LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 194 GURU VS MURID


__ADS_3

“Sudah lama kita berdua tidak melakukan latihan seperti ini. Kali ini aku akan mulai serius. Bersiaplah, Guru!” seru Heilong dengan suara lantang.


“Jangan banyak bicara! Ayo cepat serang aku!” balas Li Ziqi.


Heilong lalu memindahkan pedang baja hitam ke tangan kirinya karena ia belum begitu mahir menggunakan jurus-jurus pedang elemen api. Dan, ia juga belum terbiasa dengan pedang ini.


Ia kemudian mengeluarkan pedang taring putih di tangan kanannya.


Saat ini, di kedua tangan Heilong sudah ada dua pedang pusaka dengan tiga macam kekuatan elemen yang berbeda. Di tangan kanannya ada elemen angin dan es, sedangkan di tangan kiri ada elemen api.


“Baiklah, ayo kita mulai!” seru Heilong yang sudah melesat ke arah Li Ziqi.


Heilong mulai menyalurkan energi es dan angin ke dalam pedang taring putih yang ada di tangan kanannya dan membuat suhu udara di sekitarnya turun dengan cepat.


Swosh ….


Aliran angin yang kuat dan serpihan-serpihan es yang sangat banyak mulai menyelimuti pedang taring putih.


...“Pedang Membelah Bumi.”...


Boom ….


Aliran energi angin yang sangat merusak dan membawa kekuatan es yang sangat kuat langsung menghantam ke arah Putri Li Ziqi.


...“Langkah Cahaya Bulan.”...


Sosok Li Ziqi tiba-tiba menghilang dari pandangan Heilong saat jurus pedang membelah bumi akan mengenainya.


Li Ziqi ternyata langsung menggunakan jurus kecepatan gerakan miliknya untuk menghindari serangan ini dan langsung berpindah tempat ke belakang Heilong.


Dalam sekejap, Li Ziqi sudah berada di belakang Heilong. Jurus kecepatan gerakan milik kultivator elemen cahaya memang dikenal memiliki tingkatan yang paling tinggi dari elemen yang lain. Dan, yang bisa menandinginya kecepatan elemen cahaya hanyalah kecepatan elemen kegelapan.


“Sudah hampir satu tahun lebih aku melatihmu. Tapi, gerakanmu masih sangat lambat. Sepertinya setelah ini kau masih harus berlatih dengan lebih keras lagi,” ejek Li Ziqi.


Mendengar ejekan Li Ziqi, semangat Heilong langsung bangkit. ia segera menggunakan jurus langkah angin pemecah badai tahap menengah untuk menyaingi gerakan Li Ziqi dan menggunakan jurus pedang membelah bumi dengan kekuatan penuh untuk menyerang Li Ziqi.


Boom ... Boom ... Boom ....


Tiga aliran angin yang mirip bayangan pedang raksasa dan membawa kekuatan es yang sangat kuat, muncul dan mengarah dengan cepat ke arah Li Ziqi.


Ternyata, hanya dalam waktu beberapa nafas saja, Heilong telah mengayunkan pedang taring putihnya sebanyak tiga kali dengan gerakan jurus pedang membelah bumi.


...“Tarian Pedang Badai.”...


Li Ziqi segera menggerakkan tubuhnya bagaikan seseorang yang sedang menari di udara dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga tubuhnya terlihat seakan-akan hanyalah sebuah bayangan.


Sambil mengayunkan pedang yang ada di tangannya, Ia melepaskan gelombang angin yang sangat kuat untuk menyerang Heilong.


Gelombang angin yang membentuk seperti sebuah sayatan-sayatan pedang langsung menabrak jurus pedang membelah bumi milik Heilong.


Boom …

__ADS_1


Dua kekuatan besar yang saling bertabrakan itu membuat suara ledakan yang sangat keras dan menciptakan gempa bumi dahsyat. Untung saja sebelumnya Li Ziqi sudah menyelimuti tempat ini dengan medan pelindung kedap suara sehingga orang yang ada di luar medan pelindung tidak bisa mengetahui apa yang telah terjadi di dalam medan pelindung.


Mereka berdua berdiri di tempatnya masing-masing sambil memegang pedang yang ada di tangannya dengan erat dan saling memandang.


“Apa kau masih sanggup melawanku? Aku lihat kau sama sekali belum menggunakan jurus elemen api milikmu. Kau juga sama sekali belum menggunakan pedang elemen api yang ada di tangan kirimu. Apakah kau masih belun bisa mengendalikan pedang itu?” tanya Li Ziqi.


“Aku hanya belum terbiasa menggunakan pedang itu,” jawab Heilong santai berusaha menyembunyikan kekurangannya.


“Kalau begitu aku akan memaksamu menggunakan pedang itu biar bagaimana pun caranya,» seru Li Ziqi.


Kali ini Li Ziqi yang mulai bergerak untuk menyerang Heilong. Li Ziqi terus mengarahkan serangan pedangnya ke arah tubuh bagian kiri Heilong untuk memaksanya agar dia mau menggunakan pedang baja hitam yang ada di tangan kirinya. Dengan cara itu Li Ziqi berharap agar Heilong mulai terbiasa mengunakan pedang itu dan dapat menguasai kekuatan elemen api miliknya.


Clang ... Clang ...


Suara-suara serangan pedang yang saling berbenturan terus terdengar. Kali ini mereka berdua tidak bertarung dengan menggunakan kekuatan, tapi mengandalkan kecepatan gerakan masing-masing sehingga kedua tubuh mereka seakan-akan menghilang. Hanya kilatan-kilatan pedang disertai dengan suara-suara benturan yang terlihat di tempat itu.


...“Pedang Angin Pemotongan Besi.”...


Li Ziqi akhirnya mulai menggunakan kekuatannya. Dia memasukkan energi angin miliknya ke dalam pedang yang ada di tangan kanannya dan mengerakkan pedang itu ke atas lalu mengayunkan pedangnya dengan sangat lambat ke arah bawah.


Tekanan energi angin yang sangat kuat seketika memancar dari pedang itu.


Whoost ...


Kekuatan energi angin yang sangat besar dan berbentuk seperti bulan sabit mengarah lurus ke arah Heilong.


“Gawat ...!! Sepertinya guru benar-benar serius menyerangku. Jika aku terkena serangan pedang itu, tubuhku akan benar-benar terpotong menjadi dua dengan sangat mudah seperti sebuah ranting pohon kering,” gumam Heilong lirih.


...“Teknik Perisai Es Ribuan Tahun tingkat pertama — Perisai Es.”...


Sebuah perisai es yang sangat tebal langsung muncul di depan Heilong untuk melindunginya dari serangan Li Ziqi.


Boom ...


Kekuatan jurus pedang angin Li Ziqi akhirnya menabrak perisai es dengan keras sampai membuat perisai es itu hancur berkeping-keping dan membuat Heilong terpental ke belakang.


Tidak cukup sampai disitu, rupanya Li Ziqi sudah menyiapkan serangan berikutnya di pedangnya dan tidak memberikan waktu pada Heilong untuk beristirahat. Ia kembali mengayunkan pedang ke arah Heilong, kali ini dia menggunakan jurus elemen api.


...“Naga Api Penghancur Lautan.”...


Kekuatan api yang terbentuk dari serangan pedang Li Ziqi kali ini mengambil bentuk seekor naga api yang sangat ganas dan bergerak lurus menyerang ke arah Heilong seperti sebuah anak panah.


Heilong kembali menggerakkan pedang taring putihnya ke dapan tubuhnya secara vertikal sambil meledakkan kekuatan esnya lalu membuat gerakan melingkar searah jarum jam.


...“Teknik Perisai Es Ribuan Tahun Tingkat Ketiga — Cermin es.”...


Sebuah cermin es tebal setinggi satu meter muncul di depan Heilong dan langsung menelan naga api itu masuk ke dalam cermin lalu membalikkan serangan naga itu ke arah Li Ziqi.


Li Ziqi menatap Heilong sambil menyeringai, dia lalu menggunakan jari telunjuknya untuk menghancurkan Naga Api yang sedang menuju ke arahnya.


“Hanya dengan membalikkan jurus yang aku gunakan sama sekali tidak akan berguna untuk melawanku. Sebelum aku menggunakan jurus-jurus yang aku miliki, aku pasti sudah memikirkan sebuah cara untuk menghancurkan jurus itu jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan yang membuat jurus itu berbalik menyerangku," ucap Li Ziqi.

__ADS_1


'Sial …!! Wanita ini sama sekali tidak mengurangi kekuatannya padahal semua ini hanyalah sebuah latih tanding saja. Apakah wanita ini memang memiliki niat untuk membunuhku?' gumam Heilong dalam hati.


“Siapa yang mengijinkanmu melamun!” seru Li Ziqi bergerak maju ke arah Heilong sambil membawa pedang di tangannya.


Li Ziqi lalu mengayunkan pedang yang ada di tangannya secara vertikal untuk menyerang kepala Heilong. Heilong pun secara reflek mengerakkan tangan kirinya ke atas dan memutar pedang baja hitam sedikit ke kanan sampai membentuk garis horizontal untuk menahan serang Li Ziqi.


Bang ...


Pedang mereka berdua akhirnya berbenturan dengan sangat keras dan saling menahan satu sama lain tidak ada yang mau mengalah.


“Akhirnya kau menggunakan juga pedang yang ada di tangan kirimu itu.” ucap Li Ziqi dingin.


“Ini semua karena Guru yang terus memaksaku dengan cara menyerang tubuh bagian kiriku sehingga aku terpaksa menggunakan pedang baja hitam ini untuk melindungi diri,” sahut Heilong.


“Kenapa kelihatannya susah sekali buatmu untuk menggunakan pedang itu sampai aku harus memaksamu dan membuatmu berada dalam keadaan bahaya. Bukankah Pedang itu memang sengaja aku berikan padamu agar kau gunakan untuk bertarung dan melindungi dirimu? Aku tidak pernah memberikan pedang itu untuk kau jadikan sebagai hiasan. Untuk apa kau harus merasa terpaksa terlebih dahulu hanya untuk menggunakan sebuah pedang itu?” tanya Li Ziqi terlihat kesal karena tak mengerti dengan jalan pikiran Heilong


“Pedang ini adalah senjata pertama yang guru berikan padaku. Aku tidak ingin membuat pedang ini rusak. Sayang sekali jika senjata pertama pemberian guru ini sampai rusak," jawab Heilong dengan senyum aneh.


“Dasar gombal!! Kau memang seorang buaya darat. Pikiranmu itu selalu dipenuhi dengan hal-hal kotor. Kau bahkan berani menggoda gurumu sendiri!!” umpat Li Ziqi. Ia lalu lanjut berbicara. “Baiklah, kalau kamu bisa mengalahkanku. Aku akan memberimu hadiah yang lebih bagus dari pedang itu.”


Semangat Heilong langsung membara saat mendengar Li Ziqi akan memberinya hadiah yang lebih bagus jika dia bisa mengalahkannya. Heilong kemudian mengalirkan kekuatan apinya ke dalam pedang baja hitam sehingga warna pedang itu kini berubah menjadi putih karena api berwarna putih menyelimuti seluruh bagian pedang.


Heilong Langsung bergerak dengan sangat cepat dan tiba di samping Li Ziqi lalu menyerangnya dengan gerakan tak beraturan.


Li Ziqi hanya mengerakkan pedangnya dengan santai untuk menangkis semua serangan ini karena dia bisa memperkirakan arah serangan Heilong meskipun Heilong menyerangnya dengan gerakan yang tak beraturan.


“Serangan macam apa ini!! Apakah kau berniat untuk meremehkanku? Seranglah dengan lebih serius lagi! Kau harus menggunakan jurus-jurus yang telah kau pelajari selama ini,” bentak Li Ziqi sedikit geram karena melihat Heilong hanya bermain-main.


Setelah di bentak Li Ziqi, Heilong menjadi lebih serius untuk menyerang. Ia mengalirkan energi api yang lebih besar ke dalam pedang baja hitam sehingga pedang itu semakin berkilau karena nyala api yang berkobar dengan kuat.


Bayangan-bayangan pedang api sebesar jarum mulai terbentuk dalam jumlah ribuan dan mengelilingi pedang baja hitam. Heilong lalu mengarahkan ujung pedangnya agar mengarah lurus ke arah Li Ziqi.


...“Pedang Racun Api.”...


Li Ziqi menyipitkan matanya sambil tersenyum saat melihat Heilong yang mulai serius dan menyerangnya dengan jurus pedang racun api. “Akhirnya anak ini mulai serius juga. Aku harus memberinya pelajaran agar dia lebih giat berlatih lagi dan tidak terlalu cepat puas.”


...“Perisai Cahaya Sepuluh Lapisan.”...


Sepuluh Dinding cahaya raksasa yang sangat tebal turun dari langit dan berbaris di depan Li Ziqi untuk melindungi dirinya dari serangan jurus pedang Heilong. Dinding-dinding cahaya ini lebih tebal dari dinding es yang dibuat dari jurus es Heilong.


Boom ...


Heilong bergerak maju menyerang tembok-tembok cahaya itu dengan jurus pedang racun api yang sudah siap di tangan kirinya. Ia mulai menyerang tembok-tembok cahaya itu secara bergantian. Tapi, tembok-tembok itu ternyata sangat keras.


Tembok-tembok cahaya ini hampir sama kerasnya dengan cangkang kura-kura emas milik Divine Beast Genbu. Di lapisan tembok cahaya ke empat, Heilong akhirnya terhenti dan jurus racun api yang ada di pedangnya juga ikut menghilang.


“Sudah berakhir! Meskipun kau harus kalah di sini, tapi aku akui bahwa kau telah mengalami kemajuan yang sangat mengejutkan hanya dalam waktu kurang dari dua tahun,” ucap Li Ziqi lirih sambil menatap Heilong dari Kejauhan.


Li Ziqi kemudian menggerakkan tangan kanannya keatas dengan dua jarinya yang menunjuk ke langit.


...“Hujan Seribu Pedang Cahaya.”...

__ADS_1


Sebuah Lingkaran sihir cahaya raksasa terbentuk di langit dan bersinar dengan sangat terang. Lalu lingkaran sihir itu mengeluarkan ribuan pedang yang terbuat dari cahaya dan siap menghujani tubuh Heilong tanpa ampun.


__ADS_2