LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 204 PUSARAN ANGIN KEMATIAN


__ADS_3

“Boom ... !!”


Bayangan pedang dari kekuatan Jurus Pedang Membelah Bumi menghantam dengan keras ke Perisai Tornado yang di buat oleh Lin Chong Wei.


Benturan ini menghasilkan bunyi ledakan disertai dengan hembusan angin yang sangat kuat. Hingga membuat tanah bergerak seperti terjadi gempa bumi dan semua batuan yang ada di sana menjadi tersebar beterbangan menjauh.


“Rupanya kau memiliki kekuatan angin dan ketrampilan jurus elemen angin yang sehebat itu,” ucap Heilong sambil memegang pedang taring putihnya.


“Ini adalah jurus yang tuan berikan padaku. Awalnya aku mengira ini adalah jurus yang biasa-biasa saja. Namun setelah aku pelajari, ternyata jurus ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari jurus-jurus yang pernah aku pelajari selama ini,” jawab Lin Chong Wei sambil mengangkat kembali Tombak Naga Anginnya dan kembali menyerang Heilong.


Lin Chong Wei kembali menggunakan Jurus Langkah Angin Pemecah Badai dan terbang sambil mengeluarkan Jurus Tombak Seratus Bayangan ke arah Heilong.


Heilong segera meledak energi es yang sangat besar untuk menggunakan Jurus Perisai Es nya dan menempatkan perisai es itu tepat di depan tubuhnya untuk menghalangi arah serangan tombak Lin Chong Wei.


“Apakah anda hanya ingin menggunakan jurus-jurus bertahan saja untuk menghadapi serangan Tombak Seratus Bayanganku ini? Anda jangan terlalu meremehkan jurus ini. Jurus ini mempunyai daya serang yang cukup untuk menghancurkan semua tulang-tulang musuhnya,” ucap Lin Chong Wei dingin.


“Aku bukan hanya sekedar bertahan saja. Tapi, aku juga sedang mencari kelemahan dari jurusmu itu,” balas Heilong.


“Kalau begitu aku tidak akan memberi Tuan kesempatan lebih lama untuk mengamati jurusku ini,” ucap Lin Chong Wei menyeringai lalu mengarahkan tombaknya yang asli untuk menyerang bagian tengah perisai es.


Lin Chong Wei menggerakkan Tombak Naga Angin yang ada di tangannya keatas dan memutar-mutarnya dengan sangat cepat seperti saat dia akan menggunakan Jurus Tombak Pelindung Raga.


Tapi, ada sedikit perbedaan yang sangat mencolok. Yaitu arah putaran dari gerakan tombaknya kali ini berlawanan dengan arah jarum jam sehingga membuat arah angin yang bisa menyedot benda-benda yang ada di sekitarnya masuk kedalam pusaran angin itu.

__ADS_1


“Pusaran Angin Kematian,”


Sebuah angin tornado yang sangat besar langsung terbentuk mengitari tubuh Lin Chong Wei.


Semua benda yang ada disekitar angin tornado itu langsung tersedot masuk ke dalam pusaran angin. Lalu dihancurkan sampai menjadi serpihan-serpihan oleh kuatnya tekanan pusaran angin itu.


Heilong menjadi terkejut dan terdiam karena meskipun dia sudah lama mempelajari jurus-jurus elemen angin. Tapi, dia belum mampu untuk membuat pusaran angin tornado sekuat ini.


Sedangkan Lin Chong Wei yang baru satu tahun memulai kultivasinya kembali sudah mampu membuat pusaran angin yang sekuat ini.


Heilong pun bergumam dalam hatinya. “Jurus macam apa ini? Padahal dia baru satu tahun berlatih kultivasi kembali. Apakah mungkin jurus ini adalah jurus yang telah dikuasainya sebelum dantiannya mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga membuat kultivasinya hilang.”


“Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau menunggu pusaran angin itu menyedot tubuhmu dan mengubahnya menjadi serpihan-serpihan? Atau apakah kau sudah menyerah karena menemukan lawan yang memiliki kekuatan yang lebih hebat dari kekuatanmu,” tegur Li Ziqi saat melihat Heilong yang sedang melamun di tengah pertarungan.


“Clang...”


Jurus pedang Heilong hancur ternyata tidak berguna melawan pusaran angin itu. Bayangan jurus pedangnya langsung terhenti dan hancur saat menyentuh pusaran angin itu. Dan yang lebih berbahaya lagi kini tubuhnya tersedot masuk kedalam pusaran angin tornado pembunuh itu.


“Sial...!!! Kenapa bisa jadi begini. Aku tidak menyangka bahwa pusaran angin tornado ini akan sekuat ini. Pusaran angin itu bahkan bisa menghancurkan kekuatan jurus pedang membelah bumiku dengan sangat mudah seperti menginjak seekor semut. Jika tubuhku sampai tersedot masuk ke dalam pusaran angin itu, sudah pasti aku akan mengalami luka yang cukup parah. Aku tidak percaya jika jurus pedangku yang merupakan jurus pemberian Dewa tidak mampu menghancurkan pusaran angin tornado ini,” gumam Heilong dalam hati.


Heilong masih tidak percaya jika jurus pedang membelah buminya tidak mampu untuk membelah pusaran angin itu.


Dia mencoba menebas pusaran angin itu sekali lagi dengan Jurus Pedang Membelah Bumi miliknya. Namun hasilnya tetap sama.

__ADS_1


Kekuatan dari Jurus Pedang Membelah Bumi akan langsung hancur saat membentur pusaran angin tornado itu. Sehingga dia akhir menancapkan Pedang Taring Putih ke tanah untuk menahan tubuhnya agar tidak tersedot masuk ke dalam pusaran angin.


“Apa yang harus aku lakukan?! Aku harus memikirkan cara lain untuk bisa menghancurkan pusaran angin ini karena Jurus Pedang Membelah Bumi sama sekali tidak berguna di hadapan pusaran angin ini.”


Heilong terus berpikir untuk mencari cara bagaimana cara mematahkan Jurus Lin Chong Wei ini karena dia juga sudah mulai kehabisan tenaga.


“Apa yang sedang anda lakukan? Jika anda menyerah maka aku akan segera menghilangkan pusaran angin tornado ini. Tapi, jika anda cuma berdiam diri sambil melamun maka itu akan sangat berbahaya. Anda bisa saja tersedot masuk kedalam pusaran angin tornado ini tanpa anda sadari,” teriak Lin Chong Wei dari dalam pusaran angin tornado saat melihat Heilong yang kembali terdiam seperti orang yang sedang melamun.


Tiba-tiba segel Pedang Tarian Petir yang ada di tangan kiri Heilong menyala dan Pedang Tarian Petir langsung muncul di tangan kirinya tanpa dipanggil lebih dulu sama seperti saat dia sedang bertarung melawan Last waktu itu.


“Sepertinya kau tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa bantuanku. Setiap kali aku tinggal tidur kau pasti sedang dalam bahaya dan membuatku terbangun. Kali aku pinjamkan Pedang Tarian Petir padamu. Kekuatan energi petir yang berasal dari roh pedang milikku saja, aku rasa sudah cukup untuk menghancurkan pasaran angin itu karena pusaran angin tornado itu tidak sekuat perisai cahaya milik gadis kecil tadi. Jadi aku rasa kau tidak membutuhkan kehadiranku,” ucap Long Bai yang terdengar sedikit sombong.


Saat Pedang Tarian petir muncul di tangan kiri Heilong secara otomatis Pedang Blue Star Heaven Sword juga ikut keluar dari dunia jiwanya dan melayang di depannya.


Pedang Blue Star Heaven Sword kembali menelan Pedang Tarian Petir dan Pedang Taring Putih. Kedua pedang pusaka itu kembali menyatu dengan Pedang Blue Star Heaven Sword.


Aura energi petir, es dan angin yang kuat memancar dari dalam Pedang Blue Star Heaven Sword dan membuat Heilong terkejut karena aura pedang ini lebih kuat dari saat terakhir kali ketiga pedang ini menyatu.


“Apa yang terjadi dengan pedang ini? kenapa auranya begitu kuat, jauh berbeda sekali dari sebelumnya. Apakah ini disebabkan karena kali ini Guru tidak sedang tertidur akibat kehabisan tenaga,” pikir Heilong.


Heilong segera mengambil Pedang Blue Star Heaven Swird dan mengaktifkan Jurus Pedang Badai Petir Mengguncang Angkasa.


Heilong lalu melompat ke arah pusaran angin itu untuk menghancurkannya.

__ADS_1


Lin Chong Wei melihat apa yang sedang dilakukan oleh Heilong sambil tersenyum dan bergumam dalam hati. “Tidak ada kekuatan dari jurus pedang manapun yang bisa menembus angin tornado ini karena angin tornado ini memiliki kemampuan untuk menghilangkan semua kekuatan yang muncul dari jurus pedang.”


__ADS_2