LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 196 FORMASI BINTANG KEJORA TINGKAT KE EMPAT


__ADS_3

“ Teknik perisai es ribuan tahun tingkat pertama - Perisai es ”


Heilong langsung membuat perisai es untuk melindungi tubuhnya saat melihat Li Ziqi yang terbang dengan sangat cepat kearahnya dengan membawa pedang yang berapi-api, terlihat sekali bahwa saat ini Li Ziqi sedang marah.


“ Jadi kau mau berlindung di balik perisai lemahmu itu, "


“ Pedang Supernova, ”


“ Boom... ”


“ Pyar... ”


Perisai es yang dibuat Heilong langsung hancur berkeping-keping hanya dengan sekali tebasan jurus pedang api Li Ziqi.


Heilong langsung mengambil inisiatif untuk melompat mundur saat perisai esnya hancur untuk menghindari serangan pedang Li Ziqi. Kemudian dia menggunakan aji mundri untuk menyembunyikan dirinya.


Li Ziqi sempat terkejut saat melihat tubuh Heilong tiba-tiba menghilang di depan matanya, dia sangat yakin bahwa ini bukanlah jurus gerakan kecepatan karena mata dewanya sama selali tidak bisa mendeteksi jejak keberadaan Heilong.


“ Anak ini ternyata masih menguasai jurus yang bagus, tapi bukan cuma kau saja yang bisa menghilang. ” ucap Li Ziqi.


“ Teknik bayangan dalam cahaya, "


Sebuah cahaya yang sangat terang memancar dari tubuh Li Ziqi dan langsung menghilangkan sosoknya. Tubuhnya seperti hilang di telan oleh cahaya.


Heilong mengerutkan keningnya saat melihat tubuh Li Ziqi tiba-tiba menghilang di depan matanya dan tanpa sadar dia berucap. “ Ternyata guru juga menguasai ilmu menghilang. ”


“ Bukan hanya menghilang saja tapi saat tubuhku menghilang, semua indra yang ada di dalam tubuhku jadi mengalami peningkatan. ”

__ADS_1


Suara Li Ziqi tiba-tiba muncul di belakang Heilong dan mengagetkannya. Dan tidak lama kemudian Li Ziqi memukul Heilong sampai dia terpental dan menabrak dinding pembatas yang di buat oleh Li Ziqi.


“ Bang... ”


Heilong jatuh ke tanah dan tubuhnya kembali terlihat. Li Ziqi pun juga memperlihatkan wujudnya dan berdiri di depan Heilong.


“ Bagaimana..? Kau mau menyerah atau lanjut bertarung, ” ucap Li Ziqi menatap Heilong.


“ Menyerah... ??!! He... He... Tidak pernah ada dalam kamusku kata-kata menyerah. Apalagi menyerah pada wanita, ” ucap Heilong menyeringai. Kemudian segera bendiri sambil memegang kedua pedangnya.


“ Aku tidak akan pernah menyerah. Hiaahh... ”


Heilong meledakkan semua kekuatan yang tersisa di dalam tubuhnya. Tubuhnya kini diselimuti dengan aura angin, api dan es yang meluap-luap. Kemudian dia mengalirkan kekuatan itu kedalam pedang taring putih dan pedang baja hitam.


Dia lalu mengangkat kedua pedang itu dan menebaskannya secara bersamaan untuk menyerang Li Ziqi dengan sisa kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.


“ Pedang racun api, ”


Li Ziqi hanya melirik Heilong dan kembali menutupi tubuhnya dengan kedua sayap cahaya untuk menahan serangan Heilong.


“ Clang... Clang... ”


Kekuatan serangan pedang Heilong tidak dapat menembus pertahanan Li Ziqi. Kedua pedang yang ada di tangannya, tiba-tiba terlepas dari genggaman tangannya dan kemudian terpental akibat dari serangan balik dari jurus perisai cahaya agung.


“ Dalam sebuah pertarungan kau memang tidak boleh menyerah. Tapi kau harus tau kapan waktunya untuk mundur dan menyusun strategi lalu menyerang balik untuk meraih kemenangan saat menghadapi musuh yang berada diluar jangkauan kekuatanmu. Jangan buat dirimu mati sia-sia hanya karena sifat egoismu sendiri, ” ucap Li Ziqi sambil menatap mata Heilong.


Li Ziqi kemudian menjentikkan jarinya ke dahi Heilong yang sudah sangat lemah karena kehabisan tenaga. Tubuh Heilong kembali terpental dan menabrak portal pembatas lalu dia pingsan.

__ADS_1


“ Kau memang kalah dariku untuk saat ini. Tapi kekalahanmu ini karena perbedaan kekuatan dan pengalaman bertarung kita yang memang terlalu jauh. Karena itu aku akan menganggapmu sebagai pemenang dan memberimu hadiah istimewa. Aku akan kembali memperkuat tubuhmu dengan formasi bintang kejora tahap keempat, ” ucap Li Ziqi sambil tersenyum ke arah Heilong yang pingsan di tanah.


Li Ziqi megulurkan tangannya dan mengambar empat buah formasi bintang kejora. Formasi pertama berada di atas tanah, formasi kedua melayang-layang di udara, formasi ketiga dan keempat berada di bagian depan dan belakang yang akan sejajar dengan kepala dan kaki Heilong saat tubuh Heilong masuk ke dalam formasi.


Li Ziqi mengulurkan tangan kanannya dan cahaya berwarna ungu langsung keluar dari ujung dua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Cahaya berwarna ungu itu langsung menyelimuti seluruh tubuh Heilong dan memindahkan tubuhnya ke tengah-tengah formasi.


Setelah tubuh Heilong sampai di tengah-tengah formasi, Li Ziqi lalu mengulurkan tangannya ke arah formasi itu dan mengirimkan sekitar lima puluh persen kekuatannya untuk mengaktivkan formasi itu.


Segera setelah diaktivkan, formasi itu langsung memancarkan cahaya berwarna ungu yang sangat terang. Dan diikuti dengan kemunculan serpihan-serpihan bola cahaya berwarna-warni yang terus keluar dari dalam formasi seperti bintang-bintang yang menghiasi langit malam.


Bola-bola cahaya itu kemudian menyelimuti seluruh tubuh Heilong dan memperkuat kembali titik-titik meridian dan dantiannya yang dulu pernah diperkuat dengan formasi bintang kejora tahap ke tiga. Di formasi bintang kejora tahap keempat ini, tubuh emas pemberian Divine Beast Genbu juga ikut dikuatkan.


Setelah satu jam proses bintang kejora tahap keempat selesai, Heilong akhirnya tersadar. Tubuhnya seperti telah terlahir kembali, dia dapat merasakan kemampuannya menyerap energi alam dari titik-titik meridiannya semakin meningkat dan kemampuan dantiannya untuk menampung energi alam juga semakin meningkat. Kemampuan panca indranya juga mengalami peningkatan yang sangat dratis. Dia juga dapat merasakan otot dan tulang tubuhnya juga semakin keras seperti sebuah besi yang telah di tempa ulang.


Heilong kemudian menatap Li Ziqi yang berdiri di depannya. “ Guru, apakah kau yang melakukan semua ini. ”


Li Ziqi menganggukkan kepalanya sambul tersenyum. “ Benar. Itu adalah hadiah istimewa yang telah aku janjikan padamu. ”


Heilong menjadi terkejut. “ Guru menjajikan hadiah itu jika aku berhasil menang melawan guru. Tapi hasil pertandingan tadi adalah aku kalah. Kenapa guru masih memberiku hadiah... ? "


“ Dalam pertarungan itu kaulah pemenangnya. Kau sama sekali tidak kalah. Jika pertarungan itu di lakukan dengan kondisi yang seimbang maka hasilnya pasti akulah yang kalah. ” jawab Li Ziqi.


“ Apa maksud guru...? Bukannya pertarungan itu adalah pertarungan yang adil dan tidak ada yang melakukan kecurangan. Bagaimana aku bisa menang, ” tanya Heilong bingung.


“ Pengalamanku bertarung jauh di atasmu. Jurus-jurus yang aku gunakan tadi juga jurus dengan tingkat dewa. Kedua sayap yang aku miliki itu juga lebih kuat dari senjata pusakamu. Coba kau bayangkan jika aku menggunakan jurus dan senjata dengan tingkat yang sama seperti yang kau gunakan. Apakah aku masih tetap akan menang... ? ” jawab Li Ziqi disertai dengan pertanyaan.


“ He... He... memang benar apa yang guru katakan. Tapi aku masih harus berlatih lebih giat lagi agar aku bisa sekuat guru dan bisa menjadi dewa seperti guru, ” ucap Heilong.

__ADS_1


“ Aku menantikan saat itu, ” ucap Li Ziqi menatap langit lalu dia menghancurkan medan pelindung kedap suara yang dia buat.


__ADS_2