LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 412 LONG BAO VS LONG YUN ( PART 2 )


__ADS_3

“Tebasan Naga Petir Pembeku Lautan.”


Long Bao segera mengayunkan Golok Naga Perkasa ke arah Jenderal Long Yun yang sedang dalam keadaan bertransformasi untuk menjadi seorang manusia iblis sempurna.


Tebasan energi petir berbentuk seperti bulan sabit dan dikelilingi oleh badai salju yang sangat kuat. Langsung mengarah lurus ke arah Jenderal Long Yun yang dilindungi oleh medan pelindung yang terbuat dari energi kegelapan.


“Boom …”


Suara ledakan yang sangat keras langsung terdengar saat kekuatan jurus pedang milik Long Bao menghantam medan pelindung yang dibuat Jenderal Long Yun.


Medan pelindung energi kegelapan milik Jenderal Long Yun langsung membeku lalu terbelah menjadi dua akibat serangan pedang milik Long Bao.


“Jurus pedang miliknya ternyata mampu menembus pertahanan perisai energi kegelapan yang aku buat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya baru-baru ini? Kenapa tingkat kultivasi dan kekuatan energi es miliknya bisa naik sebesar itu dalam waktu singkat? Lalu bagaimana dia bisa memiliki kekuatan elemen petir?”


Jenderal Long Yun sangat penasaran dengan peningkatan kekuatan Long Bao yang terjadi secara tiba-tiba. Namun, dia tidak memiliki waktu untuk mencari tahu karena serangan jurus pedang milik Long Bao semakin mendekati tubuhnya.


Jenderal Long Yun segera menyilangkan kedua tangannya ke depan sambil meledakkan energi ar dan energi kegelapan miliknya ke kedua tangannya untuk membuat sebuah perisai.


“Perisai Pelindung Air Kegelapan.”


Sebuah ombak berwarna hitam langsung muncul di depan tubuh Jenderal Long Yun, lalu berubah menjadi sebuah tembok yang sangat kuat dan melindungi tubuhnya.


“Boom …”


Tubuh Jenderal Long Yun yang tersungkur ke belakang karena kuatnya tekanan dari jurus pedang milik Long Bao. Namun, perisai yang dia buat masih tetap untuk dan hanya muncul retakan-retakan kecil saja.


“Sepertinya kau terlalu banyak mengurangi kekuatan energi es milikku saat menggunakan jurus ini. Lihatlah tebasan pedangmu hanya menimbulkan goresan-goresan kecil saya pada perisai pelindung miliknya. Jika seperti ini terus, mustahil kau bisa mengalahkan dirinya,” ucap Roh senjata Golok Naga Perkasa memberi peringatan pada Long Bao.

__ADS_1


“Aku belum menguasai jurus ini dengan sempurna. Jika aku menggunakan kekuatan energi es dalam jumlah yang sangat besar, aku takut tidak akan mampu mengontrol arah serangan dari jurus ini dan akan menyerang ke arah yang berbeda,” jawab Long Bao dengan nada serius.


“Tenang saja, aku akan membantumu mengontrol arah dari serangan dari jurus ini ini. Tugasmu hanyalah memberikan kekuatan energi es yang lebih besar lagi untuk memicu energi petir yang keluar dari Golok ini. Setelah itu kau baru bisa menggunakan kekuatan dari Jurus Tebasan Naga Petir Pembeku Lautan dengan sempurna,” seru roh senjata Golok Naga Perkasa.


Long Bao mematuhi semua ucapan dari roh Golok Naga Perkasa. Dia kemudian memasukkan semua energi es miliknya ke dalam Golok Naga Perkasa.


Badai salju yang sangat dahsyat langsung muncul dan mengelilingi daerah sekitar Long Bao berdiri. Golok Naga Perkasa segera menyerap badai salju ini dan memancarkan hawa dingin yang dapat membekukan semua benda di sekelilingnya.


Aura energi petir mulai muncul di permukaan Golok Naga Perkasa dan mengelilingi setiap bagian dari Golok ini.


“Bagus. Teruslah seperti itu sampai seluruh bagian bilah Golok ini berubah menjadi biru seperti warna petir sebelum kau mengayunkan Golok ini untuk menyerang musuhmu,” ucap roh senjata Golok Naga Perkasa memberi petunjuk.


Jenderal Long Yun mengerutkan alisnya saat melihat apa yang sedang dia lakukan Long Bao. Terutama saat dia menyadari bahwa senjata yang ada di tangan Long Bao adalah Golok Naga Perkasa. Sebuah senjata pusaka yang seharusnya hanya bisa digunakan oleh Kaisar Long Jin dan Divine Beast Seiryu.


“Ternyata itu adalah rahasia dari peningkatan kekuatannya yang terjadi secara tiba-tiba. Kalau begitu aku juga harus menggunakan senjata pusaka milikku untuk melawan kekuatan dari Golok Naga Perkasa.”


Jenderal Long Yun segera memegang ekornya. Ekornya itu segera terputus seperti ekor cicak lalu berubah kembali menjadi Pedang Taring Buaya.


Jenderal Long Yun mencoba berkomunikasi dengan roh senjata Pedang Taring Buaya agar dia bisa menggunakan kekuatan penuh dari pedang itu. Selama ini, dia hanya bisa menggunakan lima puluh persen saja dari kekuatan pedang pusaka itu, sebab roh senjata yang di dalam pedang pusaka miliknya tidak mau mengakui Jenderal Long Yun sebagai Tuannya dan lebih memilih untuk melakukan tidur panjang.


Pedang Taring Buaya yang ada di tangan Jenderal Long Yun segera bergetar dan memancar aura energi air yang sangat kuat.


“Ada apa kau memanggilku! Apakah kau sudah menguasai jurus itu? Aku ingatkan padamu sekali lagi, aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai Tuanku sebelum kau berhasil menguasai jurus itu.”


Nada suara yang keluar dari roh senjata Pedang Taring Buaya terdengar sengat marah karena Jenderal Long Yun tiba-tiba memanggilnya.


Sebenarnya selama sepuluh tahun ini roh senjata dari Pedang Taring Buaya tidak benar-benar tertidur. Tapi, dia sedang bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya karena kekuatan yang dimiliki Jenderal Long Yun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi yang dia butuhkan.

__ADS_1


“Aku baru menguasai jurus itu lima puluh persen saja karena ada beberapa halaman dari kitab itu yang hilang,” jawab Jenderal Long Yun.


“Lalu kenapa kau berani memanggilku! Bukankah aku sudah mengatakan padamu syarat agar kau bisa memanggilku beberapa tahun yang lalu. Jangan-jangan kau sengaja memancing kemarahanku agar aku menenggelamkanmu di dalam lautan energi air milikku,” ucap roh senjata Pedang Taring Buaya geram.


“Tidak … Tidak. Mana mungkin aku berani berbuat seperti itu. Saat ini ada seorang pendekar yang memiliki Golok Naga Perkasa berusaha untuk membunuhku. Kau pasti tahu tentang Golok Naga Perkasa karena kalian sama-sama senjata pusaka yang berasal dari alam Dewa. Jika kau tidak membantuku maka pendekar itu pasti akan membunuhku,” jawab Jenderal Long Yun gugup.


Roh senjata Pedang Taring Buaya segera melihat arah Long Bao untuk memastikan bahwa senjata pusaka yang ada di tangannya adalah benar-benar Golok Naga Perkasa.


“Apa yang sebenarnya telah kau pembuat, hingga Divine Beast Seiryu meminjamkan senjata pusaka miliknya pada seorang pendekar untuk membunuhmu? Aku sepertinya sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan pernah menolongmu jika kau melakukan hal-hal kejahatan,” seru roh senjata Pedang Taring Buaya bertanya.


“Aku sama sekali tidak melakukan kejahatan. Tapi Divine Beast Seiryu telah salah meminjamkan senjata pusakanya pada seseorang. Selama ini, Golok Naga Perkasa selalu dipinjamkan pada Kaisar penguasa Benua Timur. Namun, Kaisar Benua Timur yang sekarang adalah Kaisar yang sangat kejam dan tidak pernah memprihatinkan anak buahnya,” ucap Jenderal Long Yun dengan wajah meyakinkan.


Roh senjata dari Pedang Taring Buaya langsung percaya dengan ucapan Jenderal Long Yun karena mata Jenderal Long Yun tidak menunjukkan keraguan sedikit'pun saat mengucapkan itu semua.


“Aku percaya pada semua ucapanmu. Tapi, jika aku menemukan bahwa kau berbohong padaku. Maka pedang ini akan langsung menebas tubuhmu sampai kau mati.”


Roh senjata Pedang Taring Buaya segera meminjamkan kekuatan energi air miliknya pada Jenderal Long Yun.


Aura energi air yang memancar dari tubuh Jenderal Long Yun tiba-tiba meningkat dengan sangat pesat hingga mampu menyaingi aura energi kegelapan miliknya.


Pusaran air yang sangat kuat langsung muncul di bawah kaki Jenderal Long Yun dan menghancurkan apapun yang ada di dekatnya.


Jenderal Long Yun memegang pedang pusaka miliknya dengan erat dan mulai melakukan gerakan-gerakan jurus andalan.


Tekanan dari jurus yang akan dikeluarkan oleh Jenderal Long Yun tidak kalah dengan tekanan dari jurus yang akan digunakan Long Bao.


Aura kekuatan yang memancar dari tubuh mereka berdua sudah saling berbenturan dengan dahsyat dan menimbulkan hembusan angin yang sangat kencang, padahal mereka berdua belum menggunakan jurusnya masing-masing untuk saling menyerang satu sama lain.

__ADS_1


*****


Penasarankan?


__ADS_2