
“ Boomm....”
Tiba-tiba terjadi ledakan di tempat Heilong terjatuh dan air sungai menjadi naik setinggi dua puluh meter mirip seperti ombak tsunami. Rupanya saat Heilong jatuh kedalam sungai yang airnya beracun itu, dia menggunakan jurus tapak es pembeku angin dan mengarahkannya ke dasar sungai sehingga membuat tubuhnya terdorong ke atas dan membuat air sungai itu naik ke permukaan akibat ledakan bola energi es dan angin yang terjadi di dasar sungai.
Racun ular yang ada di sungai ini sama sekali tidak berpengaruh pada tubuh Heilong karena tubuhnya memiliki jurus restorasi jiwa yang akan secara otomatis aktif untuk meregenarasi setiap sel yang ada di dalam tubuhnya jika terjadi serangan pada tubuhnya bahkan serangan seperti racun sekalipun dapat di netralisir dengan jurus ini.
Heilong berdiri di atas ledakan air itu sambil memegang pedang taring putih yang telah di selimuti dengan energi es dan angin. Sekarang posisi Heilong berdiri lebih tinggi daripada posisi ular salju itu meskipun panjang ular salju itu juga dua puluh meter tapi saat dia berdiri hanya setinggi sepuluh meter saja karena hanya setengah tubuhnya saja yang naik mulai dari kepala sampai ke tengah-tengah perut.
“ Apa kau terkejut melihatku masih hidup dan racun ularmu sama sekali tidak berpengaruh padaku, ” ucap Heilong menatap ular salju.
“ Aku memang sedikit terkejut. Mungkin kau bisa selamat karana racun ularku yang ada di sungai telah bercampur dengan air jadi kadar racunnya sudah sangat berkurang. Tapi bisakah kau bertahan jika racun ularku langsung mengenai tubuhmu, ” balas ular salju dingin.
“ Kalau begitu kenapa tidak kau buktikan sendiri saja, ”
Heilong menyeringai dan segera melompat turun ke arah ular salju itu berdiri sambil menggenggam pedang taring putih.
“ Sssstttttt.... ”
Ular salju menatap Heilong dengan tajam dan berdesis sambil menyemburkan racun ularnya saat melihat Heilong sudah semakin mendekat.
Heilong dengan lincah memutarkan tubuhnya di udara dan arah lompatannya bergeser sedikit kekiri untuk menghindari semburan racun ular itu lalu dia menebaskan pedangnya ke leher ular salju itu.
“ Pedang membelah bumi, ”
“ Slash.. ”
Kepala ular salju itu berhasil di penggal oleh Heilong hanya dengan sekali tebasan dan akhirnya kepala ular salju itu jatuh ke dalam sungai bersama dengan tubuhnya.
“ Byur... ” air sungai itu meluap dan tumpah ke daratan saat tubuh dan kepala ular itu jatuh dan tenggelam ke dasar sungai.
“ Duar... ”
Air sungai kembali meluap dan seekor ular salju lain muncul dari dalam sungai. Ular salju ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari ular salju yang sebelumnya, ukurannya kira-kira hanya sekitar lima belas meter dan kulitnya putih sedikit kehitaman dengan tanduk berwarna emas di kepalanya. Meskipun ular ini memiliki ukuran yang agak kecil tapi dia memancarkan kekuatan yang jauh lebih besar dari ular sebelumnya.
Ular salju ini merubah wujudnya menjadi bentuk manusia dan membawa tubuh ular salju yang baru saja di bunuh oleh Heilong naik ke permukaan. Dia kemudian memeluk tubuh ular salju itu sambil menangis. “ Istriku... Siapa yang melakukan ini padamu. Aku akan membalaskan dendammu padanya. Aku aku penggal kepalanya seperti dia memenggal kepalamu. ”
__ADS_1
Ular salju itu meletakkan tubuh istrinya ke daratan lalu berbalik dan menatap Heilong dengan tatapan membunuh. “ Apakah kau yang telah membunuh istriku... ? ”
“ Ya. Aku yang membunuh ular salju itu karena dia sudah banyak membunuh makhluk yang tidak berdosa dengan cara mencemari sungai ini dengan racun ularnya yang sangat mematikan. ” jawab Heilong sambil menunjukkan bangkai hewan lain yang ada di tepi sungai.
“ Itu bukanlah urusanku. Hewan-hewan itu mati karena mereka sendiri yang lemah dan tidak bisa menahan racun ular kami. Dan apakah istriku tidak mengatakan bahwa sungai ini sudah menjadi tempat tinggal kami jadi tidak ada yang bisa mendekati tempat ini kecuali ijin dari kami dan aku tidak mengijinkan siapapun mendekati sungai ini, ” ucap ular salju dengan dingin dan penuh amarah.
“ Sepertinya kau sama keras kepalanya dengan ular salju yang sebelumnya, jika seperti itu maumu berarti tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi. Aku akan memberimu dua pilihan saja kau pergi dari sungai ini atau pedangku ini akan memenggal kepalamu sama seperti yang telah aku lakukan pada ular salju yang sebelumnya, ” seru Heilong mengancam sambil menunjuk pedangnya ke arah ular salju.
“ Aku pilih pilihan yang kedua, sampai matipun aku tidak akan pernah meninggalkan sungai ini. Tunjukkan seberapa besar kekuatanmu, dasar manusia sombong... !!! Apa kau benar-benar bisa memenggal kepalaku atau kau cuma omong kosong saja. ” ucap ular salju yang marah menantang Heilong.
Ular salju merubah wujudnya kembali menjadi seekor ular. Kemudian dia meliuk-liukkan tubuhnya secara zig-zag di atas permukaan air dan bergerak sangat cepat menuju ke arah Heilong. Setelah berada di depan Heilong, ular itu langsung memukulkan ekornya dengan kuat ke arah dada Heilong.
Heilong secara reflek menyilangkan kedua tangannya ke depan untuk menahan serangan ekor ular dan tubuhnya tersungkur ke belakang sampai membentur sebuah pohon jati yang ada di belakangnya.
“ He... He... Itu tadi hanya pemanasan saja tapi kau sudah terjatuh seperti itu. Kemana tadi kekuatanmu yang mengatakan akan memenggal kepalaku. Apa kekuatanmu itu sudah menghilang karena terkena sabetan ekorku. ” ejek ular salju.
Heilong berdiri dan tersenyum mengejek. “ Jadi itu tadi hanya pemanasan ya...? Sepertinya kau sangat suka yang panas-panas. Baiklah akan aku tunjukkan padamu apa arti dari pemanasan yang sebenarnya. ”
Heilong mengeluarkan campuk tali kolor pusaka dan memegang cambuk itu dengan tangan kirinya lalu dia mengalirkan enam puluh persen energi apinya ke dalam cambuk itu.
“ Whoost... ”
“ Pemuda itu rupanya memiliki api yang tak biasa. Pantas saja dia berani mengusik kami. ” pikir ular salju.
“ Sekarang rasakan pemanasan dariku ini, yang akan membuat tubuhmu kepanasan. Ha.. Ha.. ” ucap Heilong tertawa.
“ Ceterrr... ”
Heilong menyabetkam cambuknya ke tubuh ular salju. Tubuh ular salju itu pun terbakar di bagian yang kena cambukan Heilong dan membuat ular salju itu berguling-guling di atas air karena kepanasan. Terlihat bekas luka cambukan yang membara di tubuh ular salju setelah api yang ada di tubuhnya padam.
“ Kurang ajar kau manusia...!!! ” Teriak ular salju marah.
“ Sssstttttt.... ”
Ular salju itu langsung menyemburkan racun ularnya ke arah Heilong. Heilong kemudian menggerakkan pedang taring putih yang ada di tangan kanannya membentuk lingkaran searah jarum jam.
__ADS_1
“ Teknik perisai es ribuan tahun tingkat ke tiga, ”
“ Cermin es ”
Sebuah cermin es tebal setinggi satu meter muncul di depan Heilong dan menyerap racun ular salju yang di semburkan ke arahnya lalu beberapa detik kemudian cermin es itu menembakkan kembali racun ular salju ke tubuh ular salju.
“ Ahhhh... Panas sekali... ”
Ular salju menjerit kesakitan karena racun ular yang di semburkan ke arah Heilong malah berbalik menyerang tubuhnya sendiri dan mengenai bekas luka cambukan yang ada di tubuhnya. Bekas luka cambukan itu terasa semakin panas karena terkena racun ular yang sangat korosif.
“ He... He... itulah yang namanya pemanasan yang sebenarnya, ” ejek Heilong sambil tertawa.
“ Sialan...!! ” Balas ular salju geram. “ Sekarang coba kau balikkan seranganku yang berikutnya. Meskipun kau berhasil membalikkan seranganku ini tapi mereka tidak akan menyerahku karena mereka adalah anak-anakku. ”
“ Semburan seribu ular ”
Ular salju kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan ribuan ular salju kecil yang sangat beracun ke arah Heilong.
“ Bodoh.. ” ucap Heilong menyeringai.
Heilong mengangkat tangan kirinya ke atas dan merentangkan telapak tangan kirinya ke arah ular salju.
“ Semburan api, ”
Heilong menyemburkan kekuatan seratus persen api putihnya dari tangan kirinya. Api putih ini lebih panas dari sebelumnya karena Heilong sama sekali tidak membatasi kekuatannya. Dalam sekejap ribuan anak ular salju telah dibakar habis oleh Heilong sampai menjadi abu.
Melihat semua anak-anaknya terbunuh dalam sekejap karena serangan api putih itu, ular salju menjadi ketakutan dan berusaha melarikan diri.
“ Jangan lari..!! ”
Heilong mengejar ular salju itu dengan langkah angin pemecah badai untuk menyaingi ke cepatan lari ular salju. Saat jarak mereka sudah cukup dekat Heilong segera melompat dan menebaskan pedangnya ke arah leher ular salju.
“ Pedang membelah bumi, ”
“ Slash.. ”
__ADS_1
Kepala ular salju itupun berhasil di penggal oleh Heilong hanya dengan sekali tebasan sama seperti ular salju yang sebelumnya.
Dari kejauhan rupanya ada seekor ular lain yang sejak tadi menyaksikan pertempuran Heilong melawan dua ekor ular salju. Ular ini memiliki warna yang hampir sama dengan warna pohon jati yang ada di hutan jati bersalju sehingga sejak tadi dia bebas mengintai pertarungan mereka. Ular itupun pergi menghilang entah kemana setelah melihat kedua ular salju itu mati dibunuh Heilong dengan cara dipenggal kepalanya.