
“Ternyata kau juga merasakannya,” ucap Li Ziqi yang melihat Dao Xue Lian tiba-tiba terbangun.
“Aku hanya merasa sedikit aneh saja. Benda yang mengeluarkan aura kegelapan yang sangat spesial seperti ini, harusnya hanya ada di Dunia Bawah saja,” jawab Dao Xue Lian.
“Sepertinya kau sangat mengenal benda ini. Padahal aura kegelapan yang memancar dari benda itu sangat lemah. Aku sendiri sampai tidak bisa menemukan posisi dari benda itu karena auranya terlalu lemah untuk di lacak. Apakah kau bisa memberitahuku benda apa ini sebenarnya?” balas Li Ziqi.
“Benda ini adalah sebuah batu khusus yang biasanya digunakan untuk menempa sebuah senjata. Namun, jumlah dari batu ini sekarang telah menjadi semakin sedikit. Sebab, ketika pertarungan beras antara Dewa dan Iblis terjadi, Ayahku telah memerintahkan para penempa senjata dari Dunia Bawah untuk membuat senjata dalam jumlah yang sangat besar dengan menggunakan Batu ini,” jawab Dao Xue Lian.
“Apakah benda ini adalah Batu Kristal Petir Kegelapan?” tebak Li Ziqi.
“Bukan. Batu ini adalah Batu Es Kegelapan Angin. Batu ini memiliki kualitas yang lebih tinggi dari Batu Kristal Petir Kegelapan karena Batu ini mengandung energi es yang sangat padat sehingga akan sangat kuat jika di bentuk menjadi sebuah senjata,” jelas Dao Xue Lian.
“Jika Batu Kristal Petir Kegelapan tidak terlalu bagus untuk di gunakan menjadi menjadi senjata, lalu kenapa pasukan bangsa iblis membawa anak panah yang ujungnya terbuat dari Batu Kristal Petir Kegelapan?” tanya Li Ziqi yang menjadi semakin penasaran.
__ADS_1
“Itu karena energi petir kegelapan yang ada di dalam Batu Kristal Petir Kegelapan tidak pernah stabil. Bangsa Iblis menggunakan Batu Kristal ini sebagai bahan untuk membuat senjata sekali lempar karena setelah senjata itu mengenai targetnya, maka senjata itu akan langsung menimbulkan ledakan yang sangat besar hingga mampu menghancurkan senjata itu sendiri. Dan kegunaan lain dari Batu Kristal Petir Kegelapan adalah sebagai bahan bakar kendaraan seperti sebuah pesawat yang kau miliki,” jawab Dao Xue Lian.
“Aku sudah paham sekarang. Sekarang kita kembali lagi pada Batu Es Kegelapan Angin. Apakah keuntungan yang akan didapatkan Heilong jika dia mendapatkan batu ini?” tanya Li Ziqi degan nada serius.
“Aku bisa menggunakan batu itu untuk membuatkan Heilong dua buah sarung pedang yang sangat kuat dan bisa menyembunyikan aura yang memancar dari pedang itu. Sehingga dia akan memiliki dua buah pedang yang bisa dengan bebas dia bawa kemanapun saat dia pergi. Dengan begini, dia tidak perlu menggunakan energinya untuk membuat segel pemanggil senjata. Dan dia akan terlihat lebih gagah jika membawa dua buah pedang pusaka di punggungnya. Hehe …” ucap Dao Xue Lian tertawa renyah, saat membayangkan Heilong seperti seorang Dewa perang di alam dewa yang selalu membawa dua buah pedang di punggungnya.
“Kedengarannya itu ide yang sangat bagus. Tapi pedang yang bisa di bawa Heilong keluar dengan bebas hanya Pedang Taring Putih dan Pedang Bintang Api karena kedua pedang pusaka yang menjadi tempat tinggal kita sama sekali tidak bisa keluar dengan bebas,” seru Li Ziqi.
“Aku juga paham akan hal itu. Kedua pedang yang menjadi tempat tinggal kita berdua ini kekuatannya terlalu besar sehingga akan memancing bahaya bagi Heilong jika sampai ada bangsa Iblis mengincar kedua pedang ini,” balas Dao Xue Lian.
“Kau tidak ingin ikut keluar bersamaku? Bukankah Kakak juga sangat penasaran dengan batu ini,” ajak Dao Xue Lian.
“Sebenarnya aku ingin ikut tapi aku hanya bisa keluar di tempat-tempat tertentu saja seperti kediaman para Divine Beast dan tempat-tempat yang mengandung energi alam yang sangat besar. Ini juga merupakan bagian dari hukuman yang di berikan oleh ayahku,” jawab Li Ziqi terlihat pasrah dengan keadaannya.
__ADS_1
Dao Xue Lian langsung pergi dan tidak banyak bicara lagi karena dia tidak ingin membuat Li Ziqi menjadi sedih. Lagipula, Li Ziqi juga melihat keadaan yang ada di dunia luar dari sebuah cermin yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong.
Heilong langsung terkejut saat melihat Dao Xue Lian tiba-tiba muncul di depannya. Namun dia berbicara sedikit berbisik karena takut ketahuan Lin Chong Wei yang ada di sampingnya. “Ka-Kamu, kenapa kamu tiba-tiba keluar dari Dunia Jiwaku? Aku'kan tidak memintamu keluar.”
“Aku sengaja menemuimu karena ada sebuah benda yang sangat bagus yang akan aku berikan padamu. Sekarang kau turunlah dari pohon ini lalu kau tebang pohon ini karena benda itu berada di bawah pohon ini,” jawab Dao Xue Lian yang hanya bisa didengar Heilong.
Heilong langsung berpikir bagaimana cara untuk membicarakan ini pada Lin Chong Wei karena dia tidak mungkin tiba-tiba menebang sebuah pohon yang sangat besar tanpa alasan yang jelas.
“Kita harus turun dari pohon ini karena aku akan segera menebang pohon ini. Tadi aku lihat Lu Zhan sedang kekurangan kayu bakar jadi kau pergilah ke sana dan katakan padanya bahwa aku akan segera membawakan kayu bakar untuknya. Dan aku juga akan membuat sebuah rumah dari kayu ini karena mungkin saja suatu saat nanti kita akan kembali ke tempat ini. Jadi kita tidak perlu lagi repot-repot untuk membuat tempat untuk menginap,” ucap Heilong pada Lin Chong Wei.
Mereka berdua langsung turun dari atas pohon dan sesuai perintah, Lin Chong Wei langsung pergi ke tempat Lu Zhan untuk memberitahunya hal ini agar dia tidak panik saat melihat sebuah pohon yang sangat besar tiba-tiba roboh.
“Sekarang hanya tinggal kita berdua. Apakah aku harus benar-benar menebang pohon ini untuk mengambil benda itu? Pohon ini sangat bagus dan aku rasa hanya ada satu saja di tempat ini karena itu sayang sekali jika pohon ini harus di tebang,” tanya Heilong untuk memastikan.
__ADS_1
“Sebenarnya pohon ini bukanlah pohon yang berasal dari planet ini, tapi pohon yang terbentuk dari luapan energi es dan energi angin yang ada di dalam Batu Es Kegelapan Angin. Batu ini hanya fokus untuk menyimpan energi kegelapannya saja, jadi luapan dari kedua energi yang lain terpaksa di keluarkan dan jadilah pohon ini. Dan batu itu sekarang tepat berada di bawah pohon ini. Pohon ini akan langsung mati jika kau mengambil batu yang ada di bawahnya, meskipun kamu tidak menebang pohon ini,” jawab Dao Xue Lian menjelaskan.
“Baiklah karena pohon ini pasti akan mati jadi tidak ada salahnya jika aku tebang saja,” seru Heilong.