
Setelah cahaya yang muncul akibat ledakan dan petir itu menghilang, tubuh Buaya Salju yang tergeletak di tanah mulai terlihat. Tapi tubuh Buaya Salju itu dipenuhi luka di sekujur tubuhnya.
Perisai air yang tadinya dibuat Buaya Salju untuk melindungi tubuhnya, sudah hancur berkeping-keping dihantam jurus schneesturm milik Kirin Es.
Kirin Es yang melihat semua ini dari atas langit tersenyum dan turun menghampiri tubuh Buaya Salju. Dia ingin memastikan bahwa buaya salju itu tidak bernapas lagi.
“Akhirnya aku berhasil membalas dendam atas kematian anakku. Iblis kejam sepertimu memang layak untuk mati seperti ini.”
Kirin Es lalu berbalik untuk meninggalkan tubuh Buaya Salju yang masih tergeletak di tanah.
Namun saat dia berbalik, Mata Buaya Salju itu tiba-tiba terbuka. Buaya Salju itu lalu memusatkan energi airnya di ekornya, seketika ekornya berubah menjadi sangat tajam seperti sebuah tombak.
“Ekor Tombak Buaya Putih,” teriak Buaya Salju sambil mengarahkan ekor tombaknya untuk menyerang perut Kirin Es.
“Jleb ...” Ekor itu mengenai kaki kanan Kirin Es.
Kirin es yang menyadari serangan tiba-tiba dari Buaya Salju segera berusaha menghindar. Tapi karena jaraknya yang sangat dekat, ekor buaya itu berhasil menyerang kakinya.
“Kamu buaya sialan..!!! Jadi kamu tadi hanya berpura-pura mati untuk menunggu kesempatan agar kau bisa menyerangku dari belakang saat aku sedang lengah. Tadinya aku hanya berniat untuk membunuhmu. Tapi setelah serangan licikmu ini, aku menjadi ingin menghancurkan tubuhmu sampai hancur berkeping-keping,” ucap Kirin Es dingin.
“Schneesturm.”
Kali ini Kirin Es mengeluarkan jurus badai salju petirnya lebih kuat dari sebelumnya. Karena kekuatannya yang begitu besar, jurus itu juga mengenai tubuh Kirin Es.
“Boom ….!!
Tubuh Kirin Es dan Buaya Salju terpental sejauh dua ratus meter dengan arah yang saling berlawanan.
Tubuh Kirin Es tergeletak lemas di tanah karena terkena serangan dari jurusnya sendiri dan energinya juga sudah terkuras habis setelah mengeluarkan Schneesturm dua kali.
Di tempat lain, tubuh Buaya Salju juga mengalami keadaan yang sama bahkan lebih parah.
__ADS_1
“Hehe … Buaya sialan!! Sekarang kamu rasakan akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Meskipun aku juga terluka parah saat ini, tapi aku masih cukup beruntung karena tubuhku tidak menjadi lumpuh sepertimu,” ejek Kirin Es ketika melihat tubuh Buaya Salju yang anggota tubuhnya sudah tidak lengkap lagi karena terkena ledakan dari jurus Schneesturm.
“Hehe … Kamu terlalu percaya diri. Lihatlah dengan kedua matamu baik-baik sekarang,” balas Buaya Salju.
Tubuh Buaya Salju yang tergeletak di tanah tiba-tiba memancarkan sinar berwarna biru. Sinar ini tidak berasal dari energi airnya, tapi berasal dari Mustika Air Buaya Salju yang ada di dahinya.
“Jurus Tirta Bayu, ” teriak Buaya Salju dengan lantang.
Seketika sinar yang memancar dari Mustika Air Buaya Salju menjadi semakin bercahaya.
Air sungai menjadi pasang dan membuat ombak yang cukup besar munuju ke arah Buaya Salju.
Empat buah angin tornado turun dari langit dan berputar di sekeliling tubuh Buaya Salju.
Kedua fenomena alam yang cukup aneh itu bengerak menuju ke tubuh Buaya Salju secara bersamaan dan menelan tubuhnya.
Kirin Es mengerutkan dahinya ketika melihat ini dan raut wajahnya berubah suram, sedangkan di kejauhan Feng Tzuyu menjadi gelisah saat melihat fenomena aneh ini.
“Tzuyu, apakah kamu mengetahui apa yang sedang terjadi?” tanya He.
“Maksudmu Buaya Salju itu akan sembuh dari semua luka-lukanya?” lanjut Heilong bertanya karena tak percaya.
“Bukan hanya sembuh dari semua luka-lukanya saja. Tapi bagian tubuhnya yang telah hilang akan tumbuh kembali. Dia akan pulih seratus persen sama seperti saat sebelum dia melakukan pertarungan ini,” jawab Feng Tzuyu.
“Bai gege, kita harus segera menolong Kirin Es itu. Kaki kanannya terluka dan dia juga sudah kehabisan tenaga. Dia berada dalam bahaya sekarang,” tambah Feng Tzuyu dengan raut wajah terlihat cemas.
“Tunggu Tuan Putri, biarkan kami saja yang pergi menolong Kirin Es itu. Sepertinya Buaya salju itu akan menyerang Kirin Es dengan kekuatan penuh. Kami tidak bisa membiarkan Tuan Putri pergi ke sana dan membahayakan nyawa Tuan Putri,” ucap Wong Gie memotong pembicaraan.
“Paman Wong Gie sebaiknya pergi menahan Buaya Salju itu. Sangat sulit bagi kalian jika harus menolong Kirin Es sekaligus menahan Buaya Salju. Untuk menolong Kirin Es, biarkan aku dan Bai gege saja yang melakukannya,” ucap Feng Tzuyu.
“Baiklah Tuan Putri. Wong Shien, Wong Thing, Wong Fei, Wong Gien, Wong Ding. Kalian berlima ikut aku menyerang buaya salju itu,” seru Wong Gie mengajak kelima saudaranya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat Buaya Salju berada, seluruh tubuh Buaya Salju telah tenggelam dalam tornado air yang cukup aneh.
Semua luka-luka yang ada di tubuh Buaya Salju langsung menghilang saat air itu menyentuh kulitnya. Dan bagian tubuhnya yang hancur kembali tumbuh saat angin menyentuh tubuhnya.
Hanya dalam waktu tiga puluh menit, seluruh tubuh Buaya Salju telah pulih.
“Hwarr…” teriak Buaya Salju.
Seketika air dan angin yang menyelimuti tubuh Buaya Salju langsung meledak dan menghilang.
“Haha … Kamu lihat sekarang. Semua seranganmu tidak bisa membuatku mati. Bahkan sama sekali tidak ada bekas luka di tubuhku,” ucap Buaya salju sambil tertawa terbahak-bahak.
“Sekarang saatnya giliranmu untuk menerima seranganku. Terimalah jurus Shimizuku ini.”
Buaya Salju itu segera membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan semburan air yang kuat dari mulutnya.
Kelompok Wong bersaudara akhirnya sampai di tempat Buaya Salju. Mereka berenam lalu berdiri di depan tubuh Buaya Salju dan segera membuat sebuah formasi segi enam sambil mengulurkan kedua tangannya yang mengalirkan kekuatan energi api yang sangat dahsyat.
“Perisai Hexagon Dewa Api.”
Wong bersaudara segera membentuk perisai api berbentuk segi enam yang besar dan sangat tebal.
Saat air menyentuh perisai api itu, maka air itu akan berubah menjadi uap.
“Rupanya kalian lagi yang menggangguku, waktu itu aku sengaja meninggalkan kalian karena lukaku belum pulih. Tapi kali ini berbeda.” ucap Buaya Salju.
“Kirin Es berada dalam lindungan kami. Tidak akan aku biarkan kamu menyentuhnya. Lebih baik kamu sekarang pergilah menjauh,” ucap Wong Gie.
Buaya Salju melihat kearah Kirin Es. Dia melihat Feng Tzuyu dan Heilong ada di sana. “Jadi gadis itu juga ada di sana. Kebetulan sekali saat ini aku sedang lapar.”
“Kurang ajar!! Berani sekali kamu berkata seperti itu pada Tuan Putri. Saudaraku mari kita siapkan formasi Penjara Abadi Dewa Api dan kita kurung Buaya Salju ini dalam api abadi,” ucap Wong Gie.
__ADS_1
Mereka berenam segera mengepung buaya salju dan formasi penjara abadi dewa api segera terbentuk untuk mengurung buaya salju.
“Apa kalian pikir tipuan murahan seperti ini akan berhasil mengurungku dua kali,” ucap Buaya salju dengan senyum licik.