
“Whoost …”
Ratusan api berbentuk seperti sebuah pedang berukuran sebesar jarum langsung mengelilingi Pedang Bintang Api saat Heilong memasukkan energi apinya ke dalam pedang itu.
Ignis langsung menoleh ke belakang saat dia merasakan hawa panas yang sangat luar biasa dari punggungnya.
Punggung Ignis seperti tersengat oleh sinar matahari dari jarak yang sangat dekat. padahal di tempat ini, sekarang sedang hujan lebat dan semua cahaya matahari yang menyinari planet ini sedang tertutup awan mendung.
Kedua bola mata Ignis langsung melotot karena sangat terkejut saat melihat api berwarna putih dan emas, memancar di sekitar tubuh Heilong.
Api berwarna putih adalah api yang berasal dari tubuh Heilong, sedangkan api berwarna emas adalah abis yang berasal dari roh senjata Pedang Bintang Api.
“I-itu?! Bagaimana mungkin ada orang yang memiliki dua api yang sangat ditakuti oleh Bangsa Iblis di dalam satu tubuh. Apa mungkin dia benar-benar orang yang diutus oleh Sang Pencipta untuk membasmi Bangsa Iblis.”
Rasa keterkejutan Ignis langsung berubah menjadi niat membunuh yang sangat kuat. Bagaimanapun caranya, dia harus bisa membunuh Heilong sebelum Heilong menjadi bertambah kuat.
Sebab, Ignis sangat yakin bahwa Heilong akan menjadi ancaman terbesar bagi Bangsa Iblis. Jika dia dibiarkan hidup dan terus bertambah kuat.
“Tebasan Elang Neraka Membelah Langit.”
Ignis langsung menebaskan Golok Elang Neraka ke arah Heilong.
Api hitam berbentuk cakar burung elang berukuran raksasa dengan kukunya yang sangat tajam dan diselimuti api yang sangat panas, langsung muncul dari golok pusaka milik Ignis dan pergi menuju ke arah Heilong.
Heilong bisa merasakan ada tekanan energi api yang sangat kuat sedang menuju ke arahnya. Namun, dia tidak bisa membalikkan tubuhnya karena Jurus Pedang Racun Api sebentar lagi siap untuk digunakan.
“Gunakanlah Baju Perang Naga Eternal pemberianku. Baju perang itu seharusnya bisa meredam kekuatan api kegelapan dari serangan yang dilakukan Ignis. Tapi, Baju perang itu hanya bisa kau gunakan dalam waktu kurang dari satu menit karena kau belum memiliki elemen kegelapan di dalam dantianmu.”
Suara Dao Xue Lian tiba-tiba muncul dari dalam Dunia Jiwa Heilong dan langsung memberikan perintah pada Heilong.
Heilong segera membayangkan Baju Perang Naga Eternal sambil menyebut nama benda pusaka itu dengan suara lirih.
Tubuh Heilong mulai diselimuti dengan aura energi kegelapan yang sangat kuat ketika dia memanggil nama Baju Perang Naga Eternal.
Energi kegelapan itu kemudian memadat dan berubah menjadi Baju Perang Naga Eternal.
Lagi-lagi Ignis di buat terkejut dengan sesuatu yang muncul dari tubuh Heilong.
__ADS_1
“Dia bahkan memiliki baju pelindung yang pernah dimiliki oleh Putri dari Raja Iblis Dunia Bawah. Siapa sebenarnya identitas dari manusia itu?” gumam Ignis dalam hati.
Serangan Ignis terus mendekati tubuh Heilong dan akhirnya menghantam baju perang yang dipakai Heilong.
“Bam …”
Suara dentuman yang sangat keras terdengar. Dan kepulan asap tebal langsung menutupi tubuh Heilong.
“Apakah seranganku berhasil membunuhnya?”
Ignis bertanya-tanya dalam hatinya. Karena serangan ini adalah jurus api terhebat yang dia miliki. Dia tidak pernah menggunakan jurus ini sebelumnya kecuali dalam keadaan terdesak.
Namun, jurus yang digunakan Ignis ternyata gagal untuk membunuh Heilong. Sebab, dia bisa melihat Heilong tetap berdiri di tempatnya seperti tidak terjadi apa-apa setelah kepulan asap itu menghilang.
“Sial! Baju perlindungan itu ternyata memiliki kemampuan untuk menyerap energi kegelapan. Pantas saja kekuatan dari jurus apiku menjadi sangat lemah. Kenapa senjata pusaka itu malah berpihak pada Bangsa Manusia,” gerutu Ignis kesal karena salah satu senjata pusaka yang dimiliki oleh Bangsa Iblis ternyata berada di tangan seorang manusia.
Namun, tidak ada yang bisa dilakukan Ignis karena dia sama sekali tidak tahu bagaimana Heilong bisa mendapatkan Baju Perang Naga Eternal yang seharusnya ikut menghilang saat Putri Dao Xue Lian meninggal.
Baju Perang Naga Eternal yang ada di tubuh Heilong langsung menghilang dan kembali ke dalam Dunia Jiwanya setelah menerima serang dari jurus api Ignis.
Heilong kembali memusatkan pikirannya untuk memperkuat pedang api dari jurus pedang racun api.
Dia langsung menebaskan Pedang Bintang Api ke bola kegelapan itu setelah semua pedang api berukuran kecil itu telah membara seperti lava gunung berapi.
“Pedang Racun Api.”
“Slash … Slash …”
Ratusan pedang api berukuran sebesar jarum itu mulai menyerang bola kegelapan raksasa yang merupakan pelindung dari tangan Naga berwarna hitam pekat yang menangkap roh Long Bai.
“Boom … Boom … Boom …”
Ledakan beruntun mulai terjadi di permukaan bola kegelapan dan meninggalkan ratusan lubang yang semakin lama berubah menjadi retakan-retakan yang sangat panjang.
“Crack … Pyar …”
Bola kegelapan itu akhirnya hancur berkeping-keping setelah retakan-retakan itu saling menyatu.
__ADS_1
Piramida raksasa berwarna hitam pekat akhirnya muncul di depan Heilong. Dan di tengah-tengah piramida itu terdapat roh Long Bai yang kedua tangan diikat dengan sebuah rantai berwarna hitam.
Piramida berwarna hitam pekat ini adalah tangan Naga Raksasa berwarna hitam yang telah menangkap roh Long Bai beberapa saat yang lalu.
Heilong kemudian mengangkat Pedang Bintang Api dengan kedua tangannya menghadap ke langit. Karena dia harus menggunakan energi api yang lebih besar dari biasanya. Sebab, piramida yang mengurung roh Long Bai ini memiliki lapisan pelindung yang sangat keras.
Heilong mulai memasukkan energi api dan energi angin dalam jumlah yang sangat besar ke dalam Pedang Bintang Api sampai membuat pedang pusaka itu menjadi bergetar.
Aura energi api dan energi angin yang sangat dahsyat langsung memancar dari Pedang Bintang Api.
Pancaran aura ini membuat pusaran angin bercampur dengan api berputar-putar di sekeliling Heilong.
“Pedang Api Membelah Angkasa.”
Heilong langsung menebaskan pedangnya yang sudah diselimuti dengan aura energi api dan angin yang sangat kuat ke Piramida berwarna hitam pekat itu.
“Boom ... ”
Gabungan antara energi api dan energi angin yang sangat kuat itu, langsung membentuk sebuah bulan sabit berwarna putih yang membawa hawa panas yang sangat mengerikan.
Bulan sabit berwarna putih itu terus menghantam Piramida berwarna hitam pekat itu tanpa ampun dan mulai melelehkan permukaan piramida yang sangat keras seperti kulit seekor Naga berusia ribuan tahun.
Semakin lama permukaan piramida yang berhasil dilelehkan oleh energi api dan angin yang berbentuk bulan sabit itu menjadi semakin dalam.
Setelah beberapa menit, piramida berwarna hitam pekat itu akhirnya berhasil dibelah menjadi dua bagian oleh jurus milik Heilong.
Roh Long Bai akhirnya berhasil keluar. Namun, roh itu melesat jatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi karena Long Bai belum menguasai kemampuan untuk terbang meskipun dia berada dalam wujud roh.
Heilong segera terbang melesat dengan kecepatan tinggi menggunakan kedua sayapnya untuk menangkap roh Long Bai.
Ignis tidak tinggal diam. Dia memusatkan energi kegelapan miliknya ke dalam kedua sayapnya agar kecepatannya saat terbang menjadi semakin bertambah.
Ignis segera terbang ke bawah menyusul Heilong untuk menghalangi dia menyelamatkan roh Long Bai.
Dalam sekejap, Ignis sudah berada di samping Heilong yang sudah terbang dengan kecepatan tinggi.
Pertarungan antara mereka berdua kembali terjadi. Mereka berdua saling melemparkan tinju masing-masing sambil terbang.
__ADS_1