moon palace dengan beringas untuk menghancurkannya.
" Swing...Swing...Swing..."
Ribuan anak panah panah tiba-tiba menghujani pasukan setan merah yang bergerak menuju ke Snow Moon palace.
"Ketua, sepertinya ada yang mengacau. Biar aku yang menghancurkan sekte itu dengan bazokaku." Frankover mengarahkan tangan kirinya yan telah berubah menjadi sebuah bazoka dan menembakkan sebuah rudal kearah snow moon palace.
"Wanita-wanita ini biar aku yang mengurusnya," ucap Karzan sambil mengeluarkan pisaunya.
"Pisau Bayangan Kegelapan."
Pisau Pisau karzan bergerak menuju ke arah guru Shi Hui dan teman-temannya yang berdiri di samping tubuh emperor white bear.
"Saudari apa yang harus kita lakukan. Apakah kita akan mati disini," ucap guru Lin Ruo yang melihat pisau-pusai karzan bergerak mendekati mereka.
"Jika kita harus mati di sini demi membela sekte kita maka aku akan rela," ucap guru Shi Hui.
"Pedang Membelah Bumi,"
"Seribu Pisau Es Menggocang Langit,"
Dua buah suara teriakan tiba-tiba terdengar dan sebuah bayangan pedang yang sangat besar membelah rudal yang ditembakkan oleh Frankover.Di sisi lain ribuan serpihan es yang setajam pisau menyerang pisau-pisau kegelapan yang dilemparkan Karzan.
__ADS_1
*****
Siapa yang datang ya kira kira?