LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 78 RAHASIA KELUARGA YANG


__ADS_3

“Memangnya apa yang aku lakukan? Tadi, aku hanya mengobrol saja dengan Yang Tzuyu,” jawab Heilong.


“Hump! Kalian laki-laki memang sama saja,” ucap Xue Xianzi dingin. “Aku akan kembali ke Sekte. Ingat! jangan mengejarku.”


Xue Xianzi langsung berbalik dan pergi meninggalkan Heilong menuju ke arah Sekte Snow Moon.


“Hei, tunggu! Sepertinya ada yang harus kita bicarakan. Kau telah salah paham padaku,” teriak Heilong berusaha menghentikan Xue Xianzi. Tapi Xue Xianzi yang sedang emosi, sama sekali tidak menghiraukan teriakan Heilong.


Xue Xianzi terus berlari tanpa menoleh ke belakang dan akhirnya dia menghilang dari pandangan Heilong.


“Jangan-jangan gadis itu jatuh cinta padaku. Ucapannya barusan menandakan bahwa dia sedang cemburu. Tapi, bagaimana mungkin hal seperti itu terjadi karena kita baru saja dekat selama beberapa dari saja,” gumam Heilong dalam kebingungan.


“Bai gege, apa yang sebenarnya sedang terjadi di tempat ini? Tadi aku mendengar ada keributan di sekitar sini.”


Yang Tzuyu segera pergi ke lapangan belakang gedung setelah mendengar ada suara orang yang sedang bertarung. Dan setelah sampai di sana, dia hanya melihat Heilong berdiri seorang diri.


“Tidak ada apa-apa. Aku tadi cuma sedang latihan saja dengan Xue Xianzi,” jawab Heilong.


“Oh iya. Di mana nona Xue Xianzi sekarang? Kenapa dia tidak ada disini?” tanya Yang Tzuyu setelah dia melihat sekelilingnya. Namun, dia tidak menemukan Xue Xianzi.


“Dia pergi kembali ke Sekte karena ada urusan penting yang harus segera dia selesaikan,” jawab Heilong berusaha menutupi pertengkaran yang baru saja terjadi.


“Sayang sekali padahal hari ini aku sudah berencana mengajak kalian jalan-jalan,” ucap Yang Tzuyu.


“Masih ada aku kan. Aku akan menemanimu jalan-jalan,” ucap Heilong.


“Tzuyu apa kamu juga berlatih ilmu beladiri? Aku lihat kamu sudah berada di Lapis General tingkat lima,” tanya Heilong menatap aura yang memancar dari tubuh Yang Tzuyu.


“Sebenarnya aku tidak berminat untuk belajar ilmu beladiri. Tapi, posisiku sebagai pemegang dan pengelola keuangan di restoran ini mengharuskan aku untuk bisa melindungi diri sendiri. Jadi aku sedikit belajar ilmu bela diri,” jawab Yang Tzuyu.


“Lalu apa kamu tertarik pada jurus pedang?” lanjut Heilong bertanya.


“Aku sebenarnya tertarik pada jurus pedang. Tapi pedang panjang terlalu berat untukku jadi aku suka pedang yang lebih pendek atau biasanya di sebut kodachi,” jawab Yang Tzuyu.


“Kodachi?! Pedang macam apa itu?” Heilong terlihat sedikit terkejut karena dia baru mendengar ada nama senjata seperti itu.


Yang Tzuyu lalu mengeluarkan sebuah pedang berukuran empat puluh lima centimeter dari balik bajunya. Pedang ini lebih pendek pendek dari pedang biasa namun lebih panjang dari pisau.


“Ini yang dinamakan Kodachi. Aku membuatnya sendiri secara khusus,” ucap Yang Tzuyu.

__ADS_1


“Membuat sendiri?!” ucap Heilong terkejut.


“Karena Bai gege sekarang adalah bagian dari kami. Maka atas ijin dari ayah, aku akan memberitahukan sebuah rahasia. Sebenarnya keluarga Yang kami adalah seorang penempa senjata dan kami memiliki beberapa tempat penempaan senjata di seluruh benua. Usaha restoran ini sebenarnya adalah hobiku saja,” ucap Yang Tzuyu.


“Dan pedang ini adalah pedang buatanku sendiri karena bentuknya yang tidak terlalu panjang maka pedang ini sangat ringan dan mudah disembunyikan di balik baju,” lanjut Yang Tzuyu.


“Jadi begitu. Mau kah kamu membawaku untuk melihat-lihat tempat pembuatan senjata keluarga Yang kalian?” pinta Heilong.


“Boleh. Tapi, sebelum itu mari kita sarapan dulu. Aku tadi sudah meminta Lu Zhan untuk menyiapkan sarapan buat kita,” ajak Yang Tzuyu.


“Baiklah kamu tunggu di meja. Aku akan pergi ke dapur untuk melihat Lu Zhan,” ucap Heilong.


“Baik. Aku akan menunggumu di meja. Tapi, jangan lama-lama,” jawab Yang Tzuyu.


Heilong segera pergi ke dapur dan menemui Lu Zhan.


“Selamat pagi guru. Apa guru ingin meminta saya untuk memasakkan sesuatu?” tanya Lu Zhan saat melihat kedatangan Heilong.


“Tadi apakah Tzuyu datang kemari?” balas Heilong bertanya.


“Benar. Tadi nona Yang Tzuyu datang ke dapur dan meminta saya untuk memasak mie goreng untuk menu sarapannya bersama guru,” jawab Lu Zhan.


Heilong segera mengambil kertas dan mulai menulis resep masakan. Setelah itu dia memberikan resep itu pada Lu Zhan. “Buatlah makanan sesuai resep ini. Aku yakin bahwa kamu bisa membuat makanan ini. Aku juga memberimu resep sebuah minuman.”


Lu Zhan segera menerima kertas itu dengan perasaan yang sangat senang. Lalu membacanya sebentar.


“Aku belum pernah memasak makanan seperti ini. Tapi aku yakin jika rasa dari makanan ini pasti sangat enak. Terimakasih guru. Aku akan segera memasak makanan ini untuk guru dan Nona Yang Tzuyu.” ucap Lu Zhan.


“Bagus. Aku akan menunggunya di Meja. Dan jangan lupa untuk menyimpan kertas resep masakan itu baik-baik.” ucap Heilong.


“Siap! Guru,” jawab Lu Zhan.


Heilong segera pergi meninggalkan dapur dan kembali ke tempat Yang Tzuyu.


Lu Zhan segera menyalakan kompor lalu membuat bubur ayam sesuai resep yang di berikan Heilong.


Dia mulai menumbuk bawang putih, bawang merah, kunyit, kemiri, ketumbar dan biji pala sampai halus.


Setelah itu dia kemudian menambahkan daun jeruk, jahe dan serai lalu menumisnya sampai harum.

__ADS_1


Lu Zhan menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit untuk membuat bubur ayam berdasarkan resep yang baru saja diberikan Heilong.


Karena ini adalah pertama kalinya dia membuat makanan seperti ini, tentu saja dia mengalami kegagalan. Namun dia terus mencoba sampai akhirnya berhasil.


Setelah matang dan menjadi bubur. Dia segera memindahkan makanan itu ke atas piring lalu menambahkan sedikit merica bubuk, irisan ayam suir, bawang goreng, daun bawang dan beberapa daun seledri di atasnya.


Lu Zhan sengaja membuat tiga porsi makanan. Yang dua akan diantarkan untuk sarapan Heilong dan Yang Tzuyu sedangkan yang satunya untuk dicicipinya sendiri.


“Makanannya sudah siap. Sekarang tinggal minumannya,” ucap Lu Zhan sambil mengambil dua buah gelas yang terbuat dari bambu.


Setelah itu, dia mulai merebus teh yang ditambah dengan beberapa potongan jahe.


Setelah mendidih, dia segera mengambil air hasil rebusan itu dan menaruhnya ke dalam gelas.


"Makanan dan minumannya sudah selesai. Aku akan mengantarnya sendiri karena aku sangat penasaran bagaimana reaksi guru saat melihat hasil masakanku," ucap Lu Zhan.


Lu Zhan segera membawa makanan itu ke tempat Heilong dan Yang Tzuyu.


**


Heilong dan Yang Tzuyu sudah menunggu di salah satu meja makan. Suasana di restoran ini masih sepi karena di pagi hari jarang ada pengunjung.


Mereka duduk berhadapan. Tapi, suasananya terkesan dingin dan agak canggung karena tidak ada hal yang mereka bicarakan. Akhirnya Yang Tzuyu memutuskan untuk membuka pembicaraan.


"Bai gege, tadi kamu ke dapur pasti memberi resep makanan baru pada Lu Zhan,” tebak Yang Tzuyu.


“Benar. Tadi aku memang memberi resep makanan bubur ayam. Tidak baik pagi-pagi makan mie. Nanti kamu bisa bertambah gemuk,” jawab Heilong.


“Huh. Siapa yang gemuk?” balas Yang Tzuyu.


“Haha …,” Heilong tertawa ketika melihat Yang Tzuyu yang cemberut.


Lu Zhan Akhirnya tiba membawa sarapan mereka. “Ini guru makanan pesanan anda. Makanan ini aku buat sesuai dengan resep yang guru tulis.”


Heilong segera membuka tutup makanan itu dan mencium bau harum dari masakan Lu Zhan.


“Bagus. Kamu memasaknya dengan benar. Aroma dari makanan ini sesuai dengan harapanku.”


“Terima kasih guru. Kalau begitu silahkan menikmati makanannya. Saya akan kembali ke dapur.”

__ADS_1


Lu Zhan pergi kembali ke dapur dan meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2