
“Tenang saja, sebentar lagi semua masakanku akan segera siap,” jawab Lu Zhan sambil melanjutkan memotong daging ikan itu.
Sambil terus memotong daging ikan ini, Lu Zhan tak henti-hentinya mengagumi pisau pemberian Heilong ini. Tapi dia hanya bisa bergumam dalam hati karena takut Lin Chong Wei akan mengomel lagi. “Pisau ini ternyata sangat hebat. Selain sangat tajam, ternyata pisau ini memiliki energi api yang akan langsung memanaskan permukaan daging yang akan aku potong. Dengan cara ini maka ikan beku ini akan lebih mudah aku potong.”
Setelah lima menit, semua makanan yang di masak Lu Zhan akhirnya selesai. Lu Zhan langsung meletakkan sebuah piring besar di depan Lin Chong Wei.
Lin Chong Wei langsung menutup matanya untuk menikmati aroma harum yang keluar dari olahan daging ikan ini. Aroma ini langsung membangkitkan selera makan Lin Chong Wei.
“Harum sekali bau makanan ini. Apa nama makanan ini?” tanya Lin Chong Wei yang sudah siap memegang sumpit di tangannya.
“Makanan ini namanya Gohu Ikan, ini adalah salah satu resep yang diberikan oleh Guru Long Bai. Aku berani bertaruh bahwa rasa makanan ini lebih enak daripada rasa olahan daging ikan yang sering kau makan di restoran pinggir jalan itu,” jawab Lu Zhan.
Mata Lin Chong Wei langsung berbinar-binar seperti seekor Beast yang menemukan mangsanya. Dia lalu mengambil daging ikan itu dengan menggunakan sumpit yang ada di tangannya. “Aku akan mencicipi makanan ini. Jika rasanya tidak enak, aku tidak akan memberikanmu bahan makanan gratis lagi.”
“Lalu bagaimana jika rasa makananku ini ternyata sangat enak?” balas Lu Zhan bertanya.
“Aku akan memberimu bahan makanan gratis selama enam bulan. Bagaimana menurutmu? Harusnya itu adalah taruhan cukup adil,” jawab Lin Chong Wei menatap Lu Zhan.
“Baik kita sepakat. Siap-siaplah untuk memberiku bahan makanan gratis selama enam bulan. Hehe …” ucap Lu Zhan menyeringai.
Lin Chong Wei langsung memakan potongan daging ikan yang sudah ada di depan mulutnya. Suapan pertama rasanya biasa saja tapi ada sensasi aneh yang membuat ingin terus memakan potongan daging ikan itu lagi dan lagi. Sampai tidak terasa sepiring besar Gohu ikan, di habiskan sendiri oleh Lin Chong Wei hanya dalam waktu sepuluh menit.
“Gohu ikan ini memiliki citarasa yang sangat unik. Aku seperti menyelam ke dalam laut saat memakan daging ikan ini, sangat segar dan sangat nikmat. Ada rasa asam, gurih dan sedikit manis. Semua rasa ini menjadi sempurna saat dipadukan dengan daging ikan yang masih segar. Masakan ini memang benar-benar enak. Aku mengaku kalah,” ucap Lin Chong Wei meletakkan sumpitnya.
“Sepertinya Lu Zhan membuat sarapan yang sangat enak. Apakah masih ada sisa untukku?”
__ADS_1
Heilong tiba-tiba keluar dari rumah kayunya dan mengagetkan mereka berdua. Sebenarnya dia sudah bangun sejak tadi, tapi dia penasaran bagaimana hasil taruhan antara Lu Zhan dan Lin Chong Wei sehingga dia memutuskan untuk tidak keluar dulu dan melihat dari jendela sampai taruhan mereka selesai.
“Tenang saja Guru, aku sudah menyiapkan porsi besar untuk Guru,” jawab Lu Zhan sambil membawa piring yang lebih besar dari piring yang dia berikan pada Lin Chong Wei. “Aku akan membawa makanan ini ke dalam. Saat Guru makan, aku dan Lin Chong Wei akan membersihkan halaman rumah ini sehingga kita bisa langsung pergi setelah Guru selesai makan.”
Lu Zhan langsung membawa piring yang berukuran sangat besar itu masuk ke dalam rumah dan meletakkan di sebuah meja yang ada di ruang tamu, setelah itu dia langsung keluar dari rumah itu meninggalkan Heilong sendirian.
“Guru, Dao Xue Lian apakah kalian berdua ingin menemaniku sarapan. Rasa makanan yang di buat Lu Zhan ini tidak kalah dengan rasa makan yang aku masak. Kalian berdua pasti akan menyesal jika tidak mencicipinya,” seru Heilong.
Dao Xue Lian dan Li Ziqi langsung keluar dari Dunia Jiwa Heilong setelah mendengar rasa makanan yang di buat Lu Zhan tidak kalah dengan rasa makanan yang di buat Heilong.
Mereka bertiga langsung makan Gohu ikan itu dengan lahap. Li Ziqi dan Dao Xue Lian terlihat sangat gembira saat menyantap Gohu ikan ini karena Heilong memang belum pernah membuat mereka berdua makanan ini.
**
Setelah tiga puluh menit, pagi akhirnya tiba. Meskipun cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam bagian tengah Hutan Northland yang di dominasi dengan pohon-pohon berukuran besar, tapi mereka bisa mengetahui bahwa saat ini sudah pagi hari ketika melihat daun-daun besar yang ada di puncak pohon itu bersinar karena terkena pantulan dari sinar matahari.
“Apa kalian berdua sudah siap untuk berangkat sekarang?” tanya Heilong.
“Kami sudah siap, Guru. Semua peralatan masakku sudah aku simpan kembali dan saudara Lin Chong Wei juga sudah menyapu bagian halaman rumah ini,” jawab Lu Zhan.
“Baiklah kalau begitu kita akan langsung pergi ke Benua Timur,” ucap Heilong.
Heilong langsung membuat sihir pemanggil Beast dan memanggil Gremlin dari Dunia Jiwanya. Lu Zhan terlihat sedikit ketakutan karena ini adalah pertama kalinya dia melihat Gremlin.
“Jangan takut! Beast ini sudah jinak karena dia adalah Beast tungganganku. Kita bertiga akan pergi ke Benua Timur dengan mengendarai Gremlin,” ucap Heilong menatap Lu Zhan yang tubuhnya sedikit bergetar.
__ADS_1
Lu Zhan berjalan mendekati Gremlin dan berusaha menyentuh bagian kening untuk memastikan bahwa Beast itu benar-benar sudah jinak. Tapi di luar dugaan, Gremlin justru menggoda Lu Zhan.
“Roar … ”
Gremlin langsung mengaum dengan sangat keras saat tangan kanan Lu Zhan akan menyentuh keningnya. Lu Zhan langsung lari terbirit-birit dan bersembunyi di balik sebuah pohon yang sangat besar.
“Hahaha …. ”
Heilong dan Lin Chong Wei tertawa terbahak-bahak saat melihat Lu Zhan lari ketakutan karena mereka berdua tahu bahwa Gremlin hanya sedang mempermainkan Lu Zhan.
“Kemarilah! Beastku ini benar-benar sudah jinak, tadi dia hanya menggodamu saja. Kau ini aneh sekali, seorang koki tapi takut pada seekor Beast. Jika kamu takut pada Beast, bagaimana caramu untuk mendapatkan daging yang akan kau gunakan untuk memasak. Apakah kau bisa membeli daging jika berada di tengah hutan seperti ini?” tegur Heilong.
“Lu Zhan, yang dikatakan Tuan memang benar. Beast ini memang sudah jinak karena aku sudah mengenal Beast ini selama tujuh tahun saat aku berlatih ilmu beladiri bersama Tuan. Kau ini seorang laki-laki jadi kau harus berani jika bertemu dengan seekor Beast. Coba kau bayangkan bagaimana jika ada seekor Beast yang tiba-tiba muncul dan ingin menyerang Li Mei, apakah kau juga akan lari ketakutan seperti ini?” seru Lin Chong Wei yang berusaha untuk menghilangkan ketakutan Lu Zhan.
Lu Zhan mengumpulkan semua keberaniannya setelah mendapat teguran dari Heilong dan Lin Chong Wei. Dia berjalan mendekati Gremlin dengan langkah kaki yang sedikit bergetar.
Lu Zhan berhenti sejenak untuk menghilangkan semua rasa takutnya saat berada di depan Gremlin. Dia mengulurkan tangannya dengan perlahan untuk menyentuh kening Gremlin setelah semua ketakutan yang ada pada dirinya menghilang.
Kali ini Gremlin tidak menggodanya lagi sehingga Lu Zhan bisa dengan tenang menyentuh kening Gremlin.
“Aku Akhirnya berhasil menaklukkan rasa takutku pada seekor Beast,” ucap Lu Zhan tertawa senang.
“Kalau begitu, kita semua harus segera naik ke punggung Gremlin,” ucap Heilong memberikan perintah.
Mereka bertiga akhirnya naik ke punggung Gremlin. Sebelum terbang, Gremlin terlebih dahulu menggunakan kekuatannya untuk melindungi rumah kaya Heilong dan menyembunyikan keberadaan rumah kayu itu agar tidak di rusak oleh para penghuni hutan ini.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, Gremlin langsung terbang menuju ke Benua Timur.