
Sinar laser segera memindai batu pelangi matahari yang ada di atas meja pemindah dan memunculkan hasilnya di sebuah layar komputer yang ada di samping Mito.
[ Nama : Batu Pelangi matahari ]
[ Jenis : Batu gunung langit ]
[ Kwalitas : B+ ]
[ Bentuk : Bulat ]
[ Ukuran : Diameter 20 cm ]
[ Fungsi : Sumber energi ]
[ Kekuatan : 12 juta energi bintang ]
Batu pelangi matahari ini sebenarnya mempunyai bentuk sebuah bola dengan diameter 100 cm tetapi karena kelima kerajaan besar yang ada di setiap benua saling berebut satu sama lain.
Pada akhirnya, untuk menghindari peperangan antar kerajaan maka batu ini di pecah menjadi lima buah dengan ukuran yang sama lalu di serahkan kepada Kaisar kerajaan terbesar di masing-masing benua.
Setelah data tentang batu pelangi matahari muncul di atas layar, Mito pun segera membacakan analisanya. "Batu pelangi matahari ini cukup untuk menyalakan dua belas buah mesin jet turbo secara bersamaan. Apakah tuan yakin hanya akan menggunakan batu ini untuk menyalakan dua buah mesin jet turbo?"
"Berapa waktu yang dibutuhkan pesawat ini untuk sampai ke Benua Utara jika kita hanya menyalakan dua buah mesin jet turbo," tanya Li Ziqi.
"Sekitar satu jam," jawab Mito.
"Satu jam aku rasa sudah cukup. Lagipula aku harus menghemat sumber energi yang ada dalam batu ini karena batu pelangi matahari ini sangat langkah bahkan di Alam Dewa sekalipun," ucap Li Ziqi.
"Baiklah tuan, sesuai perintah anda. Silahkan masukkan batu itu di tabung yang ada di belakang saya, maka saya akan segera menyalakan dua buah mesin jet turbo," ucap Mito.
"Guru biarkan saya yang melakukan ini."
Heilong segera maju menawarkan diri dan mengambil batu pelangi matahari yang ada di atas meja pemindai. Lalu dia meletakkan batu itu pada sebuah tabung besi berwarna hitam yang ada di belakang tabung kaca tempat mito berada.
" Whhhoo...ooos..ss... " suara api menyembur dari kedua mesin turbo jet yang ada di bagian ekor pesawat seperti sebuah roket dan membuat kecepatan pesawat menjadi semakin bertambah cepat.
__ADS_1
"Kamu tunggulah di sini, aku mau pergi ke luar sebentar untuk mencari angin segar," ucap Li Ziqi pada Heilong sebelum dia pergi meninggalkan kokpit pesawat.
Sesampainya di taman yang ada diluar kokpit pesawat, Li Ziqi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kanan sambil berteriak.
"Keluarlah..!!!"
Namun tidak ada tanda-tanda kemunculan seseorang. Di tempat ini dia hanya bisa merasakan angin yang berhembus sepoi-sepoi yang menggoyang bunga-bunga di taman ini ke kanan dan ke kiri dengan indah.
"Baik. Jika kamu tidak mau menunjukkan dirimu, maka aku akan memaksamu keluar," ucap Li Ziqi geram sambil mengeluarkan pedangnya.
Saat pedang Li Ziqi muncul dan ujung pedangnya jatuh ke tanah, tiba-tiba seekor burung cendrawasih yang dikelilingi oleh api berwarna ungu muncul.
"Siapa kau? Dan kenapa kau mengikuti kami sejak dari Pantai Selatan," tanya Li Ziqi sambil menatap burung cendrawasih di depannya.
Burung cendrawasih itu berubah menjadi sesosok wanita cantik dengan rambut berwana hijau dan mengenakan gaun berwarna ungu.
"Namaku Lilla. Aku adalah salah satu raja dari delapan raja api," jawab wanita itu.
"Lalu kenapa kalian mengikuti kami?" lanjut Li Ziqi.
"Pemimpin kami yaitu raja api Nero tertarik dengan pria yang bernama Heilong itu. Dia memintaku untuk menguji pria itu apakah dia pantas untuk memasuki Pagoda Raja Api. Karena itu aku memberinya sebuah game dan jika dia berhasil menyelesaikannya maka dia akan mendapatkan peta tempat Pagoda Raja Api berada," ucap Lilla.
"Benar," jawab Lilla.
"Apa alasan kalian memilih dia? Bukankah masih banyak pemuda lain di luar sana yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dari pada Heilong dan juga tentu saja pemuda yang khusus mempelajari elemen api bukan seperti Heilong yang lebih mendalami elemen es," tanya Li Ziqi mencari tahu.
"Semua ini karena Divine Beast Suzaku," jawab Lilla.
"Suzaku?!" ucap Li Ziqi terkejut.
"Benar. Sebenarnya Divine Beast Suzaku telah memberikan informasi tentang kekuatan dan rahasia yang ada di tubuh Heilong pada kami. Dia juga yang telah merekomendasikan Heilong kepada kami untuk menjadikan dia sebagai pewaris kekuatan api kami," ucap Lilla.
"Kenapa Divine Beast Suzaku tidak mewariskan sendiri kekuatan api miliknya?" tanya Li Ziqi heran.
"Divine Beast Suzaku sudah memilih seorang pewaris dan pewaris itu adalah Putri Feng Tzuyu. Tapi, alasan yang paling kuat adalah api Divine Beast Suzaku sebenarnya tidak bisa di wariskan pada seorang pria," jawab Lilla.
__ADS_1
Li Ziqi akhirnya teringat pada Kaisar Feng Cheng. Meskipun senjata pusaka dan jurus yang dia gunakan adalah milik Divine Beast Suzaku, tapi api yang dia gunakan adalah api dari delapan raja.
"Karena kalian tidak memiliki niat jahat jadi aku tidak akan menghalangi kalian. Lakukan saja apa yang kalian inginkan. Tapi, jika kalian memiliki niat jahat maka aku akan melakukan apapun untuk melindunginya," ucap Li Ziqi.
"Tenang saja, yakinlah kami tidak memiliki niat seperti itu. Saya harus kembali ke tempatku."
Lilla pergi meninggalkan pesawat Max Lightning menggunakan suatu jurus teleportasi dan Li Ziqi pun kembali masuk ke dalam kokpit pesawat.
**
Sekte Snow Moon.
Xue Xian Hou Akhirnya sampai di ice snow palace dan dia tidak menemukan keanehan di tempat ini, lalu dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya yang ada di bagian dalam ice snow palace.
Dia sangat terkejut ketika memasuki kamarnya karena dia melihat tempat tidurnya yang merupakan penghalang satu-satunya pintu masuk menuju ke Makam Es, sudah bergeser dari tempatnya sehingga memperlihatkan sebuah kolam air es yang merupakan satu-satunya jalan menuju ke makam es.
"Dugaanku sepertinya benar. Dia sudah lama mengintai ice snow palace ini," gumam Xue Xian Hou lalu dia segera menceburkan dirinya ke dalam kolam dan langsung berenang menuju ke makam es.
Saat keluar dari kolam dia menemukan bahwa penghalang yang ada di makam es sudah hancur karena di hantam oleh energi kegelapan yang sangat kuat lalu dia melanjutkan naik ke lantai dua dimana batu pelangi matahari disimpan.
Saat tiba di lantai dua dia melihat seorang gadis yang sangat di kenal.
"Xianzi kenapa kamu ada di sini?" ucap Xue Xian Hou.
Xue Xianzi menoleh kebelakang ketika mendengar suara Xue Xian Hou. "Ah ibu, sejak kapan ibu ada disini. Aku tadi sedang mengejar seorang penyusup dan dia menghilang di tempat ini."
"Jadi begitu," ucap Xue Xian Hou lega melihat Xue Xianzi baik-baik saja.
Xue Xian Hou lalu berjalan ke depan menuju ke tempat dia meletakkan batu pelangi matahari dan segera mengambil batu itu setelah dia menghilangkan penghalang khusus yang dia buat untuk melindungi batu itu.
"Tunggu, bukankah seharusnya kamu sedang beristirahat di ruang pengobatan karena terluka di babak kedua tadi," tanya Xue Xian Hou sambil memegang batu pelangi matahari.
Tiba-tiba dia merasakan hawa iblis yang sangat kuat muncul dari arah belakang. Dia segera membalikkan badannya untuk melihat dari mana hawa iblis itu berasal tapi ...
"Jlebbb ...."
__ADS_1
Sebuah pedang tiba-tiba menembus perutnya yang indah.
"Kamu ..." ucap Xue Xian Hou sambil menyemburkan darah di mulutnya dan tangannya memegangi pedang yang menusuk perutnya.